p-Index From 2021 - 2026
10.112
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Kinesik Journal Communication Spectrum: Capturing New Perspectives in Communication Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Jurnal Ilmu Komunikasi Channel : Jurnal Komunikasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat The Indonesian Journal of Communication Studies Komunikator WARTA Jurnal The Messenger Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi ETTISAL Journal of Communication Jurnal Studi Komunikasi Nyimak: Journal of Communication Jurnal ASPIKOM BERDIKARI : Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Persepsi : Communication Journal urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Al-I´lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Profetik DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Riset Komunikasi Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Source: Jurnal Ilmu Komunikasi Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Community Empowerment COMMICAST Jurnal Pewarta Indonesia Jurnal Dakwah dan Komunikasi Nusantara Hasana Journal Al-Ittishol : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Undergraduate Conference Proceeding Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Sepakbola Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi Global Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Jurnal Media Penyiaran Analogi Jurnal Audiens Komsospol Jurnal Bincang Komunikasi Proceedings of Jogjakarta Communication Conference (JCC)
Claim Missing Document
Check
Articles

Disaster Mitigation Information in Football Matches: Fans Perspective Fajar Junaedi; Filosa Gita Sukmono
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 2, No 02 (2019)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.25008/wartaiski.v2i02.37

Abstract

The study focuses on problems of disaster mitigation information in football matches and the implications to audiences’ safety. The study uses study case method. The data collection is performed using in-depth interview, observation, and literature review; and the informant selection applies purposive sampling or criterion-based selection. Informants picked are fans of PSIM Yogyakarta, Persiba Bantul, and Persebaya Surabaya who experienced disasters in the stadiums. The study demonstrates, based on fans experiences, that various factors are responsible for outbreaks in football matches, namely the absence of information on disaster mitigation, the unprofessionalism of the organizers and securities in managing possible disasters, the insufficiency of the stadium architecture to deal with disasters, and the inadequacy of medical facilities in emergencies. The way forwards which are proposed is that, firstly, stadium construction should be designed by heeding disaster mitigation consideration for the sake of individuals’ well-being in the stadium. Moreover, the organizers, including the securities, should be more professional in running the matches. Finally, appropriate facilities for preventing disasters should be provided.
PERSEBAYA DAN BONEK DALAM KONGLOMERASI JAWA POS Fajar Junaedi; Heru Nugroho; Sugeng Bayu Wahyono
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.317 KB) | DOI: 10.12928/channel.v6i1.10209

Abstract

IntisariPada awal dekade 1980-an, Jawa Pos adalah sebuah koran yang hampir bangkrut setelah mengalami krisis sejak satu dekade sebelumnya. Pada akhir 1970-an, oplah Jawa Pos mengalami kemerosotan tajam, dan titik nadir Jawa Pos terjadi ketika di tahun 1982, oplahnya tinggal 6.800 perhari. Pemilik Jawa Pos, The Chung Sen memutuskan menjual Jawa Pos kepada kelompok bisnis media Tempo Grafiti. Kelompok bisnis media ini menunjuk Dahlan Iskan sebagai nahkoda baru Jawa Pos. Jawa Pos di bawah kendali Dahlan Iskan mengembangkan jurnalisme olahraga, sebuah praktek jurnalisme yang sering disebut sebagai jurnalisme mainan karena sifatnya yang tidak serius, dengan mengangkat secara massif pemberitaan tentang Persebaya dan Bonek. Persebaya adalah klub sepakbola dari kota Surabaya dan Bonek adalah fans Persebaya. Awalnya, Jawa Pos memanfaatkan Persebaya untuk menaikan oplahnya dengan cara mengalokasikan pemberitaan yang berlimpah tentang klub sepakbola ini, dan sekaligus mereproduksi identitas Bonek bagi fansnya. Bersamaan dengan berlimpahnya pemberitaan tentang Persebaya dan reproduksi terhadap identitas Bonek, Jawa Pos berkembang menjadi koran terkemuka di kota Surabaya pada akhir dekade 1980-an. Sejak dekade 1990-an, Jawa Pos berkembang menjadi koran nasional dan mengembangkan bisnisnya baik di lini media maupun non media. Jawa Pos berkembang menjadi konglomerasi media dan non media di tingkat nasional dengan keberhasilannya melakukan ekspansi bisnis ke berbagai lini media. Di tengah redupnya bisnis media cetak, terutama akibat laju pertumbuhan media daring, Jawa Pos mengembangkan konglomerasinya dengan mengambil alih kepemilikan Persebaya pada awal tahun 2017.Kata Kunci : Konglomerasi, Jawa Pos, Persebaya, Bonek
Model Manajemen Produksi Film Dokumenter Bulu Mata Karya Tonny Trimarsanto Khalda Ahmad Muafa; Fajar Junaedi
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.14428

Abstract

This research discusses about production management of a documentary film Bulu Mata which was produced in collaboration between an organization called Suara Kita and Rumah Dokumenter to raised the issues of transgender. This research aim to find out how the production management model used in the pre-production, production, and post-production during the filmmaking process. This research used a positivistic approach with case study method. The research data obtained from in-depth interview, documentation, and literature. The result showed in the pre-production step are planning ideas, research, storytelling approach, and production design. Then in the production step, the production crew prepared tool, briefing with film subjects, and ready to takes the audio visual. And the finally, the post-production step are editing, discussion, preview, and correction until the film was finished. So, the conclusion of this research want to know the production management model used during the filmmaking process.
Resepsi Audiens Terhadap Transgender dalam Film Dokumenter Bulu Mata Kevi Restu Pradhita; Fajar Junaedi
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v7i2.13167

Abstract

Film is one of the mass communication media that is e ective in disseminating information that aims to convey messages to the public. One documentary lm entitled Bulu Mata tells how transgender life is in a region that ill upholds Islamic law. Transgender is a person who has a gender identity that is di erent from his original gender. In Indonesia, transgender is ill a taboo thing in society and is considered a negative behavior. This study aims to nd out how the audience’s reception of transgender in a documentary entitled Bulu Mata. The theory used in this research is the theory of audience reception from Stuart Hall. This study uses a qualitative descriptive approach method and data collection techniques using in-depth interview method. In this study, it was successful to show audience receptions in interpreting Bulu Mata lms very di erently. Informants with backgrounds who are intere ed in gender issues are in a dominant position, informants with backgrounds that follow Kine’s lm organization are in negotiated positions, and informants who follow Rohis organizations are in oppositional positions.
PENDAMPINGAN PRODUKSI VIDEO PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH KARANGTURI Filosa Gita Sukmono; Fajar Junaedi
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.27223

Abstract

Sekolah Dasar Muhammadiyah Karangturi, Banguntapan, Bantul merupakan amal usaha persyarikatan Muhammadiyah. Di bawah Majelis Dikdasmen Banguntapan Utara, sekolah dasar ini memiliki 12 kelas pararel. Setiap angkatan penerimaan siswa baru, ada dua kelas rombongan belajar yang diterima dengan masing-masing kelas berjumlah di sekitar angka 30 peserta didik. Hal ini menunjukan bahwa SD Muhammadiyah Karangturi diminati oleh orang tua/wali peserta didik untuk menyekolahkan putra-putrinya. Meskipun secara administratif berada di wilayah Kabupaten Bantul, SD Muhammadiyah Karangturi hanya berjarak 800 meter dari Kotagede, Kota Yogyakarta. Selain itu, di sekitar sekolah, dalam radius sampai dengan 3 kilometer berdiri berbagai perumahan, yang berimplikasi pada migrasi penduduk. Letak yang strategis ini, menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi sekolah unggulan dan favorit. Persoalan yang dihadapi oleh SD Muhammadiyah Karangturi untuk menjadi sekolah unggulan dan favorit adalah kurangnya materi pembelajaran berbasis multimedia dan kurangnya peralatan untuk pembelajaran berbasis multimedia. Untuk mengatasi persoalan ini, ada dua program yang akan dilakukan, yaitu workshop metode pembelajaran berbasis multimedia dan produksi media pembelajaran multimedia dalam format video pembelajaran. Setelah metode pelaksanaan dijalankan melalui workshop metode pembelajaran berbasis multimedia di Laboratorium Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan dilakukan produksi media pembelajaran dalam format video sebanyak 24 video yang diunggah di Youtube resmi SD Muhammadiyah Karangturi sebagai bagian dari pembelajaran interaktif di sekolah.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KOMPETENSI ILMIAH DAN KEWIRAUSAHAAN GURU SD MUHAMMADIYAH KARANGTURI MELALUI PENULISAN BUKU Filosa Gita Sukmono; Fajar Junaedi
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.221 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.21771

Abstract

SD Muhammadiyah Karangturi merupakan SD Muhammadiyah yang sedang berkembang. Perkembangan ini ditandai dengan jumlah pelajar yang setiap tahun mencapai dua kelas pararel dan pembangunan fisik gedung sekolah yang sedang dibangun setinggi tiga lantai. Lokasi SD Muhammadiyah Karangturi yang strategis yaitu di samping kantor Kecamatan Banguntapan, Bantul merupakan potensi strategis yang perlu dikelola dengan baik. Sayangnya potensi ini berhadapan dengan persoalan yang terjadi dalam aspek sumber daya manusia. Persoalan yang muncul di SD Muhammadiyah Karangturi adalah rendahnya kemampuan guru dalam penulisan ilmiah. Ini diindikasikan dengan belum adanya publikasi ilmiah yang ditulis oleh guru SD Muhammadiyah Karangturi. Untuk mengatasi persoalan ini, maka metode yang digunakan dalam Program Kemitraan Masyarakat berjudul Pendampingan Peningkatan Kompetensi Ilmiah dan Kewirausahaan Guru SD Muhammadiyah Karangturi melalui Penulisan Buku. Kegiatan dilaksanakan dengan melalui rangkaian pelatihan penulisan ilmiah yang dilanjutkan dengan penulisan buku yang berisi kumpulan karya tulis ilmiah guru SD Muhammadiyah Karangturi. Kesimpulan dari kegiatan ini dengan kemampuan penulisan, guru akan meningkat kompetensi akademiknya sekaligus memiliki kemampuan wirausaha ekonomi kreatif di bidang penulisan. Buku yang dicetak adalah sebanyak 200 eksemplar yang akan dijual secara komersial dengan keseluruhan keuntungan digunakan untuk mitra sebagai modal untuk penerbitan buku selanjutnya. Hal ini merupakan proses penting dari keberlanjutan program ini, dimana mitra membentuk Komunitas Guru Penulis sebagai bagian keberlanjutan program.
INITIATING MULTICULTURAL EDUCATION IN INDONESIAN COMMUNICATION STUDIES Fajar Junaedi; Aswad Iskak
The Indonesian Journal of Communication Studies Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/ijcs.v8i2.2980

Abstract

The issue of multiculturalism into a time bomb that exploded after the 1998 reform. The various conflicts that contains multicultural sentiment as happened in Ambon, Poso and Sambas proof multicultural issues in Indonesia. In relation to communication, multicultural conflict is inseparable from the role of opinion leaders who communicate ideas and ideas on the audience and also how the mass media do multicultural framing the conflict that occurred. An important role of communication in the realm of multicultural issues is the position of higher education is becoming increasingly significant communication sciences. Communication studies in Indonesia is in the face of communication seen stuttering multicultural issues that occur. This bias was also not released from the state of higher education before the reform of science communication is dominated by a paradigm that was developed to emphasize the New Order developmental models. In the New Order era, multicultural issues covered by the government and if the emerging multicultural issues through the repressive military government officials and leading into the solution. This condition is different from the post-reform era, when transparency of information and communication occurs. Multicultural issues can no longer be solved by the approach of state power but should involve civil society. Involving civil society is an open communication opportunities for higher education to contribute in the insertion of multiculturalism in education. This paper attempts to examine how multiculturalism should insertion of communication in higher education in Indonesia, so the higher education of communication is able to produce graduates who are competent communication with multicultural perspective.
Amuk Suporter PSIS dalam Narasi Media Fajar Junaedi
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 11 No. 1 (2014)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.796 KB) | DOI: 10.24002/jik.v11i1.381

Abstract

Abstract: The growth of soccer clubs in the cities and districts in Central Java provokes clashes among supporters, and even between supporters and locals. This article looks at how local daily newspapers, Suara Merdeka and Wawasan, built a narrative reports related to the clash by using Marie Gillespie’s narrative analysis model to see the structures. The analysis shows the narratives put fanatic supporters as citizen’s enemy. Interestingly, the narratives also depict fanatic supporters as “powerless” group who has to be rescued by the army or security forces, whereas in Europe, especially in Italy and the UK, supporters are strictly against themAbstrak: Pertumbuhan klub sepak bola di kota dan kabupaten di Jawa Tengah menyulut bentrokan supporter-suporter dan suporter-warga. Tulisan ini melihat koran Suara Merdeka dan Wawasan membangun narasi pemberitaan mengenai peristiwa tersebut. Metode analisis naratif model Marie Gillespie dipakai untuk melihat rangkaian struktur narasi beritanya. Narasi pemberitaan kedua koran tersebut menempatkan supporter rusuh sebagai musuh warga dan harus diselamatkan polisi dan tentara. Padahal, di Eropa, terutama di Italia dan Inggris, supporter rusuh justru menjadikan aparat keamanan sebagai musuh mereka
Menggagas Jurnalisme Optimis dalam Pemberitaan tentang Bencana Filosa Gita Sukmono; Fajar Junaedi
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.75 KB) | DOI: 10.24002/jik.v15i1.882

Abstract

Para wartawan, mulai dari wartawan yang berada di lapangan sampai dengan redaktur yang berada di ruang redaksi menjadi saksi dan sekaligus korban bencana. Pengalaman menjadi saksi dan korban bencana telah menjadi laboratorium dalam pembentukan gagasan tentang jurnalisme sensitif bencana yang disebut sebagai jurnalisme optimis. Istilah ini menjadi oposisi biner bagi jurnalisme air mata yang selama ini lebih mewarnai media massa di Indonesia dalam pemberitaan bencana. Paper ini membahas secara spesifik tentang jurnalisme optimis yang dimunculkan sejak pra peliputan kebencanaan yang didasarkan pada pengalaman lapangan para wartawan di Yogyakarta.
Relasi Bonek dan Jawa Pos dalam Perspektif Strukturasi Fajar Junaedi; Heru Nugroho; Sugeng Bayu Wahyono
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Pos is a regional newspaper from Surabaya that has successfully expanded its business to the national level as a national media conglomeration since the 1980s by developing sports journalism. Through sports journalism, Jawa Pos provides an affluent portion of news on Persebaya, a football club from Surabaya. Coinciding with an abundance of news section of Persebaya, Jawa Pos from the beginning made Persebaya fans known as Bonek as a newspaper consumer. The relations between Jawa Pos and Bonek is getting stronger when Jawa Pos holds Persebaya shares in 2017. Bonek is not only consumes as a reader of Jawa Pos newspaper, but also a consumer of match tickets and various Persebaya merchandise officially controlled by Jawa Pos. Although Jawa Pos is trying to build a structure that places Bonek as a consumer, the relationship between Jawa Pos and Bonek is not deterministic, but it develops dynamically. On the one hand, Java Post became a structure and Bonek became an agency whose relation was duality. In this relationship, Bonek is not only in a passive position, but also in an active position in their relationship with Jawa Pos. This Bonek and Jawa Pos relationship shows that Indonesian football fans are able to become an agency in the relations with club management.
Co-Authors Abdhilla, Aji Yudha Abdul Kholik, Fikri Aden, Zainul Adhinata, Radi Kusuma Adhitya Prasetyo Aditya, Farrel Afiannur, Restu Rizqy Afifah, Putri Afifah Al-Azhar, Muhammad Fachrul Ikhsan Alif Arya Fernanda Alisya Chantika Salsabila Allanm Nugroho, Mochammad Amalia Asfriyani Aminuyati Anditania Sari Dwi Putri Angelitta, Putri Anggun Pratiwi, Raudha Yulindra Ansar Suherman, Ansar ansyah, Fachri Anugrahni, Sisilia Arifianto, Budi Dwi Aslina Br Ginting Aswad Iskak Aydin Y, Rayhan Aziza, Reyhan Yozaf Azwar, Khairil Bhakti Gusti Walinegoro Brian Taufiqurrahman Budi Dwi Arifianto Budi Dwi Arifianto Burhanudin Al-Ghoni Cahyani, Alifa Laili Cantika, Elvera Tiarra Cindy Silviana Putri Damar, Dendy Dio Danang Prasetyo Deni Hardianto Ditha Aditya Pernikasari Dwi Marzein, Mentari Eka Anisa Sari Eka Anisa Sari Ekawati, Sheilla Ely Nurlaily Erik Bagus Prastyawan Fachriansyah Panji Gustafarin Fadhlan AlHafidz Fadila Prihandini Fadli, Hanif Farchan Jelani Farransahad, Bazlin Fania Fatihi FAUZAN, Muhammad RIZKY Fauzarrahman, Muhammad Fawwaz Fauzia, Gefira Afra Fawwaz, Muhammad Hafizh Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Firmansyah, Riffat Fitri Julaika , Amelia Framanahadi, Framanahadi Furqon Dwi Nur Rohmad, Muhammad Ghifari, Faishal Ghozi Daffa Satria Hagi Julio Salas Hanifah, Azhar Haq, Hatta Luqmanul Hartono, Renata Julianty Hasbudi, Sofia Aziza Hazza, Faishal Heru Nugroho Heru Nugroho Heru Nugroho Heru Nugroho Hidayanto, Rizky icha indriyani Ihsan, Fikri Nur Indriyani, Icha Jenny Najwa Athifah Juan Carlos Sihotang Kevi Restu Pradhita Khairil Azwar Khairiyah, Rizqi Lailatul Khalda Ahmad Muafa Khasanah, Rizka Aprilia Nur Kinasih , Audrey Vania Zahrani Latutik Mukhlisin Listya Kumara, Anindya Maman Kartaman Ajiriyanto Maulana, Alya Raihani Muarif, Nur Affan Muhammad Adnan Firdaus Muhammad Fajrin, Muhammad Muhammad fauzan Muhammad Nurdin Muhammad Rifa'at Adiakarti Farid Muhammad Rifki Ihsan Tamimi Muhammad Shaba Shabira Muhammad, Helmy Muria Endah Sokowati Musa, Ivan Wisnu Nabila Hilma Mujahidah Nada Nadiah Aulia Nadia, Khoirunnisa Anna Nafza, Gisellya Noorrahma Shalihatan Naufal Azzuhdi, Abdurrohman Nisa Adzkiya Norfauzi, Rikza Nugroho, Heru Nugroho, Irawan Aditya Nurcahyadi, Teddy Nurcholis Rokan, Muhammad Nurmaulida, Firda Permana, Ryan Wahyu Adi Prameswari, Cucu Awaliyah Prayogi Restu Adiguno Prihandini, Fadila Putra Tri Anggara, Aditya Qamari, Ika Nurul Qorin Munandiyal, Qorin Munandiyal Haq Rachmadi, Naufal Irsyad Radika Dava Praditya Raflykasari Suci Sugesti Rahmawati, Nely Raihan, Asvi Rama, Taufik Adi Ramadani, Aliya Putri Ramadhani, Maulida Ayu Ramadhani, Reihana Bornov RASYID, ERWIN Ratnasari, Evita Reni Herawati Rivalda, Reza Zulfiqar Rizqi, Aldi Aprilla Nur Rochimah, Tri Hastuti Nur Rurian, Muhammad Arfan Ryedo Misbahul Adha Sakhnaz Rizki Sakir Sakir Salsabila, Alisya Sartika, Amalia Sashi, Adena Sayidina, Grafika Shelsa Aurelia Gunawan Putri Sokowati, Muria Endah Sri Handayani Suci Ria Ardinata Sudiwijaya, Erwan Sugeng Bayu Wahyono Suhermanto, Ganing Ajeng Dwi Febriana Sukmono, Filosa Gita Sukmono, Filosa Gita Supardjo Supardjo Syakira, Aliyah taufiq, Aditya Tri Hastuti Nur R Ulaa, Abyan Daffa W, Satria Wira Wicaksono , Sandra Ramadhani Wulandari, Pingkan Yermanida Hayyatun Nufus Yudha Wirawanda