Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN NYERI BAHU DENGAN ROUNDED SHOULDER POSTURE PADA MAHASISWA PENGGUNA KOMPUTER DI SEKOLAH TINGGI DESAIN BALI I Gusti Ayu Bulan Sistayani; Ari Wibawa; Luh Putu Ratna Sundari; Agung Wiwiek Indrayani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 3 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i03.p06

Abstract

Nyeri bahu merupakan salah satu penyebab terjadinya morbiditas dengan prevalensi yang tinggi. Nyeri bahu dan leher berhubungan dengan postur statis serta mempertahankan leher dalam posisi menekuk ke depan. Posisi kepala yang lebih ke depan menyebabkan adanya kompensasi berupa bahu bergerak ke depan yang mengindikasikan adanya Rounded ShoulderPosture (RSP). RSP merupakan salah satu postur janggal pada pengguna komputer. Sekolah Tinggi Desain Bali merupakan salah satu sekolah tinggi dengan pelajaran desain yang mengahruskan penggunaan komputer selama berjam – jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan nyeri bahu dengan Rounded Shoulder Posture pada mahasiswa pengguna komputer di Sekolah Tinggi Desain Bali. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 42 orang mahasiswa pengguna komputer atau laptop. Teknik analisa yang digunakan yaitu uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p=0,156 pada RSP kanan dan p=0,673 pada RSP kiri yang mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan nyeri bahu dengan RSP. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah tidak ada perbedaan postur antara individu dengan nyeri bahu dan tanpa nyeri bahu, ketidakseimbangan otot yang bersifat fungsional, mobilitas dan fleksibilitas, serta adapatasi tubuh terhadap nyeri. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan nyeri bahu dengan Rounded Shoulder Posture pada mahasiswa pengguna komputer di Sekolah Tinggi Desain Bali. Kata Kunci : nyeri bahu; rounded shoulder posture, pengguna komputer, mahasiswa, Bali
Hubungan DAYA LEDAK OTOT LENGAN DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP AKURASI SMASH PADA PEMAIN BULUTANGKIS Helena Jelita Hera; I Made Niko Winaya; Ni Luh Nopi Andayani; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 1 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i01.p08

Abstract

Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga prestasi yang banyak diminati oleh masyarakat baik dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa. Dari berbagai teknik dasar yang ada didalam permainan bulutangkis, smash merupakan teknik yang paling sering digunakan yaitu sekitar 53,9 % dengan tujuan untuk mendapatkan point. Salah satu unsur dari kemampuan fisik yang berperan dalam permainan bulutangkis yang mempengaruhi akurasi dari pukulan smash yaitu daya ledak otot baik yang berasal dari lengan maupun dari tungkai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran umum dari daya ledak otot lengan, daya ledak otot tungkai dan akurasi smash pada pemain bulutangkis dan juga membuktikan adanya hubungan daya ledak otot legan dan daya ledak otot tungkai terhadap akurasi smash pada pemain bulutangkis. Penelitian ini adalah penelitian analitik cross sectional yang dilakukan pada bulan Maret 2019. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel penelitian yaitu 56 orang (29 laki-laki, 27 perempuan) yang berusia 18-20 tahun. Variabel independen pada penelitian ini yaitu daya ledak otot lengan yang diukur dengan menggunakan Medicine Ball Put Test dan daya ledak otot tungkai yang diukur dengan menggunakan Vertical Jump Test sedangkan variabel dependen yaitu akurasi smash yang diukur dengan menggunakan Tes Kemampuan Smash. Hasil penelitian ini dengan menggunakan uji hipotesis korelasi ganda diperoleh nilai p 0,000 atau p < 0.05 dan nilai r 0,946. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak otot lengan dan daya ledak otot tungkai terhadap akurasi smash pada pemain bulutangkis. Kata kunci : bulutangkis, daya ledak, akurasi smash
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN ARKUS KAKI DENGAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA ANAK-ANAK USIA 7-10 TAHUN DI SD NO 1 BAHA Ni Luh Ayu Srianti Dewi; Putu Ayu Sita Saraswati; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 3 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.471 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i03.p05

Abstract

Keseimbangan dipengaruhi oleh faktor seperti indeks massa tubuh dan arkus kaki. Penurunan keseimbangan disebabkan oleh terjadinya penurunan kekuatan otot akibat penumpukan lemak dan perubahan letak titik tumpu tubuh akibat perubahan bentuk anatomis kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan arkus kaki dengan keseimbangan tubuh pada anak –anak usia 7 – 10 tahun di SD No 1 Baha. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 60 orang yang berusia 7 – 10 tahun. Pada hasil analisis menggunakan Spearman’s Rho diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) 0,001 untuk IMT dan nilai signifikansi (2-tailed) 0,027 untuk arkus kaki, didapat pula nilai koefisien korelasi sebesar -0,510 untuk IMT dan 0,286 untuk arkus kaki. Berdasarkan hasil data tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dan arkus kaki dengan keseimbangan tubuh pada anak – anak usia 7 – 10 tahun di SD No 1 Baha. Kata Kunci : Keseimbangan, Index Massa Tubuh (IMT), Arkus Kaki
HUBUNGAN POSISI KERJA TERHADAP KELUHAN NYERI LEHER NON-SPESIFIK PADA PEKERJA LAUNDRY DI KOTA DENPASAR Ni Made Wahyuni Dewi; Nila Wahyuni; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.005 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i01.p07

Abstract

Nyeri leher non-spesifik merupakan nyeri leher yang disebabkan oleh postur yang buruk dalam jangka waktu lama. Pekerja laundry yang setiap harinya sering melakukan aktivitas menyetrika dalam waktu yang lama berisiko mengalami nyeri leher non-spesifik akibat posisi kerja yang tidak ergonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara posisi kerja terhadap keluhan nyeri leher non-spesifik pada pekerja laundry di Kota Denpasar. Penelitian ini adalah penelitian analitik cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel berjumlah 60 pekerja dengan rentang usia 20-40 tahun. Variabel independen yang diukur adalah posisi kerja dengan metode RULA, sedangkan variabel dependen yang diukur adalah nyeri leher non-spesifik dengan kuesioner Neck Disability Index. Uji hipotesis yang digunakan adalah Chi-Square Test. Hasil uji Chi-Square Test terhadap variabel posisi kerja dengan nyeri leher non-spesifik menunjukkan hasil nilai p sebesar 0,00 atau p < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ditemukan hubungan yang signifikan antara posisi kerja terhadap keluhan nyeri leher non-spesifik pada pekerja laundry di Kota Denpasar. Kata Kunci: posisi kerja, nyeri leher non-spesifik, pekerja laundry.
HUBUNGAN PEMBERIAN MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 3-6 BULAN DI KELURAHAN TONJA DENPASAR UTARA Luh Kadek Asri Junita Dewi Negara; I Made Niko Winaya; Ni Luh Nopi Andayani; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 1 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i01.p09

Abstract

Pada saat tidur tubuh bayi mengeluarkan hormon pertumbuhan, yang dapat memicu perkembangan fisik, meningkatkan kerja otak bayi serta memberi kesempatan tubuh bayi untuk meningkatkan metabolisme. Jika bayi kekurangan waktu tidur, akan berdampak pada penurunan kekebalan tubuh, gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Massage dapat meningkatkan kualitas tidur karena memberikan sensasi sentuhan yang dapat memberikan efek relaksasi dan melancarkan aliran darah serta fungsi organ dalam tubuh bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Telah dilakukan penelitian observasi analitik dengan metode pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel consecutivesampling dengan jumlah sampel 54 bayi yang dimana terdiri atas dua kelompok. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kualitas tidur menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah chi square untuk mengetahui hubungan pemberian massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Pada perhitungan analisis data, diperoleh p sebesar 0.000 sehingga p<0.05. Berdasakan hasil penelitian dan uji statistik tersebut, maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Kelurahan Tonja Denpasar Utara. Kata Kunci : massage, kualitas tidur, bayi, 3-6 bulan
THE LATIHAN LARI AEROBIK MENURUNKAN KETERGANTUNGAN NIKOTIN MAHASISWA PEROKOK AKTIF DI DENPASAR I Gede Adi Susila Wesnawa; I Made Niko Winaya; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 2 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.329 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2016.v04.i02.p10

Abstract

Ketergantungan merokok disebabkan oleh pengaruh zat nikotin yang terdapat dalam rokok terhadap area imbalan di otak yang sensitif terhadap rangsangan kesenangan yang membangkitkan kenikmatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan olahraga yang bersifat aerobik dalam menurunkan tingkat ketergantungan nikotin dengan menggunakan Fagerstrröm Test for Nicotine Dependence (FTND) yang diukur sebelum dan sesudah penelitian selama dua minggu serta penurunan urgensi ketergantungan merokok dengan menggunakan Question of Smoking Urge (QSU) yang dinilai sebelum latihan dan 10 menit, 20 menit, dan 30 menit setelah latihan setiap sesi latihan. Penelitian pre eksperimental one group pre test dan post test dengan sampel 20 orang (dengan umur 21-23 tahun [rerata 21,6 ± 1,09]) selama 2 minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu dan durasi selama 20 menit. Statistik parametrik Paired Samples T-test, untuk Fagerstrröm Test for Nicotine Dependence mendapatkan hasil (p = 0,10 [p > 0,05]) menunjukkan penurunan yang terjadi tidak bermakna. Untuk Question of Smoking Urge hasil (p = 0,000 [p < 0,05]) untuk post 10 menit, (p = 0,000 [p < 0,05]) untuk post 20 menit, dan (p = 0,003 [p < 0,005]) untuk post 30 menit. Adanya penurunan nilai Smoking Urge sebelum dan sesudah latihan lari aerobik yang berarti adanya penurunan urgensi ketergantungan merokok secara jangka pendek pada mahasiswa perokok.
HUBUNGAN ANTARA DURASI DUDUK DAN POSISI DUDUK DENGAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEGAWAI KANTOR INSTANSI PEMERINTAH SEWAKA DHARMA KOTA DENPASAR Putri Miucin; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Luh Putu Ratna Sundari; I Wayan Sugiritama
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 3 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i03.p03

Abstract

Gerakan fungsional sering mengalami gangguan yang mengakibatkan terjadinya keterbatasan dalam bergerak. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh beberapa faktor dan penyebab salah satu terganggunya komponen biomotorik yaitu fleksibilitas pada otot hamstring. Faktor pemicu utamanya adalah durasi duduk dan posisi duduk saat bekerja. Desain penelitian ini yaitu analitik cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 67 orang pekerja laki-laki dan perempuan yang berusia 35- 55 tahun. Variabel bebas yang diukur adalah durasi duduk dan posisi duduk sedangkan variabel terikatnya yaitu fleksibilitas otot hamstring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi duduk dan posisi duduk memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko terjadinya penurunan fleksibilitas otot hamstring (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semakin lama dan semakin tinggi resiko posisi duduk semakin rendah fleksibilitas otot hamstring pada pegawai kantor. Kata Kunci: Durasi, Posisi, Fleksibilitas
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KELINCAHAN PEMAIN SEPAK BOLA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Pande Komang Indra Pramadewa; Ni Wayan Tianing; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.586 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i01.p03

Abstract

Kelincahan sangat diperlukan oleh seorang pemain sepak bola untuk menghadapi situasi tertentu dalampertandingan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kelincahan adalah kekuatan otot tungkai. Tujuan dari penelitianini adalah untuk membuktikan adanya hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kelincahan pemain sepak bolamahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2018 dengan desainstudi cross sectional analytic. Sampel diambil dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57orang. Rentang usia sampel yaitu 18 – 25 tahun. Variabel independen yaitu kekuatan otot tungkai diukur menggunakanleg dynamometer. Variabel dependen yaitu kelincahan diukur menggunakan illinois agility run test. Uji Spearman’s rhoCorrelation digunakan untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel diatas. Terdapat hubungan yang signifikanantara kekuatan otot tungkai terhadap kelincahan, berdasarkan output data dari analisis dengan signifikansi < ?(0,05),dimana nilai p=0,001. Selanjutnya, berdasarkan output data diketahui Correlation Coefficient sebesar 0,525 yang berartiadanya hubungan linier. Terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kelincahan pemainsepak bola mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: Kekuatan Otot Tungkai, Kelincahan, Pemain Sepak Bola
HUBUNGAN GENERALIZED JOINT HYPERMOBILITY (GJH) DENGAN KESEIMBANGAN STATIS PADA PENARI DI KOTA DENPASAR Elfiera Kang; Ni Luh Nopi Andayani; Nila Wahyuni; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 2 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.595 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i02.p08

Abstract

Keseimbangan adalah komponen yang penting dalam kehidupan manusia. Keseimbangan terdiri dari keseimbangan statis dan dinamis. Keseimbangan statis adalah dasar terbentuknya keseimbangan dinamis. Jika keseimbangan statis terganggu, keseimbangan dinamis pun akan mengalami gangguan. Menari adalah aktivitas yang membutuhkan fungsi keseimbangan yang tinggi. Gerakan tarian yang repetitif dan melebihi lingkup gerak sendi dapat menyebabkan kondisi generalized joint hypermobility (GJH) pada penari. Tujuan Penelitian ini adalah untuk dapat menganalisis adanya hubungan antara generalized joint hypermobility (GJH) dengan keseimbangan statis pada penari di Kota Denpasar. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan pada bulan April-Mei 2019. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 48 perempuan usia 16-25 tahun. Variabel independen yang diukur ialah generalized joint hypermobility (GJH) dengan menggunakan beighton score. Pengukuran variabel dependen, yaitu keseimbangan statis dilakukan dengan standing stork test. Uji korelasi dengan uji Spearman’s Rho menunjukan hasil p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan antara generalized joint hypermobility (GJH) dengan keseimbangan statis pada penari usia 16-25 tahun di Kota Denpasar. Kata kunci : Generalized Joint Hypermobility, Keseimbangan Statis, Penari, Beighton Score, Standing Stork Test.
THE PELATIHAN PROPRIOSEPTIF EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA PEMAIN SEPAK BOLA DENGAN FUNCTIONAL ANKLE INSTABILITY DI SSB PEGOK Ni Made Lidia Swandari; I Putu Sutha Nurmawan; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 1 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.031 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2016.v04.i01.p05

Abstract

Seorang pemain sepak bola sangat beresiko mengalami functional ankle instability. Functional ankle instability akan mempengaruhi keseimbangan pemain sepak bola. Pelatihan proprioseptif merupakan salah satu metode untuk meningkatkan keseimbangan dinamis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pelatihan proprioseptif terhadap peningkatan keseimbangan dinamis. Penelitian ini adalah penelitian praeksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest posttest design. Penelitian ini terdiri dari 20 sampel. Pelatihan dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Uji statistik menggunakan wilcoxon sign rank test menunjukan nilai p=0.000 (p<0.05), yang berarti ada perbedaan yang bermakna pada nilai rerata keseimbangan dinamis sebelum dan sesudah pelatihan. Artinya pelatihan proprioseptif memberikan peningkatan yang bermakna terhadap keseimbangan dinamis pada pemain sepak bola dengan functional ankle instability di SSB Pegok.
Co-Authors adiartha g Agung Wiwiek Indrayani Agus Frandes Sariaman Ainul Ghurri Akbar Pratama Ari Wibawa Aria Wibawa Arya Wiguna Azriel Siloam Cindy Thiovany Soetomo D A inten Damha Al Banna Darryl Rex Zaffyr Dedi Silakarma Desak Made Puja Astuti Desak Made Wihandani Dewa Putu Gede Purwa Samatra Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dio Septiyan Helmi Eka Oktafianti Elfiera Kang Febriyani Laurus Helena Jelita Hera I A Md Dwi Purwitasari I D A P Inten Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Putu Sutjana I Dewa Sutjana I Gede Adi Susila Wesnawa I Gusti Ayu Bulan Sistayani I Ketut Suyasa I Made Jawi I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Nyoman Agus Pradnya Wiguna I Nyoman Mangku Karmaya I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gede Adiatmika I Putu Sutha Nurmawan I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Sugiritama I Wayan Weta Ignatia Novianti Tantri indah adiputra Indra Lesmana J. A. Pangkahila K tirtayasa Ketut Tirtayasa Khaerul Anam La Ode Muhammad Gustrin Syah Lilik Evitamala Luh Kadek Asri Junita Dewi Negara Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Nyoman Triwidayani Aryda Made Adelia Pradnya Saraswati Made Hendra Satria Nugraha Made Meita Malini Maulida Rohmah Fauziah Merinda Ulfa Muh. Irfan Muhammad Ali Imron Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Irfan Ni Luh Ayu Srianti Dewi Ni Luh Nopi Andayani Ni Made Lidia Swandari Ni Made Mahadewi Dwijayanti Reistriawan Ni Made Nuari Diahputri Ni Made Suasti Wulanyani Ni Made Wahyuni Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Suratmiti Ni Putu Ayu Windari Putri Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Pande Komang Indra Pramadewa Putri Miucin Putu Ayu Sita Saraswati Reza Fatchurahman Rizki Novrianti S. Indra Lesmana Sagung Ayu Priti Mawar Veda Santi Sayu Aryantari Putri Thanaya Stanisela Agatha Stanisela Agatha Sugijanto - Susy Purnawati Wahyuddin, Wahyuddin