Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Pastura

SUPLEMENTATION OF KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea) FOR IMPROVING THE QUALITY OF BANANA STEMS SILAGE I W. Suarna; I M. Mudita; I W. Wirawan; N. N. Suryani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 2 (2020): Pastura Vol. 9 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.74 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v09.i02.p03

Abstract

Penyediaan pakan berkesinambungan dan berkualitas sangat penting untuk meningkatkan produktivitasternak. Batang pisang yang tersedia melimpah dan murah dapat ditingkatkan daya gunanya sebagai sumberpakan berkualitas melalui teknologi silase dengan penambahan hijauan Clitoria ternatea. Penelitian inimengkombinasikan batang pisang dengan hijauan C. ternatea dibuat dalam bentuk selase complete feedmelalui penambahan pollar, molasis dan EM4 ke dalam empat perlakuan. Kontrol (perlakuan A): 65%batang pisang + 30% pollar + 5% (molasis + EM4); perlakuan B: 55% batang pisang + 10% C. ternatea+ 30% pollar + 5% (molasis + EM4); perlakuan C: 45% batang pisang + 20% C. ternatea + 30% pollar +5% (molasis + EM4); dan perlakuan D: 35% batang pisang + 30% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis+ EM4). Masing-masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan. Penelitian dilaksanakan untuk mendapatkankombinasi silase batang pisang dan hijauan C. ternatea yang terbaik melalui pengamatan kualitas fisik,sifat pisik, kandungan nutrien dan kecernaan secara in vitro. Data yang diperoleh dianalisis menggunakanAnova. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kandungan nutrisi, kecernaan bahan kering danbahan organik serta penurunan komponen penghambat kecernaan secara in vitro. Kesimpulan penelitian iniadalah, penambahan C. ternatea dalam silase batang pisang sampai 30% menghasilkan kandungan bahanorganik, protein kasar, energi, kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi dan kandungan seratkasar terendah. Kata kunci: silase, batang pisang, Clitoria ternatea, in-vitro
PENINGKATAN PRODUKSI RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DAN RUMPUT SETARIA (Setaria splendida Stapf) MELALUI PEMUPUKAN BIOURIN I M. Nuriyasa; N. N. Candraasih K.; A. A. A. S. Trisnadewi; E. Puspani; W. Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.106 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v02.i02.p09

Abstract

Research aimed to increase forage production through improved soil fertility by using biourine organic fertilizer. Grass differences as the main plot consisting of elephant grass (Pennisetum purpureum) or R1 and Setaria (Setaria splendida Stapf) or R2. Biourin fertilization as sub plot ie without cattle biourine fertilizer (B0), 25 000 lt/ha cattle biourin fertilizer (B1), 50 000 lt/ha cattle biourin fertilizer (B2) and 75 000 lt/ha cattle biourine fertilizer (B3). No significant interaction on all the variables observed between grass differences with biourine fertilization level. The study concluded elephant grass production was higher than those setaria grass. Biourine Fertilization with a dose 75.000 l/ha produced grass production was higher than those 50 000 l/ha, 25,000 l/ ha and without fertilization.
PRODUKTIVITAS PERTANAMAN CAMPURAN RUMPUT UNGGUL DENGAN LEGUM LOKAL PADA LAHAN GALIAN C DI KABUPATEN KARANGASEM Budiasa, I K.M.; I W. Wirawan; I W. Suarna
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 1 (2019): Pastura Vol. 9 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.857 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v09.i01.p12

Abstract

This research to be carried out in the dryland area at Karangasem Regency with the aim of increasing forage productivity quantitavely and in quality and also can be available sustainably. Feed plants are one of the potentials that can be developed on critical land as an effort to increase land productivity so that over land conversion or over exploitation of land that has a negative impact on the enviroment can be minimized. As well as the sand quarry area, which the community mines as wide as posible for reasons of less productive even though the mining doesn’t get permission by the local goverment because it it a protected area and wear absorption. The experiment will use 2 types superior grass, namely Paspalum atratum and Panicum maximum cv Trichogume, and one type of local legume that has been adaptive to the local enviroment, namely Centrocema pubescens. The purpose of research is to get information about Productivity of Paspalum atratum and Panicum maximum Cv Trichoglume Mixed Cropping with Centrocema pubescense, both from the argonomic and nutritional aspect. The experimental design that will be used is block design that consists of 3 groups as replication and 6 treatment, so that there will bw 18 plots (18 research unit). The results of study showed that the growth of grass in the Passpalum atratum monoculturally was better then Panicum maximum grass, as well as the nutrient content. Better growth also occurs in mixed Paspalum maximum grass planting with Centrocema pubescens compare to Panicum atratum with Centrocema pubescens. In the planting of the mixture of both types of grass with legume Centrocema pubescens it was concluded that, the types of grass of Paspalum atratum is more dominant than the Panicum maximum. Keyword: Paspalum atratum, Panicum maximum, Centrocema pubescens, sand quarry, mixed cropping
GROWTH AND PRODUCTION OF WARU (HIBISCUS TILLIACEUS L.) POST-CLONING PLANTED ON DIFFERENT SOIL TEXTURES I W. Wirawan; N. N. Candraasih Kusumawati; N. M. Witariadi; N. L. G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 2 (2020): Pastura Vol. 9 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.571 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v09.i02.p07

Abstract

Sebuah percobaan telah dilaksanakan di Stasiun Penelitian Sesetan Denpasar selama 12 minggu yangbertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi waru (Hibiscus tilliaceus L.) pasca kloning yangditanam pada tekstur tanah berbeda. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri ataslima perlakuan dan enam ulangan sehingga didapatkan 30 unit percobaan. Kelima perlakuan adalah A (lempungberdebudengankadarpasir 43,82%), B(lempung berpasirdengan kadarpasir 63,43%), C(lempungberpasirdengankadarpasir80,36%),D(pasirdengankadarpasir88,22%),danE(pasirdengankadar pasir90,98%).Peubahyang diamati yaitu diameterbatang, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun per pot,tinggitanaman,beratkeringdaun, batang, total hijauan,akar, nisbahberat keringdaun denganbatang dan top root ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05)terhadap diameter batang, tinggi tanaman, berat kering daun, batang, total hijauan, dan berat kering akar.Tetapi berbeda tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah batang, nisbah berat kering daun dengan batang,dan top root ratio. Diameter batang, jumlah cabang, jumlah daun, berat kering daun, total hijauan, akardan top root ratio tertinggi diperoleh pada perlakuan B (tekstur tanah lempung berpasir dengan kadarpasir 63,43%). Hasil tertinggi terhadap luas daun, berat kering batang dan jumlah cabang diperoleh padaperlakuan A (tekstur lempung berdebu dengan kadar pasir 43,82%), namun tidak berbeda nyata (P>0,05)dengan perlakuan B. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tekstur tanah lempung berpasir dengankadar pasir 63,43% (perlakuan B) dapat menghasilkan pertumbuhan dan produksi waru (Hibiscus tilliaceusL.) pasca kloning yang lebih baik daripada perlakuan lainnya.Kata kunci: Hibiscus tilliaceus L., kloning, tekstur tanah
DAYA DUKUNG LAHAN DAN TUMBUHAN PAKAN DALAM PENGEMBANGAN KOMUDITAS UNGGULAN PETERNAKAN DI KABUPATEN GIANYAR W. Suarna; K.M. Budiasa; I W. Wirawan; N.L.G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p12

Abstract

Kabupaten Gianyar di Provinsi Bali memiliki luas 36.800 ha yang terbagi menjadi tujuh kecamatan. Meskipun Kabupaten Gianyar dikenal sebagai kabupaten yang memiliki berbagai jenis kesenian, Gianyar juga menyimpan potensi besar untuk pengembangan tumbuhan pakan mendukung komuditas unggulan peternakan. Komuditas peternakan di Provinsi Bali yang tercakup dalam 40 komuditas unggulan nasional adalah sapi daging, kambing, babi, ayam kampung, dan ayam ras. Analisis LQ telah dilakuan terhadap berbagai komuditas ternak yang ada di Kabupaten Gianyar (data Tahun 2013). Jika dicermati share kecamatan terhadap kabupaten dari berbagai komuditas ternak yang ada di Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa kabupaten Gianyar memiliki keunggulan komparatif yang cukup tinggi dilihat dari sub sektor peternakan. Sapi bali sangat cocok dikembangkan di kecamatan Payangan dan di Kecamatan Tegalalang. Lokus pengembangan ternak tersebut merupakann calon wilayah sentra produksi untuk komuditas ternak sapi di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut juga terkait dengan potensi ketersediaan pakan hijauan dimana kecamatan Tegalalang dan Payangan memiliki potensi besar untuk pengembangan hijauan.
GROWTH AND YIELD OF ELEUSINE INDICA (L) GAERTN. GRASS FERTILIZED WITH DIFFERENT TYPES AND DOSAGE OF BIOURINE I Kadek Suradnyana; Ni Made Witariadi; I Wayan Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 10 No 2 (2021): Pastura Vol. 10 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v10.i02.p12

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan dan hasil hijauan rumput Eleusine indica (L) gaertn.)yang diberi pupuk biourin dengan jenis dan dosis berbeda, serta mengetahui interaksi antara jenis dan dosis biourin terhadap pertumbuhan dan hasil rumput E. Indica (L) gaertn.). Penelitian dilakukan di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana dan berlangsung selama 8 minggu. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama, jenis biourin: biourin sapi (S) dan kambing (K) dan faktor kedua dosis biourin: 0 l ha-1(D0), 2.500 l ha-1 (D2), 7.500 l ha-1 (D3) 10.000 l ha-1 (D4). Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi pada semua variabel pengamatan. Perbedaan jenis dan dosis pupuk biourin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil rumput E. indica (L) gaertn.) kecuali pada variabel berat kering akar diperoleh tertinggi pada dosis 5.000 l ha-1. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk biourin dengan jenis dan dosis berbeda tidak dapat memberikan pertumbuhan dan hasil hijauan E. indica (L) gaertn.) yang berbeda. Kata kunci: biourin, dosis, hasil, Eleusin indica, pertumbuhan
SUBSTITUSI GAMAL (Gliricidia sepium) DENGAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) PADA RANSUM TERHADAP KECERNAAN IN-VITRO A. A. Ayu Sri Trisnadewi; I G. L. O. Cakra; I W. Wirawan; I Made Mudita; N. L. G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.912 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian gamal dengan kaliandra (Calliandra calothyrsus) pada ransum terhadap degradasi rumen secara in-vitro. Penelitian mengunakan rancangan acaklengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Adapun kelima perlakuan tersebut adalah: perlakuan A (ransum basal + 20% gamal), B (ransum basal + 15% gamal + 5% kaliandra), C (ransum basal + 10% gamal + 10% kaliandra ), D (ransum basal + 5% gamal + 15 % kaliandra ), dan E (ransum basal + 20% kaliandra ). Peubah yang diamati adalah: degradasi ransumdalam cairan rumen in-vitro (kecernaan bahan kering [KCBK], kecernaan bahan organik [KCBK]), degradasi ransum dalam pepsin in-vitro (KCBK, KCBO), kadar ammonia, kadar VFA (Vollatyl Fatty Acid) dan pH cairanrumen in-vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian daun gamal dengan daun kaliandra sampai tingkat 20% dalam ransum, dapat menurunkan kecernaan bahan kering dan organik dalam rumen, tetapisebaliknya meningkatkan kecernaan bahan kering dan organik dalam pepsin in-vitro. Disamping itu dapat menurunkan kadar N-NH3 dan VFA, tetapi meningkatkan pH cairan rumen in-vitro. Dapat disimpulkan bahwa tanin kaliandra dapat dipakai sebagai agen proteksi dari degradasi mikroorganisme rumen in-vitro di dalam ransum, dan penggunaan kaliandra sampai 20% dalam ransum sebagai protek protein ransum dapatmenghasilkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pepsin in-vitro tertinggi.
PRODUKTIVITAS RUMPUT Panicum maximum CV. GREEN PANIC PADA BERBAGAI TARAF PEMUPUKAN KOTORAN SAPI DALAM KONDISI TERNAUNG DAN TANPA NAUNGAN I Wayan Wirawan; I Wayan Suarna; Ni Nyoman Suryani; Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi; Ni Luh Gede Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 2 (2016): Pastura Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.66 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v05.i02.p12

Abstract

The research was carried out to study the effect of cattle manure fertilizer on produktivity of Panicum maximun Cv. Green Panic under shade and without shade conditions. The research used a block randomized design with split plot treatment arrangement and 3 replications. The main plot was shade and withaout shade and the sub plots were 4 level of cattle manure fertilizer (0, 10, 20, dan 30 t ha-1). The parameter of this research is grass height, number of leave, number of tillers, diameter of steam, dry wight of roots, forage and inflorescense production. The results of research showed that not interaction between shade and level cattle manure fertilizer on productivity Panicum maximun Cv. Green Panic. The use of shade 70 % decreasing of forage productions, number of tiller, diameter of steam, dry weight of roots and inflorescense production panicum grass (P<0,05). Increasing the use of cattle manur fertilizer increased of all parameter but not significantly.Key words: shade, cattle manur fertilizer, forage production, and Panicum maximum.
GROWTH AND YIELD OF PENNISETUM PURPUREUM CV. MOTT THAT GIVEN SOME TYPES AND DOSAGE OF MANURE Leni Noralita; N. M. Witariadi; I W. Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 10 No 1 (2020): Pastura Vol 10 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v10.i01.p08

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureumcv. Mott) yang diberi beberapa jenis dan dosis pupuk kandang, serta untuk mengetahui interaksi antara jenisdan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv.Mott). Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, UniversitasUdayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa. Penelitian berlangsung selama 8 minggu, menggunakanrancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama terdiri atas jenis pupuk yaitu: Pupuk kandangsapi (S), Pupuk kandang ayam (A), pupuk kandang sapi dan ayam (SA), faktor kedua terdiri atas dosis pupukyaitu: 0 ton/ha (D0), 10 ton/ha (D10), 20 ton/ha (D20), 30 ton/ha (D30) dan setiap perlakuan diulangsebanyak tiga kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan,variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadiinteraksi antara jenis dan dosis pupuk kandang terhadap variabel jumlah anakan. Perlakuan jenis pupukkotoran ayam berpengaruh nyata pada variabel jumlah daun, jumlah anakan, lingkar rumpun, berat keringbatang,dan berat kering total hijauan, sedangkan perlakuan dosis 20 ton/ha memberikan pengaruh nyata padatinggi tanaman, jumlah daun,jumlah anakan, lingkar rumpun, berat kering daun berat kering total hijauan,nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar, dan luas daun. Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara jenis dan dosis pupuk kandang terhadap variabel jumlahanakan, dan perlakuan jenis pupuk kotoran ayam dan dosis 20 ton/ha memberikan respon terbaik padapertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott).Kata kunci: pertumbuhaan, hasil, rumput gajah kate, jenis, dosis, pupuk
THE EFFECT OF DECOMPOSITION TIME AND DOSAGES OF CATTLE MANURE FERTILIZERS ON THE GROWTH AND YIELD OF Asystasia gangetica (L.) subsp. MICRANTHA I Gede Angga Bayu Pratama; M. Anuraga Putra Duarsa; I Wayan Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dekomposisi, dosis pupuk terbaik dan interaksi antara waktu dekomposisi dengan dosis pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil hijauan Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun PenelitianSesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa Denpasar. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah waktu dekomposisi yaitu 4 minggu (W4), 2 minggu (W2), tanpa dekomposisi (W0)dan faktor kedua adalah pemberian pupuk kotoran sapi dengan dosis 0 ton ha -1 (D0), 10 ton ha-1 (D10), 20 ton ha D20), 30 ton ha-1 (D30). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis pada variabel nisbah berat kering daun dengan berat kering batang tetapi tidak menunjukkan adanya interaksi pada variabel lainnya. Waktu dekomposisi 4 dan 2 minggu nyata memberikan respon lebih baik dibandingkan tanpa dekomposisi. Peningkatan dosis pupuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil hijauan Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dengan dosis pupuk terhadap variabel nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, dan perlakuan dekomposisi 4 minggu (W4) dan dosis 30 ton ha-1 memberikan respon terbaik pada pertumbuhan dan hasil hijauan Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Kata kunci: Asystasia gangetica, dekomposisi, kotoran sapi, pertumbuhan, hasil