Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Adversity quotient dengan Kejadian burnout pada parawat diruang rawat inap kelas 3 Nadia Titia Margarine; Erna Marni; Sekani Niriyah
Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.454 KB) | DOI: 10.25311/jkh.Vol2.Iss1.434

Abstract

Studi Fenomenologi: Stres dan Mekanisme Koping Mahasiswa Keperawatan Dalam Menjalani Proses Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi COVID-19 Reysa Elsyafitri; Dewi Kurnia Putri; Sekani Niriyah
Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkh.Vol2.Iss2.845

Abstract

Pandemi COVID-19 mengharuskan seluruh institusi pendididikan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selama pembelajaran jarak jauh berlangsung terdapat beberapa kendala dan masalah yang menimbulkan stres bagi para mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi stres dan mekanisme koping mahasiswa keperawatan dalam menjalani proses pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri dari enam mahasiswa keperawatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru yang menjalani proses pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19 dalam kategori stres tingkat berat. Pemilihan partisipan penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data dilakukan mengunakan metode wawancara mendalam melalui aplikasi google meet. Hasil wawancara dianalisis mengunakan metode collaizi. Hasil penelitian didapatkan enam tema yaitu sumber stres mahasiswa keperawatan saat menjalani PJJ, respon saat menjalani pembelajaran jarak jauh, strategi koping mahasiswa keperawatan saat menjalani PJJ, mekanisme koping mahasiswa saat menjalani PJJ, support System, dan harapan mahasiswa keperawatan untuk pembelajaran jarak jauh selanjutnya. Melalui penelitian ini diharapkan bagi institusi pendidikan dapat mempertimbangkan dilakukannya pembelajaran tatap muka kembali dan mempertimbangkan memberikan bimbingan kepada mahasiswa keperawatan dalam memilih mekanisme koping yang tepat untuk mengatasi stres. Bagi ilmu keperawatan melalui penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan referensi tambahan dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang lebih mendalam mengenai upaya mahasiswa keperawatan untuk mencegah terjadinya stres.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA ANAK PRA SEKOLAH yecy Anggreny; Sekani Niriyah
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 No 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v6i2.2341

Abstract

Konsumsi sayur dan buah pada anak usia pra sekolah masih belum optimal sehingga anak pra sekolah beresiko untuk mengalami permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi sayur dan buah pada anak prasekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif analitik, dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Payung Sekaki. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia prasekolah yangberjumlah 192 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Cara pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Data dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil uji chi-square didapatkan tidak adanya hubungan faktor pengetahuan dengan tingkat konsumsi sayur dan buah (p=0,087), tidak adanya hubungan faktor sikap dengan tingkat konsumsi sayur dan buah (p=0,098), adanya hubungan ketersediaan sayur dan buah dengan konsumsi sayur dan buah (p=0,029) dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan konsumsi sayur dan buah(p=0,098). Diharapkan kepada puskesmas selalu memberikan penyuluhan kepada masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan yang seimbang salah satunya mengkonsumsi sayur dan buah yang banyak manfaatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memberikan edukasi kepada orang tua untuk lebih rutin lagi memberikan asupan sayur dan buah pada anak setiap jam makan.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA YANG MENGIKUTI PROSES PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN/ONLINE rizka gustin ananda; Dewi Kurnia Putri; Sekani Niriyah
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 No 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v6i2.2648

Abstract

ABSTRACT The online learning has been implemented since the discovery of Covid-19 virus in Indonesia. The learning system which was originally face-to-face learning has changed into the online learning. This certainly has an impact on students, which can cause them to be anxious. This study aims to determine the correlation between the self-efficacy and anxiety levels of students who took part in the online learning process. This study used a quantitative method with a descriptive correlation design and cross sectional approach. The number of participants in this study were 81 students. The data collection technique used was cluster random sampling. The instruments of the data collections technique was the General Self-Efficacy Scale and Zung Self-Rating Anxiety Scale questionnaires. The data was analyzed by using bivariate analysis. The results of the study with thetest Chi Square obtained value p = 0.028 (p < 0.05), which defines that there was a correlation between the self efficacy and the students anxiety levels who experienced the online learning process. It is expected that students can maintain and increase their self-efficacies so that they are not easily anxious during the learning process. Keywords: Online Learning Process, Self efficacy, Anxiety Level ABSTRAK Pembelajaran dalam jaringan/online dilaksanakan sejak ditemukannya Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Indonesia. Sistem pembelajaran yang semula pembelajaran tatap muka diubah menjadi pembelajaran dalam jaringan. Hal ini tentunya memberikan dampak pada mahasiswa yaitu dapat menimbulkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa yang mengikuti proses pembelajaran dalam jaringan/online. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 orang. Teknik pengambilan data yang digunakan menggunakan cluster random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner General Self-Efficacy Scale dan Zung Self-Rating Anxiety Scale. Analisa yang digunakan adalah analisa bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh nilai p = 0,028 (p < 0,05) yang bermakna terdapat hubungan antara self efficacy dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa yang menghadapi proses pembelajaran dalam jaringan/daring. Saran yang dapat peneliti berikan adalah diharapkan mahasiswa dapat mempertahankan dan meningkatkan self efficacy sehingga tidak mudah mengalami kecemasan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran dalam jaringan, Self Efficacy, Tingkat Kecemasan
Pendidikan Kesehatan Stigma Gangguan Jiwa dan Upaya Destigmatisasinya di Wilayah Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Sekani Niriyah; Dewi Kurnia Putri; Eka Wisanti; Rezky Pradessetia; Mike Ayu Wulandari; Yecy Anggreny; Endang Dwi Rukmini
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JAMSI - Januari 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.625

Abstract

Masalah kesehatan jiwa telah menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Masalah kesehatan jiwa dapat membuat penderita menjadi tidak produktif dan bergantung pada orang lain, sehingga menyebabkan penderitaan berkepanjangan baik bagi penderita, keluarga, dan masyarakat. Penderita gangguan jiwa biasanya dihadapkan dengan stigma, diskriminasi dan marginalisasi di mastyarakat. Berbagai istilah yang banyak digunakan misalnya orang gila, sakit gila, sakit jiwa. Stigma yang melekat pada penderita dan keluarga menjadi salah satu alasan menyebabkan mereka tidak mencari pengobatan yang sangat mereka butuhkan, bahkan sebagian diantara mereka dipasung. Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru merupakan salah satu Puskesmas yang belum terbentuk Kader Kesehatan Jiwa dan masyarakat belum mengetahui tentang gangguan jiwa. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu tentang gangguan jiwa, dampak dari stigma dan cara menghadapi penderita gangguan jiwa. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa pemberian penyuluhan Kesehatan sebagai upaya dalam peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gangguan jiwa, stigma dan upaya destigmatisasinya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait gangguan jiwa, stigma dan upaya destigmatisasinya. Kegiatan ini sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya stigma dan diskriminasi pada penderita gangguan jiwa sehingga penderita gangguan jiwa mendapat dukungan positif dalam proses penyembuhannya.
HUBUNGAN PELAYANAN TENAGA KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN VAKSINASI DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI Yecy Anggreny; Siska Mayang Sari; Sekani Niriyah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p05

Abstract

Kegiatan vaksinasi dalam kegiatan pelayanan merupakan salah satu terobosan pemerintah dalam menekan penularan COVID-19. Salah satu permasalahan yang muncul selama kegiatan vaksinasi adalah kepuasan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi di Puskesmas Payung Sekaki. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif analitik, dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Payung Sekaki. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat yang mendapat vaksin di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki berjumlah 10.279 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 271 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner pelayanan kesehatan dan kuesioner kepuasan yang telah dilakukan uji validitas sebelumnya. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat menggunakan continuity correction didapatkan adanya hubungan pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi (p-value = 0,000) dengan dimensi keadilan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang berkualitas yang diberikan oleh tenaga kesehatan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi COVID-19.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN PENERAPAN TERAPI SUPORTIF ASERTIF UNTUK MENURUNKAN NILAI PERILAKU KEKERASAN PASIEN SKIZOFRENIA Rizka Gustin Ananda; Sekani Niriyah
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.8748

Abstract

Abstrak Skizofrenia ditandai dengan perubahan kognitif, emosi, persepsi dan aspek lain dari perilaku. Perilaku kekerasan yang terjadi pada pasien perlu penanganan secara tepat, selain penanganan pengendalian perilaku dari diri pasien sendiri, juga harus mempertimbangkan lingkungan untuk semua pasien ketika mencoba mengurangi, mengendalikan atau menghilangkan perilaku kekerasan pasien. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah terapi suportif asertif. Penulisan KIAN bertujuan untuk melakukan analisa praktik penerapan terapi suportif asertif untuk menurunkan nilai perilaku kekerasan pasien skizofrenia. Metode yang digunakan dalam penerapan ini adalah studi kasus. Hasil dari penerapan Evidance Based Practice pada 2 pasien risiko perilaku kekerasan didapatkan hasil bahwa penerapan komunikasi asertif mampu menurunkan nilai risiko perilaku kekerasan. saran bagi peneliti selanjutnya apabila ingin mengembangkan penelitian ini, diharapkan dapat melakukan pengembangan cara mengontrol emosi dengan latihan komunikasi asertif. Kata Kunci: Risiko Perilaku Kekerasan, Terapi Suportif Asertif Abstract Schizophrenia is characterized by changes in cognitive, emotional, perceptual and other aspects of behavior. Violent behavior that occurs in patients needs to be handled appropriately, in addition to handling behavior control from the patient himself, must also consider the environment for all patients when trying to reduce, control or eliminate patient violent behavior. One effort that can be done is assertive supportive therapy. The purpose of writing KIAN is to analyze the practice of applying assertive supportive therapy to reduce the value of violent behavior in schizophrenic patients. The method used in this application is a case study. The results of the implementation of Evidence Based Practice on 2 patients at risk of violent behavior showed that the application of assertive communication was able to reduce the risk of violent behavior. suggestions for further researchers if they want to develop this research, are expected to be able to develop ways to control emotions with assertive communication exercises. Keywords: Risk of Violent Behavior, Assertive Supportive Therapy.
GAMBARAN TINGKAT STRES MAHASISWA STIKES HANGTUAH PEKANBARU DALAM MENJALANKAN PROSES PEMBELAJARAN JARAK JAUH SELAMA PANDEMI COVID-19 Meylani Pristiwati Sitorus; Dewi Kurnia Putri; Sekani Niriyah
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v3i1.1209

Abstract

Perubahan proses belajar dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi menuai berbagai macam respon pada mahasiswa, salah satunya adalah stres. Stres yang dialami dapat mempengaruhi hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa STIKes Hang Tuah Pekanbaru saat menjalani pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa/i program studi sarjana keperawatan yang berjumlah 242 mahasiswa dan dipilih 151 mahasiswa dengan propotionate random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner DASS-42. Hasil penelitian yang dilakukan di STIKes Hang Tuah diketahui bahwa mahasiswa memiliki tingkat stres berat yaitu sebesar 17,2% stres berat dan 11,9% stres sedang, kemudian pada penelitian ini umur rata-rata responden adalah 20 tahun, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, dengan karakteristik responden berdasarkan tempat tinggal, mayoritas responden tinggal dengan orang tua, serta lokasi tempat tinggal mayoritas berada di luar Kota Pekanbaru. Dari hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa dengan kondisi tingkat stres sedang dan berat untuk melakukan konsultasi dengan dosen pengampu atau ahli agar dapat beradaptasi dalam menghadapi situasi dan kondisi yang dapat menyebabkan stres.
Modifikasi Terapi Nebulizer dan Guided Imagery Berpengaruh pada Frekuensi Pernafasan pada Pasien Status Asmatikus Padila, Padila; Andri, Juli; Sartika, Andry; Andrianto, Muhammad Bagus; Niriyah, Sekani
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.10238

Abstract

This study aimed to examine the effect of modified nebulizer therapy and guided imagery on respiratory frequency in patients with status asthmaticus. The research design used in this study was quite experimental in one intervention group. The study population was patients with status asthmaticus who were experiencing attacks of status asthmaticus. The population size in this study was 40 respondents. The research sample of 40 people was selected using total sampling. The independent variable in this study was a combination of nebulizer therapy and Guided Imagery, while the dependent variable was a decrease in respiratory frequency in patients with status asthmaticus. The results of the study showed that p-value = 0.02, with 0.02 < 0.05 meaning that there was an effect of the combination of nebulizer therapy and guided imagery on reducing respiratory frequency in patients with asthmatic status in the emergency room at M. Yunus Hospital, Bengkulu City. In conclusion, a combination of nebulizer therapy and guided imagery reduces respiratory frequency in patients with asthmatic status in the emergency room at M. Yunus Hospital, Bengkulu City. Keywords: Respiratory Frequency, Guided Imagery, Nebulizer, Status Asmaticus.
Edukasi Pendidikan Kesehatan Seksual Terhadap Pengetahuan Tentang Kekerasan Seksual pada Anak Usia Sekolah Rosalina Putri, Diona; Pradessetia, Rezky; Niriyah, Sekani
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Sains Dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/saintek.v5i3.2268

Abstract

World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa 18% anak perempuan dan 8% anak laki-laki di seluruh dunia pernah menjadi korban kekerasan seksual, termasuk didalamnya pelecehan seksual danĀ  pemerkosaan. Pendidikan seksual merupakan kunci dari wujud usaha pencegahan kekerasan seksual pada anak, sehingga membuat anak bisa mengenali, melindungi dan menjaga tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan seksual pada anak usia sekolah mengenai kekerasan seksual. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental one group pre test-post test, dengan metode pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual dan leaflet. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui hasil pre test dan post test. Hasil penelitian menyatakan bahwa usia anak berada pada rata-rata 10,92 tahun. Mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,3 %). Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan anak antara sebelum (pre test) dan sesudah (post test) edukasi, dimana saat pre test didapatkan nilai dengan rata-rata 18,36 sedangkan pada saat post test rata-rata pengetahuan anak 23,53. Hasil uji t berpasanganĀ  didapatkan p-value = 0.001, yang berarti terdapat pengaruh yang bermakna antara pendidikan kesehatan dengan pengetahuan tentang kekerasan seksual pada anak usia sekolah, di harapkan bagi semua pihak terutama anak dapat dijadikan pembelajaran agar mengerti dan terhindar akan bahaya yang mengintainya, terutama kekerasan seksual.