p-Index From 2021 - 2026
10.112
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Kinesik Journal Communication Spectrum: Capturing New Perspectives in Communication Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Jurnal Ilmu Komunikasi Channel : Jurnal Komunikasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat The Indonesian Journal of Communication Studies Komunikator WARTA Jurnal The Messenger Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi ETTISAL Journal of Communication Jurnal Studi Komunikasi Nyimak: Journal of Communication Jurnal ASPIKOM BERDIKARI : Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Persepsi : Communication Journal urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Al-I´lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Profetik DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Riset Komunikasi Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Source: Jurnal Ilmu Komunikasi Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Community Empowerment COMMICAST Jurnal Pewarta Indonesia Jurnal Dakwah dan Komunikasi Nusantara Hasana Journal Al-Ittishol : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Undergraduate Conference Proceeding Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Sepakbola Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi Global Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Jurnal Media Penyiaran Analogi Jurnal Audiens Komsospol Jurnal Bincang Komunikasi Proceedings of Jogjakarta Communication Conference (JCC)
Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN DAN PENGEMBANGAN LITERASI UNTUK SUPORTER SEPAKBOLA MELALUI JURNALISME SEPAKBOLA Fajar Junaedi; Filosa Gita Sukmono
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 22, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v22i2.8258

Abstract

Football and journalism are two domains that are closely interrelated. Football sports news developed in various media platform, such as printed, electronic and online media. Football supporters, in general, are active audiences who are intensely consuming sports news. In the context of media literacy, the existence of football supporters as an active audience is a potential for the development of media literacy. The media literacy that be developed in this program is media literacy in the process of media production, namely football journalism writing. Football supporters generally come from young people who have the potential to increase their competence in terms of football journalism, but they have lack access for developing their competence. The solution is to provide assistance and development of media literacy through football journalism activities. This service activity involves Indonesian Fandom as a partner. Activities carried out in this community service program are training, workshops and mentoring for writing football journalism. There were twenty-five participants who participated in this activity. The results of the activity in the form of articles, which in general the theme is about local football, edited by partners. Articles that have been edited are then compiled into one text book entitled Merawat Sepakbola Indonesia (Caring for Indonesian Football). The book was successfully printed as many as two hundred copies, and sold through networks owned by partners, and involved workshop participants as resellers. Thus, this program has succeeded in increasing football literacy among supporters, and fostering entrepreneurial networks of supporters through the publishing and distribution of book sales.
Bingkai Berita Kemanusiaan dalam Harian Kompas dan Republika Terhadap Pengungsi Rohingnya (Analisis Framing Pada Berita Kompas dan Republika Edisi 6 – 11 September 2017 Mengenai Pengungsi Rohingnya) Fadila Prihandini; Fajar Junaedi
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 10, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v10i2.6696

Abstract

Konflik berkepanjangan yang terjadi antara militer Myanmar dengan pengungsi Rohingnya kembali terulang. Pada tahun 2017, terjadinya krisis kemanusiaan Rohingnya dipicu oleh serangan kelompok militan Arakan Rohingnya Salvation Army (ARSA) yang menyerang pos penjagaan militer Myanmar pada 25 Agustus 2017. Adanya konflik ini  mengakibatkan warga sipil menjadi korban. Akibatnya, gelombang eksodus pengungsi Rohingnya terus berdatangan dari Rakhine State menuju Banglades. Pemberitaan mengenai krisis kemanusiaan Rohingnya menjadi kontroversi, pihak pemerintah Myanmar menyatakan adanya disinformasi, sementara jumlah pengungsi Rohingnya terus bertambah meninggalkan Myanmar. Ketidakberdayaan pengungsi Rohingnya dikemas secara berbeda oleh dua media, bingkai pemberitaan mengenai krisis kemanusiaan Rohingnya disajikan Kompas sebagai masalah kemanusiaan internasional Kompas banyak menyampaikan kinerja pemerintah dalam membantu menangani krisis kemanusiaan Rohingnya. Berbeda dengan Republika yang melihat permasalahan kemanusiaan Rohingnya sebagai masalah umat Islam. Republika begitu kuat dalam memperjuangkan keselamatan minoritas Muslim Rohingnya, keberpihakan Republika sudah jelas pada sejumlah berita yang ditampilkan. Sedanagkan Kompas terlihat berimbang dengan tidak terlalu memperlihatkan keberpihakannya kepada pengungsi Rohingnya. Namun, di balik itu semua, kedua media dengan latar belakang yang berbeda ini tidak bisa dilepaskan dari kepentingan organisasi. Melalui paradigma konstruksionisme, diketahui bahwa realitas dalam berita tidaklah tunggal melainkan jamak. Selain itu, adanya level organisasi dan level ekstramedia memiliki imbas yang signifikan dalam sebuah organisasi media yang mengikuti selera pasar, berita mengenai kemanusiaan memiliki nilai universal yang menjual.
REPRESENTASI KECANTIKAN PEREMPUAN DALAM IKLAN GARNIER SAKURA WHITE DAN WARDAH WHITE SECRET Ghozi Daffa Satria; Fajar Junaedi
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 14, No. 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v14i1.17753

Abstract

Penelitian berusaha untuk mengetahui representasi kecantikan perempuan dalam iklan Garnier Sakura White dan Wardah White Secret dengan melihat standar kecantikan perempuan Indonesia. Metode penelitian yang dipilih adalah semiotika. Kecantikan perempuan merupakan hal yang menarik untuk diteliti mengenai pandangan seseorang terhadap kecantikan perempuan dan standar kecantikan perempuan menurut masyarakat dan iklan Garnier Sakura White dan Wardah White Secret. Penelitian ini menggunakan teori representasi dan mitos kecantikan. Melalui metode semiotika ditemukan bahwa iklan Garnier Sakura White merepresentasikan kecantikan perempuan yang glowing tanpa make up. Iklan ini menunjukkan bahwa media mengistimewakan kecantikan perempuan barat / blasteran dan menganggapnya sebagai perempuan yang ideal. Sedangkan pada iklan Wardah White Secret merepresentasikan kecantikan perempuan natural. Iklan Wardah White Secret menunjukan representasi inferioritas kulit gelap terhadap kulit putih. Ideologi pascakolonial masih lekat dalam representasi yang dihadirkan dalam iklan Wardah White Secret. Kedua iklan tersebut merepresentasikan kecantikan seorang perempuan yang berubah. Dari kuasa pascakolonialisme yang mengagungkan dunia Barat, bergeser ke dunia Timur. Pergeseran ini tetap saja menempatkan pribumi sebagai pihak yang inferior.
ANALISIS ISI PELANGGARAN ETIKA PARIWARA INDONESIA DALAM IKLAN BARIS DAN IKLAN KOLOM DI SURAT KABAR HARIAN LOMBOK POST PERIODE JUNI – JULI 2019 Khairil Azwar; Fajar Junaedi
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 11, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v12i2.10552

Abstract

Dalam usaha memenuhi kebutuhan manusia yang banyak dan komplek, para pelaku usaha menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh manusia saat ini. Iklan merupakan alat untuk menarik perhatian konsumen. Sayangnya, banyak pelaku usaha dalam memasarkan dan mengiklankan produk dan jasa tidak mengikuti Etika Pariwara Indonesia (EPI), termasuk pada Surat Kabar Harian Lombok Post. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan banyaknya pelanggaran EPI pada iklan baris dan iklan kolom di Surat Kabar Harian (SKH) Lombok Post periode Juni - Juli 2019. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan menggunakan Formula Holsty. Hasil penelitian ini menunjukkan pelanggaran EPI yang ditemukan pada SKH Lombok Post periode Juni - Juli 2019 sebanyak 41% dari keseluruhan sampel sebanyak 73 iklan dan frekuensi pelanggaran sebanyak 30 iklan. Hal ini menunjukan masih tingginya pelanggaran iklan di Lombok Post. Dengan demikian EPI masih belum ditaati SKH Lombok Post.
Pembelaan pada Persebaya dan Glorifikasi Bonek dalam Pemberitaan Jawa Pos tentang Konflik Persebaya dan PSSI Fajar Junaedi; Heru Nugroho; Sugeng Bayu Wahyono
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 10, No. 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v10i1.5941

Abstract

Relasi olahraga dan media telah menjadi isu yang signifikan, meskipun jurnalismeolahraga sering disebut sebagai jurnalisme mainan karena sifatnya yang tidak seriusdibandingkan dengan jurnalisme politik dan ekonomi. Namun demikian, olahragabukan sekadar apa yang terjadi di arena olahraga, namun berkelindan dengan beragamaspek lain, mulai dari ekonomi, politik dan sosial. Konflik yang terjadi antaraPersebaya dan PSSI sepanjang tahun 2009 sampai dengan 2017 membuktikan bahwaolahraga bukan hanya apa yang terjadi di lapangan hijau namun berkelindan denganaspek politik. Oleh Jawa Pos, berita tentang konflik Persebaya dan PSSI tidak lagidikemas dalam jurnalisme mainan, namun ditempatkan di halaman muka yangbiasanya diisi berita politik dan ekonomi. Di sekitar pelaksanaan Kongres PSSI padatahun 2016 dan 2017, Jawa Pos secara massif mengalokasikan halaman korannyauntuk memberitakan tentang Persebaya dan Bonek yang memperjuangkan pengakuankembali Persebaya oleh PSSI. Jawa Pos dalam berbagai pemberitaannya secaraeksplisit membingkai keberpihakan kepada Persebaya dan sekaligus membingkaiBonek sebagai fans yang memiliki loyalitas dan militansi tinggi dalam membelaPersebaya. Bonek dalam pemberitaan Jawa Pos mengenai konflik Persebaya dan PSSIdiglorifikasi sebagai pahlawan yang memperjuangkan Persebaya. Keberpihakan JawaPos pada Persebaya dan Bonek berujung pada pembelian saham PT PersebayaIndonesia oleh PT Jawa Pos Sportindo, sebuah perusahaan yang menjadi bagian darikonglomerasi Jawa Pos.
Jawa Pos Membela Persebaya : Bingkai Pemberitaan Jawa Pos tentang Persebaya dalam Kongres PSSI 2016 Fajar Junaedi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 1, No 2 (2016): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v1i2.720

Abstract

AbstractPersebaya, one of the great teams in the history of Indonesia, experienced a prolonged conflict with the PSSI. Before the PSSI Congress on 10 November 2016, PSSI promised to re-legalized Persebaya membership status in the PSSI, but in fact the promise of PSSI was unfulfilled. Jawa Pos, the largest newspaper of Surabaya -where Persebaya is originated from- allocated the first page and its sport page to proclaim the tackle of Persebaya membership status. In 10 to 12 November 2016 edition, Jawa Pos made the cancellation of Persebaya status as a headline. This study will be assessing for Jawa Pos’ news frame about the issue Persebaya membership in the PSSI on three-day publication mentioned above. By using William A. Gamson’s framing model analysis; the study finds that first, Jawa Pos frames on the PSSI’s promise to recognize Persebaya status in the PSSI Congress. In the second framing, Jawa Pos frames the news that PSSI had broken a promise, even Persebaya is the veracious side. Lastly, Jawa Pos frames the news that Persebaya still exist with proof Persebaya can perform the friendly match and supported by fourteen voter in the PSSI Congress. Thus, Persebaya should have the right to appear back in the official competition and be recognized once again as members of the PSSI.
DIGITALISASI BISNIS KELOMPOK UMKM DI DESA PONCOSARI, BANTUL, YOGYAKARTA, INDONESIA Ika Nurul Qamari; Reni Herawati; Sri Handayani; Fajar Junaedi; L. Jatmiko Jati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.818 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.211

Abstract

Desa Poncosari terletak di wilayah Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Poncosari, khususnya Dusun Jragan II, cukup bervariasi jenis usahanya. Ada enam jenis UMKM di Dusun Jragan II, yakni industri makanan ringan (kue adrem, peyek belut dan krupuk bawang), angkringan, mie lethek, dan industri nata de coco. Pengabdian masyarakat ini semula akan membentuk koperasi, tetapi karena pandemic Covid-19, ada perubahan program pengabdian menjadi program peningkatan daya jual UMKM dengan mengadakan pelatihan digitalisasi bisnis yang bertujuan untuk mengenalkan manajemen dan teknik berbisnis di era digital. Ini dilakukan agar UMKM Desa Poncosari bisa berkembang. Metode yang digunakan adalah mengadakan pelatihan yang diikuti oleh seluruh UMKM Pedukuhan Jragan II, Desa Poncosari. Pelatihan digitalisasi bisnis UMKM dilaksanakan di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan narasumber yang ahli dalam strategi digital bisnis. Narasumber memberikan materi pelatihan tentang cara penggiat UMKM agar dapat meningkatkan omset penjualan, jaringan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, dan WhatsApp. Dalam pelatihan dilakukan pre-test dan post-test yang harus diisi oleh seluruh peserta. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan tentang digitalisasi bisnis sebelum dan setelah mengikuti pelatihan digitalisasi bisnis. Hasil survey yang dilakukan tim pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang bisnis digital dan ada satu peserta belum menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang bisnis digital. Pelaku bisnis di era digital dengan segala perubahan konsumennya harus mampu beradaptasi mengikuti perubahan cara berbisnis yang mengarah ke digitalisasi. Adanya peningkatan pengetahuan tentang manajemen bisnis dan bisnis digital dari peserta Pelatihan Digitalisasi Bisnis menjadi modal dasar bagi pelaku UMKM Dusun Jragan II untuk mengembangkan bisnisnya ke arah bisnis digital.
Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Gerakan Shodaqoh Sampah Dengan Integrated Social Marketing Communication Filosa Gita Sukmono; Fajar Junaedi; Budi Dwi Arifianto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.867 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.415

Abstract

Gerakan Shadoqoh Sampah (GSS) berlokasi di dusun Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Melaluigerakan ini masyarakat memulai gerakan pengelolaan sampah sejak dari hulu. Gerakan ini mengajakmasyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah secara kolektif melalui sistem sedekah, yangmemungkinkan partisipasi aktif semua anggota masyarakat. Gagasan ini sayangnya bersifat lokal,sebagaimana juga gerakan ini juga baru menjangkau kelompok kecil masyarakat di dusun Brajan. Untukitulah perlu adanya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola komunikasi pemasaran sosial terpaduuntuk mempromosikan pengelolaan sampah melalui mekanis sedekah sampah. Program pengabdianmasyarakat ini telah membawa perubahan dalam pemberdayaan masyarakat yang tergabung dalamGerakan Shadaqah Sampah dalam mengelola kegiatan komunikasi pemasaran sosial terpadu. GerakanShadaqah Sampah dalam mengelola kegiatan komunikasi pemasaran sosial terpadu telah mampumengelola media sosial, baik secara manajemen media maupun konten. Dengan perubahan yang adasetelah kegiatan pengabdian masyarakat, maka gagasan dan program pelestarian lingkungan yangdilakukan oleh Gerakah Shadaqah Sampah semakin dikenal publik, sehingga semakin banyakmasyarakat yang mempercayakan pengolahan sampahnya ke Gerakah Shadaqah Sampah
Resepsi Remaja terhadap Pornografi dalam Film Indonesia Tri Hastuti Nur Rochimah; Fajar Junaedi
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2012): Januari 2012
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.228 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v1i4.28

Abstract

Soft core pornography became kind of pornographic on Indonesia movies. The rise of pornography led eventually chose enforce state laws Pornography, which is then invited a lot of controversy. Disagreements about pornography makes research on audience reception of the Indonesian film pornographic contents, as well as research on audience reception against pornography on movie of Mafia Insyaf and Rintihan Kuntilanak Perawan. Reception analysis obtained using the following results: the informants tend to be in a negotiating position by stating that the Mafia Insyaf and Rintihan Kuntilanak Perawan are films that can be categorized as soft core pornography.
Komodifikasi Bonek dalam Jejaring Konglomerasi Jawa Pos Fajar Junaedi; Heru Nugroho; Sugeng Bayu Wahyono
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 5 (2018): Juli 2018
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5274.388 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i5.303

Abstract

Persebaya is one of the biggest and most successful football clubs in Indonesian football history. This football club has very loyal fans who called Bonek. This study aims to find the implications of the ownership of Persebaya by Jawa Pos by analyzing the commodification of Jawa Pos against Bonek, the Persebaya fans. This study deploys political economy of media theory, especially commodification theory. Using qualitative method, this research focuses on case studies of researc h subjects namely Jawa Pos and Bonek. The result shows the commodification relation between Jawa Pos and Bonek Persebaya. At the beginning, the growing relationship between Jawa Pos and Persebaya was the relationship between the media and the football club, but the relationship changed when Jawa Pos took over the shares of Persebaya in 2017. By taking over the shares of Persebaya, Jawa Pos becomes the legal owner of Persebaya. Since becoming an owner, Jawa Pos is more than just covering Persebaya. Jawa Pos practices commodification in the newsroom in the form of the production of various products about Persebaya and Bonek—Persebaya fans.
Co-Authors Abdhilla, Aji Yudha Abdul Kholik, Fikri Aden, Zainul Adhinata, Radi Kusuma Adhitya Prasetyo Aditya, Farrel Afiannur, Restu Rizqy Afifah, Putri Afifah Al-Azhar, Muhammad Fachrul Ikhsan Alif Arya Fernanda Alisya Chantika Salsabila Allanm Nugroho, Mochammad Amalia Asfriyani Aminuyati Anditania Sari Dwi Putri Angelitta, Putri Anggun Pratiwi, Raudha Yulindra Ansar Suherman, Ansar ansyah, Fachri Anugrahni, Sisilia Arifianto, Budi Dwi Aslina Br Ginting Aswad Iskak Aydin Y, Rayhan Aziza, Reyhan Yozaf Azwar, Khairil Bhakti Gusti Walinegoro Brian Taufiqurrahman Budi Dwi Arifianto Budi Dwi Arifianto Burhanudin Al-Ghoni Cahyani, Alifa Laili Cantika, Elvera Tiarra Cindy Silviana Putri Damar, Dendy Dio Danang Prasetyo Deni Hardianto Ditha Aditya Pernikasari Dwi Marzein, Mentari Eka Anisa Sari Eka Anisa Sari Ekawati, Sheilla Ely Nurlaily Erik Bagus Prastyawan Fachriansyah Panji Gustafarin Fadhlan AlHafidz Fadila Prihandini Fadli, Hanif Farchan Jelani Farransahad, Bazlin Fania Fatihi FAUZAN, Muhammad RIZKY Fauzarrahman, Muhammad Fawwaz Fauzia, Gefira Afra Fawwaz, Muhammad Hafizh Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Filosa Gita Sukmono Firmansyah, Riffat Fitri Julaika , Amelia Framanahadi, Framanahadi Furqon Dwi Nur Rohmad, Muhammad Ghifari, Faishal Ghozi Daffa Satria Hagi Julio Salas Hanifah, Azhar Haq, Hatta Luqmanul Hartono, Renata Julianty Hasbudi, Sofia Aziza Hazza, Faishal Heru Nugroho Heru Nugroho Heru Nugroho Heru Nugroho Hidayanto, Rizky icha indriyani Ihsan, Fikri Nur Indriyani, Icha Jenny Najwa Athifah Juan Carlos Sihotang Kevi Restu Pradhita Khairil Azwar Khairiyah, Rizqi Lailatul Khalda Ahmad Muafa Khasanah, Rizka Aprilia Nur Kinasih , Audrey Vania Zahrani Latutik Mukhlisin Listya Kumara, Anindya Maman Kartaman Ajiriyanto Maulana, Alya Raihani Muarif, Nur Affan Muhammad Adnan Firdaus Muhammad Fajrin, Muhammad Muhammad fauzan Muhammad Nurdin Muhammad Rifa'at Adiakarti Farid Muhammad Rifki Ihsan Tamimi Muhammad Shaba Shabira Muhammad, Helmy Muria Endah Sokowati Musa, Ivan Wisnu Nabila Hilma Mujahidah Nada Nadiah Aulia Nadia, Khoirunnisa Anna Nafza, Gisellya Noorrahma Shalihatan Naufal Azzuhdi, Abdurrohman Nisa Adzkiya Norfauzi, Rikza Nugroho, Heru Nugroho, Irawan Aditya Nurcahyadi, Teddy Nurcholis Rokan, Muhammad Nurmaulida, Firda Permana, Ryan Wahyu Adi Prameswari, Cucu Awaliyah Prayogi Restu Adiguno Prihandini, Fadila Putra Tri Anggara, Aditya Qamari, Ika Nurul Qorin Munandiyal, Qorin Munandiyal Haq Rachmadi, Naufal Irsyad Radika Dava Praditya Raflykasari Suci Sugesti Rahmawati, Nely Raihan, Asvi Rama, Taufik Adi Ramadani, Aliya Putri Ramadhani, Maulida Ayu Ramadhani, Reihana Bornov RASYID, ERWIN Ratnasari, Evita Reni Herawati Rivalda, Reza Zulfiqar Rizqi, Aldi Aprilla Nur Rochimah, Tri Hastuti Nur Rurian, Muhammad Arfan Ryedo Misbahul Adha Sakhnaz Rizki Sakir Sakir Salsabila, Alisya Sartika, Amalia Sashi, Adena Sayidina, Grafika Shelsa Aurelia Gunawan Putri Sokowati, Muria Endah Sri Handayani Suci Ria Ardinata Sudiwijaya, Erwan Sugeng Bayu Wahyono Suhermanto, Ganing Ajeng Dwi Febriana Sukmono, Filosa Gita Sukmono, Filosa Gita Supardjo Supardjo Syakira, Aliyah taufiq, Aditya Tri Hastuti Nur R Ulaa, Abyan Daffa W, Satria Wira Wicaksono , Sandra Ramadhani Wulandari, Pingkan Yermanida Hayyatun Nufus Yudha Wirawanda