Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU “PIPER BETLE L” DAN MADU SEBAGAI ANTIMALARIA PADA MENCIT YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Swastika, I Nengah Raka; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Damayanti, Putu Ayu Asri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P03

Abstract

Malaria is an infectious disease caused by the parasite Plasmodium sp. transmitted by the female Anopheles mosquito vector through its bite. Patients infected with malaria worldwide in the last two decades have increased, mainly due to the emergence of strains of Plasmodium falciparum that have become resistant to antimalarial drugs. This has resulted in the emergence of efforts to find alternative medicinal plants that can overcome this problem. One of the plants that have the potential to be developed is Piper betle L, or commonly known as green betel plant. This study aims to determine the effect of green betel leaf extract (Piper betle L) and honey at doses of 50, 100, and 200 mg/kgBW as antimalarials in Balb/c mice infected with Plasmodium berghei. This study is an in vivo experimental study using the Randomized Post-test Only Controlled Group method design using 24 samples of mice which were divided into four groups, one negative control group and three treatment groups. The average degree of parasitemia in the control group was 45.51%, the treatment group at a dose of 50 mg/kgBW was 35.71%, a dose of 100 mg/kgBW was 30.96% and a dose of 200 mg/kgBW was 31.67%. Based on the results of the analysis using One Way ANOVA, it was found that the mean difference between the control and treatment groups with p value <0.001 was found. The results showed that green betel leaf extract (Piper betle L) could inhibit the growth of Plasmodium berghei by looking at the mean difference between the control group and the treatment group and obtained that the average treatment group of 100 mg/kgBW and 200 mg/kgBW were equally effective at inhibiting parasitemia levels. Keywords : Antimalarial, Piper betle L, Degree of Parasitemia
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KONTAMINASI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) SAYUR KUBIS (Brassica oleracea L.) DAN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) PADA PEDAGANG LALAPAN DI DESA X, DENPASAR SELATAN Putra, I Putu Bagus Krisna Pramana; Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P11

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) infection is caused by nematodes transmitted through the soil. In general, such as Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, hookworm, or Strongyloides stercoralis. A habit of consuming not hygienic vegetables or lalapan like cabbage (Brassica oleracea L.) and basil (Ocimum sanctum L.) is a risk for transmission. Lalapan merchants play important role in food preparation, as of knowledge and good food safety are required. The study aimed to describe STH knowledge, personal hygiene, water sources, lalapan merchant’s safekeeping, and STH contamination in cabbage and basil. The study is descriptive cross-sectional with STH knowledge, STH determinants questionnaire, and microscopic identification with NaCl 0,9% sedimentation method for instruments. The sample was all lalapan merchants in X Village, South Denpasar. Total there are 26 respondents. 84,62% of respondents are male, 34,6% at age 17-25 years old, and 65,4% senior high school as tertiary education. Obtained, lalapan merchant’s knowledge is not good at 57,7%. All respondents with clean fingernails and 92,3% practiced hand washing. Water sources from municipal waterworks (76,9%), clean merchant’s water containers (88,5%), and closed (92,3%). The food safekeeping was clean, separated in 92,3%, and closed for 88.5% of respondents. Contamination was found in 8,6% of 58 samples. Hookworm eggs in three basil (10,3%) and one cabbage (3,4%), one larva STH in basil (3,4%). Although knowledge is not good, personal hygiene is widely practiced. Water sources are mostly from municipal waterworks. The food safekeeping is separated, closed, and clean. It’s necessary to improve the knowledge about STH infection to realize food safety principles. Keywords : soil transmitted helminths, STH knowledge, STH contamination
PERBEDAAN ANTARA METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DAN PEER ASSISTED LEARNING (PAL) TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN PRAKTIKUM ANATOMI PADA MAHASISWA SEMESTER I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Kanaka Puspita, Ida Ayu; Damayanti, Putu Ayu Asri; Wardani, Ni Putu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P11

Abstract

Metode pembelajaran peer assisted learning (PAL) mampu meningkatkan pemahanan dan interaksi sosial yang baik untuk mahasiswa tahun pertama yang tengah mengalami masa penyesuaian. Anatomi sebagai dasar pengetahuan preklinik sangat penting dan cenderung disampaikan dengan metode konvensional (teacher-centered). Penelitian in bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pembelajaran anatomi antara metode konvensional dan PAL pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas KedokteranmUniversitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (metode konvensional: kontrol; metode PAL: intervensi) dengan pretest dan post-test. Sampel diambil menggunakan teknik pengambilan acak pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana setelah mendapat persetujuan. Hasil pembelajaran diolah dengan SPSS melalui uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Dari penelitian ini ditemukan adanya perbedaan hasil pembelajaran antara metode konvensional dan PAL. Melalui uji Mann-Whitney didapatkan rerata peringkat kelompok dengan metode konvensional (145,67) lebih tinggi daripada kelompok dengan PAL (91,04) (p<0,05) dari total 238 mahasiswa. Temuan ini bermanfaat memberikan pemahaman metode pembelajaran lain terhadap mahasiswa tahun pertama dan menjadi analisa perbedaan kedua metode pada pembelajaran anatomi di Fakultas Kedokteran Universitasi Udayana. Kata Kunci: metode pembelajaran, konvensional, peer assisted learning.
THE EFFECTIVENESS OF CORN (Zea mays L.) Immersion Water as an ATTRACTAN FOR THE OVITRAP OF THE AEDES AEGYPTI MOSQUITO Dana, I Kadek; Asri Damayanti, Putu Ayu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P04

Abstract

ABSTRAK Penggunaan ovitrap dengan modifikasi penambahan atraktan telah dikenal sebagai metode alternatif dalam pengendalian vektor DBD (Demam Berdarah Dengue). Bahan atraktan dapat dibuat dari bahan alami yang mudah dijumpai sehingga ramah lingkungan dan murah. Tanaman jagung cukup mudah diperoleh serta mudah diolah sebagai bahan atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas air rendaman kulit jagung (Zea mays L.) dalam berbagai konsentrasi sebagai atraktan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian dengan desain eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Bahan penelitian berupa kulit jagung dengan kondisi kering dan direndam selama tujuh hari menggunakan ember yang tertutup. Sampel penelitian adalah nyamuk Aedes aegypti betina kenyang darah yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu 4 kelompok perlakuan yang masing-masing air rendaman jagung konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan satu kelompok tanpa rendaman air jagung . Setiap kelompok terdiri dari 25 ekor nyamuk dan replikasi dilakukan sebanyak 5 kali. Selama tujuh hari pengamatan jumlah telur tertinggi terdapat pada hari kelima dengan jumlah rata-rata telur adalah konsentrasi 5% (100,60±67,09), 10% (30,40±16,80), 15% (2,80±2,94), 20% (2,00±2,44).Least Significant Differences) pada perlakuan akuades-atraktan 5% (p= 0,027), atraktan 5%-10% (p= 0,005), atraktan 5%-15% (p= 0,000), dan atraktan 5%-20% (p= 0,000). Kkonsentrasi atraktan 5% efektif dalam meningkatkan jumlah telur pada ovitrap. Kata kunci : Aedes aegypti, Kulit jagung (Zea mays L.), Atraktan
Prevalensi Infeksi Parasit Usus pada Siswa SD Negeri 5 Subagan Daerah Wisata Jasri Kabupaten Karangasem Tahun 2022 Suputra, I Wayan Bagus Abiyoga; Diarthini, Ni Luh Putu Eka; Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P15

Abstract

Infeksi parasit usus merupakan salah satu penyakit tropis terabaikan yang paling banyak terjadi pada anak-anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kejadian infeksi parasit usus sangat dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi parasit usus pada anak-anak SD Negeri 5 Subagan, Desa Jasri, Kabupaten Karangasem pada tahun 2022. Penelitian ini berhasil mengumpulkan spesimen tinja dan kuesioner dari 121 anak. Spesimen tinja tersebut diperiksa secara mikroskopis dengan menggunakan metode direct wet mount. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 anak (8,3%) terdeteksi mengalami infeksi parasit usus. Kasus infeksi parasit usus pada penelitian ini terdiri dari kasus infeksi tunggal yang disebabkan oleh Giardia lamblia (4/121; 3,3%), Blastocystis spp. (3/121; 2,5%), Trichuris trichiura (1/121; 0,8%), Hymenolepis diminuta (1/121; 0,8%) serta kasus infeksi campuran yang disebabkan oleh Giardia lamblia dengan Taenia sp. (1/121; 0,8%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa prevalensi infeksi parasit usus pada anak-anak SD Negeri 5 Subagan, Desa Jasri, Kabupaten Karangasem tahun 2022 termasuk dalam kategori rendah.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND PERSONAL HYGIENE BEHAVIOR ON THE INCIDENCE OF PEDICULOSIS IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN IN NUSA PENIDA. Bisma Krisnanda, I Kadek; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P08

Abstract

ABSTRACT Pediculosis capitis is an infection that occurs on the human scalp due to an infestation of Pediculus humanus capitis. Pediculosis is characterized by itching on the scalp, in school-age children the infestation of Pediculus humanus capitis has a negative impact on children's learning activities and has the potential to interfere with learning achievement. This study aims to determine whether personal hygiene and knowledge have a relationship with the incidence of pediculosis in elementary school children in Nusa Penida. This study uses an analytic observational study with a Cross Sectional study with univariate analysis techniques and bivariate analysis using the Chi-square test, this study used a sample of 100 samples taken from SD Negeri 2 Ped and SD Negeri 4 Ped, data collection was carried out by using a questionnaire regarding personal hygiene behavior and knowledge of pediculosis and the incidence of pediculosis in research respondents. In this study it was found that out of 100 respondents, 44% had poor personal hygiene, 41% had poor knowledge and 65% experienced pediculosis which is a high number because it exceeds 50%, from this study it was found that personal hygiene had a significant relationship with the incidence of pediculosis (p-value 0.002 and RP = 1.580), and knowledge about pediculosis has a relationship with the incidence of pediculosis (p-value 0.002 and RP = 1.578). So it can be seen that personal hygiene and knowledge about pediculosis is one of the risk factors for the incidence of pediculosis in elementary school children in Nusa Penida. Keywords : Personal hygiene, Knowledge, Pediculosis
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DAUN KEMANGI (Ocimum Sanctum) SEBAGAI KRIM OBAT ANTI-NYAMUK Aedes aegypti William, Kristoforus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Wardani, Ni Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P10

Abstract

Penggunaan krim anti-nyamuk yang mengandung DEET dapat menimbulkan efek samping bagi penggunanya, Bahan dasar alternatif alami yang dapat memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk Ae. aegypti perlu dikaji dan diteliti lebih lanjut. Daun kemangi berpotensi sebagai bahan dasar krim obat anti-nyamuk karena mengandung minyak atsiri. Sediaan krim memiliki efek yang lebih baik dibandingkan sediaan losion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas krim anti-nyamuk dengan bahan dasar kemangi (Ocimum sanctum) 75.000 ppm dengan krim anti-nyamuk AutanÒ dengan bahan dasar DEET dalam memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk pada menit ke-30, 60, dan 120. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Hasil penelitian ini adalah jumlah gigitan nyamuk pada menit ke-30, 60, dan 120 pada krim kemangi 75.000 ppm berbeda bermakna dibandingkan dengan kontrol/plasebo dengan p<0,05. Sedangkan jumlah gigitan nyamuk pada menit ke-30, 60, dan 120 pada krim kemangi 75.000 ppm tidak berbeda dibandingkan dengan AutanÒ dengan p>0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah krim kemangi 75.000 ppm efektif sebagai krim anti nyamuk dan memiliki efektifitas yang sama dengan AutanÒ selama kurun waktu 120 menit.
UJI EFEKTIVITASAN BUAH MOMORDICA CHARANTIA L SEBAGAI IMUNOSTIMULAN DAN ANTIPLASMODIUM TERHADAP INFEKSI PARASIT PLASMODIUM BERGHEI PADA MENCIT Semara, I Nyoman Sudha; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Damayanti, Putu Ayu Asri; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P11

Abstract

ABSTRAK Malaria adalah penyakit infeksi parasit Plasmodium sp. Plasmodium merupakan parasit yang menyerang sel darah merah dan dapat menimbulkan obstruksi pada kapiler organ tubuh yang vital. Kasus resisten plasmodium terhadap obat anti malaria membuat banyak penelitian yang mencoba mencari obat alternatif dari tumbuhan yang mudah diperoleh masyarakat, salah satu tanaman yang memiliki potensi yakni Momordica charantia L atau yang dikenal buah pare. Untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah pare (Momordica charantia L) dengan dosis 100 mg/kgBB untuk antiplasmodium dan 100 mg/kgBB untuk immunostimulant terhadap derajat parsitemia pada mencit Balb/c yang diinfeksikan Plasmodium Berghei. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara In Vivo dengan menggunakan rancangan metode Randomized Post test Only Controlled Group menggunakan 24 sampel mencit yang dibagi menjadi empat kelompok yakni satu kelompok kontrol negatif antiplasmodium, satu kelompok negatif immunostimulant, satu kelompok perlakuan antiplasmodium dan satu kelompok perlakuan immunostimulant. Didapatkan hasil rerata derajat parasitemia pada kelompok kontrol negatif antiplasmodium 34.9 %, kelompok kontrol negatif immunostimulant 33.9 %, kelompok perlakuan antiplasmodium dosis 100 mg/kgBB sebesar 19.8 % dan kelompok perlakuan immunostimulant dosis 100 mg/kgBB sebesar 17.1 %. Berdasarkan hasil analisis One Way Anova ditemukan perbedaan rerata antara masing-masing kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yakni kelompok antiplasmodium dengan nilai p value <0.001 dan kelompok immunostimulant dengan nilai p value <0.002. Hasil penelitian menunjukan ekstrak buah pare (Momordica charantia L) dapat menghambat pertumbuhan parasit Plasmodium Berghei dengan melihat perbedaan rerata masing-masing kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dengan masing-masing dosis kelompok yakni 100 mg/kbBB. Kata kunci: Antimalaria, Momordica charantia L, Plasmodium Berghei, Derajat Parasitemia
PREVALENSI INFEKSI CACING USUS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA PED KABUPATEN KLUNGKUNG Dyatmika, I Nyoman Adidana Jaya; Diarthini, Ni Luh Putu Eka; Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P05

Abstract

Background : Intestinal worms is still a health problem in Indonesia, intestinal worm infections are included in neglected disease, which means this disease has not received special attention from the sufferer. Ped Village, Klungkung Regency is an area with warm temperatures, sandy loamy soil, and clean water has not been reached. This factors raise the suspicion that in Ped Village, Klungkung Regency there is one or more species of intestinal worms, so it is very important to determine the prevalence of intestinal worm infections in elementary school students Ped Village, Klungkung Regency. Aims : To determine prevalence of intestinal worm infection in elementary school students in Ped Village, Klungkung Regency. Methods : This study uses a descriptive cross sectional method, where researchers will determine the prevalence of intestinal worm infection through fecal samples examined by the kato-katz method, intestinal worms are identified under a microscope with an objective magnification of 10x to 40x. Results : There were 139 respondents who met the inclusion criteria of the study, including 72 men and 67 women, from the results of laboratory tests, prevalence of intestinal worm infection was 0.7%. Infection occurs in male children with the worm species Enterobius vermicularis. Conclusion : The prevalence of intestinal worm infection was 0.7% in elementary school students Ped Village, the species found was Enterobius vermicularis in boys. The cause of this infection is thought due to environmental and personal hygiene factors which are still not well maintained in students. Keywords: Intestinal worm infection, prevalence, elementary school children, Ped village
POTENSI EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti Pratisthita Sukadana, I Made Ananda Prajna; Sudarmaja, I Made; Swastika, I Kadek; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P12

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) merupakan suatu penyakit endemik yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia bahkan menjadi masalah kesehatan dunia. DBD disebabkan oleh virus RNA rantai tunggal, yaitu dengue virus1 yang penyebarannya mengalami pola perubahan dari siklik menjadi tidak teratur sehingga berdampak pada peningkatan kasus DBD itu sendiri2. Pemerintah berupaya mencegah penyebaran kasus DBD dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti dengan menggunakan insektisida sintetik atau kimia. Namun, pencegahan menggunakan metode ini memberikan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji potensi ekstrak daun sambiloto sebagai larvasida nabati terhadap larva nyamuk aedes aegypti. Penelitian ini merupakan studi eksperimental sesungguhnya dengan rancangan randomized posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh larva aedes aegyptiyang dikembangbiakan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan besar sampel sebanyak 600 sampel larva yang terbagi menjadi 400 sampel kelompok uji (P1, P2, P3, dan P4) serta 200 sampel kelompok kontrol (P0 dan P5). Hasil analisis ANOVA dan chi square menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Sambiloto (Andrographis paniculata) aktif sebagai larvasida pada konsentrasi efektif 1,390% dengan waktu kontak 24 jam. Daun Sambiloto aktif sebagai larvasida karena mengandung senyawa golongan fenolat, alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Ekstrak Sambiloto, Konsentrasi aktif
Co-Authors Agus Susanta Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Ngurah Ardha Dwikananda Angela, Christine Bisma Krisnanda, I Kadek Damayanti S, Made Rini Dana, I Kadek Desak Made Widyanthari Desak Putu Yuni Sumaryani Dewa Ayu Agus Sri Laksemi Dewa Ayu Agus Sri Laksmi Dimas Aji Saputra Dyatmika, I Nyoman Adidana Jaya Eka Diarthini, Ni Luh Putu Eny Anggraini Fitriana Melinda Haritharan Ganesan I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi I Gusti Kamasan Arijana I Kadek Swastika I Ketut Tunas I Made Sudarmaja I NYOMAN MANTIK ASTAWA Ida Ayu Dewi Wiryantini Ida Bagus Putra Adyatma Ida Bagus Satriya Wibawa Indah Mei Rahajeng Jody Erlangga Juniantara, I Kadek Ade Kadek Cahya Utami Kanaka Puspita, Ida Ayu Luh Gede Mira Swandewi Luh Putu Ratna Sundari Made Rini Damayanti Ni Kadek Rima Pebrianti Ni Luh Ariwati Ni Luh Ariwati Ni Luh Dian Mirayanti Ni Luh Putu Eka Diarthini Ni Luh Putu Eka Diarthini, Ni Luh Putu Eka Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Rustini Ni Made Pitri Susanti Ni Putu Apriliani Ekayanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Wardani Nurdiyanti, Nurdiyanti Pratisthita Sukadana, I Made Ananda Prajna Purantara, Anak Agung Gede Wiweka Winahya Putra, I Putu Bagus Krisna Pramana Putri, Luh Kadek Meilina Putu Indah Budi Apsari Putu Saras Widar Yuliantari Sanjiwani, Ida Arimurti Semara, I Nyoman Sudha Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus Sujaya, I Made Pranawa Yogananda Suputra, I Wayan Bagus Abiyoga Surudarma, I Wayan Swastika, I Nengah Raka Tataraharja, I Putu Langgeng Sugih Tustiani, Ni Ketut Nining Aras William, Kristoforus