Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penerapan Konsep Ekowisata dalam Perencanaan Masterplan Desa Ekowisata Pancoh, Sleman, Yogyakarta Vincentia Reni Vitasurya; Anna Pudianti; Lucia Asdra Rudwiarti; Elisabeth Budianto; Oliviea Oliviea; Ricky Hartono
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9248

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendorong Desa Wisata Pancoh menjadi model ekowisata berbasis partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui Program Layanan Desain berbasis Kemitraan Masyarakat. Metode yang digunakan mencakup pemecahan masalah melalui proses perancangan untuk pengembangan destinasi wisata desa baru yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam menyediakan Layanan Desain. Pendampingan dalam merumuskan konsep masterplan wisata desa bertujuan untuk menciptakan branding produk unggulan dan desain fasilitas pendukung ecotourism, sehingga menambah destinasi wisata di Kabupaten Sleman. Kegiatan yang direncanakan diharapkan dapat membantu Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam mengelola, mendampingi, dan mengembangkan desa wisata berkelanjutan, khususnya di Desa Wisata Pancoh, Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Luaran dari kegiatan ini adalah artikel ilmiah dalam seminar nasional yang membahas proses perancangan Master Plan untuk meningkatkan branding ecotourism berbasis partisipasi masyarakat di wilayah tersebut. Fokus kegiatan ini adalah menyelesaikan permasalahan di sektor pariwisata desa agar memiliki daya saing dan memperbaiki tata nilai masyarakat dalam aspek sosial budaya terkait pariwisata desa. Kegiatan juga mencakup pengembangan masyarakat yang belum produktif tetapi memiliki hasrat kuat melalui kelompok POKDARWIS ecotourism sebagai produk unggulan.
FAKTOR PLACE DEPENDENCE BERDASARKAN TAHAPAN KEBUTUHAN DI KAWASAN PKL DUTA INDAH Febriana, Sintia Kori; Pudianti, Anna
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.49266

Abstract

Kebutuhan individu memiliki tahapan yang ingin dicapai berdasarkan tingkat kepentingannya. Apabila suatu tempat dapat memenuhi tujuan dari aktivitas individu, maka akan timbul kriteria untuk memenuhi kebutuhan baru sehingga terbentuk perubahan atau peningkatan tatanan ruang. Kawasan PKL Duta Indah awalnya merupakan jalan masuk utama perumahan, namun karena adanya tingkatan kebutuhan PKL, pada malam hari area tersebut menjadi kawasan PKL yang menetap. Fenomena PKL menetap memerlukan perhatian khusus agar ruang kota tetap teratur. Penataan dan penertiban lokasi merupakan salah satu bentuk perhatian khusus kepada PKL, namun tidak jarang PKL yang enggan untuk pindah ketempat lain. Berdasarkan rasa keengganan tersebut, para PKL yang telah ditata dan ditertibkan kembali menempati lokasi awal berdagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor fenomena tersebut yang mengindikasikan place dependence, baik dari sisi PKL dan pembeli yang berada di Kawasan PKL Duta Indah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian ini diketahui bahwa tahapan kebutuhan mempempengaruhi faktor place dependence. Selain itu, terdapat beberapa kesamaan faktor antara PKL dan pembeli yang merupakan faktor place dependence yang mengikat.Kata Kunci: pembeli, pedagang kaki lima, tahapan kebutuhan, place dependence
REVITALISASI PASAR SENI DAN WISATA GABUSAN K., A.A.Ayu Ratih T.A.; Pudianti, Anna; Vitasurya, V.R.
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.9181

Abstract

Abstract. An art market is a place where producers and consumers meet with various arts as its main item. Meanwhile, a tourism destination is a place where it should contain 3 main elements: attraction, amenity, accommodation. Tourism Gabusan Art and Cultural Market in Bantul, Yogyakarta experience a degradation of its quality as the market as well as a place for accommodating arts. One of its main causes is its lack of visibility or visual quality or image toward its area. So that, this should be further analyzed and revitalized from an architectural and urban design point of view. Revitalization is an effort to enhance a land or region's value through rebuilding or reconstruction of its area. The imageability approach by Kevin Lynch will be used in this research by using five-city elements in Gabusan Art Market with SWOT analysis. The research method is a comparative study by using data from literature review and observations. The result of this research was used as a reference to redesign Gabusan Art Market to achieve optimal visual quality. Masterplan of Gabusan Art and Cultural Market in Bantul, Yogyakarta was produced as a final product, along with the development strategy to cope with the challenges of tourism attraction. Abstrak. Pasar seni adalah tempat jual beli dan bertemunya produsen dan konsumen dengan barang atau jasa yang ditawarkan berupa berbagai hasil karya seni. Sedangkan tempat wisata adalah tempat yang memiliki 3 aspek pokok yaitu atraksi, amenitas, dan akomodasi. Pasar Seni dan Wisata Gabusan (PSWG) di Kabupaten Bantul, Yogyakarta mengalami penurunan kualitas sebagai destinasi seni dan wisata di Yogyakarta. Salah satu penyebab utama adalah kualitas visual Pasar Seni dan Wisata Gabusan yang kurang menarik dan perlu direvitalisasi dari segi arsitektur dan kawasan. Revitalisasi adalah upaya untuk meningkatkan nilai lahan/kawasan melalui pembangunan kembali dalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya. Pendekatan analisis kualitas visual atau citra kawasan yang dipakai adalah teori imageability oleh Kevin Lynch dengan parameter kelima elemen perkotaan di kawasan Pasar Seni dan Wisata Gabusan. Metode dalam pengabdian ini adalah studi komparasi (perbandingan) dengan studi kasus dan analisis SWOT lalu menggunakan strategi revitalisasi. Pengambilan data dengan studi literatur dan observasi kawasan. Hasil analisis menjadi acuan dalam mendesain ulang Pasar Seni dan Wisata Gabusan agar lebih menarik dan tertata secara visual. Masterplan revitalisasi Pasar Seni dan Wisata Gabusan merupakan produk akhir yang disertai pula dengan strategi pengembangan untuk menjawab tantangan meningkatkan daya tarik obyek wisata,Kata kunci : Pasar, Seni, Gabusan, Kualitas Visual, Citra 
Pattern and type permanence in the Kasongan area: Typo-morphology study towards a sustainable Pottery Tourism Village Rony Gunawan Sunaryo; Sunaryo, Rony Gunawan; Pudianti, Anna; Purbadi, Yohanes Djarot
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 7 No 2 (2022): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2022 ~ Agustus 2022
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v7i2.1400

Abstract

The study aims to determine the pattern and type permanence levels of the elements used to build the Kasongan area in the last 60 years. Permanence is an approach used to determine identity in the context of regional change. Kasongan is a rural-urban area with agrarian resources located between Bantul and Yogyakarta and influenced by urban globalization. This historic area is almost two centuries old and has developed into a village of pottery craftsmen. Adaptation to environmental and cultural changes after the 1960s made Kasongan transform from an agrarian village character to an industrial and then to a tourism village-town. Changes in this region can be seen in the building and area typology, which developed into a sustainable tourism area. The locus taken is a part of the Kajen and Beton Hamlet, which are indicated as early stages of growth and development direction for the Kasongan in the last few decades. The is a typo-morphological study carried out using a morphological mapping method and a regional typological process. The results found spatial patterns and types that (1) persisted as the initial identity, (2) changed, and (3) disappeared.
Rural slum criteria as determining the threshold for tourism village development Pudianti, Anna; Vitasurya, Vincentia Reni; Rudwiarti, Lucia Asdra
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 9 No 2 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2024 ~ Agustus 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v9i2.3350

Abstract

The rapid development of tourism affects the quality of tourist attractions in several tourist destinations, including villages that are transforming into tourist villages. With the increasing increase of tourism operations in rural areas, the quality of life in tourist villages needs to be assessed to not exceed its carrying capacity. Only when the issue becomes worse have attempts been made to address excessive tourism thus far. Slums arise in rural locations, particularly in tourist communities, as a result of one of the quality reductions. By comparing the slum criteria with input from resource people in tourist villages regarding factors reducing carrying capacity in tourist villages, this study examines factors that may be threshold aspects for developing a village so that it does not become a village that exceeds its carrying capacity. There were three phases to this study's first review. The initial stage is a review of the literature to identify the causes of the decline in tourist communities. Secondly, an Analytic Hierarchy Process (AHP) technique survey of influential people in rural tourism was conducted to gather information for threshold-determining criteria. The last step involves comparing the rural slum parameters with the AHP results. Using the characteristics of rural slums, the comparison aims to generate an assessment of the threshold instrument for the development of tourism activities in rural regions. According to preliminary research, the slum criterion is an indicator that, when modified, could enhance the threshold instrument for building tourist villages.
Development of a traditional-based homestay typology in Bayan Village, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Vitasurya, Vincentia Reni; Suman, Meliana Putri; Pudianti, Anna; Setyonugroho, Gregorius Agung; Rudwiarti, Lucia Asdra; Shiraishi, Hideo; Wakita, Yoshihisa
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 9 No 2 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2024 ~ Agustus 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v9i2.3357

Abstract

Bayan Village on Lombok Island is a tourist village that preserves the traditions of the Sasak-Bayan tribe. The potential of this village lies in the agricultural sector and local products. However, earthquakes and the COVID-19 pandemic have hindered the village's development. Therefore, rural area planning is needed for sustainable development. One aspect being developed is homestays, although their current use is limited to special interest tourism (research). This study aims to explore the constraints and potential of homestays in the development of Desa Bayan. The research findings show various homestay types with different designs, but they still preserve local traditions. This study also suggests the importance of considering local wisdom and cultural preservation in the development of this village. Thus, this research contributes to developing a tourist village in Desa Bayan, North Lombok, West Nusa Tenggara.
Evaluasi Sanitasi Kawasan Budaya Malioboro pada Event Selasa Wagen Wardani, Christina Esti; Sumardiyanto, B.; Pudianti, Anna
ARCHIHUMANUM Vol 2 No 2 (2024): October
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/archimane.v2i2.113

Abstract

Malioboro, sebagai bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang diakui sebagai warisan budaya dunia, memerlukan perhatian dalam menjaga dan meningkatkan nilai penting pelestarian budaya, lingkungan dan kesejahteraan manusia, salah satu aspek yaitu sanitasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketersediaan sarana sanitasi di Kawasan Budaya Malioboro. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengamati pengunjung pada distribusi titik acara Selasa Wagen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Budaya Malioboro sudah dilengkapi dengan sarana sanitasi seperti air bersih, kamar mandi, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan sampah, namun memerlukan peningkatan kuantitas dan kualitas terutama ketersediaan kamar mandi. Pengelolaan sampah juga perlu ditingkatkan dengan merawat kondisi fisik tempat sampah, melakukan pemilahan jenis sampah dan menjaga ketersediaanya termasuk saat event tertentu. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana sanitasi mempertimbangkan aspek kesehatan, kenyamanan dan kemudahan bagi pengunjung Kawasan Budaya Malioboro berdampak pada pelestarian warisan budaya dan keberlanjutan lingkungan di Yogyakarta.
Ketahanan Pangan Sebagai Konsep Masterplan Destinasi Wisata Sendang Sombomerti, Maguwoharjo, Depok, Sleman Pudianti, Anna; Vitasurya, Vincentia Reni; Lucia Asdra, Rurdwiarti; Putri, Vasthi Gianni Agmi; Lim, Kelly; Kusumajati, Aurelia Tita; Nugroho, Andreas Banyuaji; Kelvin
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9240

Abstract

Abstract — Sendang Sombomerti is a tourist attraction that was developed side by side with fisheries cultivation. The concept of food security is an exploration of a concept aimed at strengthening fish production by strengthening the potential for bathing tourism originating from the Sombomerti Spring. The integration of these two production and recreation activities aims to prepare the Sendang Sombomerti, Maguwoharjo, Depok, Sleman Tourism Destination Masterplan. Lumbung Padi Mataram was appointed as a regional planning concept that was intended to emphasize its main function of fish cultivation, but it was equipped with tourist facilities. The function and form of the design use a basic grid shape combined with a curved shape, which reflects the combination of a formal cultivation function with a curved shape, symbolizing the recreational function. Tourism with a water theme was developed to connect with fish farming.
Penerapan Konsep Ekowisata dalam Perencanaan Masterplan Desa Ekowisata Pancoh, Sleman, Yogyakarta Vitasurya, Vincentia Reni; Pudianti, Anna; Rudwiarti, Lucia Asdra; Budianto, Elisabeth; Oliviea, Oliviea; Hartono, Ricky
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9248

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendorong Desa Wisata Pancoh menjadi model ekowisata berbasis partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui Program Layanan Desain berbasis Kemitraan Masyarakat. Metode yang digunakan mencakup pemecahan masalah melalui proses perancangan untuk pengembangan destinasi wisata desa baru yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam menyediakan Layanan Desain. Pendampingan dalam merumuskan konsep masterplan wisata desa bertujuan untuk menciptakan branding produk unggulan dan desain fasilitas pendukung ecotourism, sehingga menambah destinasi wisata di Kabupaten Sleman. Kegiatan yang direncanakan diharapkan dapat membantu Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam mengelola, mendampingi, dan mengembangkan desa wisata berkelanjutan, khususnya di Desa Wisata Pancoh, Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Luaran dari kegiatan ini adalah artikel ilmiah dalam seminar nasional yang membahas proses perancangan Master Plan untuk meningkatkan branding ecotourism berbasis partisipasi masyarakat di wilayah tersebut. Fokus kegiatan ini adalah menyelesaikan permasalahan di sektor pariwisata desa agar memiliki daya saing dan memperbaiki tata nilai masyarakat dalam aspek sosial budaya terkait pariwisata desa. Kegiatan juga mencakup pengembangan masyarakat yang belum produktif tetapi memiliki hasrat kuat melalui kelompok POKDARWIS ecotourism sebagai produk unggulan.
Opportunities For Utilization of Plywood Waste in Sustainable Interior Industry Susanti, Lina; Prasetyo, Angga Dwi; Soares, Balbino da Conceicao; Pudianti, Anna; Sumardiyanto, B.
Journal of Architectural Research and Education Vol 8, No 1 (2026): Journal of Architectural Research and Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jare.v8i1.81880

Abstract

The interior industry in Indonesia is experiencing rapid growth, along with the increasing demand for furniture. However, this increase has also led to increase in material waste, particularly multiplex waste, which negatively impacts the environment and contributes to deforestation. This research aims to explore and analyze the utilization of small pieces of multiplex material as derivative products, which can reduce waste and support sustainable support sustainable architectural practices. The research methods usedincluded both quantitative and qualitative approaches with a case study on a multiplex-based interior design project based on multiplex, providing a more in-depth overview of innovative applications of leftover materials. The results showed that optimizing the use of small pieces of multiplex can reduce the residual material from 8.6% to 0.105%, while reducing the demand for raw wood. The implications of this research suggest that the interior industry can adopt more sustainable practices through the development of derivative product development, which not only improves material efficiency but also supports forest conservation and forest conservation and awareness of effective waste management. As such, this research makes a significant contribution to sustainability in the interior industry.