Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH KRIM EKSTRAK KULIT BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus costaricencis) MENURUNKAN KADAR SEBUM PADA KULIT YANG TERPAPAR SINAR ULTRAVIOLET-B Eugenia Meidy; I G Kamasan Nyoman Arijana; Ni Made Linawati; I Wayan Sugiritama
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i2.P16

Abstract

ABSTRAK Kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricencis) telah diteliti dan memiliki banyak manfaat. Beberapa kandungan yang terdapat di dalamnya adalah senyawa golongan flavonoid, vitamin C, dan lainnya. Komponen tersebut telah banyak diuji dan dikatakan memiliki manfaat untuk menurunkan peroksidasi lipid. Dalam era ini, paparan sinar UV telah menginduksi macam hal negatif termasuk photo-aging melalui proses meningkatnya peroksidasi lipid. Untuk itu, tujuan penelitian ialah mengetahui apa efek dari ekstrak kulit buah naga Hylocereus costaricencis terhadap sebum pada kulit yang terpapar sinar UVB. Alat dan bahan yang diperlukan meliputi subjek penelitian yaitu 30 ekor tikus Wistar dan bahan dasar pembuatan krim serta ekstrak kulit buah naga itu sendiri. Metode penelitian menggunakan random sampling dengan menguji nilai pre-test dan post-test. Pemberian krim dilakukan menggunakan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% terhadap lima grup yang dua diantaranya adalah grup control dan placebo. Hasil yang didapatkan adalah bahwa kadar sebum sebelum dan sesudah tes dalam tiap kelompok memiliki perbedaan signifikan dengan menurunkan kadar sebum. Akan tetapi, komparasi antar grup post-test tidak signifikan. Kesimpulannya adalah efek krim ekstrak kulit buah naga ini tidak memberikan efek proteksi terhadap sinar UVB Kata kunci: UVB, ekstrak kulit buah naga, sebum, flavonoid, photo-aging.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) TERHADAP VIABILITAS SEL LIMFOSIT PADA KULTUR PBMC YANG DIPAPAR H2O2 3% Ni Wayan Devi Yulianti; I Gusti Kamasan Nyoman Arijana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.651 KB)

Abstract

Sistem kekebalan tubuh mempunyai peranan yang sangat vital bagi kesehatan. Sistem imun diperlukan untuk melindungi tubuh terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai bahan dalam lingkungan, salah satunya radikal bebas. Antioksidan dapat meredam reaktivitas dari radikal bebas. Mahkota dewa khususnya daging buahnya mengandung antioksidan, yakni flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daging buah Mahkota Dewa terhadap viabilitas sel limfosit pada kultur PBMC yang dipapar H2O2 3%. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental murni dengan pola Post Test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah sel limfosit pada kultur PBMC sebanyak 816 x102 sel/ml. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak etanol daging buah Mahkota Dewa, variabel terikat adalah viabilitas sel limfosit. Data dianalisis dengan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Pada konsentrasi 0,00000196 gr/ml (P4) setelah pengamatan selama 30 menit, didapatkan nilai viabilitas tertinggi sebesar 92,58 %. Uji One Way ANOVA memperoleh hasil nilai p 0,001 (p <0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada viabilitas sel limfosit antara kelompok yang diteliti. Pada analisis Post Hoc diperoleh hasil terdapat perbedaan yang paling signifikan secara statistik pada kelompok P1 dan P4 (p=0,001). Ekstrak etanol daging buah Mahkota Dewa efektif dalam meningkatkan viabilitas sel limfosit dibandingkan dengan kontrol positif. Konsentrasi 0,00000196 gr/ml merupakan konsentrasi yang paling efektif. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang sama banyak pada setiap perlakuan serta konsentrasi yang lebih bervariasi.
VALIDASI TEKNIK NOVEL TRIPLEX ALLELE SPESIFIC PCR UNTUK MENDETEKSI POLIMORFISME -1082 G>A GEN IL-10 DAN -308 G>A GEN TNF? I G K Nyoman Arijana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.196 KB)

Abstract

Penyakit Dengue merupakan penyakit endemis di daerah tropis dan subtropis, dimana terdapat tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi. Hal ini menyebabkan wisatawan yang berkunjung rentan terkena infeksi. Setiap tahunnya terjadi infeksi virus Dengue sebanyak 50 juta dengan Dengue Hemorraghic Fever (DHF) sebanyak 500 ribu kasus dan jumlah kematian sebanyak 22.000 terutama pada anak-anak.Infeksi virus Dengue mengakibatkan gejala yang berspektrum dan dipengaruhi oleh umur, genetik host dan status viremia. Patogenesis terjadinya DHF belum diketahui sepenuhnya, namun beberapa studi mendukung peran sitokin dimana sitokin memperantai terjadinya kebocoran plasma. Sitokin yang mengalami perubahan ekspresi pada DHF utamanya adalah IL10 dan TNF?. Beberapa studi menunjukkan adanya variasi (polimorfisme) dalam region promoter mempengaruhi ekspresi. Namun penelitian-penelitian tersebut masih menggunakan teknik mendeteksi polimorfisme seperti PCR-RFLP dimana dapat dikatakan menghabiskan waktu dan biaya. Hal dapat dihitung dari banyaknya produk PCR yang diperlukan untuk proses restriksi serta perlunya reagen enzim restriksi itu tersebut. Oleh karenanya dipandang perlu dikembangkan teknik yang dapat mendeteksi varian tersebut dengan menggunakan PCR konvensional yang lebih terjangkau oleh negara berkembang. Teknik yang tepat untuk dikembangkan adalah duplex allele spesific PCR karena dapat menghindari kesalahan post-PCR yang dapat terjadi pada PCR-RFLP. Selain itu pada duplex allele spesific PCR sudah terdapat kontrol internal untuk menghindari adanya kesalahan internal saat proses amplifikasi. Teknik ini bersifat murah, cepat dan dapat diaplikasikan pada tempat dengan fasilitas terbatas.Design penelitian adalah uji diagnostik. Darah vena dari 16 anak dengan DHF dikumpulkan secara konsekutif, dilakukan isolasi DNA dan disekuensing sebagai baku standar. Kemudian dikembangkan design primer secara trial and error untuk menghasilkan duplex allele spesific PCR. Selanjutnya dilakukan analisis untuk melihat sensitivitas dan spesifisitas teknik novel duplex allele spesific PCR untuk mendeteksi polimorfisme -1082 G>A gen IL-10 dan -308 G>A gen TNF?.
KRIM EKSTRAK KULIT BUAH NAGA SUPER MERAH (HYLOCEREUS COSTARICENSIS) MENINGKATKAN KELEMBAPAN KULIT TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIPAPAR SINAR ULTRAVIOLET B I Putu Dema Prasetya; I.G. Kamasan Nym. Arijana; Ni Made Linawati; I Wayan Sugiritama; I Made Sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i8.P14

Abstract

ABSTRAK Kulit kering dapat menurunkan kinerja proteksi tubuh terhadap efek radikal bebas dan infeksi. Kerusakan kulit bisa terjadi karena adanya sinar ultraviolet (UV), salah satu dari komponen sinar matahari yang mencapai bumi. Efek dari sinar UV yang memiliki sifat sebagai sumber radikal bebas dapat dicegah dengan antioksidan. Salah satunya yaitu krim ekstrak kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricencis). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian krim ekstrak kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricencis) terhadap kelembapan kulit tikus wistar (Rattus norvegicus) yang dipapar sinar ultraviolet B. Penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 30 ekor tikus wistar jantan yang sudah memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Sampel penelitian dibagi ke dalam 5 (lima) kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 6 ekor tikus wistar jantan, yaitu kelompok kontrol (P0), kelompok plasebo (P1), kelompok krim ekstrak kulit buah naga super merah 5% (P2), 10% (P3), dan 20% (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian ekstrak krim ekstrak kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricencis) 5% dan krim ekstrak kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricencis) 10% terhadap peningkatkan kelembapan kulit tikus wistar (Rattus norvegicus) yang dipapar sinar ultraviolet B. Kata Kunci: Kelembapan Kulit, Kulit Buah Naga Super Merah, Antioksidan, Sinar Ultraviolet, Tikus Wistar
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH TUNGGAL (ALLIUM SATIVUM L.) TERHADAP VIABILITAS SEL PBMC YANG TERPAPAR HIDROGEN PEROKSIDA SECARA IN VITRO Joshua Ezra Ronaldo Bayak; I. G. K. Nyoman Arijana; I. G. A. Dewi Ratnayanti; I Wayan Sugiritama
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i12.P11

Abstract

ABSTRAK Kematian sel merupakan salah satu akibat dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh reactive oxygen species (ROS). Bawang putih tunggal diketahui memiliki banyak kandungan antioksidan yang berpotensi untuk mencegah kematian sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol bawang putih tunggal dapat mencegah kematian sel PBMC yang disebabkan oleh H2O2 yang merupakan ROS. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan kultur PBMC yang berjumlah 25 sumur dikelompokkan menjadi 5 kelompok, yakni P0 (normal salin), P1 (H2O2 0,3%), P2, P3, dan P4 (H2O2 0,3% dan ekstrak etanol bawang putih tunggal dengan dosis masing-masing 5%, 10%, dan 20%). Sampel kemudian diinkubasi pada suhu 37oC CO2 5% selama 1 jam dan kemudian dipanen dan dilakukan perhitungan jumlah sel. Analisis data dilakukan dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan jumlah sel PBMC viabel antara P1 dan P3 sebesar -145.000 (IK95% -170.970,04 – (-119.029,96)), dan antara P1 dan P4 sebesar -20.000 (IK95% -45.970,03 – 5.970,03). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bawang putih tunggal dengan dosis 10% dapat mencegah kematian sel akibat paparan radikal bebas, tetapi dosis 20% menyebabkan efek toksik terhadap PBMC. Kata kunci: viabilitas sel, ROS, bawang putih tunggal, PBMC
PREVALENSI ANGGOTA SEKAA TERUNA-TERUNI DENGAN KETERGANTUNGAN NIKOTIN DI DESA TEGALLALANG, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR, BALI Ni Made Yuli Lestari; I Gusti Kamasan Nyoman Arijana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i12.P16

Abstract

ABSTRAK Survei yang diadakan oleh WHO di seluruh dunia pada tahun 2012 menunjukan bahwa Indonesia menempati peringkat tertinggi untuk kategori prevalensi merokok pada laki-laki usia di atas 15 tahun dengan persentase sebesar 71,8%.1 Minimnya data mengenai prevalensi merokok di setiap provinsinya, membuat penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui prevalensi merokok wilayah di Bali khususnya anggota Sekaa Teruna-Teruni Putra Wijaya Kusuma, Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif yang menggunakan rancangan cross-sectional yang dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 23 Oktober 2016. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Prosedur yang dilaksanakan adalah pembagian dan pengisian kuisioner fagerstrom test for nicotine dependence (FTND). Jumlah seluruh sampel adalah sebanyak 39, termasuk ketergantungan sangat rendah terhadap nikotin sebanyak 35,90%, termasuk ketergantungan sangat tinggi terhadap nikotin sebanyak 23,10%, termasuk ketergantungan tinggi terhadap nikotin sebanyak 15,90%, termasuk ketergantungan rendah terhadap nikotin sebanyak 15,40%, dan termasuk ketergantungan sedang terhadap nikotin sebanyak 7,70%. Kata kunci: Merokok, Tingkat Ketergantungan Nikotin, Kuisioner FTND
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (EUGENIA POLYANTHA) TERHADAP VIABILITAS SEL LIMFOSIT PADA KULTUR PBMC YANG DIPAPAR H2O2 3% Agus Dody Pranata Suadi Putra; I Gusti Kamasan Nyoman Arijana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.963 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan kerusakan lingkungan dan perubahan gaya hidup pada manusia. Gaya hidup yang serba instan dan stres yang dialami manusia berpotensi mendapat paparan radikal bebas. Radial bebas dapat diredam dengan antioksidan. Salam merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan, yakni flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha) terhadap viabilitas Sel Limfosit pada kultur PBMC yang dipapar H2O2 3%. Penelitian ini adalah eksperimental murni dengan pola Post Test Only Control Group Design pada sampel darah vena secara in vitro. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sel limfosit pada kultur PBMC sebanyak 808 x 102 sel/ml. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha). Variabel terikat pada penelitian ini adalah sel limfosit. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Setelah pengujian selama 30 menit, didapatkan nilai viabilitas tertinggi pada kelompok perlakuan P4 sebesar 86,07%. Pada uji One-Way ANOVA diperoleh hasil nilai p = 0,001 (p <0,05) yang artinya terdapat perbedaan signifikan secara statistik terhadap viabilitas sel limfosit pada perlakuan. Hasil uji Post Hoc didapatkan adanya perbedaan viabilitas sel limfosit yang bermakna secara statistik pada perlakuan P0 dengan P4, P1 dengan P3, dan P1 dengan P4. Ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha) efektif dalam meningkatkan viabilitas jumlah sel limfosit dibandingkan dengan kontrol positif. Konsentrasi 0,0000054 gram/ml merupakan konsentrasi yang paling efektif. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang sama banyak dan konsentrasi yang lebih bervariasi.
KRIM EKSTRAK KULIT BUAH NAGA SUPER MERAH (HYLOCEREUS COSTARICENSIS) MENINGKATKAN KELEMBAPAN KULIT TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIPAPAR SINAR ULTRAVIOLET B I Putu Dema Prasetya; I.G. Kamasan Nym. Arijana; Ni Made Linawati; I Wayan Sugiritama; I Made Sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i11.P08

Abstract

ABSTRAK Kulit kering dapat menurunkan kinerja proteksi tubuh terhadap efek radikal bebas dan infeksi.Kerusakan kulit bisa terjadi karena adanya sinar ultraviolet (UV), salah satu dari komponen sinarmatahari yang mencapai bumi. Efek dari sinar UV yang memiliki sifat sebagai sumber radikal bebasdapat dicegah dengan antioksidan. Salah satunya yaitu krim ekstrak kulit buah naga super merah(Hylocereus costaricencis). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian krim ekstrakkulit buah naga super merah (Hylocereus costaricencis) terhadap kelembapan kulit tikus wistar (Rattusnorvegicus) yang dipapar sinar ultraviolet B. Penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 30 ekortikus wistar jantan yang sudah memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Sampel penelitian dibagi kedalam 5 (lima) kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 6 ekor tikus wistar jantan, yaitu kelompokkontrol (P0), kelompok plasebo (P1), kelompok krim ekstrak kulit buah naga super merah 5% (P2),10% (P3), dan 20% (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian ekstrakkrim ekstrak kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricencis) 5% dan krim ekstrak kulit buahnaga super merah (Hylocereus costaricencis) 10% terhadap peningkatkan kelembapan kulit tikus wistar(Rattus norvegicus) yang dipapar sinar ultraviolet B. Kata Kunci: Kelembapan Kulit, Kulit Buah Naga Super Merah, Antioksidan, Sinar Ultraviolet, TikusWistar
Ethanol Extract of Spondias pinnata Leaves Reduce Parasite Number and Increase Macrophage Phagocytosis Capacity of Mice Infected by Plasmodium berghei Dewa Ayu Agus Sri Laksemi; I Gusti Kamasan Arijana; I Made Sudarmaja; Ni Luh Ariwati; Ketut Tunas; Putu Ayu Asri Damayanti; Ni Luh Putu Eka Diarthini; I Kadek Swastika; Ida Ayu Dewi Wiryantini
The Indonesian Biomedical Journal Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v13i1.1286

Abstract

BACKGROUND: Currently, there is no vaccine against malaria in humans, the development of resistance to anti-malarial drugs, causing the need to find new alternatives to overcome malaria infections. This study aimed to determine effect of Spondias pinnata in increasing cellular immunity, especially phagocytosis activity of peritoneal macrophages against Plasmodium berghei infection.METHODS: This was an experimental study with two stages of research, each stage requires 36 Balb/c mice, aged 2 months and weight 20-25 grams. After one week of acclimatization, the mice were put into 6 different groups, each group consisted of 6 mice. The negative control was a group of mice given distilled water for 14 days then infected by P. berghei in the 15th day. Meanwhile, T1, T2, T3, T4 and T5 groups were given S. pinnata leaves ethanol extract with dose of 25, 50, 100, 200 and 400 mg/kg body weight (BW)/day, respectively, and then infected by P. berghei in the 15th day.RESULTS: The results showed that the lowest parasitemia and the highest capacity of macrophage to phagocytose latex was found in treatment group T3 that received 50 mg/kg BW of S. pinnata leaves ethanol extract. Based on analysis of the Pearson correlation test, there was a significant correlation between percent phagocytosis and parasitemia (p<0.05).CONCLUSION: Ethanol extract of S. pinnata leaves lower the parasite number of P. berghei in Balb/c mice and increase the capacity of macrophage to phagocytose latex. However, the mechanisms of how S. pinnata leaves extract in activating phagocytosis capacity and reducing parasitemia still need further investigation.KEYWORDS: phagocytosis, Plasmodium berghei, parasite number, Spondias pinnata
Effect of single clove garlic on clinical symptoms of photoaging in wistar rats exposed with UV-B Nyoman Pratiwi Hapsari Dewi; I Gusti Ayu Dewi Ratnayanti; I Gusti Kamasan Nyoman Arijana; Ni Made Linawati
Bali Anatomy Journal Vol 2 No 2 (2019): Bali Anatomy Journal (BAJ)
Publisher : Department of Anatomy, Medical Faculty, Universitas Udayana, Bali-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.082 KB) | DOI: 10.36675/baj.v2i2.28

Abstract

Background: Photoaging is a premature aging that occurs on skin due to the ultraviolet light exposure that causes the emergence of clinical symptoms, one of which is wrinkle. One kind of material that can prevent photoaging is antioxidant. A single clove garlic has the highest antioxidant activity compared to the other materials. Aim: This research aimed at investigating the effectivity of single clove garlic in inhibiting the clinical symptom of photoaging. Method: This research was an experimental research, utilizing pre-post-test control group design. The used sample were 30 male wistar rats which were divided into 6 experimental groups. All groups were exposed to UV-B light with the amount of 840 mJ/cm2. Control group (P1) was only exposed to UV-B while the other groups were treated with placebo cream (P2), sunblock (P3), 5% garlic cream (P4), 10% garlic cream (P5) and 20% garlic cream (P6) respectively. The clinical symptom in the form of wrinkle was observed by using dermascope and the observations were categorized based on Glogau Scale. The statistical analysis utilized Wilcoxon and Kruskal Wallis test which was followed by Mann Whitney test. Result: The result of the research showed that there was significant difference on the apparent wrinkle on P1 group and P3, P5 and P6. Meanwhile the comparison between P1, P2 and P4 was not significant. Conclusion: The single clove garlic extract can prevent photoaging and has the similar protective effect for the skin as of sunblock.
Co-Authors Achmad Chusnu Romdhoni ADNYANA PUTRA, I GEDE AGUS DIVA Agus Dody Pranata Suadi Putra Anak Agung Ngurah Subawa Apolonia Berenika Badu Ayu Gita Bhagawanti Ayu Saka Laksmita W D.A.A.S. Laksmi Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Risky Vidika Apriyanthi Dewa Ayu Agus Sri Laksmi Dinesh Tanabbal ELVINA VERONICA Eugenia Meidy Fedik Abdul Ratam Gayathiri Mohana Krishnan Gede Wirata Hamsu Kadriyan Henky Henky I Dewa Ayu Eka Widiari Putri I Dewa Ayu Inten Primayanti I Dewa Made Agus Paramarta Putra I Gde Raka Widiana I Gusti Ayu Dewi Ratnayanthi I Gusti Ayu Dewi Ratnayanti I Gusti Kamasan I Gusti Ngurah Mayun I Gusti Nyoman Sri Wiryawan I Kadek Swastika I Ketut Tunas I Made Adi Satria Darma I Made Agus Endra Permana I Made Jawi I Made Sudarmaja I Nyoman Hariyasa Sanjaya I Nyoman Wande I Nyoman Wiryawan I Putu Dema Prasetya I Wayan Gede Artawan Eka Putra I Wayan Putu Sutirta Yasa I Wayan Sugiritama I Wayan Sugiritama I. G. A. D. Ratnayanthi I.G.N.S. Wiryawan I.N. Wande I.W. Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryantini Ida Ayu Ika Wahyuniari Intan Syahirah Bt Abdul Rauap JOHAN AXEL PARIURY Joshua Ezra Ronaldo Bayak JUAN PAUL CHRISTIAN HERMAN Juven Luvianto Komang Jegek Triangga Apsari Made Satria Yudha Dewangga Mahen Isaac Pannir Chelvam N. M. Linawati N.M. Linawati Ni Ketut Susilawati Ni Luh Ariwati Ni Luh Putu Eka Diarthini Ni Made Linawati Ni Made Mertaniasih Ni Made Yuli Lestari Ni Nyoman Mas Utari Rena Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Candra Paramita Ni Putu Sriwidyani Ni Putu Widayanti Ni Wayan Devi Yulianti Nyoman Intan Cahaya Pertiwi Nyoman Pratiwi Hapsari Dewi P.P.A.P. Dewi Putu Ayu Asri Damayanti Raymond Elbert Budianto Ruthirar Kalaichelvam Sri Maliawan Tarvin Jit Singh Gill TIFFANY REBECCA Tjokorda Gde Agung Suwardewa Wayan Aryadana Wayan Aryadana Wayan Suardana Yogarani V.C Rajappan