Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS LARUTAN AIR JERAMI 10% DAN YOGHURT 10% SEBAGAI ATRAKTAN OVITRAP NYAMUK AE. AEGYPTI IN VITRO Jody Erlangga; Putu Ayu Asri Damayanti; Ni Luh Ariwati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i5.P02

Abstract

ABSTRAK Nyamuk Ae. aegypti merupakan vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu cara memutus siklus nyamuk adalah menggunakan oviposition trap (ovitrap). Pada ovitrap dapat diberikan atraktan untuk menarik nyamuk menempatkan telurnya. Larutan yoghurt mengandung asam laktat yang dapat mengundang nyamuk menempatkan telurnya sedangkan larutan air jerami 10% telah sering digunakan sebagai atraktan ovitrap. Tujuan penelitian adalah membandingkan efektivitas antara atraktan larutan air jerami 10% dan larutan yoghurt 10%. Data diolah menggunakan uji One-Way ANOVA untuk data berdistribusi normal post hoc LSD atau Tamhane tergantung homogenitasnya. Data yang tidak berdistribusi normal diuji menggunakan Kruskal Wallis post hoc Mann- Whitney. Penelitian dilakukan dengan membandingkan jumlah telur tiap larutan di hari pertama hingga keenam. Hari ketiga merupakan puncak jumlah telur pada larutan air jerami 10%, yoghurt 10%, dan akuades dengan rata-rata masing-masing 30,5±6,106, 9,11±5,085, dan 9.89±5,326 telur. Penelitian menyatakan larutan air jerami 10% lebih efektif dibandingkan larutan yoghurt 10% dengan hasil nilai masing-masing p= 0,000 (p< 0,05) pada hari kedua hingga ke enam dan tidak ada perbedaan pada hari pertama p= 0,779 (p> 0,05). Hasil penelitian menunjukan perbedaan jumlah telur selama 6 hari pada larutan air jerami 10% dengan larutan yoghurt 10% memiliki nilai signifikansi p= 0,000 (p< 0,05). Hal ini menunjukan atraktan larutan air jerami lebih efektif dibandingkan dengan atraktan larutan yoghurt. Kata kunci : Larutan Air Jerami, Ovitrap, Larutan Yoghurt.
Mosquito-specific viruses (family Flaviviridae, genus Flavivirus) Diisolasi pada Nyamuk Anopheles vagus di Bali Putu Ayu Asri Damayanti; I Nyoman Mantik Astawa; Anak Agung Ayu Mirah Adi; I Made Sudarmaja; I Kadek Swastika; Dewa Ayu Agus Sri Laksemi; Ni Luh Putu Eka Diarthini
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.933 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.189

Abstract

Mosquito-specific viruses (MSVs) adalah virus yang hanya dapat bereplikasi pada sel nyamuk. Virus ini terdiri dari berbagai genus, salah satunya yang paling banyak ditemukan adalah dari famili Flaviviridae, genus Flavivirus. Namun, data keberadaan dan karakteristik MSVs dan vektornya di Bali saat ini sangat terbatas. Oleh karena itu, pengamatan untuk memperluas penemuan keragaman vektor dan filogenetik MSVs famili Flaviviridae, genus Flavivirus di Bali dilakukan pada tahun 2016-2018. Nyamuk dewasa ditangkap menggunakan light trap dan dikelompokkan berdasarkan spesies. Isolasi dan propagasi virus dilakukan pada galur sel C6/36 dan baby hamster kidney-21 (BHK-21). Identifikasi virus dilakukan dengan menggunakan one step reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR). Terdapat dua pool yang berasal dari nyamuk Anopheles vagus menampakan cythopathic effect (CPE) hanya pada galur sel C6/36 dari total 158 pool. Virus yang diisolasi memiliki persentase identity sekuen nukleotida tertinggi 97% dan sekuen asam amino 96% dengan virus Culex theileri Flavivirus isolat JKT-8650 yang diisolasi pada tahun 1981. Selanjutnya, virus dinamakan Mosquito Flavivirus Isolate Bali (MFB) dengan accession numbers KY995166 dan KY290258. Analisis filogenetik menunjukan bahwa MFB berada satu kluster dengan Culex theileri Flavivirus (CTFV) dari Indonesia, Culex Flavivuruses-Myanmar, Culex theileri Flavivirus-Portugal, dan Mosquito Flavivirus-Turki. Terdapat delapan nukelotida dan enam asam amino yang berbeda antara MFB dan CTFV Indonesia. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa MSVs dari famili Flaviviridae, genus Flavivirus berhasil diisolasi dari nyamuk An. vagus di Bali.
Ethanol Extract of Spondias pinnata Leaves Reduce Parasite Number and Increase Macrophage Phagocytosis Capacity of Mice Infected by Plasmodium berghei Dewa Ayu Agus Sri Laksemi; I Gusti Kamasan Arijana; I Made Sudarmaja; Ni Luh Ariwati; Ketut Tunas; Putu Ayu Asri Damayanti; Ni Luh Putu Eka Diarthini; I Kadek Swastika; Ida Ayu Dewi Wiryantini
The Indonesian Biomedical Journal Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v13i1.1286

Abstract

BACKGROUND: Currently, there is no vaccine against malaria in humans, the development of resistance to anti-malarial drugs, causing the need to find new alternatives to overcome malaria infections. This study aimed to determine effect of Spondias pinnata in increasing cellular immunity, especially phagocytosis activity of peritoneal macrophages against Plasmodium berghei infection.METHODS: This was an experimental study with two stages of research, each stage requires 36 Balb/c mice, aged 2 months and weight 20-25 grams. After one week of acclimatization, the mice were put into 6 different groups, each group consisted of 6 mice. The negative control was a group of mice given distilled water for 14 days then infected by P. berghei in the 15th day. Meanwhile, T1, T2, T3, T4 and T5 groups were given S. pinnata leaves ethanol extract with dose of 25, 50, 100, 200 and 400 mg/kg body weight (BW)/day, respectively, and then infected by P. berghei in the 15th day.RESULTS: The results showed that the lowest parasitemia and the highest capacity of macrophage to phagocytose latex was found in treatment group T3 that received 50 mg/kg BW of S. pinnata leaves ethanol extract. Based on analysis of the Pearson correlation test, there was a significant correlation between percent phagocytosis and parasitemia (p<0.05).CONCLUSION: Ethanol extract of S. pinnata leaves lower the parasite number of P. berghei in Balb/c mice and increase the capacity of macrophage to phagocytose latex. However, the mechanisms of how S. pinnata leaves extract in activating phagocytosis capacity and reducing parasitemia still need further investigation.KEYWORDS: phagocytosis, Plasmodium berghei, parasite number, Spondias pinnata
Faktor resiko terjadi infestasi kutu pada anak-anak di panti asuhan Haritharan Ganesan; Putu Ayu Asri Damayanti
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 3 (2017): (Available online: 1 December 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.875 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i3.137

Abstract

Infestation with lice is most common among preschool- and elementary school-age children and their household members and caretakers hence becoming an increasing problem in orphanage because of the poor hygiene and knowledge of children on lice. This study explores about the risk factor of knowledge, social risk and personal risk among the students who are living in the orphanage. Study design chosen for this research is descriptive study with 98 student from two orphanages home as respondents. Questionnaires were given to answer to all the 98 respondents. The questionnaire were subdivided into three section to determine the respondent’s knowledge, social and personal risk. Later on the risk factors were evaluated according to the score and categorized into categories to determine the risk level. Among all the 98 respondents it is known most of the students have adequate knowledge about lice and infestation of lice shows that the students knows about lice, and average risk in social history which shows there is a chance of infestation from this risk factor because of the close living conditions, it was also show that the students have good personal history which shows that the responders have good personal behavior and hygiene, the risk factors was also researched using the difference between the orphanages and the age of the responder for a better understand of the risk factor. Thus, it is concluded that lice infestation risk in the orphanage is low considered as the students have adequate knowledge, social and personal risk. The results of this research could be applied as an analytical studies for further research in lice infestation.
Sikap mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana terhadap peran media sosial sebagai alternatif small group discussion secara online Ida Bagus Made Mahendra Wisma; Putu Ayu Asri Damayanti; Ni Putu Wardani
Intisari Sains Medis Vol. 11 No. 2 (2020): (Available online: 1 August 2020)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.815 KB) | DOI: 10.15562/ism.v11i2.681

Abstract

Background: The rapid development of information and communication technology provides an alternative in disseminating knowledge, especially accessing information in the field of education. Increasing access to information through social media can develop cognitive power in student groups, such as through discussion learning methods based on Small Group Discuccion (SGD) at the Faculty of Medicine, Udayana University.Aim: To evaluate the attitude of students batch 2016 Medical Faculty and Doctor Professional Study Program (PSSKPD) Faculty of Medicine of Udayana University towards the role of social media as an alternative to online SGDMethod: This study was an observational study using a cross sectional descriptive design of the batch 2016 PSSKPD students of the Faculty of Medicine, Udayana University in the period August-November 2019.Result and Conclusion: The most commonly used social media by PSSKPD students batch 2016 at the Faculty of Medicine of Udayana University in carrying out SGD was social media LINE (83.5%). The description related to knowledge about the role and benefits of social media is 84.4%. The description of students' attitude towards social media-based SGD has a high positive value of 97.9%. The description of students' attitudes towards the amount of information obtained through SGD based on social media namely 89.6% agreed and 20.8% strongly agreed. The role of social media as an alternative to SGD online greatly helps students learn. understanding the topic of discussion as well as interacting, arguing, and add insights.  Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat memberikan alternatif dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan terutama mengakses informasi dalam bidang pendidikan. Peningkatan akses informasi melalui media sosial dapat mengembangan daya kognitif pada kelompok pelajar, seperti melalui metode pembelajaran diskusi berbasis Small Group Discuccion (SGD) di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.Tujuan: Untuk mengetahui sikap mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter (PSSKPD) angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana terhadap peran media sosial sebagai alternatif SGD secara online Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang menggunakan rancangan deskriptif cross sectional terhadap mahasiswa PSSKPD angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana periode Agustus-November 2019.Hasil dan Simpulan: Media sosial yang paling sering digunakan oleh mahasiswa PSSKPD angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam melaksanakan SGD adalah media sosial LINE (83,5%). Gambaran terkait pengetahuan mengenai peran dan manfaat media sosial adalah sebesar 84,4%. Gambaran sikap pernyataan mahasiswa terhadap SGD berbasis media sosial memiliki nilai positif yang tinggi sebesar 97,9%. Gambaran sikap mahasiswa terhadap besarnya informasi yang didapatkan melalui SGD berbasis media sosial yakni 89,6% menyatakan setuju dan 20,8% sangat setuju. Peran media sosial sebagai alternatif SGD online sangat membantu mahasiswa belajar. memahami topik diskusi serta, berinteraksi, berargumentasi, serta saling menambah wawasan. 
Status resistensi larva nyamuk Aedes aegypti terhadap temefos di Desa Peguyangan Kaja, Kota Denpasar tahun 2020 Ida Bagus Putra Adyatma; Putu Ayu Asri Damayanti; I Kadek Swastika
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 1 (2021): (Available online : 1 April 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.424 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i1.944

Abstract

Introduction: Temephos 1% larvicide (Abate 1SG) has been used en mass and for a long time in an effort to control the Ae. aegypti mosquito population. Due to that usage, it might have induced a certain degree of resistance. The purpose of this study was to determine the resistance status, the temephos lethal concentration for the 50% (LC50) and 99% (LC99) of the A. aegypti larvae population from Peguyangan Kaja Village, Denpasar.Methods: This research is an experimental study to assess resistance status and determine the 24-hour LC50 and LC99 values with control and 4 treatment groups, namely the temephos concentration group 0.012 mg/l; 0.025 mg/l; 0.125 mg/l; and 0.625 mg/l. Resistance testing is carried out by biological testing according to WHO standard.Results: The results showed that the percentage of mortality of A. aegypti larvae on exposure to temephos with WHO diagnostic concentration (0.012 mg/l) was 54%. The results of the probit analysis showed that the LC50 24 hours ranged from 0.003-0.017 mg/l with an average of 0.011 mg/l, while the 24-hour LC99 ranged from 0.049-13.64 mg/l with an average of 0.112 mg/l.Conclusion: This research shows that A. aegypti larvae in Peguyangan Kaja Village, Denpasar have shown resistance against temephos larvicide.  Pendahuluan: Larvasida temefos 1% (Abate 1SG) telah digunakan secara massal dan dalam jangka waktu yang lama dalam upaya pengendalian populasi nyamuk A. aegypti.  Hal ini dapat memicu terjadinya resistensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status resistensi, nilai konsentrasi temefos yang efektif membunuh 50% (LC50) dan 99% (LC99) larva dari larvasida temefos terhadap populasi larva A. aegypti dari Desa Peguyangan Kaja, Kota Denpasar.Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental untuk menilai status resistensi dan mengetahui nilai LC50 dan LC99 24 jam dengan kontrol dan 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok konsentrasi temefos 0.012 mg/l; 0.025 mg/l; 0.125 mg/l; dan 0.625 mg/l. Uji resistensi dilakukan dengan uji hayati sesuai standar WHO.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan persentase kematian larva A. aegypti terhadap paparan temefos dengan konsentrasi diagnostik WHO (0,012 mg/l) sebesar 54%. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC50 24 jam berkisar antara 0,003-0,017 mg/l dengan rata-rata 0,011 mg/l, sedangkan LC99 24 jam berkisar antara 0,049-13,64 mg/l dengan rata-rata 0,112 mg/l.Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa larva A. aegypti di Desa Peguyangan Kaja, Kota Denpasar telah memiliki sifat resisten terhadap larvasida temefos.
The Association between Community Knowledge Level and Behavior on Dengue Hemorrhagic Fever Prevention in Tourism Area Celuk-Benoa, South Kuta Regency Putu Saras Widar Yuliantari; Putu Ayu Asri Damayanti; Made Rini Damayanti
Journal of A Sustainable Global South Vol 6 No 2 (2022): August 2022
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jsgs.2022.v06.i02.p02

Abstract

Abstract. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still endemic in Bali, including in the Banjar Celuk tourist area, Benoa Village, South Kuta. Mosquito control plays an important role in reducing DHF cases due to the absence of vaccines and drugs to date. Therefore this study was to determine the level of knowledge-behavior and their relationship of the community towards DHF prevention in Benoa. The study carried out in February-July 2019 with a cross sectional design. The relationship of community knowledge and behavior in the prevention of DHF was examined using the Chi-Square test. This study was followed by 68 subjects through simple random sampling technique. Result of the study were the most respondents aged 36-45 years in 23 (33.9%) subjects, education level senior high school in 35 (51.5%) subjects, and work as housewives in 22 (32,4%) subjects. The level of knowledge and behavior both were included in the category sufficient in 45 (66.2%) subjects and 40 (58.8%) subjects respectively. The chi-square analysis obtained that there was a relationship between the level of knowledge with behavior in the prevention of DHF (p value = 0.002) where the better of the knowledge would followed by better behavior.The conclusion: there was association between level of knowledge and subject's behavior in preventing DHF. The community knowledge and behavior still need to be improved through various health promotion programs to support tourism industry in Banjar Celuk, Benoa Village, South Kuta
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA SISWA SDN 8 UNGASAN Ni Putu Apriliani Ekayanti; Putu Ayu Asri Damayanti; Kadek Cahya Utami
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p08

Abstract

Soil Transmitted Helminth (STH) atau penyakit cacingan yang ditularkan dengan bantuan media tanah masih endemis di Indonesia. Infeksi STH umumnya menyerang anak-anak usia sekolah dasar (SD) dan dapat menghambat proses tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang definisi, faktor risiko, cara penularan, gejala, dampak, dan pencegahan infeksi STH pada siswa SDN 8 Ungasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 yang berjumlah 60 orang. Berdasarkan hasil penelitian mayoritas sampel adalah laki-laki sebanyak 66,7% dengan rata-rata usia 11 tahun. Tingkat pengetahuan siswa tentang infeksi STH adalah baik (76,7%), cukup (13,3%) dan kurang (10%) dengan domain pertanyaan mengenai pengetahuan umum tentang STH yang paling banyak terjawab dengan benar (95%). Simpulan penelitian ini adalah mayoritas tingkat pengetahuan siswa SDN 8 Ungasan adalah baik. Upaya peningkatan pengetahuan anak tentang penyakit cacingan harus dilakukan secara berkala, baik oleh pihak sekolah maupun puskesmas setempat.
EVALUASI KEPUASAN PEMBELAJARAN DARING SELAMA MASA PANDEMI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UDAYANA Dimas Aji Saputra; Indah Mei Rahajeng; Ni Putu Emy Darma Yanti; Putu Ayu Asri Damayanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i02.p14

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan termasuk bidang pendidikan. Proses pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi berganti metode menjadi dalam jaringan atau disingkat sebagai daring demi mencegah penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana evaluasi kepuasan pembelajaran daring selama masa pandemi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan pada mahasiswa keperawatan Universitas Udayana pada bulan Juni 2022 dengan 170 mahasiswa sebagai responden yang dipilih dengan metode stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukan responden berusia 18-22 tahun dengan mayoritas responden merupakan perempuan 149 orang (87,6%), dan jumlah responden angkatan terbanyak adalah angkatan 2021 (tahun ke-2) dengan 49 orang (28,8%). Hasil evaluasi pembelajaran daring selama masa pandemi pada mahasiswa keperawatan Universitas Udayana didapatkan sebagian besar dengan kepuasan dalam kategori tinggi yaitu 109 orang (63,8%). Karakteristik responden yang merespon dengan kepuasan yang tinggi sebagian besar berjenis jenis kelamin perempuan yaitu 89 orang (52,4%) dan pada tahun kedua atau angkatan 2021 yaitu 40 orang (23,5%). Hasil penelitian disimpulkan responden didominasi perempuan, angkatan 2021 (tahun ke-2) dengan rentang usia antara 18 hingga 22 tahun. Berdasarkan gambaran evaluasi kepuasan pembelajaran daring selama masa pandemi pada mahasiswa keperawatan Universitas Udayana sebagian besar masuk kedalam kategori tinggi.
GAMBARAN PERSEPSI PENGGUNAAN PERLENGKAPAN KESELAMATAN KERJA PADA PETUGAS BALAWISTA Nurdiyanti Nurdiyanti; Indah Mei Rahajeng; Putu Ayu Asri Damayanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i02.p12

Abstract

Balawista memiliki tugas sebagai pengawas para wisatawan yang melakukan kegiatan wisata bahari. Keberadaan Balawista sangat penting untuk memberikan pertolongan pada wisatawan yang mengalami kecelakaan ketika berkegiatan di pantai. Kompetensi penyelamatan yang dirasakan mumpuni membuat petugas Balawista berasumsi bahwa tidak perlu menggunakan perlengkapan keselamatan kerja, namun penggunaan perlengkapan merupakan upaya perlindungan diri penyelamatan untuk mencegah kecelakaan pada Balawista. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi penggunaan perlengkapan keselamatan kerja pada petugas Balawista. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengumpulan data secara daring menggunakan kuesioner persepsi penggunaan keselamatan kerja dengan uji validitas dan reliabilitasnya menggunakan uji terpakai pada responden yang sama dengan responden penelitian. Sebanyak 122 petugas Balawista dilibatkan pada penelitian ini yang dipilih dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai persepsi penggunaan perlengkapan keselamatan pada petugas Balawista adalah 50,89. Berdasarkan pengkategorian, mayoritas petugas Balawista memiliki persepsi penggunaan keselamatan pada kategori baik (69,7%) dan sebagian kecil berada pada kategori cukup (30,3%). Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar petugas Balawista memiliki persepsi yang baik tentang penggunaan perlengkapan keselamatan kerja.
Co-Authors Agus Susanta Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Ngurah Ardha Dwikananda Angela, Christine Bisma Krisnanda, I Kadek Damayanti S, Made Rini Dana, I Kadek Desak Made Widyanthari Desak Putu Yuni Sumaryani Dewa Ayu Agus Sri Laksemi Dewa Ayu Agus Sri Laksmi Dimas Aji Saputra Dyatmika, I Nyoman Adidana Jaya Eka Diarthini, Ni Luh Putu Eny Anggraini Fitriana Melinda Haritharan Ganesan I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi I Gusti Kamasan Arijana I Kadek Swastika I Ketut Tunas I Made Sudarmaja I NYOMAN MANTIK ASTAWA Ida Ayu Dewi Wiryantini Ida Bagus Putra Adyatma Ida Bagus Satriya Wibawa Indah Mei Rahajeng Jody Erlangga Juniantara, I Kadek Ade Kadek Cahya Utami Kanaka Puspita, Ida Ayu Luh Gede Mira Swandewi Luh Putu Ratna Sundari Made Rini Damayanti Ni Kadek Rima Pebrianti Ni Luh Ariwati Ni Luh Ariwati Ni Luh Dian Mirayanti Ni Luh Putu Eka Diarthini Ni Luh Putu Eka Diarthini, Ni Luh Putu Eka Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Rustini Ni Made Pitri Susanti Ni Putu Apriliani Ekayanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Wardani Nurdiyanti, Nurdiyanti Pratisthita Sukadana, I Made Ananda Prajna Purantara, Anak Agung Gede Wiweka Winahya Putra, I Putu Bagus Krisna Pramana Putri, Luh Kadek Meilina Putu Indah Budi Apsari Putu Saras Widar Yuliantari Sanjiwani, Ida Arimurti Semara, I Nyoman Sudha Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus Sujaya, I Made Pranawa Yogananda Suputra, I Wayan Bagus Abiyoga Surudarma, I Wayan Swastika, I Nengah Raka Tataraharja, I Putu Langgeng Sugih Tustiani, Ni Ketut Nining Aras William, Kristoforus