Claim Missing Document
Check
Articles

CORRELATION BETWEEN SLEEP QUALITY AND BODY MASS INDEX IN ADOLESCENTS IN DENPASAR Darryl Rex Zaffyr; Luh Putu Ratna Sundari; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; I Putu Gede Adiatmika
Sport and Fitness Journal Vol 9 No 3 (2021): Volume 9, No. 3, September 2021
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2021.v09.i03.p05

Abstract

Introduction: Obesity is a pathological condition under which extra fat is accumulated from the body's required needs. Complications such as hypertension, dyslipidemia, diabetes, fatty liver disease and psychosocial problems can occur in a person who is overweight and obese in adolescence. Sleep quality represents satisfaction with the sleep experience by integrating sleep initiation aspect, managing sleep time, meeting sleep needs, and feeling refreshed when waking up. One of the factors that can lead to overweight and obesity is poor sleep quality. This research attempts to establish the association between sleep quality and body mass index in adolescents in Denpasar. Methods: This research was a cross-sectional analytical study using the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire to determine the quality of sleep and measurement of the body mass index of 280 high school students in Denpasar. Results: Somers’D correlation test results showed no relationship (p = 0.108) between sleep quality and body mass index in adolescents. Conclusions: There is no correlation between sleep quality and body mass index in adolescents in Denpasar. Further studies are needed related to other factors that affect an adolescent's body mass index.
EFEK PELATIHAN LARI AKSELERASI DAN PELATIHAN LARI INTERVAL DI PANTAI BERPASIR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAEROBIK, POWER OTOT TUNGKAI DAN KECEPATAN LARI 100 METER PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUELA LOMBOK TIMUR TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Lilik Evitamala; I Nyoman Adiputra; Luh Putu Ratna Sundari; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; I Putu Adiartha Griadhi; Susy Purnawati
Sport and Fitness Journal Volume 7, No.3, September 2019
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.129 KB) | DOI: 10.24843/spj.2019.v07.i03.p06

Abstract

100 meters’ run is a short distance that someone has to run with repulsion as fast as possible up to distance 100 meters’. Become a good runner must have anaerobic capability, power of limb muscles. This research aims to find out the improvement of anaerobic capability, power of limb muscles and 100 meters’ running speed from the effect of training of acceleration running and interval running at sandy beach on tenth grade students at SMA Negeri 1 Suela in East Lombok. An experimental study of Pre-Post Test Control Group Design had been conducted on 30 students aged between 16-17 years old who had physical fitness level of medium or moderate. Samples were divided into two groups by using simple random allocation technique. Group I was given the training of acceleration running at sandy beach and group II was given the training of interval running at sandy beach. The average of anaerobic capability, power of limb muscles and 100 meters’ running speed on each group, has p < 0.05. It means that on each group, there is a meaningful and significant improvement change after training. It can be concluded that the training of acceleration running and interval running at sandy beach equally improving anaerobic capability, the power of limb muscles and 100 meters’ running speed.Key words: Acceleration running, interval running, anaerobic capability, power of limb muscles, 100 meters’ running.
PEMBERIAN LATIHAN INTERVAL INTENSITAS TINGGI LEBIH EFEKTIF DARIPADA LATIHAN KONTINU INTENSITAS SEDANG DALAM MENURUNKAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA MAHASISWI DENGAN OVERWEIGHT DI PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Nyoman Agus Pradnya Wiguna; I Putu Gede Adiatmika; S. Indra Lesmana; I Putu Adiartha Griadhi; Luh Putu Ratna Sundari; Susy Purnawati
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 1 (2020): Volume 8, No. 1, Januari 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.072 KB) | DOI: 10.24843/spj.2020.v08.i01.p10

Abstract

Pendahuluan: Overweight di kalangan mahasiswi masih banyak dijumpai, yang harus segera diatasi agar tidak menyebabkan berbagai penyakit dikemudian hari. Tujuan Penelitian: untuk membuktikan pemberian latihan interval intensitas tinggi lebih efektif daripada latihan kontinu intensitas sedang dalam menurunkan persentase lemak tubuh. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian sebanyak 20 mahasiswi overweight, dan terbagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok 1 sebagai kelompok pelatihan interval intensitas tinggi, sedangkan Kelompok 2 sebagai kelompok pelatihan kontinu intensitas sedang. Persentase lemak tubuh diukur menggunakan Handheld BIA. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji Independent sample t-test menunjukkan rerata persentase lemak tubuh setelah pelatihan antar kelompok dengan beda rerata penurunan lemak tubuh sebesar 5,65±0,81% pada Kelompok 1 dan 3,33±0,59% pada Kelompok 2 serta diperoleh nilai p=0,002 (p<0,05). Simpulan: Pelatihan interval intensitas tinggi lebih efektif daripada pelatihan kontinu intesitas sedang dalam menurunkan persentase lemak tubuh pada mahasiswi dengan overweight di Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
PREVALENSI GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA BATU PADAS DI SILAKARANG GIANYAR BALI Akbar Pratama; Luh Putu Ratna Sundari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.212 KB)

Abstract

Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh kemajuan industri di Indonesia adalah menurunnya kesehatan pekerja diakibatkan berbagai penyakit akibat kerja dan kondisi lingkungan tempat kerja. Pekerja batu padas adalah pekerjaan yang beresiko terkena polusi udara akibat paparan debu hasil olahan batu padas. Serpihan batu padas yang menyerupai karang dapat menjadi debu yang dapat dihirup oleh para pekerja yang memungkinkan timbulnya gangguan fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gangguan fungsi paru yang dialami oleh pekerja batu padas. Penelitian deskriptif cross-sectional dilakukan pada industry batu padas di Silakarang, Gianyar selama bulan April-Mei 2014. Sebanyak 47 orang pekerja batu padas yang telah bekerja minimal 1 tahun, bekerja di daerah Silakarang Gianyar, berjenis kelamin laki-laki dan berumur 20 sampai 55 tahun yang terpilih dengan metode consecutive sampling dilibatkan dalam penelitian ini. Pada pekerja yang terpilih sebagai sampel, dilakukan wawancara dan penilaian fungsi paru dengan spirometri. Dari 47 subjek yang terlibat dalam penelitian ini, didapatkan 66% subjek tergolong dengan gangguan restriktif, 2% tergolong gangguan restriktif, dan 32% tergolong normal. Proporsi gangguan fungsi paru paling tinggi pada subjek berusia 40-55 tahun (87,5% restriktif, 4,2% obstruktif), subjek dengan obesitas (100% restriktif), subjek yang merokok (80% restriktif, 3,3% obstruktif), dan subjek yang telah bekerja selama 6-15 tahun (71,4% restriktif).  
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS BERMAIN GAME ONLINE DENGAN KEBUGARAN FISIK PADA REMAJA SMP DI KOTA DENPASAR Ni Putu Ayu Windari Putri; Luh Putu Ratna Sundari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.229 KB)

Abstract

Kebugaran fisik yang optimal mampu menunjang terjaganya kesehatan jantung, paru-paru, otot, dan sistem sirkulasi darah. Menghabiskan sebagian besar waktu untuk duduk di depan komputer akan menurukan aktivitas fisik yang berdampak pada kebugaran fisik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kebugaran fisik dengan aktivitas bermain game online pada remaja SMP di Kota Denpasar. Data diperoleh menggunakan pendekatan cross-sectional study. Siswa – siswi SMP di Kota Denpasar merupakan sampel penelitian ini dan dipilih secara acak. Penelitian ini menggunakan checklist yang dibuat berdasarkan kriteria Cooper Test. Data yang telah diperoleh kemudian dilakukan analisis menggunakan uji chi square. Sebanyak 60 sampel yang diperoleh menunjukkan p value = 0,029, artinya terdapat hubungan antara kebugaran fisik dengan aktivitas bermain game online secara signifikan (<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas bermain game online dan kebugaran fisik pada remaja SMP di Kota Denpasar. Kata kunci: Kebugaran Fisik, Aktivitas Fisik, Game Online
PROFIL PEROKOK PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI Luh Nyoman Triwidayani Aryda; Luh Putu Ratna Sundari
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.863 KB)

Abstract

Beberapa studi sebelumnya menyebutkan banyak tenaga kesehatan yang menjadi perokok. Hal tersebut bertentangan dengan fakta bahwa tenaga kesehatan memiliki pengetahuan mengenai dampak buruk merokok terhadap kesehatan serta kecanduan nikotin. Aturan larangan merokok pada Kawasan Tanpa Rokok sudah jelas diatur oleh peraturan perundang-undangan. Studi ini bertujuan untuk mencari profil perokok dan pola konsumsi rokok pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Studi ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 107 orang sebagai sampel dan dilaksanakan antara bulan Desember 2013-Januari 2014 di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Pada penelitian ini didapatkan angka merokok pada petugas kesehatan sebesar 36,4%. 43,6% perokok berusia 31-40 tahun. 41,0% perokok mengenyam pendidikan SMA/SLTA/SMK/MA/Kejar Paket C/sederajat. 51,3% perokok adalah tenaga umum. 41,0% perokok menyatakan alasan mulai merokok karena mencoba-coba. 43,6% perokok mengkonsumsi 6-10 batang rokok per hari. 74,4% perokok mengkonsumsi rokok jenis cigarette. 41,0% perokok merokok di pagi hari 60-180 menit setelah bangun pagi. 53,8% perokok merokok paling sering di rumah. 46,2% perokok menghabiskan Rp 45.001-Rp 75.000 untuk membeli rokok per minggu. 41,0% perokok menyatakan alasan ingin berhenti merokok karena takut dengan ancaman penyakit. Pada studi ini didapatkan prevalensi merokok pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali sebesar 36,4%. Mayoritas perokok berusia 31-40 tahun, mengenyam pendidikan SMA/SLTA/SMK/MA/Kejar Paket C/sederajat, dan berprofesi sebagai tenaga umum. Mayoritas perokok menyatakan alasan mulai merokok karena mencoba-coba, mengkonsumsi 6-10 batang rokok per hari, mengkonsumsi rokok jenis cigarette, dan merokok di pagi hari 60-180 menit setelah bangun pagi. Mayoritas perokok merokok paling sering di rumah, menghabiskan Rp 45.001-Rp 75.000 untuk membeli rokok per minggu, dan menyatakan alasan ingin berhenti merokok karena takut dengan ancaman penyakit.  
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN, KONSUMSI KAFEIN, TINGGAL SENDIRI, DAN JAM MULAI TIDUR DENGAN KUALITAS TIDUR BURUK MAHASISWA DI KOTA DENPASAR Ignatia Novianti Tantri; Luh Putu Ratna Sundari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.543 KB)

Abstract

Kualitas tidur buruk adalah suatu gangguan yang umum dijumpai dewasa ini dan dapatberpengaruh pada kinerja pekerjaan dan kegiatan sehari-hari individu. Salah satukelompok yang rentan akan gangguan kualitas tidur adalah mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana prevalensi dan hubunganmahasiswa penderita kualitas tidur buruk di Kota Denpasar dengan jenis kelamin,konsumsi kafein, tinggal sendiri dan jam mulai tidur untuk menilai besarnya masalah danmelakukan intervensi untuk mencegah keparahan akibat gangguan tidur. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner di Kota Denpasar berupakuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, bersamaandengan kuesioner data karakteristik mahasiswa berupa jenis kelamin, konsumsi kafein,tinggal sendiri, dan waktu memulai tidur. P value berdasarkan penelitian sebelumnyaadalah 0,05.Dari 87 sampel yang diperoleh, 77% sampel mengalami kualitas tidur buruk.Pria memiliki prevalensi lebih besar dari wanita (p = 0,851), kelompok dengan konsumsikafein lebih besar daripada yang tidak mengonsumsi kafein (p = 0,982), tinggal sendirilebih besar daripada tinggal bersama keluarga (p = 0,325), dan yang memulai tidur lebihlama lebih besar daripada yang tidur lebih awal (p = 0,011). Antara jam mulai tidur dankualitas tidur buruk memiliki hubungan yang signifikan. Kata kunci: PSQI, kualitas tidur buruk, mahasiswa, jenis kelamin, kafein, tinggal sendiri Denpasar
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEREMPUAN POSTMENOPAUSE DI KECAMATAN DENPASAR BARAT Febriyani Laurus; Luh Putu Ratna Sundari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.891 KB)

Abstract

Postmenopause adalah suatu fase transisi dimana terjadi perubahan kondisi tubuh yang sering menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada perempuan. Hingga saat ini, morbiditas tertinggi dengan prevalensi yang terus meningkat adalah hipertensi atau yang dikenal sebagai ‘the silent killer’. Obesitas, yang ditimbulkan akibat proses redistribusi lemak tubuh dan peningkatan berat badan, merupakan faktor langsung penyebab hipertensi pada perempuan postmenopause tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), menilai tingkat tekanan darah dan kejadian hipertensi, dan mengetahui apakah terdapat hubungan antara peningkatan IMT dengan kejadian hipertensi pada perempuan postmenopause di Kecamatan Denpasar Barat. Selain itu, penelitian ini bermanfaat secara praktis sebagai rujukan akan pentingnya menjaga IMT tetap ideal sebagai upaya prevensi hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Dari 47 sampel yang termasuk kriteria inklusi, didapatkan IMT underweight, healthy weight, overweight, dan obese berturut-turut 10,6%, 29,8%, 23,4%, dan 36,2%. Sejumlah 53,19% dari total sampel menderita hipertensi dan sisanya nonhipertensi. Uji chi-square untuk menganalisis hubungan IMT dengan kejadian hipertensi menghasilkan nilai p (Asymp. Sig.) 0,001. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan IMT dan tekanan darah yang signifikan, serta didapatkan hubungan asosiasi antara variabel IMT dengan hipertensi pada perempuan postmenopause. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk menentukan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan tekanan darah pada perempuan postmenopause.
THE CONTRACT RELAX STRETCHING LEBIH EFEKTIF MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING DIBANDINGKAN DENGAN PASSIVE STRETCHING PADA ATLET UNDERDOG TAEKWONDO CLUB Arya Wiguna; Dedi Silakarma; Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 2 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.604 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2015.v03.i02.p02

Abstract

Flexibility is one of the components needed at any athlete especially taekwondo athletes. To increase the flexibility stretching methods were used. This research use contract relax stretching and passive stretching to increased hamstring muscle flexibility.This research was implemented from May up to June 2014 in Golkar Building, Puputan, Bali which use sit and reach test instrument to measure hamstring muscle flexibility.This research is an eksperimental research and the design used in this study design was two groups pre and post design, consisting of a 1th treatment group and the 2nd treatment group, with random sampling, the total sample is 24 subjects and divided into 2 groups, the 1th treatment group receive contract relax stretching while the 2nd treatment group receive passive stretching.The result of this research is increased flexibility in the 1st treatment group with p =0.000 (p<0.05), and increased flexibility in the 2nd treatment group with p=0.000 (p<0.05), once compared the 1st treatment group and the 2nd treatment group p=0.000 (p<0.05), where is from this research result the two groups have increased hamstring muscle flexibility however increased flexibility in 1st treatment group is more effective than 2nd treatment group. From this research it can be concluded that contract relax stretching is more effective to increases flexibility hamstring muscle compared with passive stretching.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR TERHADAP TEKANAN DARAH PADA WANITA LANSIA DI DENPASAR TIMUR Made Adelia Pradnya Saraswati; Putu Ayu Sita Saraswati; I Putu Gede Adiatmika; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 1 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.979 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i01.p10

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia agar memiliki fungsi tubuh yang optimal. Kualitas tidur yang buruk dapat mengaktivasi sistem saraf simpatis yang menyebabkan peningkatan tekanan darah. Penelitian sebelumnya di dapatkan hasil bahwa lansia yang memiliki kualitas tidur yang buruk cenderung memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan dengan lansia yang memiliki kualiatas tidur yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada wanita lansia di Denpasar Timur. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional analitik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2019. Jumlah sampel adalah sebanyak 67 wanita lansia yang berusia 60-74 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah kualitas tidur seseorang dan variabel dependen adalah tekanan darah. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian kualitas tidur terhadap tekanan darah sistolik adalah 0,000 (p < 0,005) dan kualitas tidur terhadap tekanan darah diastolik adalah 0,001 (p < 0,005) yang berarti adanya hubungan kualitas tidur terhadap tekanan darah pada wanita lansia di Denpasar Timur. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Tekanan Darah, Lansia.
Co-Authors adiartha g Agung Wiwiek Indrayani Agus Frandes Sariaman Ainul Ghurri Akbar Pratama Ari Wibawa Aria Wibawa Arya Wiguna Azriel Siloam Cindy Thiovany Soetomo D A inten Damha Al Banna Darryl Rex Zaffyr Dedi Silakarma Desak Made Puja Astuti Desak Made Wihandani Dewa Putu Gede Purwa Samatra Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dio Septiyan Helmi Eka Oktafianti Elfiera Kang Febriyani Laurus Helena Jelita Hera I A Md Dwi Purwitasari I D A P Inten Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Putu Sutjana I Dewa Sutjana I Gede Adi Susila Wesnawa I Gusti Ayu Bulan Sistayani I Ketut Suyasa I Made Jawi I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Nyoman Agus Pradnya Wiguna I Nyoman Mangku Karmaya I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gede Adiatmika I Putu Sutha Nurmawan I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Sugiritama I Wayan Weta Ignatia Novianti Tantri indah adiputra Indra Lesmana J. A. Pangkahila K tirtayasa Ketut Tirtayasa Khaerul Anam La Ode Muhammad Gustrin Syah Lilik Evitamala Luh Kadek Asri Junita Dewi Negara Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Nyoman Triwidayani Aryda Made Adelia Pradnya Saraswati Made Hendra Satria Nugraha Made Meita Malini Maulida Rohmah Fauziah Merinda Ulfa Muh. Irfan Muhammad Ali Imron Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Irfan Ni Luh Ayu Srianti Dewi Ni Luh Nopi Andayani Ni Made Lidia Swandari Ni Made Mahadewi Dwijayanti Reistriawan Ni Made Nuari Diahputri Ni Made Suasti Wulanyani Ni Made Wahyuni Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Suratmiti Ni Putu Ayu Windari Putri Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Pande Komang Indra Pramadewa Putri Miucin Putu Ayu Sita Saraswati Reza Fatchurahman Rizki Novrianti S. Indra Lesmana Sagung Ayu Priti Mawar Veda Santi Sayu Aryantari Putri Thanaya Stanisela Agatha Stanisela Agatha Sugijanto - Susy Purnawati Wahyuddin, Wahyuddin