Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR “MORINGA OLEIFERA” SEBAGAI IMUNOSTIMULAN DAN ANTIPLASMODIUM PADA MENCIT YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Sujaya, I Made Pranawa Yogananda; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P13

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang sangat umum dan kompleks terjadi di Indonesia. Penyakit ini merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit yang masuk kedalam genus Plasmodium dan tergolong protozoa obligat intraseluler. Banyaknya kasus resistensi obat antimalaria di Indonesia menyebabkan muncul suatu inovasi untuk menggunakan obat herbal sebagai penggantinya. Daun Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu solusi dari masalah ini karena kandungan antioksidan di dalamnya. Untuk mengetahui aktivitas daun kelor (Moringa oleifera) sebagai imunostimulan dan antiplasmodium terhadap Plasmodium berghei secara in vivo. Penelitian merupakan penelitian eksperimental secara in vivo dengan 4 kelompok sampel terbagi dengan 2 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan dengan total mencit 24 ekor. Didapatkan hasil rerata derajat parasitemia pada kelompok kontrol antiplasmodium sebesar 35,7% dan kelompok kontrol imunostimulan sebesar 36,4%, sedangkan pada kelompok perlakuan antiplasmodium sebesar 17,1% dan pada kelompok perlakuan imunostimulan sebesar 17,6%. Berdasarkan hasil analisis dengan One Way ANOVA ditemukan perbedaan rerata antara kelompok kontrol dan perlakuan dengan nilai p value <0,000. Penelitian mendapatkan hasil bahwa ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat menghambat pertumbuhan dari Plasmodium berghei lebih baik sebagai antiplasmodium dibandingkan sebagai imunostimulan.
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TERHADAP DEMAM BERDARAH DENGUE PADA WISATAWAN DI KECAMATAN UBUD, GIANYAR, BALI Putri, Luh Kadek Meilina; Damayanti, Putu Ayu Asri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i03.P02

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah kesehatan pada dunia pariwisata di Indonesia. Nyamuk Aedes sebagai vektor virus dengue bisa menularkan DBD pada wisatawan yang berkunjung ke wilayah endemis, salah satunya di Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, serta perilaku terhadap DBD antara wisatawan asing dan lokal, serta hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap, pengetahuan dengan perilaku, serta sikap dengan perilaku terhadap DBD pada wisatawan di Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil dengan teknik consecutive sampling dengan 138 wisatawan yang berkunjung di Ubud, Gianyar, Bali pada bulan Agustus-September 2020. Analisis perbedaan dengan uji chi square dan analisis hubungan dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian didapat 80,3% wisatawan lokal dan 58,2% wisatawan asing memiliki pengetahuan baik. Sikap positif pada wisatawan lokal sebanyak 93% sementara pada wisatawan asing 34,3%. Sedangkan untuk perilaku pencegahan DBD, wisatawan lokal yang memiliki perilaku baik sebanyak 84,5% sedangkan pada wisatawan asing sebesar 52,2%. Pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang DBD antara wisatawan lokal dan asing didapatkan perbedaan yang bermakna masing-masing dengan nilai p 0,005; <0,001; dan <0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p < 0,001, r = 0,398), pengetahuan dengan perilaku (p < 0,001, r = 0,303), serta sikap dengan perilaku (p < 0,001, r = 0,482) terhadap DBD. Temuan ini bermanfaat dalam pengembangan informasi mengenai DBD pada pelayanan kesehatan serta dalam travel medicine kepada wisatawan. Kata kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, demam berdarah dengue, wisatawan
UJI AKTIVITAS BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) SEBAGAI ANTIMALARIA PADA MENCIT YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Juniantara, I Kadek Ade; Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri; Damayanti, Putu Ayu Asri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P15

Abstract

Malaria is a parasitic infection caused by Plasmodium sp. Malaria’s medication and prevention are known, but there is a problem of increasing Plasmodium resistance to antimalarial drugs such as drugs from the chloroquine class, to overcome this problem traditional medicine is chosen because it is safer and cheaper. God’s crown (Phaleria macrocarpa) is one of the plants commonly used for traditional medicine which contains several active substances, namely saponins, polyphenols, flavonoids, tannins, sterols, alkaloids and terpenoids which have potential as antimalarials which can be proven by observing the degree of parasitemia in the mice blood. This study was conducted in vivo using the Randomized Post Test Only Controlled Group method using 24 samples of mice which were divided into 4 groups. The negative control group was only 0.2 ml of RPMI as a treatment control and the treatment group was treated with God’s crown extract at doses of 1, 10, and 100 mg/kgBW, then the degree of parasitemia was examined in each mouse. The data analysis technique used is One Way ANOVA and Post Hoc test. The results obtained mean the degree of parasitemia in the control group, doses of 1 mg/kgBW, 10 mg/kgBW and 100 mg/kgBW respectively 41.70; 37.96; 31.55; and 37.0. The results based on the analysis using One Way ANOVA posttest, it was found that there were significant differences between the control group and treatment groups 1,2, and 3 with p value of 0.000 (p < 0.05). The results showed that the extract of the fruit of the God’s crown (Phaleria macrocarpa) could inhibit the growth of Plasmodium berghei, the best dose was found at a dose of 10 mg/kgBW.
The Effect of Sports on Psychological and Social Factors in the Elderly Community: A Literature Review Angela, Christine; Damayanti, Putu Ayu Asri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i2.1688

Abstract

Exercise can help to slow the aging process. They are beneficial for psychological and social elements in the elderly society. The elderly will be more fit and cheerful. This literature study will look into the impact of sports on psychological and social elements in the aging process. The search engines were Google Scholar and Researchgate. The keywords were sports, anti-aging, psychological, social, and old. The effect of sport on psychosocial factor in the aging process was studied using 16 papers. The aging process alters body homeostasis, organ systems, and other factors, reducing functional capability from the cellular to the individual level. At the cellular level, beta-endorphin is one of the parameters for athletic effectiveness. Happiness can be provided by beta-endorphins. So, sports has effect for psychologican and social factors in elderly community.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN TINGKAT STRES KERJA PADA PERAWAT PUSKESMAS KOTA DENPASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Tustiani, Ni Ketut Nining Aras; Damayanti S, Made Rini; Damayanti, Putu Ayu Asri
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p13

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi perawat dalam melakukan upaya prevensi, deteksi, dan pengendalian Covid-19. Tingginya kasus Covid-19 di Kota Denpasar menyebabkan peran dan tugas perawat menjadi bertambah yang mengakibatkan timbulnya beban kerja fisik dan mental yang memicu terjadinya stres kerja. Stres kerja perawat dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor eksternal maupun internal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan tingkat stres kerja pada perawat Puskesmas di Kota Denpasar pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional analitik. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling dengan jumlah sampel yaitu 44 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres kerja yang dialami oleh perawat adalah stres kerja tinggi 29,55%, stres kerja sedang 54,5% dan stres kerja rendah 15,9%. Terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,000), status perkawinan (p=0,000), tingkat pendidikan (p=0,007), masa kerja (p=0,000), dan jam kerja (p=0,000) dengan stres kerja. Sedangkan karakteristik demografi jenis kelamin tidak berhubungan dengan tingkat stres kerja perawat (p=0,368). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu mayoritas perawat Puskesmas di Kota Denpasar mengalami tingkat stres kerja sedang dan karakteristik usia, status perkawinan, tingkat pendidikan, masa kerja, dan jam kerja berhubungan dengan terjadinya stres kerja pada perawat di Kota Denpasar. Stres kerja harus ditangani secara holistik dan komprehensif untuk memperoleh performa kerja yang optimal.
PENYULUHAN EFEKTIF MENINGKATKAN PENGETAHUAN PEMBERANTASAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA GIANYAR Damayanti, Putu Ayu Asri; Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p03

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyakit Dengue yang masih endemis di Bali termasuk di Kabupaten Gianyar. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan melakukan pengendalian vektor, yaitu dengan melakukan pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk. Pemberantasan jentik nyamuk dilakukan secara mandiri oleh segenap masyarakat dimulai dari seluruh anggota keluarga termasuk anak usia sekolah dasar (SD). Sebagai langkah awal anak SD harus dibekali pengetahuan tentang jentik nyamuk agar bisa melakukan pengendalian jentik. Salah satu metode peningkatan pengetahuan yang efektif adalah dengan metode penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyuluhan dengan metode ceramah yang didukung media audiovisual pada anak SD Negeri 1 Kota Gianyar dalam meningkatkan pengetahuan tentang pemberantasan jentik nyamuk. Rancangan penelitian adalah analitik cross-sectional dengan melibatkan 92 siswa SD kelas V. Pengukuran pengetahuan dengan kuesioner dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah penyuluhan (post-test). Hasil penelitian menunjukan median skor pengetahuan pre-test dan post-test sebesar 50 dan 80. Terdapat perbedaan signifikan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p=<0,01) dengan peningkatan pengetahuan sebesar 37,5%. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan anak SDN 1 Kota Gianyar. Pendidikan kesehatan tentang pemberantasan jentik sejak dini dilakukan secara rutin dan simultan demi mendukung program pengendalian vektor penyakit Dengue.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG ASPEK PRE-TRAVEL CARE DALAM KEPERAWATAN PARIWISATA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN TAHAP AKHIR SARJANA DI UNIVERSITAS UDAYANA Tataraharja, I Putu Langgeng Sugih; Damayanti, Putu Ayu Asri; Rahajeng, Indah Mei
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p02

Abstract

Keperawatan Pariwisata (KP) merupakan spesialisasi keperawatan yang berperan mencegah terjadinya masalah kesehatan pada pelaku perjalanan. Pelaku perjalanan sebelum melakukan perjalanan melakukan persiapan pre-travel care yang meliputi penilaian risiko berdasarkan riwayat pelaku perjalanan dan rencana perjalanan sehingga dapat dilakukan manajemen pencegahan dan penanganan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa keperawatan tahap akhir sarjana terkait aspek pre-travel care dalam KP di PSSKPPN FK Unud. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel yaitu 53 mahasiswa keperawatan tahap akhir. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang aspek pre-travel care meliputi dimensi informasi pelaku perjalanan, informasi rencana perjalanan, serta pencegahan serta penanganan mandiri. Analisis data menggunakan uji statistik distribusi frekuensi dan tendensi sentral. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden perempuan (86,1%) dan berada pada rentang usia 21-23 tahun. Didapatkan hasil yaitu mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan tentang aspek pre-travel care dalam KP dengan kategori kurang (37,7%), cukup (43,4%), dan baik (18,9%). Peneliti merekomendasikan untuk menguatkan konsep pre-travel care keperawatan pariwisata pada mahasiswa keperawatan secara komprehensif melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler.
In-vivo antimalarial activity of Holothuria scabra simplicia in Plasmodium berghei-infected mice Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Sudarmaja, I Made; Tunas, I Ketut; Ratna Sundari, Luh Putu; Rustini, Ni Luh; Budi Apsari, Putu Indah
Universa Medicina Vol. 43 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2024.v43.195-201

Abstract

BACKGROUNDMalaria remains one of the major causes of death worldwide. Holothuria scabra has a high nutritional content and many biological effects. The development of alternative anti-malarial drugs is necessary, considering that resistance to the newest anti-malarial drugs has been reported. This research study aimed to determine the anti-malarial effects of Holothuria scabra in mice infected with Plasmodium berghei. METHODSThis was a post-test only control group study conducted on 24 Balb/c mice. Peter’s four-day suppressive test was employed to ascertain the claimed anti-plasmodial effect of the simplicia. Following inoculation with P. berghei, all 24 mice were infected and randomized into 4 groups, namely 3 treatment groups and 1 control group. The control group was given carboxymethyl cellulose, two of the treatment groups were given doses of 10 and 100 mg/kg BW Holothuria scabra, respectively, using Peter’s four-day suppressive test, while the remaining treatment group received a dose of 100 mg/kgBW using the prophylactic method. Data were analyzed using One way ANOVA. RESULTSThe results showed by using both the four-day suppressive test and the prophylactic method, that Holothuria scabra has antimalarial activity. Holothuria scabra at a dose of 100 mg/kg BW was significantly effective in decreasing the percentage of parasitemia (p=0.000) and tended to inhibit the growth of Plasmodium berghei in mice (p=0.054). CONCLUSIONThis study demonstrated that Holothuria scabra possesses anti-plasmodial activity in mice. Hence, the sea cucumber could serve as a potential source of a newer antimalarial agent.
Hubungan Pengetahuan dengan Tindakan Pencegahan Primer Filariasis Limfatik pada Pedagang di Pasar Badung, Kota Denpasar, Provinsi Bali Purantara, Anak Agung Gede Wiweka Winahya; Swastika, I Kadek; Damayanti, Putu Ayu Asri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56210

Abstract

Filariasis limfatik merupakan infectious disease dengan status menularkan cacing filaria dari kondisi inang manusia sakit menuju kondisi inang manusia sehat melalui gigitan vektor nyamuk. Masyarakat dengan tingkat pengetahuan yang rendah mengalami peningkatan jumlah kasus filariasis limfatik dibandingkan masyarakat dengan tingkat pengetahuan yang tinggi. Aktivitas perdagangan di area pasar tradisional selama 12-24 jam mengakibatkan pedagang rentan mengabaikan tindakan pencegahan filariasis limfatik. Penelitian dilaksanakan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan primer mengenai filariasis limfatik pada pedagang di Pasar Badung. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Mei sampai bulan Desember 2024. Jenis rancangan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian observasional seperti penelitian deskriptif dan penelitian cross-sectional analitik. Populasi penelitian meliputi pedagang di area Pasar Badung dengan total sampel penelitian sebesar 70 orang dan teknik pengambilan sampel penelitian melalui purposive sampling. Peneliti mengumpulkan data penelitian secara offline melalui kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian melalui uji kendall’s tau-b menyatakan variabel pengetahuan dan variabel tindakan pencegahan primer memiliki nilai r hitung sebesar 0,734 sehingga nilai r hitung > nilai r tabel atau nilai 0,734 > nilai 0,2352. Nilai r hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai r tabel mengakibatkan peneliti dapat menciptakan kesimpulan dalam bentuk ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan primer mengenai filariasis limfatik pada pedagang di Pasar Badung.
Antimalarial flavonoid glycoside from Carica papaya with inhibitory potential against Plasmodium falciparum dihydrofolate reductase thymidylate synthase: an in-silico study Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi; Surudarma, I Wayan; Damayanti, Putu Ayu Asri; Susanti, Ni Made Pitri
Universa Medicina Vol. 44 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2025.v44.26-33

Abstract

BACKGROUNDCarica papaya is traditionally used to treat malaria. The mechanism of action of the active constituents may be determined by molecular docking. This study therefore examined the in silico antimalarial activity of selected compounds from Carica papaya using Plasmodium falciparum dihydrofolate reductase thymidylate synthase (PfDHFR-TS) as target protein. METHODSAntimalarial activity screening of Carica papaya compounds was done in silico using AutoDock 4.2 software which was equipped with Autodock tools 1.5.6 for preparation. Five compounds contained in Carica papaya leaves, i.e. quercitrin, isoquercitrin, carpaine, caricaxanthin, and violaxanthin were successfully docked with the target protein. The molecular docking method is declared valid if the RMSD obtained is not more than 2 Å. In vitro evaluation of the test compounds as antimalarials was accomplished by determining their inhibitory activity against dihydrofolate reductase thymidylate synthase (PfDHFR-TS) which plays a role in the synthesis of nucleotides needed by Plasmodium falciparum. RESULTSValidation of Plasmodium falciparum DHFR-TS with PDB ID 1J3I showed an RMSD value of 1.58 Å. The docking results showed that quercitrin, isoquercitrin, carpaine, and caricaxanthin showed negative energy values similar to the native ligand. Therefore the four compounds have good affinity for the target protein, while violaxanthin shows a positive energy value, indicating no affinity for the target protein. CONCLUSIONBased on binding affinity values and molecular interactions, isoquercitrin and quercitrin have inhibitory activity against dihydrofolate reductase thymidylate synthase (PfDHFR-TS), such that they have potential as natural antimalarial candidates.
Co-Authors Agus Susanta Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Ngurah Ardha Dwikananda Angela, Christine Bisma Krisnanda, I Kadek Damayanti S, Made Rini Dana, I Kadek Desak Made Widyanthari Desak Putu Yuni Sumaryani Dewa Ayu Agus Sri Laksemi Dewa Ayu Agus Sri Laksmi Dimas Aji Saputra Dyatmika, I Nyoman Adidana Jaya Eka Diarthini, Ni Luh Putu Eny Anggraini Fitriana Melinda Haritharan Ganesan I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi I Gusti Kamasan Arijana I Kadek Swastika I Ketut Tunas I Made Sudarmaja I NYOMAN MANTIK ASTAWA Ida Ayu Dewi Wiryantini Ida Bagus Putra Adyatma Ida Bagus Satriya Wibawa Indah Mei Rahajeng Jody Erlangga Juniantara, I Kadek Ade Kadek Cahya Utami Kanaka Puspita, Ida Ayu Luh Gede Mira Swandewi Luh Putu Ratna Sundari Made Rini Damayanti Ni Kadek Rima Pebrianti Ni Luh Ariwati Ni Luh Ariwati Ni Luh Dian Mirayanti Ni Luh Putu Eka Diarthini Ni Luh Putu Eka Diarthini, Ni Luh Putu Eka Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Rustini Ni Made Pitri Susanti Ni Putu Apriliani Ekayanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Wardani Nurdiyanti, Nurdiyanti Pratisthita Sukadana, I Made Ananda Prajna Purantara, Anak Agung Gede Wiweka Winahya Putra, I Putu Bagus Krisna Pramana Putri, Luh Kadek Meilina Putu Indah Budi Apsari Putu Saras Widar Yuliantari Sanjiwani, Ida Arimurti Semara, I Nyoman Sudha Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus Sujaya, I Made Pranawa Yogananda Suputra, I Wayan Bagus Abiyoga Surudarma, I Wayan Swastika, I Nengah Raka Tataraharja, I Putu Langgeng Sugih Tustiani, Ni Ketut Nining Aras William, Kristoforus