I W. SUKANATA
Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar Bali

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DENGAN SISTEM KEMITRAAN PADA KANDANG CLOSE HOUSE (Studi Kasus di Arcana Farm Broiler Desa Candikusuma Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana) Lumbansiantar M.; I G. Mahardika; I W. Sukanata
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 3 (2021): Vol. 9 No. 3 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study to determine the production performance of broiler farms kept in closed house cages. This research was conducted in a closed house system with a capacity of 12,000 chickens at Arcana Farm located in Candikusuma Village, Melaya District, Jembrana Regency, Bali Province, for 2 months from December 2020 to February 2021. The variables observed in this study are body weight gain, feed consumption, depletion, feed conversion ratio (FCR), performance index (IP), cost, revenue, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), and BEP. The results of this study showed that the average weight of chickens at 33 days of age was 1.790 kg/head, the average body weight gain was 1.754 kg/head, the average ration consumption was 2.696 kg/head, the average FCR value was 1.53 with an R/C ratio of 1, 17, depletion 2.79% and the average performance index of chickens 366,8. Investment costs incurred are Rp. 547.565.000,- total production costs are Rp. 320.059.955/period, the net income of farmers is Rp. 53.597.345/period. This effort reached BEP on the production of 2,261 kg of live chickens or 1,263 chickens and the selling price of chickens was Rp. 14,634/kg live weight. The results of this study indicate that the broiler farming business that is kept in closed cages with a partnership pattern is good and feasible to do. Key words: chicken broilers, closed house
Analisis Finansial Usaha Rumah Potong Ayam Broiler Semi Modern (Studi Kasus pada UD. Giri Sari Di Denpasar Timur) Susana I W.; I W. Sukanata; I N. Suparta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.872 KB)

Abstract

The chicken slaughtering business is about processing broiler chickens into carcass that would then be marketed to consumers. This study aims to determine operational management, finansial feasibility, as well as the sensitivity of the feasibility of semi modern chicken slaughterhouse business at UD. Giri Sari. This research was carried out at UD Chicken Slaughterhouse. Giri Sari Denpasar, Desa Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Denpasar Regency for 1 month from April to May 2018. The data used are primary data and secondary data. The variables used in this study are operational management chicken slaughterhouse and financial feasibility analysis. Financial feasibility is determined based on the results of the Net Present Value analysis, Internal Rate of Return, Net Benefit Cost Ratio, Pay Back Period, Break Even Point, and sensitivity analysis. The results showed that this business generated NPV 15.025.348.898,76, IRR 101,94%, Net B / C 5,06, PBP 3 months 20 days (0,30 years) and BEP 6 years. The results of the sensitivity analysis show that this business is less sensitive to the increase in the price of live chickens by 14,52% and is very sensitive to the decline in carcass prices by 3,39%. Therefore the business of Chicken Slaughterhouse UD. Giri Sari Denpasar is financially feasible. Although this business is feasible to run, it is necessary to pay attention to cutting management so that the quality of the carcass is in accordance with SNI in the RPA. Keywords: The chicken slaughtering business, carcass, financial analysis
PERBANDINGAN DUA SISTEM KEMITRAAN AYAM BROILER PADA KANDANG CLOSED HOUSE Adnyana I P. G. G.; I G. Mahardika; I W. Sukanata
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.469 KB) | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p14

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan dua sistem kemitraan ayam broiler pada kandang closed house yang dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan Oktober sampai dengan bulan November 2019. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, deplesi, Feed convertion ratio (FCR), Indeks performa (IP), kontrak sistem A dan sistem B. Penelitian menggunakan data selama 7 periode pemeliharaan. Data penelitian dianalisis secara deskriptif pada aspek pola kemitraan dari sitem A dan B serta performa produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan sistem A dan B sama-sama menerapkan kemitraan inti plasma dan terdapat perbedaan pada pemberian bonus, sistem A memberikan bonus FCR, deplesi dan IP sedangkan sistem B memberikan bonus FCR dan harga pasar. Hasil penelitian ini juga menunjukan bobot rata-rata ayam pada umur 29 hari sebesar 1,317 kg/ekor, rataan pertambahan bobot badan 1,278 kg/ekor, rataan konsumsi rasum 1,920 kg/ekor, rataan nilai FCR 1,488, rataan tingkat deplesi 2,276 dan rataan indeks performa ayam broiler sebesar 297,490. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem A dan sistem B memiliki perbedaan pada sistem pembagian bonus serta rata-rata performa produksi dari 7 periode pemeliharaan masih di bawah standar sistem A dan sistem B. Kata kunci: sistem kemitraan, ayam broiler, closed house
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN BABI PERBIBITAN (Studi Kasus di Peternakan Ditha Cahya Farm Desa Taman Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung) Mahardika I M. A. A.; I W. Sukanata; N. L. G. Sumardani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 3 (2021): Vol. 9 No. 3 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetilian ini bertujuan untuk mengetahui performa produksi, pendapatan, R/C ratio, dan titik impas, usaha peternakan babi perbibitan Ditha Cahya Farm. Penelitian ini dimulai dari bulan September sampai dengan bulan November 2020 di peternakan Ditha Cahya Farm yang berlokasi di Desa Taman Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dari wawancara serta catatan peternak. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi performa produksi, pendapatan, R/C ratio, dan titik impas, usaha peternakan babi perbibitan Ditha Cahya Farm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi anak babi rata-rata sebanyak 768 ekor/tahun dari 106 ekor induk/tahun. Dengan tingkat mortalitas anak babi sebanyak 10%/kelahiran. Anak babi disapih umur 30 hari dengan rata-rata bobot sapih 7,5 kg/ekor. Anak babi akan dijual umur 37-40 hari dengan rata-rata bobot badan 10-12 kg/ekor. Pendapatan dari usaha ini adalah sebanyak Rp 312.762.540,-/tahun dengan R/C ratio sebesar 1,623. Usaha ini akan mencapai titik impas Break Even Point (BEP) ketika produksi anak babi sebanyak 213 ekor/tahun, atau ketika harga anak babi sebesar Rp 652.653/ekor. Break Even Point (BEP) penjualan adalah sebesar Rp 213.000.000,-/tahun. Kata kunci: Performa, Perbibitan, Pendapatan, BEP, R/C ratio
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Ayam Broiler dengan Sistem Kandang Closed House (Studi Kasus di Pt.Ciomas Adisatwa, Desa Tuwed, Jembrana, Bali) Widana I P. V. H.; I W. Sukanata; I G. N. Kayana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.689 KB)

Abstract

This study aims to determine whether the closed house broiler chicken farms are feasible or not. This research was conducted at the PT. Ciomas Adisatwa located in Tuwed Village, Jembrana, Bali. The type of data used is primary and secondary data which are quantitative and qualitative. The method used in collecting data is observation, interviews, and documentation. The variables observed in this study were broiler production performance and the financial feasibility of broiler farms. The results showed that the average harvest age was 32.61 days with an average weight of 1.75 kg/head, average feed consumption of 3.4 kg/head, depletion rate of 3, 64%, FCR of 1.61, and performance index of 322.15. The results of the financial feasibility analysis show that the broiler chicken business in PT. Ciomas Adisatwa is financially feasible which can be shown by the NPV of Rp. 12.6 billion, IRR 26.55%, Net B/C Rp. 1.74, the Pay Back Period (PBP) can be achieved in a period of 0.74 years, Break Event Point time (BEP) of 4.7 years, BEP production is 1,394,700.18 kg, BEP price is Rp. .19,742.52/kg. Whereas the sensitivity of financial feasibility to increase of feed price decrease of chicken price 6,4% are 10,37% and 6,4% respectively.The conclusion of this study is the performance of the production of broiler chicken farms in the Tuwed Farm owned by PT.Ciomas Adisatwa classified as sufficient and feasible to run financially. Keywords: Broiler chicken, Closed house, Financial feasibility, Sensitivity.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PETERNAKAN ITIK PETELUR DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN INTENSIF (Studi Kasus pada Peternakan Itik Petelur di Desa Banjarangkan, Kabupaten Klungkung) Suprapta I M.; I W. Sukanata; I K. A. Wiyana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.701 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know about the production management and the financial feasibility of the layer duck farms as well as its sensitivity to the increase of feed prices and the decrease of eggs prices. This reasearch was conducted on December 2016 until January 2017 atI Ketut Mendra’s layer duck farm in Banjar Selat,Banjarangkan Village, Klungkung. The located of the study have determined by purposive. The data used primary data and secondary data that analyzed by quantitative descriptive method which includes the analysis of investment criteria, payback period, breakeven point, and switching value.The results of this study indicate that I Ketut Mendra’s layer duck farm was financially feasible indicated by the positive Net Present Value (NPV) of Rp 82,315,887, Internal Rate of Return (IRR) of 27.37%, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) of 1.46. Pay Back Period and Break Even Point could be reached on 0.45 years dan 6.93 years respectively. BEP production of this farm was273,702eggs/year, while the BEP price wasRp. 1,433 per egg. This farm was very sensitive to the decrease of theeggs pricesand the increase of the feed prices with a value of 3.5% and 4.67% respectively.
ANALISIS PERFORMA PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM BROILER POLA MANDIRI DENGAN SISTEM KANDANG TERBUKA (OPEN HOUSE) (STUDI KASUS DI UD. MERTA PURA DESA MELILING, KECAMATAN KERAMBITAN, KABUPATEN TABANAN) Wirawan I M.W.; i W. Sukanata; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 1 (2019): Vol. 7 Isssues 1 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.72 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa produksi dan pendapatan usaha ternak ayam broiler pola mandiri dengan sistem kandang terbuka (open house).Penelitian ini dilaksanakan pada UD.Merta Pura yang berlokasi di Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data hasil pemeliharaan selama 7 periode produksi yaitu dari bulan Juni 2016 - Desember 2017.Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah manajemen pemeliharaan, bobot badan, rata-rata umur panen, pertambahan berat badan, FCR, index performa, mortalitas dan deplesi.Aspek ekonomi yang diteliti yaitu pendapatan bersih, biaya, Revenue Cost Ratio, dan Break Even Point.Data penelitian dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata performa ayam broiler yang diperoleh pada penelitian ini adalah manajemen pemeliharaan sudah baik. Ayam di panen rata-rata pada umur 29 hari dengan rata-rata bobot badan 1,76 kg/ekor, pertambahan bobot badan 1,67 kg/ekor atau 56,93 gram/ekor/hari, nilai FCR 1,54, index performa 374,43 dan rataan deplesi 3,98 %. Rata-rata pendapatan bersih peternak sebesar Rp.31.891.671 per periode produksi. Nilai Revenue Cost Ratio 1.14. Usaha ini mencapai Break EvenPoint ketika jumlah ayam yang di produksi 4,961 kg ayam hidup atau ketika harga jual ayam hidup sebesar 15.199/kg.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha ternak ayam broiler pola mandiri dengan sistem kandang terbuka (open house) sudah menguntungkan bagi peternak, dan layak untuk diusahakan. Kata Kunci : performa produksi, pendapatan, ayam broiler, pola mandiri, kandang terbuka
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDIDAYA PULLET (Studi Kasus pada UD Prapta di Desa Pasedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem) Arta I M. G.; I W. Sukanata; R. R. Indrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.968 KB)

Abstract

This study aims to determine financial feasibility of pullet production. The research was conducted from January to March 2016 at UD Prapta located in the Pasedahan village, Manggis District, Karangasem regency. Primary and secondary data were used in this study. The financial feasibility of this business was  analyzed based on the analysis of investment criteria, analysis Pay Back Period and Break Even Point. The results of this study indicate the financial feasibility that this business generates a positive NPV of Rp. 71.677.012, -, IRR of 19%, Net B / C of 1,33, Pay Back Period reached after 4,31 months and Break Even Point achived after the business run for 7,01 years. The results of the sensitivity analysis shows that this business reached breakeven when the number of production as many as 4.312 head, or at the pullet price of Rp. 45.104 - /pullet.
ANALISA PERFORMANCE DAN PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM RAS PETELUR YANG DIBERIKAN SUPLEMEN MELALUI AIR MINUM (Studi Kasus di Desa Candikusuma Kecamatan Melaya) Sudiana A. I K.; I W. Sukanata; I P. A. Astawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.965 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisa performance dan pendapatan usaha ternak ayam ras petelur yang diberikan suplemantasi melalui air minum. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan ayam ras petelur milik Ni Made Dewi Maharatih di Desa Candikusuma, Kecama tan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali yang dilakukan selama 4 bulan, mulai dari persiapan, sampai analisis data. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu produksi telur, Hen Day Production,Grade telur, Pendapatan, R/C Ratio dan Break Even Point. Hasil penelitian menunjukan bahwa produksi telur dan Hen Day Production pada ayam ras petelur yang diberikan suplementasi melalui air minum dengan dosis 0,05% dan 0,1% secara statistik menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) jika dibandingkan dengan kontrol (air minum tanpa suplementasi). Hasil analisa performance produksi menujukan peningkatan produksi telur pada penambahan suplemen pada air minum sebanyak 0,05% dan 0,1% sebesar 3,3% dan 9,1%. Hasil analisa pendapatan menunjukan penambahan suplemen pada air minum sebanyak 0,1% menunjukan hasil yang paling baik dengan pendapatan bersih sebesar Rp 314,743.06/bulan, R/C ratio sebesar 1,28, BEP unit sebesar 367 butir, BEP harga sebesar Rp 1.003/butir dan BEP penjualan sebesar Rp 483.000. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan suplementasi melalui air minum dapat meningkatkan performanceproduksi dan pendapatan usaha ayam ras petelur. Kata Kunci : Suplemen, performance, ayam ras petelur, pendapatan usaha
STRATEGI PEMASARAN “URUTAN” SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS BALI (STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA “URUTAN” DI KABUPATEN BADUNG BALI) WULAN S., N. M. M.; B. R. T. PUTRI; I W. SUKANATA
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.926 KB)

Abstract

fPenelitian  ini bertujuan  untuk  menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran “urutan”, menentukan posisi industri rumah tangga “urutan” di dalam industri oleh-oleh khas Bali, dan merekomendasikan strategi pemasaran yang tepat bagi industri rumah tangga “urutan” di Kabupaten Badung. Penelitian ini dilakukan pada empat desa di Kabupaten Badung yang ditentukan secara purposive. Jumlah responden sebanyak 59 orang yang terdiri atas empat orang produsen, 50 orang konsumen, dan lima orang ahli. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan  data  sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan bantuan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah 1) analisis internal dan eksternal perusahaan untuk menentukan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dengan menggunakan matriks IFE dan matriks EFE. Posisi perusahaan didalam industri ditentukan dengan menggunakan matriks IE, 2) analisis SWOT digunakan untuk menyusun alternatif strategi pemasaran “urutan” dan 3) analisis QSPM digunakan untuk menentukan prioritas strategi pemasaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa usaha “urutan” berada pada sel III (Pertahankan dan Pelihara) dalam matriks IE dengan nilai IFE 1,62 dan EFE 3,11 dengan strategi utama yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk. Terdapat sembilan alternatif strategi pemasaran “urutan” yaitu: menjadikan “urutan” sebagai oleh-oleh khas Bali, mengadakan kerjasama dengan toko oleh-oleh khas Bali dan travel, meningkatkan kualitas produk yang diproduksi, mengemas produk dengan baik dan menarik, menerapkan program penyuluhan bagi para produsen, membuat brosur dan iklan tentang keunggulan produk, menambah varian daging yang digunakan, membuat klasifikasi produk dengan tingkat lemak tertentu, dan meningkatkan jiwa wirausaha pengusaha. Strategi yang menjadi prioritas utama adalah meningkatkan kualitas produk dengan cara meningkatkan pengembangan produk serta penerapan teknologi tepat guna.