Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Review Artikel : Mikroba, Tanaman dan Teknologi sebagai Integrasi Bioteknologi Mikrobial dalam Pertanian Modern Sri Wahyuni Basoka; Eko Aprianto Johan; Nurchalisah Rustan M; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.15137

Abstract

Pertanian modern menghadapi tantangan serius seperti penurunan kesuburan tanah, ketergantungan pada bahan kimia sintetis, dan dampak perubahan iklim terhadap produktivitas dan ketahanan pangan. Dalam upaya mencari solusi berkelanjutan, bioteknologi mikrobial muncul sebagai pendekatan potensial melalui pemanfaatan mikroorganisme yang bermanfaat dalam sistem pertanian. Mikroba seperti bakteri penambat nitrogen, pelarut fosfat, dan fungi mikoriza berperan dalam meningkatkan efisiensi pemupukan, pertumbuhan tanaman, dan kesuburan tanah. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kimia dan mikroba tertentu dapat mengurangi kebutuhan input sintetis tanpa menurunkan hasil panen. Selain itu, mikroorganisme seperti Plant Growth Promoting Bacteria (PGPR) berkontribusi pada ketersediaan hara dan kesehatan tanaman. Kemajuan bioteknologi juga mempermudah proses inokulasi serta identifikasi mikroorganisme unggul yang efektif sebagai pupuk hayati. Dengan pendekatan ini, pertanian berpotensi bergerak menuju sistem yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH DOMESTIK RUMAH TANGGA DI DESA LAMEURU KECAMATAN RANOMEETO BARAT KABUPATEN KONAWE SELATAN Eko Aprianto Johan; Rustan Ari; Herman Titop; Sri Wahyuni Basoka; Fitriah Amir
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6336

Abstract

Pengelolaan limbah rumah tangga dan sisa hasil perkebunan di Desa Lameuru, Kabupaten Konawe Selatan, masih menjadi tantangan lingkungan yang belum teratasi secara optimal, sementara ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia sintetis terus meningkat. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan kelompok Dasawisma melalui pemanfaatan limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP). Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, bimbingan teknis pembuatan pupuk, demonstrasi plot (demplot), serta pendampingan langsung dalam proses fermentasi menggunakan aktivator mikrobial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat yang signifikan, di mana 85% anggota kelompok Dasawisma kini mampu memproduksi POC dan POP secara mandiri. Implementasi produk organik ini berhasil mereduksi penggunaan pupuk kimia sebesar 30% pada tanaman hortikultura di pekarangan warga. Selain itu, terbentuknya struktur kelompok pengolah pupuk yang resmi menjamin keberlanjutan program produksi secara rutin setiap bulannya. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa transformasi limbah menjadi pupuk organik merupakan solusi strategis yang tidak hanya berdampak pada kelestarian ekosistem tanah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga melalui penghematan biaya input pertanian. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif berbasis komunitas dalam mewujudkan kemandirian pangan dan desa ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Inovasi Diversifikasi Olahan Pepaya Menjadi Keripik untuk Pemberdayaan Kreativitas dan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Rustan Ari; H.Herman Titop; Eko Aprianto Johan
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2: Desember (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v5i2.516

Abstract

Pengabdian masyarakat Inovasi Diversifikasi Olahan Pepaya Menjadi Keripik Untuk Pemberdayaan Kreativitas Dan Ekonomi Ibu Rumah Tangga bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga melalui inovasi pengolahan pepaya menjadi keripik sebagai diversifikasi produk olahan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Lameuru, Kecamatan Ranomeeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, melibatkan 20 ibu rumah tangga sebagai mitra. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan keripik pepaya dengan varian rasa, pendampingan pemasaran, dan evaluasi dampak ekonomi. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan kreativitas hingga 75% dan pendapatan rata-rata sebesar Rp 500.000 per bulan per peserta. Inovasi ini memanfaatkan pepaya lokal yang melimpah, mengurangi limbah buah, dan mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan
Inovasi Pertanian Sirkular Zero Waste Melalui Pemanfaatan Limbah Padi Menjadi Biochar dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Sri Wahyuni Basoka; Rachmi Hariaty Hasan; Andi Awaluddin; Minggu Lestari Ningsih; Eko Aprianto Johan
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.648

Abstract

Limbah padi merupakan salah satu masalah lingkungan yang krusial di sektor pertanian. Dengan meningkatnya kebutuhan produk pangan dan perhatian terhadap keberlanjutan, pengelolaan limbah padi menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik untuk meningkatkan pertumbuhan padi dalam sistem pertanian sirkular zero waste. Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, manfaat penggunaan limbah padi ini adalah memberikan input pertanian bernilai tambah yang mampu memperbaiki sifat tanah serta mendukung keberlanjutan produksi pangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan: P0 (kontrol), P1 (20 g biochar/polybag), P2 (20 g biochar + 10 g pupuk organik/polybag), P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, serta kandungan C-organik tanah. Hasil analisis menunjukkan pengaruh sangat nyata pada semua parameter pertumbuhan tanaman, dengan P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). sebagai perlakuan terbaik, sedangkan P0 memberikan hasil terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa L.), yang tercermin dari peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Perlakuan kombinasi biochar dan pupuk organik pada P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag) memberikan hasil paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga karena kombinasi tersebut mampu memperbaiki kondisi media tanam menjadi lebih porus, aeratif, dan kaya unsur hara, sehingga mendukung penyerapan nutrisi dan pertumbuhan tanaman secara lebih baik.
Evaluation of Sargassum fluitans extract as liquid organic fertilizer to improve vegetative growth of Inpari 32 Rice on saline soil Sri Wahyuni Basoka; Eko Aprianto Johan; Rian Arini; Fitriah Amir
Anjoro: International Journal of Agriculture and Business Vol. 6 No. 2 (2025): Anjoro
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/anjoro.v6i2.5306

Abstract

This study aims to evaluate the potential of S. fluitans bioalgae extract as a liquid organic fertilizer to enhance the vegetative growth of Inpari 32 Rice in saline soils in Southeast Sulawesi. The research was conducted at the Phytopathology Laboratory and Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Halu Oleo University. The study was carried out from February to May 2025. The research used a randomized block design (RBD) with four treatment concentrations, each repeated 3 times as groups. The experiment was conducted by applying S. fluitans at the following concentrations: P0 = 0%, P1 = 10%, P2 = 20%, and P3 = 30%. The variables observed included plant height, leaf number, and clump number. If there was a significant effect in the analysis of variance, the least significant difference (LSD) test was performed at a significance level of α = 0,05. The results showed that the application of S. fluitans significantly increased all growth parameters compared with the control. The 10% concentration produced the highest plant height, while the 20% concentration produced the highest number of leaves. An increase in the number of tillers was also observed across all S. fluitans treatments. These findings indicate that S. fluitans contains bioactive compounds that stimulate rice vegetative growth. The optimal concentration variation for different parameters shows the complexity of the dose response and the need for further optimization. This study concludes that S. fluitans has the potential to serve as a sustainable organic fertilizer alternative to increase rice productivity in saline soils of Southeast Sulawesi, contributing to food security and environmentally friendly agriculture.
Red Palm Oil as a Source of Natural Antioxidants: a Review of its Potential in the Development of Functional Foods Wahid Wirawan; La Ode Alwi; Eko Aprianto Johan; Wira Yuda
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 6 No. 1 (2026): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v6i1.7651

Abstract

Red Palm Oil (RPO) is a natural antioxidant source rich in carotenoids, particularly beta-carotene, and vitamin E, with significant potential for development as a functional food ingredient. However, the primary challenge in utilizing RPO is the degradation of its bioactive compounds, such as carotenoids and vitamin E, during processing and storage. This degradation can affect the nutritional quality and health benefits of products containing RPO. This article is a narrative review aimed at evaluating the potential of Red Palm Oil (RPO) as a natural antioxidant source in the development of functional foods. The article also identifies the key challenges in maintaining the stability of bioactive compounds and reviews various cutting-edge technological solutions that can enhance its stability, which have not been widely addressed in the existing literature. The proposed approaches include the use of low-temperature processing technologies, microencapsulation, and nanoemulsion to preserve the nutritional quality and bioactive compound effectiveness in RPO. The findings indicate that while RPO has a high content of carotenoids and vitamin E, the stability of these compounds heavily depends on the processing methods used. The application of proper processing technologies can enhance RPO’s potential in functional food products, contributing to the prevention of degenerative diseases such as cardiovascular diseases, diabetes, and neurodegenerative disorders. In conclusion, RPO has significant potential in the functional food industry; however, further innovations in processing technologies and marketing strategies are required to optimize its utilization. Keywords: Red Palm Oil, antioxidants, carotenoids, vitamin E, functional foods
Optimalisasi Limbah Pertanian melalui Edukasi Zero Waste Farming sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Hijau pada Kelompok Tani Lembah Subur Morome Eko Aprianto Johan; Widhi Kurniawan; Herman Titop; Sri Wahyuni Basoka; Andi Awaluddin
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.597

Abstract

Penerapan pertanian berkelanjutan membutuhkan pengelolaan sumber daya yang efisien dan ramah lingkungan, termasuk melalui konsep pertanian zero waste. Limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi sumber daya bernilai guna untuk meningkatkan efisiensi usaha tani serta mendukung ekonomi hijau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Kelompok Tani Lembah Subur Morome mengenai konsep pertanian zero waste, pemanfaatan limbah pertanian, serta hubungannya dengan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi hijau. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan edukasi yang meliputi tahapan persiapan, identifikasi pengetahuan awal, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup prinsip pertanian zero waste, pengelolaan limbah pertanian, konsep ekonomi sirkular, dan pemanfaatan limbah sebagai input produksi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pemahaman petani sebelum kegiatan masih rendah, dengan 0% mengetahui konsep zero waste dan pengetahuan terbatas (10–60%) pada indikator yang ditinjau. Setelah kegiatan, seluruh indikator pengetahuan meningkat menjadi 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman petani mengenai pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan dan bernilai tambah. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan pertanian zero waste untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau pedesaan