Claim Missing Document
Check
Articles

NEURAL TENSION DYSFUNCTION LEVEL IN THE LOWER LIMBS AND SHORT HAMSTRING SYNDROME Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; Ni Komang Ayu Juni Antari; Gede Parta Kinandana
Sport and Fitness Journal Vol 11 No 2 (2023): Volume 11, No.2, May 2023
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hamstring muscles play a role in several functional human movements such as walking, running, and jumping. Changes in hamstring extensibility can cause joint dysfunction and have been associated with several orthopedic disorders, such as low back pain and patellofemoral syndrome. Previous studies have revealed changes in individual tolerance to stretching rather than changes in muscle structure in short hamstring syndrome (SHS). In addition, it is believed that the strong afferent input from stretching can reduce the impulse rate of mechanoreceptors and proprioceptors which can also influence sensory adaptation. Reduced ROM in short hamstring syndrome is also caused by neural tension dysfunction. This study aimed to describe the relationship between the incidence of neural tension dysfunction and indications of the occurrence of SHS in a healthy population and how neurodynamic stretching (NDS) interventions can effectively increase hamstring flexibility. The research method used was a literature study of articles using secondary data in the form of a review of research journals related to the relationship between neural tension dysfunction and SHS. Previous studies have shown that interventions aimed at neural structures such as administering neurodynamic stretching are more effective when compared to other intervention approaches in increasing flexibility in SHS. This is due to changes in the nervous structure such as the ability of the nerves to accept tension loading that accompanies changes in the length of the hamstring muscles on the SHS. In addition, increased mechanosensitive due to neural tension dysfunction is one of the main factors in the limitation of motion in SHS. Based on the literature review, it can be concluded that: there is a relationship between neural tension dysfunction in the lower limbs and the incidence of short hamstring syndrome in a healthy population.
AKTIVITAS FISIK BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI I Gusti Ayu Diah Anjaswari; I Gusti Ayu Artini; Ni Komang Ayu Juni Antari; Ni Luh Nopi Andayani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p18

Abstract

Pendahuluan: Dismenore primer didefinisikan sebagai kondisi nyeri haid atau menstruasi tanpa adanya kondisi panggul yang abnormal. Ada beberapa faktor yang dapat memperberat atau meringankan gejala dismenore primer, salah satunya adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik berperan penting dalam mencegah nyeri haid dengan meningkatkan pelepasan endorfin dan mempengaruhi hormon hipofisis untuk mengurangi nyeri yang berhubungan dengan dismenore. Selain itu, Indeks Massa Tubuh (IMT) mempengaruhi munculnya nyeri dismenore akibat kurangnya asupan gizi pada seseorang dengan IMT rendah maupun akibat gangguan hiperplasia pembuluh darah pada seseorang dengan IMT tinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Pada penelitian ini jumlah sampel sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan yaitu 40 orang. Data penelitian yang dikumpulkan berupa aktivitas fisik yang diukur dengan kuesioner GPAQ serta pengukuran derajat nyeri dismenore primer yang diukur menggunakan kuesioner dismenore dan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Melalui kuesioner GPAQ ditemukan sebagian besar sampel memiliki aktivitas berat dan melalui pengukuran nyeri ditemukan sampel paling banyak mengeluhkan nyeri ringan. Uji hipotesis spearman rho digunakan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan derajat nyeri dismenore primer pada remaja putri dengan IMT normal di SMA Negeri 1 Semarapura dan diperoleh nilai p sebesar 0,002 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan derajat dismenore primer pada remaja putri dengan indeks massa tubuh normal di SMA Negeri 1 Semarapura. Kata Kunci: aktivitas fisik, dismenore primer, IMT
GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF BERHUBUNGAN DENGAN KESEIMBANGAN POSTURAL PADA LANSIA Ni Luh Veni Rahayu; Ni Komang Ayu Juni Antari; Ari Wibawa; Indira Vidiari Juhanna
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p09

Abstract

Pendahuluan: Lansia atau lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun. Lansia tidak lepas dari proses degenerasi. Akibat dari proses penuaan atau proses degenerasi pada kondisi tubuh lansia menyebabkan menurunnya fungsi tubuh lansia, salah satunya adalah gangguan fungsi kognitif. Gangguan fungsi kognitif menyebabkan penurunan visuospasial, fungsi eksekutif, memori, atensi, dan kecepatan pengolahan informasi yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan postural pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan fungsi kognitif dengan keseimbangan postural pada lansia di Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, Gianyar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan pada bulan pada bulan September 2021 sampai dengan Maret 2022. Pengambilan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 56 subjek yang merupakan lansia di Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, Gianyar. Peneliti mengukur tingkat fungsi kognitif subjek dengan kuisoner Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina) yang dilakukan dengan wawancara secara langsung. Setelah itu, subjek diminta untuk mengikuti tes Time Up Go Test (TUGT) yang digunakan untuk mengukur keseimbangan postural. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat dengan uji korelasi spearman rho. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi p value=0,001, p<0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,427. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara gangguan fungsi kognitif dengan keseimbangan postural pada lansia di desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, Gianyar. Kata kunci: lansia, gangguan fungsi kognitif, keseimbangan postural.
INDEKS MASSA TUBUH BERHHUBUNGAN DENGAN CHRONIC ANKLE INSTABILITY PADA ATLET BASKET SMA DI BADUNG Trian Ocha Iswara; Ari Wibawa; Ni Komang Ayu Juni Antari; Anak Anak Gede Angga Puspa Negera
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p03

Abstract

Pendahuluan: Sprain ankle merupakan cedera yang tak asing bagi atlet basket. Cedera sprain ankle yang tidak tertangani dengan baik menyebabkan atlet mengalami gejala sisa seperti nyeri, ketidakstabilan, krepitasi, kelemahan, cedera berulang dan perasaan goyang dapat didefinisikan sebagai chronic ankle instability (CAI). Indeks massa tubuh salah satu faktor intrinsik terjadinya Chronic ankle instability. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan chronic ankle instability pada atlet basket SMA di Badung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel, simple random sampling dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2022. Jumlah sampel sebanyak 77 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara wawancara, untuk mengetahui responden mengalami Chronic ankle instability (CAI) menggunakan kuesioner Cumberland Ankle Instability Tool, untuk IMT didapatkan dari hasil matematis berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m2) dan disesuaikan berdasarkan kategori. Hasil: Analisis korelasi spearman rho dengan hasil p ialah 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,515 dengan korelasi kuat. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan terdapat korelasi kuat dengan arah berlawanan antara indeks massa tubuh dengan chronic ankle instability pada atlet basket SMA di Badung. Hubungan berlawan yaitu semakin tinggi nilai indeks massa tubuh (mengacu pada IMT overweight dan obesitas) maka semakin rendah score CAIT (score ?24 responden teridentifikasi mengalami CAI). Kata kunci: atlet basket, chronic ankle instability, indeks massa tubuh
PROFIL KEBUGARAN JASMANI PADA ATLET GATEBALL DI KABUPATEN KLUNGKUNG I Gusti Ayu Awidiya Putri Wulandari; Indira Vidiari Juhanna; Ari Wibawa; NI Komang Ayu Juni Antari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p15

Abstract

Pendahuluan: Gateball adalah salah satu olahraga prestasi yang cukup mudah untuk dilakukan. Meskipun termasuk olahraga yang terlihat santai, tidak menutup kemungkinan olahraga gateball membutuhkan kondisi fisik yang bugar untuk mendapatkan hasil permainan yang maksimal. Kondisi fisik yang bugar yang dimaksud adalah tingkat kebugaran jasmani berupa daya tahan paru jantung, kekuatan otot, daya tahan otot, kelentukan serta komposisi tubuh. Tujuan penelitian ini yakni memperoleh gambaran tentang profil kebugaran jasmani atlet gateball di Kabupaten Klungkung. Metode: Rancangan penelitian observasional deskriptif dengan teknik pengambilan data secara non probability purposive sampling. Pengambilan data pada bulan Juni 2022 dengan subjek penelitian berjumlah 16 orang. Variabel adalah komponen kebugaran jasmani dengan instrument stopwatch, leg and back dynamometer, bench sit and reach, timbangan dan stadiometer yang kemudian akan ditemukan seberapa besar persentase untuk masing-masing kategori dengan menggunakan rumus persentase. Hasil: Klasifikasi data didominasi dengan persentase daya tahan paru jantung responden berada dalam kategori sangat kurang (68,75%), kekuatan otot punggung dan tungkai pada kategori kurang sekali (56,25% serta 31,25%), daya tahan otot perut, lengan dan punggung berada dalam kategori baik sekali dan baik (18,75% dan 43,75%), kelentukan berada dalam kategori baik (37,5%), komposisi tubuh berada dalam kategori berimbang antara ideal dan gemuk (37,5%). Simpulan: Terdapat gambaran profil kebugaran jasmani yang paling dominan berada pada daya tahan paru jantung dengan kategori sangat kurang dimiliki oleh atlet gateball. Kata kunci: atlet, gateball, kebugaran jasmani
BERAT TAS PUNGGUNG DENGAN KELUHAN NYERI LEHER DAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Siluh Ngurah Ratih; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Ni Komang Ayu Juni Antari; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p08

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan tas punggung dengan berat >10% berat badan dapat memberikan dampak negatif bagi penggunanya apabila penggunaanya salah seperti nyeri leher, nyeri punggung bawah hingga perubahan pada postur tubuh, namun masih banyak siswa yang menggunakan tas punggung dengan >10% berat badan. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui hubungan antara berat tas punggung dengan keluhan nyeri leher dan nyeri punggung bawah pada siswa SMP di Kecamatan Mengwi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel yaitu 77 siswa berdasarkan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Data dikumpulkan dengan mengukur berat badan, berat tas punggung dengan menggunakan timbangan digital dan nyeri leher serta nyeri punggung bawah dengan wawancara langsung. Observasi dan pengukuran variabel setiap subjek penelitian hanya dilakukan satu kali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 di Aula SMP Negeri 4 Mengwi, Kabupaten Badung. Hasil: Hasil uji analisis non-parametrik spearman rho dari berat tas punggung dengan nyeri leher yaitu nilai p=0,000 (p<0,05) dan r=0,827 sedangkan hasil uji analisis non-parametrik spearman rho dari berat tas punggung dengan nyeri punggung bawah didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dan r=0,582. Simpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara berat tas punggung dengan nyeri leher dan nyeri punggung bawah pada siswa SMP di Kecamatan Mengwi yang bernilai positif, hal ini berarti semakin berat tas punggung yang digunakan maka semakin tinggi angka kejadian nyeri leher dan nyeri punggung bawah pada siswa. Kata Kunci: berat tas punggung, nyeri leher, nyeri punggung bawah, siswa SMP
DERAJAT KIFOSIS DENGAN KESEIMBANGAN STATIS DAN DINAMIS PADA LANSIA DI BANJAR BLIMBINGSARI, DESA BLIMBINGSARI, KECAMATAN MELAYA, KABUPATEN JEMBRANA Ni Putu Silvia Yunia Dewi; Made Hendra Satria Nugraha; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; Ni Komang Ayu Juni Antari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p13

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Pertambahan usia mengakibatkan banyak perubahan seperti penurunan kontrol neuromuskuler, perubahan postur dan fungsional otot. Perubahan postur tubuh berupa peningkatan kurva kifosis thoracal pada lansia mengakibatkan penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan. Tubuh manusia mempertahankan keseimbangan bertujuan untuk menunjang tubuh saat melawan gravitasi. Keseimbangan memiliki peranan penting bagi lansia dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti mandi, berjalan dan aktivitas lainnya secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan derajat kifosis dengan keseimbangan statis dan dinamis pada lansia di Banjar Blimbingsari, Desa Blimbingsari, Melaya, Jembrana. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cros sectional dilaksanakan pada bulan Desember 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dan jumlah sampel penelitian yaitu 53 orang yang terdiri dari lansia di Banjar Blimbingsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana sesuai kriteria inklusi, eksklusi, serta drop out. Pada penelitian ini variabel independen yaitu derajat kifosis yang diukur dengan flexicurve method, sedangkan variabel dependen yaitu keseimbangan statis yang diukur dengan functional reach test dan keseimbangan dinamis yang diukur dengan berg balance scale. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman’s Rho didapatkan nilai p= 0,000 dimana < 0,05, dengan koefisien korelasi -0,750 antara derajat kifosis dengan keseimbangan statis dan koefisien korelasi -0,869 antara derajat kifosis dengan keseimbangan dinamis. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat, signifikan dan tidak searah antara derajat kifosis dengan keseimbangan statis dan dinamis pada lansia di Banjar Blimbingsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Semakin besar derajat kifosis maka keseimbangan statis dan dinamis pada lansia semakin terganggu. Kata Kunci: lansia, derajat kifosis, keseimbangan statis, keseimbangan dinamis
Flat Foot Terhadap Kelincahan pada Anak Sekolah Dasar di Denpasar Ida Ayu Sandrina Dewi; Ni Komang Ayu Juni Antari; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; I Wayan Gede Sutadarma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p11

Abstract

Pendahuluan: Masa kanak-kanak merupakan suatu critical period dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Adanya suatu perkembangan berupa menetapnya bantalan lemak pada arkus pedis akan memicu kondisi flat foot pada anak. Kondisi tersebut berpotensi menjadi masalah kesehatan, seperti otot plantaris mudah lelah dan teriritasi. Masalah ini ditakutkan mengakibatkan kurang terstimulasinya perkembangan keterampilan motorik pada anak khususnya kelincahan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui bagaimana flat foot dan kelincahan berhubungan pada siswa sekolah dasar di Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan strategi cross sectional, total sampling, dan desain analisis observasional. Sebanyak 90 anak terpilih menjadi sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2022 di sekolah dasar yang berlokasi di Denpasar. Variabel independen pada penelitian yaitu flat foot dengan alat ukur footprint test serta clarke’s angle sebagai penentu grade flat foot sedangkan variabel dependen yaitu kelincahan yang diukur dengan alat ukur agility T-test. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dengan sampel sebanyak 90 orang dengan kondisi flat foot terklasifikasi menjadi grade 1, 2, dan 3. Sementara itu, pada variabel kelincahan dikategorikan menjadi dua, yaitu average dan poor. Setelah dilakukan analisis uji chi square diperoleh hasil nilai p 0,07 (p>0,05). Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara kelincahan dan flat foot pada anak sekolah dasar, terbukti dengan nilai p sebesar 0,07 (p>0,05). Temuan ini dapat dikaitkan dengan variabel perancu yang mungkin berdampak pada kelincahan anak, seperti indeks massa tubuh, aktivitas fisik, footwear, suhu, dan kelembapan. Kata Kunci: flat foot, kelincahan, anak sekolah dasar
Adiksi Smartphone dengan Postur Forward Head pada Siswa SMA: Studi Observasional Ketut Sutirama Cagi Putra; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; I Made Niko Winaya; Ni Komang Ayu Juni Antari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p01

Abstract

Pendahuluan: Siswa SMA merupakan salah satu kelompok masyarakat yang aktif menggunakan teknologi, termasuk penggunaan smartphone. Penggunaan smartphone yang tidak terkendali dan berkelanjutan dapat mengakibatkan kondisi adiksi smartphone. Adiksi atau kecanduan smartphone adalah kondisi di mana seseorang sangat terikat pada penggunaan smartphone dan sulit untuk menghentikannya. Kondisi kecanduan ini dapat berdampak negatif, salah satunya terkait dengan keluhan postur seperti Forward Head Posture (FHP). Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 60 orang yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian yang dikumpulkan mencakup tingkat adiksi smartphone yang diukur dengan kuesioner Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV), serta pengukuran derajat Craniovertebra Angle (CVA) untuk menentukan FHP, yang diukur menggunakan teknik fotogrametri. Hasil: Uji hipotesis chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara tingkat adiksi smartphone dan kejadian FHP pada siswa SMA Negeri 1 Semarapura. Hasil uji menunjukkan nilai p sebesar 0,025 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat adiksi smartphone dan kejadian FHP pada siswa SMA Negeri 1 Semarapura. Kata Kunci: adiksi, smartphone, forward head posture, siswa, SMA
The relationship between sleep quality and dynamic balance in the elderly Putu Ade Marwanasari; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Ni Komang Ayu Juni Antari; Govinda Vittala
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v5i1.192

Abstract

Background: The aging process in older adults will bring comprehensive changes related to the ability of their physiological functions. This condition causes the elderly's sleep patterns to change with various sleep disorders, resulting in poor sleep quality. The decrease in sleep quality in the elderly can affect their quality of life, including balance disorders. This study aimed to determine the relationship between sleep quality and dynamic balance in the elderly. Methods: This research used a cross-sectional study conducted in Nyuh Kuning Traditional Village, Mas, Ubud, Gianyar, in November 2023. The sampling technique used in this study was total sampling with a sample size of 43 people aged 60 years and over. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire, and dynamic balance was calculated using the Time Up and Go Test (TUG Test). Results: The research subjects were dominated by the elderly with poor sleep quality, 30 of whom were elderly (69.8%). Meanwhile, in dynamic balance, most research subjects had variations in dynamic balance and mobility, and the result of the TUG Test (+) was 33 elderly (76.7%). The obtained Sig. (2-tailed) value of the correlation between sleep quality and dynamic balance was 0.000 (<0.05). Sleep quality strongly correlates with dynamic balance, with a correlation coefficient (r) of 0.836, indicating a positive relationship. Conclusion: There was a positive significant relationship between sleep quality and dynamic balance in the elderly.
Co-Authors Agung Wiwiek Indrayani Aloysius Ivander Wirayudha Widjaja Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Anak Gede Angga Puspa Negera Anjani Septania Soegiharto Ari Wibawa Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Doni Galih Bagaswara Ferdi Alkindi Fydananda Nimas Pahlevi Gede Parta Kinandana Govinda Vittala Gusti Ayu Nyoman Nanda Wulantika I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Awidiya Putri Wulandari I Gusti Ayu Diah Anjaswari I Gusti Ayu Mitha Aristya Dewi I Made Andika Tresnanda Putra I Made Buda Kurniantara I Made Niko Winaya I Made Winarsa Ruma I Nyoman Adi Putra I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gede Adiatmika I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Ayu Sandrina Dewi Indira Vidiari Juhanna J. A. Pangkahila Jovanka Rayhan Susilo Kadek Rista Harjayanti Ketut Sutirama Cagi Putra Komang Ari Selin Komang Ayu Widiyantari Komang Githa Pradnyamitha Dewi Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra M Widnyana Made Hendra Satria Nugraha Made Winarsa Maria Assumpta Avila Beda Budhiyati Muh. Ali Imron Muhammad Irfan Ni Dyah Putu Purnamasari Ni Luh Ade Utari Ni Luh Dian Apsari Ni Luh Githa Sumiati Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Luh Veni Rahayu Ni Made Indri Sagita Ni Made Indri Sagita Ni Putu Ayu Dika Utami Ni Putu Silvia Yunia Dewi Ni Wayan Aprilia Astariani Putri Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Putu Ade Marwanasari Putu Ayu Bintang Anjali Putu Ayu Sita Saraswati Putu Ayu Wulan Purnama Dewi Putu Rama Adhityadharma Rizka Tamalia Rosyida Aprilia Wulandari Sayu Aryantari Putri Thanaya Sherly Lena Waromi Siluh Ngurah Ratih Trian Ocha Iswara Wiratama, Gede Maheza