Claim Missing Document
Check
Articles

THE LATIHAN SENAM AEROBIK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Made Meita Malini; IGN Dedi Silakarma; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 2 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.373 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2015.v03.i02.p01

Abstract

Daily habits and activities of students may affect their quality of sleep. The purpose of this study is to know whether aerobic exercise can improve sleep quality for female students. The method of this study is pre experimental which used one group pre-test and post-test design. Nineteen students of physiotherapy had volunteered in this study, they were at the age of 18-21 (mean 19,68 ± 1,06) years old. Participants joined to do aerobic exercise for 6 weeks which was 3 times a week and 60 minutes duration for each exercise. Measurement of sleep quality used the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) before exercise and 6 weeks after doing the exercises. The result of this study was the average of global score before exercise was 7,89 (SD ± 1,82) and the mean value after 6 weeks of exercise was 3,89 (SD ± 1,79). Statistical analysis of the data used non-parametric wilcoxon test, the result was (p=0,001). It can be concluded that the global score decrease before and after aerobic exercise, which means an increase in the quality of sleep on the female students after doing aerobic exercise for 6 weeks.
Alat ukur untuk menilai kemampuan fungsional pasien dengan osteoartritis lutut: tinjauan pustaka Sayu Aryantari Putri Thanaya; Stanisela Agatha; Luh Putu Ratna Sundari
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 2 (2021): (Available Online: 1 August 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.546 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i2.1025

Abstract

Background: Osteoarthritis is a common disease that has become one of the main causes of disability and is ranked fourth as a contributing factor of disability. In Indonesia, many healthcare professionals, including physiotherapists, treat patients with various stages of osteoarthritis. Physiotherapists have a crucial role in improving the functional ability of patients with knee osteoarthritis. However, many of them do not use appropriate outcome measures to document patients’ improvements.Objective: This literature review aimed to summarize the available outcome measures that can be used to measure the functional ability of patients with knee osteoarthritis, in order to increase the awareness and knowledge of healthcare professionals, particularly physiotherapists, regarding the use of available outcome measures.Methods: The method used was literature review. Literature search was conducted in PubMed and Google Scholar databases using the main keywords: “outcome measure”, “scale”, “questionnaire”, “knee”, “osteoarthritis”, “functional ability”, “validity” and “reliability”.Result: This review identified 7 outcome measures in the form of questionnaires that can be used to measure the functional ability of patients with knee osteoarthritis. The most commonly used measure is the Western Ontario and McMaster University osteoarthritis index, which has been translated and validated in various languages. All measuring instruments were established in developed countries, except for the Ibadan Knee Osteoarthritis Outcome Measure. None of the 7 outcome measures have been translated and validated into Indonesian.Conclusion: This literature review has summarized measuring tools that can be used to measure the functional ability of patients with knee osteoarthritis. To date, no tools have been translated and validated into Indonesian. In the future, it is hoped that further research can be conducted in the form of cross-cultural adaptations studies on the validity and reliability of these outcome measures into Indonesian to support the effectiveness of using these measures to assess the functional ability of patients with knee osteoarthritis.  Latar belakang: Osteoartritis merupakan penyakit umum yang menjadi salah satu penyebab utama kecacatandan menempati urutan keempat untuk faktor penyebab kecacatan. Di Indonesia, banyak tenaga kesehatan, termasuk fisioterapis, yang merawat pasien dengan bebagai stadium osteoartritis. Fisioterapis sangat berperan dalam meningkatkan aspek fungsional pasien dengan osteoartritis lutut. Namun, banyak yang masih belum menggunakan alat ukur yang sesuai untuk mendokumentasikan kemajuan pasien.Tujuan: Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk merangkum alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan fungsional pasien dengan osteoartritis lutut, guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tenaga kesehatan, terutama fisioterapis, dalam penggunaan alat ukur yang tersedia.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka. Penelusuran artikel dilakukan pada database PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci utama: “outcome measure”, “scale”, “questionnaire”, “knee”, “osteoarthritis”, “validity” dan “reliability”. Hasil: Tinjauan pustaka ini menemukan 7 alat ukur dalam bentuk kuisioner yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan fungsional pasien dengan osteoartritis lutut. Alat ukur yang paling sering digunakan adalah Western Ontario and McMaster University osteoarthritis index, yang sudah diterjemahkan dan divalidasi ke dalam berbagai bahasa. Semua instrumen pengukuran dibuat oleh negara maju, kecuali Ibadan Knee Osteoarthritis Outcome Measure. Dari 7 kuisioner, belum ada yang diterjemahkan dan divalidasi ke dalam Bahasa Indonesia.Kesimpulan: Tinjauan pustaka ini telah merangkum alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan fungsional pasien dengan osteoartritis lutut. Sampai saat ini, belum ada kuisioner yang sudah diterjemahkan dan divalidasi ke dalam bahasa Indonesia. Diharapkan adanya pengembangan penelitian berupa studi adaptasi lintas budaya terhadap validitas dan realibilitas kuisioner lainnya ke dalam bahasa Indonesia untuk menunjang efektivitas penggunaan alat ukur dalam menilai kemampuan fungsional pasien dengan osteoartritis lutut.
KORELASI ANTARA INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP ARKUS KAKI PADA SISWA KELAS 4-6 SD DI SDN 18 DANGIN PURI DENPASAR UTARA Sagung Ayu Priti Mawar Veda Santi; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Luh Putu Ratna Sundari; I Made Krisna Dinata
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i03.p01

Abstract

Pendahuluan: Berat badan berlebih merupakan kondisi yang dapat dialami oleh seluruh kalangan usia, termasuk usia anak sekolah 6-12 tahun. Bertambahnya berat badan akan meningkatkan tekanan pada telapak kaki sehingga menjadi datar atau disebut flat foot dan dapat menimbulkan dampak berkepanjangan bagi anak-anak. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional bersifat analitik yang dilakukan secara door-to-door di wilayah Denpasar Utara. Jumlah sampel penelitian yaitu 43 siswa dari total populasi sebanyak 44 siswa dikarenakan 1 siswa drop out. Variabel independen yang diukur yaitu IMT, sedangkan variabel dependen yaitu arkus kaki yang diukur dengan arch index. Variabel yang dikontrol dalam penelitian ini yaitu tingkatan kelas, serta variabel yang dapat mempengaruhi penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, penggunaan alas kaki yang diukur menggunakan kuisioner penggunaan alas kaki dalam 7 hari terakhir, serta aktivitas fisik yang diukur menggunakan kuisioner The Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C). Hasil: Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji hipotesis spearman’s rho. Diperoleh nilai p sebesar 0,1 (p>0,05) dan didapatkan prevalensi paling tinggi pada IMT normal dan arkus kaki low arch yaitu masing-masing sebesar 24 orang (56%) dan 22 orang (51%). Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi antara IMT dengan arkus kaki pada siswa kelas 4-6 SD di SDN 18 Dangin Puri Denpasar Utara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memprediksi penelitian ini dipengaruhi oleh situasi dan kondisi ketika penelitian akibat pandemi COVID-19. Kata Kunci: kaki datar, arkus kaki, indeks massa tubuh, siswa sekolah dasar
GAMBARAN KONSUMSI ROKOK TERHADAP AKTIVITAS FISIK PADA LAKI-LAKI DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN Ni Made Mahadewi Dwijayanti Reistriawan; Ari Wibawa; I Putu Gede Adiatmika; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i03.p06

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan gaya hidup tidak menentu yang telah diidentifikasikan sebagai penyebab kematian peringkat pertama di dunia. Jumlah populasi perokok yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Perilaku kebiasaan merokok dapat menimbulkan keluhan gangguan pernapasan atau kardiovaskular yang berpengaruh terhadap tingkat aktivitas fisik seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi rokok terhadap aktivitas fisik seseorang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross-sectional yang dilakukan pada bulan Desember 2020-Maret 2021 dengan jumlah subjek sebanyak 54 orang. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Quisionaire-Short Form (IPAQ-SF). Hasil: Uji hipotesis menggunakan Chi-Square Test untuk menilai hubungan antara tingkat konsumsi rokok dengan aktivitas fisik yang didapatkan hasil nilai p=0,001. Tingkat aktivitas fisik pada perokok berat bernilai rendah yaitu sebanyak 30 orang (55,6%). Simpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat konsumsi rokok terhadap aktivitas fisik pada laki-laki di Kecamatan Denpasar Selatan. Kata Kunci: IPAQ-SF, merokok, laki-laki, aktivitas fisik
RESPON FISIOLOGIS DAN BIOMOLEKULER PADA HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING (HIIT) Ni Made Nuari Diahputri; Luh Putu Ratna Sundari
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.142 KB)

Abstract

High Intensity Interval Training (HIIT) didefinisikan sebagai latihan yang terdiri dari beberapa siklus dalam durasi yang pendek atau sedang dan intensitas yang tinggi dimana tiap siklusnya diselingi dengan waktu istirahat berupa latihan intensitas ringan. HIIT dapat mempengaruhi reaksi molekuler dan adaptasi fisiologis pada otot. HIIT dapat memberikan efek yang positif pada cardiorespiratory fitness, meningkatkan VO2max dan dapat menunjang upaya penurunan kadar lemak tubuh. Dalam tulisan ini dibahas mengenai respon fisiologis dan respon biomolekuler pada high intensity interval training. Kata kunci: HIIT, reaksi fisiologis, reaksi biomolekuler
Co-Authors adiartha g Agung Wiwiek Indrayani Agus Frandes Sariaman Ainul Ghurri Akbar Pratama Ari Wibawa Aria Wibawa Arya Wiguna Azriel Siloam Cindy Thiovany Soetomo D A inten Damha Al Banna Darryl Rex Zaffyr Dedi Silakarma Desak Made Puja Astuti Desak Made Wihandani Dewa Putu Gede Purwa Samatra Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dio Septiyan Helmi Eka Oktafianti Elfiera Kang Febriyani Laurus Helena Jelita Hera I A Md Dwi Purwitasari I D A P Inten Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Putu Sutjana I Dewa Sutjana I Gede Adi Susila Wesnawa I Gusti Ayu Bulan Sistayani I Ketut Suyasa I Made Jawi I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Nyoman Agus Pradnya Wiguna I Nyoman Mangku Karmaya I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gede Adiatmika I Putu Sutha Nurmawan I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Sugiritama I Wayan Weta Ignatia Novianti Tantri indah adiputra Indra Lesmana J. A. Pangkahila K tirtayasa Ketut Tirtayasa Khaerul Anam La Ode Muhammad Gustrin Syah Lilik Evitamala Luh Kadek Asri Junita Dewi Negara Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Nyoman Triwidayani Aryda Made Adelia Pradnya Saraswati Made Hendra Satria Nugraha Made Meita Malini Maulida Rohmah Fauziah Merinda Ulfa Muh. Irfan Muhammad Ali Imron Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Irfan Ni Luh Ayu Srianti Dewi Ni Luh Nopi Andayani Ni Made Lidia Swandari Ni Made Mahadewi Dwijayanti Reistriawan Ni Made Nuari Diahputri Ni Made Suasti Wulanyani Ni Made Wahyuni Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Suratmiti Ni Putu Ayu Windari Putri Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Pande Komang Indra Pramadewa Putri Miucin Putu Ayu Sita Saraswati Reza Fatchurahman Rizki Novrianti S. Indra Lesmana Sagung Ayu Priti Mawar Veda Santi Sayu Aryantari Putri Thanaya Stanisela Agatha Stanisela Agatha Sugijanto - Susy Purnawati Wahyuddin, Wahyuddin