Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERBEDAAN ANTARA METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DAN PEER ASSISTED LEARNING (PAL) TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN PRAKTIKUM ANATOMI PADA MAHASISWA SEMESTER I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Kanaka Puspita, Ida Ayu; Damayanti, Putu Ayu Asri; Wardani, Ni Putu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P11

Abstract

Metode pembelajaran peer assisted learning (PAL) mampu meningkatkan pemahanan dan interaksi sosial yang baik untuk mahasiswa tahun pertama yang tengah mengalami masa penyesuaian. Anatomi sebagai dasar pengetahuan preklinik sangat penting dan cenderung disampaikan dengan metode konvensional (teacher-centered). Penelitian in bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pembelajaran anatomi antara metode konvensional dan PAL pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas KedokteranmUniversitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (metode konvensional: kontrol; metode PAL: intervensi) dengan pretest dan post-test. Sampel diambil menggunakan teknik pengambilan acak pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana setelah mendapat persetujuan. Hasil pembelajaran diolah dengan SPSS melalui uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Dari penelitian ini ditemukan adanya perbedaan hasil pembelajaran antara metode konvensional dan PAL. Melalui uji Mann-Whitney didapatkan rerata peringkat kelompok dengan metode konvensional (145,67) lebih tinggi daripada kelompok dengan PAL (91,04) (p<0,05) dari total 238 mahasiswa. Temuan ini bermanfaat memberikan pemahaman metode pembelajaran lain terhadap mahasiswa tahun pertama dan menjadi analisa perbedaan kedua metode pada pembelajaran anatomi di Fakultas Kedokteran Universitasi Udayana. Kata Kunci: metode pembelajaran, konvensional, peer assisted learning.
THE EFFECTIVENESS OF CORN (Zea mays L.) Immersion Water as an ATTRACTAN FOR THE OVITRAP OF THE AEDES AEGYPTI MOSQUITO Dana, I Kadek; Asri Damayanti, Putu Ayu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P04

Abstract

ABSTRAK Penggunaan ovitrap dengan modifikasi penambahan atraktan telah dikenal sebagai metode alternatif dalam pengendalian vektor DBD (Demam Berdarah Dengue). Bahan atraktan dapat dibuat dari bahan alami yang mudah dijumpai sehingga ramah lingkungan dan murah. Tanaman jagung cukup mudah diperoleh serta mudah diolah sebagai bahan atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas air rendaman kulit jagung (Zea mays L.) dalam berbagai konsentrasi sebagai atraktan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian dengan desain eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Bahan penelitian berupa kulit jagung dengan kondisi kering dan direndam selama tujuh hari menggunakan ember yang tertutup. Sampel penelitian adalah nyamuk Aedes aegypti betina kenyang darah yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu 4 kelompok perlakuan yang masing-masing air rendaman jagung konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan satu kelompok tanpa rendaman air jagung . Setiap kelompok terdiri dari 25 ekor nyamuk dan replikasi dilakukan sebanyak 5 kali. Selama tujuh hari pengamatan jumlah telur tertinggi terdapat pada hari kelima dengan jumlah rata-rata telur adalah konsentrasi 5% (100,60±67,09), 10% (30,40±16,80), 15% (2,80±2,94), 20% (2,00±2,44).Least Significant Differences) pada perlakuan akuades-atraktan 5% (p= 0,027), atraktan 5%-10% (p= 0,005), atraktan 5%-15% (p= 0,000), dan atraktan 5%-20% (p= 0,000). Kkonsentrasi atraktan 5% efektif dalam meningkatkan jumlah telur pada ovitrap. Kata kunci : Aedes aegypti, Kulit jagung (Zea mays L.), Atraktan
Prevalensi Infeksi Parasit Usus pada Siswa SD Negeri 5 Subagan Daerah Wisata Jasri Kabupaten Karangasem Tahun 2022 Suputra, I Wayan Bagus Abiyoga; Diarthini, Ni Luh Putu Eka; Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P15

Abstract

Infeksi parasit usus merupakan salah satu penyakit tropis terabaikan yang paling banyak terjadi pada anak-anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kejadian infeksi parasit usus sangat dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi parasit usus pada anak-anak SD Negeri 5 Subagan, Desa Jasri, Kabupaten Karangasem pada tahun 2022. Penelitian ini berhasil mengumpulkan spesimen tinja dan kuesioner dari 121 anak. Spesimen tinja tersebut diperiksa secara mikroskopis dengan menggunakan metode direct wet mount. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 anak (8,3%) terdeteksi mengalami infeksi parasit usus. Kasus infeksi parasit usus pada penelitian ini terdiri dari kasus infeksi tunggal yang disebabkan oleh Giardia lamblia (4/121; 3,3%), Blastocystis spp. (3/121; 2,5%), Trichuris trichiura (1/121; 0,8%), Hymenolepis diminuta (1/121; 0,8%) serta kasus infeksi campuran yang disebabkan oleh Giardia lamblia dengan Taenia sp. (1/121; 0,8%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa prevalensi infeksi parasit usus pada anak-anak SD Negeri 5 Subagan, Desa Jasri, Kabupaten Karangasem tahun 2022 termasuk dalam kategori rendah.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND PERSONAL HYGIENE BEHAVIOR ON THE INCIDENCE OF PEDICULOSIS IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN IN NUSA PENIDA. Bisma Krisnanda, I Kadek; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P08

Abstract

ABSTRACT Pediculosis capitis is an infection that occurs on the human scalp due to an infestation of Pediculus humanus capitis. Pediculosis is characterized by itching on the scalp, in school-age children the infestation of Pediculus humanus capitis has a negative impact on children's learning activities and has the potential to interfere with learning achievement. This study aims to determine whether personal hygiene and knowledge have a relationship with the incidence of pediculosis in elementary school children in Nusa Penida. This study uses an analytic observational study with a Cross Sectional study with univariate analysis techniques and bivariate analysis using the Chi-square test, this study used a sample of 100 samples taken from SD Negeri 2 Ped and SD Negeri 4 Ped, data collection was carried out by using a questionnaire regarding personal hygiene behavior and knowledge of pediculosis and the incidence of pediculosis in research respondents. In this study it was found that out of 100 respondents, 44% had poor personal hygiene, 41% had poor knowledge and 65% experienced pediculosis which is a high number because it exceeds 50%, from this study it was found that personal hygiene had a significant relationship with the incidence of pediculosis (p-value 0.002 and RP = 1.580), and knowledge about pediculosis has a relationship with the incidence of pediculosis (p-value 0.002 and RP = 1.578). So it can be seen that personal hygiene and knowledge about pediculosis is one of the risk factors for the incidence of pediculosis in elementary school children in Nusa Penida. Keywords : Personal hygiene, Knowledge, Pediculosis
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DAUN KEMANGI (Ocimum Sanctum) SEBAGAI KRIM OBAT ANTI-NYAMUK Aedes aegypti William, Kristoforus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Wardani, Ni Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P10

Abstract

Penggunaan krim anti-nyamuk yang mengandung DEET dapat menimbulkan efek samping bagi penggunanya, Bahan dasar alternatif alami yang dapat memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk Ae. aegypti perlu dikaji dan diteliti lebih lanjut. Daun kemangi berpotensi sebagai bahan dasar krim obat anti-nyamuk karena mengandung minyak atsiri. Sediaan krim memiliki efek yang lebih baik dibandingkan sediaan losion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas krim anti-nyamuk dengan bahan dasar kemangi (Ocimum sanctum) 75.000 ppm dengan krim anti-nyamuk AutanÒ dengan bahan dasar DEET dalam memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk pada menit ke-30, 60, dan 120. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Hasil penelitian ini adalah jumlah gigitan nyamuk pada menit ke-30, 60, dan 120 pada krim kemangi 75.000 ppm berbeda bermakna dibandingkan dengan kontrol/plasebo dengan p<0,05. Sedangkan jumlah gigitan nyamuk pada menit ke-30, 60, dan 120 pada krim kemangi 75.000 ppm tidak berbeda dibandingkan dengan AutanÒ dengan p>0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah krim kemangi 75.000 ppm efektif sebagai krim anti nyamuk dan memiliki efektifitas yang sama dengan AutanÒ selama kurun waktu 120 menit.
UJI EFEKTIVITASAN BUAH MOMORDICA CHARANTIA L SEBAGAI IMUNOSTIMULAN DAN ANTIPLASMODIUM TERHADAP INFEKSI PARASIT PLASMODIUM BERGHEI PADA MENCIT Semara, I Nyoman Sudha; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Damayanti, Putu Ayu Asri; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P11

Abstract

ABSTRAK Malaria adalah penyakit infeksi parasit Plasmodium sp. Plasmodium merupakan parasit yang menyerang sel darah merah dan dapat menimbulkan obstruksi pada kapiler organ tubuh yang vital. Kasus resisten plasmodium terhadap obat anti malaria membuat banyak penelitian yang mencoba mencari obat alternatif dari tumbuhan yang mudah diperoleh masyarakat, salah satu tanaman yang memiliki potensi yakni Momordica charantia L atau yang dikenal buah pare. Untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah pare (Momordica charantia L) dengan dosis 100 mg/kgBB untuk antiplasmodium dan 100 mg/kgBB untuk immunostimulant terhadap derajat parsitemia pada mencit Balb/c yang diinfeksikan Plasmodium Berghei. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara In Vivo dengan menggunakan rancangan metode Randomized Post test Only Controlled Group menggunakan 24 sampel mencit yang dibagi menjadi empat kelompok yakni satu kelompok kontrol negatif antiplasmodium, satu kelompok negatif immunostimulant, satu kelompok perlakuan antiplasmodium dan satu kelompok perlakuan immunostimulant. Didapatkan hasil rerata derajat parasitemia pada kelompok kontrol negatif antiplasmodium 34.9 %, kelompok kontrol negatif immunostimulant 33.9 %, kelompok perlakuan antiplasmodium dosis 100 mg/kgBB sebesar 19.8 % dan kelompok perlakuan immunostimulant dosis 100 mg/kgBB sebesar 17.1 %. Berdasarkan hasil analisis One Way Anova ditemukan perbedaan rerata antara masing-masing kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yakni kelompok antiplasmodium dengan nilai p value <0.001 dan kelompok immunostimulant dengan nilai p value <0.002. Hasil penelitian menunjukan ekstrak buah pare (Momordica charantia L) dapat menghambat pertumbuhan parasit Plasmodium Berghei dengan melihat perbedaan rerata masing-masing kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dengan masing-masing dosis kelompok yakni 100 mg/kbBB. Kata kunci: Antimalaria, Momordica charantia L, Plasmodium Berghei, Derajat Parasitemia
PREVALENSI INFEKSI CACING USUS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA PED KABUPATEN KLUNGKUNG Dyatmika, I Nyoman Adidana Jaya; Diarthini, Ni Luh Putu Eka; Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P05

Abstract

Background : Intestinal worms is still a health problem in Indonesia, intestinal worm infections are included in neglected disease, which means this disease has not received special attention from the sufferer. Ped Village, Klungkung Regency is an area with warm temperatures, sandy loamy soil, and clean water has not been reached. This factors raise the suspicion that in Ped Village, Klungkung Regency there is one or more species of intestinal worms, so it is very important to determine the prevalence of intestinal worm infections in elementary school students Ped Village, Klungkung Regency. Aims : To determine prevalence of intestinal worm infection in elementary school students in Ped Village, Klungkung Regency. Methods : This study uses a descriptive cross sectional method, where researchers will determine the prevalence of intestinal worm infection through fecal samples examined by the kato-katz method, intestinal worms are identified under a microscope with an objective magnification of 10x to 40x. Results : There were 139 respondents who met the inclusion criteria of the study, including 72 men and 67 women, from the results of laboratory tests, prevalence of intestinal worm infection was 0.7%. Infection occurs in male children with the worm species Enterobius vermicularis. Conclusion : The prevalence of intestinal worm infection was 0.7% in elementary school students Ped Village, the species found was Enterobius vermicularis in boys. The cause of this infection is thought due to environmental and personal hygiene factors which are still not well maintained in students. Keywords: Intestinal worm infection, prevalence, elementary school children, Ped village
POTENSI EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti Pratisthita Sukadana, I Made Ananda Prajna; Sudarmaja, I Made; Swastika, I Kadek; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P12

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) merupakan suatu penyakit endemik yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia bahkan menjadi masalah kesehatan dunia. DBD disebabkan oleh virus RNA rantai tunggal, yaitu dengue virus1 yang penyebarannya mengalami pola perubahan dari siklik menjadi tidak teratur sehingga berdampak pada peningkatan kasus DBD itu sendiri2. Pemerintah berupaya mencegah penyebaran kasus DBD dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti dengan menggunakan insektisida sintetik atau kimia. Namun, pencegahan menggunakan metode ini memberikan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji potensi ekstrak daun sambiloto sebagai larvasida nabati terhadap larva nyamuk aedes aegypti. Penelitian ini merupakan studi eksperimental sesungguhnya dengan rancangan randomized posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh larva aedes aegyptiyang dikembangbiakan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan besar sampel sebanyak 600 sampel larva yang terbagi menjadi 400 sampel kelompok uji (P1, P2, P3, dan P4) serta 200 sampel kelompok kontrol (P0 dan P5). Hasil analisis ANOVA dan chi square menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Sambiloto (Andrographis paniculata) aktif sebagai larvasida pada konsentrasi efektif 1,390% dengan waktu kontak 24 jam. Daun Sambiloto aktif sebagai larvasida karena mengandung senyawa golongan fenolat, alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Ekstrak Sambiloto, Konsentrasi aktif
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR “MORINGA OLEIFERA” SEBAGAI IMUNOSTIMULAN DAN ANTIPLASMODIUM PADA MENCIT YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Sujaya, I Made Pranawa Yogananda; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P13

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang sangat umum dan kompleks terjadi di Indonesia. Penyakit ini merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit yang masuk kedalam genus Plasmodium dan tergolong protozoa obligat intraseluler. Banyaknya kasus resistensi obat antimalaria di Indonesia menyebabkan muncul suatu inovasi untuk menggunakan obat herbal sebagai penggantinya. Daun Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu solusi dari masalah ini karena kandungan antioksidan di dalamnya. Untuk mengetahui aktivitas daun kelor (Moringa oleifera) sebagai imunostimulan dan antiplasmodium terhadap Plasmodium berghei secara in vivo. Penelitian merupakan penelitian eksperimental secara in vivo dengan 4 kelompok sampel terbagi dengan 2 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan dengan total mencit 24 ekor. Didapatkan hasil rerata derajat parasitemia pada kelompok kontrol antiplasmodium sebesar 35,7% dan kelompok kontrol imunostimulan sebesar 36,4%, sedangkan pada kelompok perlakuan antiplasmodium sebesar 17,1% dan pada kelompok perlakuan imunostimulan sebesar 17,6%. Berdasarkan hasil analisis dengan One Way ANOVA ditemukan perbedaan rerata antara kelompok kontrol dan perlakuan dengan nilai p value <0,000. Penelitian mendapatkan hasil bahwa ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat menghambat pertumbuhan dari Plasmodium berghei lebih baik sebagai antiplasmodium dibandingkan sebagai imunostimulan.
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TERHADAP DEMAM BERDARAH DENGUE PADA WISATAWAN DI KECAMATAN UBUD, GIANYAR, BALI Putri, Luh Kadek Meilina; Damayanti, Putu Ayu Asri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i03.P02

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah kesehatan pada dunia pariwisata di Indonesia. Nyamuk Aedes sebagai vektor virus dengue bisa menularkan DBD pada wisatawan yang berkunjung ke wilayah endemis, salah satunya di Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, serta perilaku terhadap DBD antara wisatawan asing dan lokal, serta hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap, pengetahuan dengan perilaku, serta sikap dengan perilaku terhadap DBD pada wisatawan di Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil dengan teknik consecutive sampling dengan 138 wisatawan yang berkunjung di Ubud, Gianyar, Bali pada bulan Agustus-September 2020. Analisis perbedaan dengan uji chi square dan analisis hubungan dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian didapat 80,3% wisatawan lokal dan 58,2% wisatawan asing memiliki pengetahuan baik. Sikap positif pada wisatawan lokal sebanyak 93% sementara pada wisatawan asing 34,3%. Sedangkan untuk perilaku pencegahan DBD, wisatawan lokal yang memiliki perilaku baik sebanyak 84,5% sedangkan pada wisatawan asing sebesar 52,2%. Pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang DBD antara wisatawan lokal dan asing didapatkan perbedaan yang bermakna masing-masing dengan nilai p 0,005; <0,001; dan <0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p < 0,001, r = 0,398), pengetahuan dengan perilaku (p < 0,001, r = 0,303), serta sikap dengan perilaku (p < 0,001, r = 0,482) terhadap DBD. Temuan ini bermanfaat dalam pengembangan informasi mengenai DBD pada pelayanan kesehatan serta dalam travel medicine kepada wisatawan. Kata kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, demam berdarah dengue, wisatawan
Co-Authors Agus Susanta Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Ngurah Ardha Dwikananda Angela, Christine Bisma Krisnanda, I Kadek Chandra, Angeline Damayanti S, Made Rini Dana, I Kadek Desak Made Widyanthari Desak Putu Yuni Sumaryani Dewa Ayu Agus Sri Laksemi Dewa Ayu Agus Sri Laksmi Dimas Aji Saputra Dyatmika, I Nyoman Adidana Jaya Eka Diarthini, Ni Luh Putu Fitriana Melinda Haritharan Ganesan I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi I Gusti Kamasan Arijana I Kadek Swastika I Ketut Tunas I Made Sudarmaja I NYOMAN MANTIK ASTAWA Ida Ayu Dewi Wiryantini Ida Bagus Putra Adyatma Ida Bagus Satriya Wibawa Indah Mei Rahajeng Jody Erlangga Juniantara, I Kadek Ade Kadek Cahya Utami Kanaka Puspita, Ida Ayu Luh Gede Mira Swandewi Luh Putu Ratna Sundari Made Rini Damayanti Ni Kadek Rima Pebrianti Ni Luh Ariwati Ni Luh Ariwati Ni Luh Dian Mirayanti Ni Luh Putu Eka Diarthini Ni Luh Putu Eka Diarthini, Ni Luh Putu Eka Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Rustini Ni Made Pitri Susanti Ni Putu Apriliani Ekayanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Wardani Nurdiyanti, Nurdiyanti Pratisthita Sukadana, I Made Ananda Prajna Purantara, Anak Agung Gede Wiweka Winahya Putra, I Putu Bagus Krisna Pramana Putri, Luh Kadek Meilina Putu Indah Budi Apsari Putu Saras Widar Yuliantari Sanjiwani, Ida Arimurti Semara, I Nyoman Sudha Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus Sujaya, I Made Pranawa Yogananda Suputra, I Wayan Bagus Abiyoga Surudarma, I Wayan Swastika, I Nengah Raka Tataraharja, I Putu Langgeng Sugih Tustiani, Ni Ketut Nining Aras William, Kristoforus