Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

DAUN KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendra L) SEBAGAI PENGENDALI LARVA Aedes aegypti DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA AMBON Kaihena, Martha; Ukratalo, Abdul M
Biofaal Journal Vol 2 No 1 (2021): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.082 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v2i1pp28-34

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksinnya sehingga dilakukan upaya pencegahannya adalah dengan memutus rantai penularan penyakit yaitu dengan mengeradikasi vektornya. Masyarakat Pulau Buru, Provinsi Maluku menggunakan daun kayu putih untuk menghusir nyamuk. Dalam penggunaannya, daun kayu putih dibakar dan khasiatnya dapat mematikan nyamuk. Daun kayu putih mengandung minyak atsiri yang potensial dikembangkan sebagai larvasida alami pencegah berkembangbiaknya nyamuk A. aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi ekstrak etanol daun kayu putih (Melaleuca leucadendron L) dalam membunuh larva nyamuk A. aegypti. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Tiga ratus larva nyamuk instar III dimasukan pada masing-masing wadah yang berisi ekstrak etanol herba meniran (EEHM) dengan konsentrasi yang sudah ditentukan. Tiap wadah diisi 20 larva. Pengamatan aktivitas larvasida ekstrak etanol herba meniran dilakukan setiap 2 jam sekali selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kayu putih mampu membunuh larva nyamuk Aedes aegypti dengan dosis efektif ekstrak etanol kulit batang kedondong dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti adalah 20 g/mL.Nilai LC50 ekstrak etanol daun kayu putih sebesar 5,091 dengan batas bawah 1,904 dan batas atas 7,007. Sedangkan nilai LC90 ekstrak etanol daun kayu putih sebesar 12,599% dengan batas bawah 9,980 dan batas atas 20,091.
PERBANDINGAN MAKRONUTRIEN DAUN Alstonia sp. DI DESA NYAMA PULAU MOA DAN DESA LATUHALAT PULAU AMBON Batlayeri, Sentia; Kaihena, Martha; Nindatu, Maria; Jotlely, Hery
Biofaal Journal Vol 3 No 1 (2022): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v3i1pp33-42

Abstract

Pada umumnya masyarakat Indonesia masih menggunakan obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Tumbuhan Alstonia sp. merupakan salah satu tumbuhan yang dapat diolah menjadi obat tradisional karena mempunyai banyak khasiat dan gizi yang terkandung di dalamnya. Dalam penelitian ini, bagian tumbuhan yang digunakan ialah daunnya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dari dua daerah yang berbeda yaitu di Desa Nyama Pulau Moa dan di Desa Latuhalat Pulau Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan makronotrien pada daun Alstonia sp. kedua daerah tersebut. Analisis proksimat meliputi analisa kadar protein (Kjeldahl), kadar lemak (Soxhlet), kadar abu (Dryashing), kadar air (Termogravimetri), dan kadar karbohidrat total (by different). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan makronutrien daun Alstonia sp. di Desa Nyama Pulau Moa dan Desa Latuhalat Pulau Ambon sebagai berikut : kadar protein (10.3% dan 9.32%), kadar lemak (7.07% dan 13.37), kadar abu (7.20% dan 4.80%), kadar air (3.86% dan 8.81%), dan karbohidrat (71.84% dan 63.70%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar protein dan kadar abu daun Alstonia sp. di Desa Nyama Pulau Moa dan Desa Latuhalat Pulau Ambon, sedangkan untuk kadar lemak dan kadar air tidak berbeda secara signifikan.
AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN Calophyllum inophyllum Linn TERHADAP KADAR GULA DARAH MENCIT (Mus musculus) MODEL DIABATES MELLITUS Ukratalo, Abdul M; Kaihena, Martha; Ramadhany, Muhammad Reza
Biofaal Journal Vol 3 No 2 (2022): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v3i2pp89-95

Abstract

The use of herbal remedies in treating diabetes mellitus has been used for generations because in addition to the relatively small side effects, the price is more economical. Bintangur (Calophyllum inophyllum Linn) is a plant that has multiple benefits. Bintangur contains compounds derived from xantona, coumarins, flavonoids, benzodipiranones, triterpenoids and steroids. Flavonoid compounds in star leaves are thought to be able to capture free radicals that cause damage to cells β the pancreas that causes diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the potential of ethanol extract of Calophyllum inophyllum Linn leaves against decreasing blood sugar levels of diabetes mellitus mice. Mice of 20 heads divided into 5 groups KN, K (-), K (+), P1 = dose 0.2 ml / head / day and P2 = dose 0.4 ml / head / day. In the K(-), K(+), P1 and P2 groups STZ induction and blood sugar levels were observed. After an increase in blood sugar levels in the K (+) group, metformin drugs were given, P1 and P2 were given stargur leaf extract according to a predetermined dosage. Observation of post-induction blood sugar levels was observed on days 7 and 14. The research data were then analyzed using the ANOVA test. The results of the ANOVA test showed that the calculated F value was 177.503 with an F probility of 0.000 (sig<0.05) which means that the administration of stargur leaf ethanol extract had an effect on kgd mice.
Introducing Indonesian endemism, its threat and conservation solution for SMA Negeri 10 students in Kamarian Village, West Seram Regency, Maluku Leimena, Handy Erwin Pier; Seumahu, Cecilia Anna; Sahertian, Dece Elizabeth; Ukratalo, Abdul Mahid; Kaihena, Martha
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 1 (2024): March
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i1.585

Abstract

West Seram Regency on Seram Island in Maluku Province, Indonesia has extraordinary biodiversity and is the habitat of several endemic species of Maluku and Indonesia. As a form of implementation of the dharma of community service, socialization was conducted with students of SMA Negeri 10 in Kamarian Village, West Seram Regency, Maluku about Indonesian endemism, its threats and conservation. The socialization was attended by 38 students. The socialization results indicate that 91% of students demonstrated a good understanding of endemic species, and 82% of students obtained information on endemic species from this activity. Additionally, students were able to identify 11 Indonesian endemic species, as well as the threats and efforts to protect them. This activity has the potential to increase environmental awareness among school students, the nation's young generation.
Penyembuhan Luka Bakar Tikus Rattus norvegicus Pasca Diberi Gel Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Kaihena, Martha; Luarwan, Welmince T.
Kalwedo Sains (KASA) Vol 2 No 1 (2021): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2021
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav2i1p34-40

Abstract

Luka bakar adalah rusaknya jaringan yang diakibatkan adanya kontak tubuh dengan bahan kimiawi, agen termal, maupun listrik. Insiden luka bakar yang disebabkan agen termal paling sering terjadi di dapur, dan permasalahan fisiologi yang sering di keluhan oleh masyarakat, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari gel ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap penyembuhan luka bakar tikus Rattus norvegicus.Sampel tikus berjumlah 15 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan gel ekstrak etanol daun cengkeh dengan konsentrasi 3%,konsentrasi 6%, Konsentrasi 9%, dan kelompok kontrol. Sampel diadaptasikan selama seminggu, kemudian diberi perlakuan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penutupan luka bakar dan lama waktu sembuh yang juga ditunjukkan secara statistik. Disimpulkan bahwa pemberian gel ekstrak etanol daun cengkeh konsentrasi 6% dan 9%, memiliki efek yang yang lebih cepat dan lebih baik dalam proses penyembuhan luka bakar pada tikus Rattus norvegicus.
Analisis Kandungan Gizi Dan Jumlah Mikroba Produk Ikan Kaleng Yang Dijual Di Beberapa Supermarket Di Kota Ambon Berdasarkan Lama Penyimpanan Kaihena, Martha; Ukratalo, Abdul Mahid
Kalwedo Sains (KASA) Vol 3 No 1 (2022): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2022
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav3i1p55-62

Abstract

Ikan kaleng merupakan salah satu jenis makanan yang cukup digemari karena praktis dan dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Namun, komposisi kaleng yang terbuat dari logam berpotensi mencemari makanan sehingga berpotensi terdapat logam berat dan mikroba dalam produk ikan kaleng tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dan jumlah mikroba pada produk ikan kaleng yang dijual pada beberapa supermarket di Kota Ambon. Sampel ikan kaleng dibeli dari beberapa supermarket di Kota Ambon. Ikan kaleng yang digunakan adalah ikan kaleng jenis A, B dan C. Ikan kaleng yang telah dibeli dari supermarket kemudian di bawah ke Laboratorium Kimia Dasar untuk proses lebih lanjut. Ikan kaleng disimpan dengan lama penyimpanan 7, 14 dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan produk ikan kaleng selama 7, 14 dan 21 hari menyebabkan peningkatan kadar protein dan kadar abu, sedangkan kadar air dan kadar lemak mengalami penurunan. Hasil uji terhadap kandungan bakteri pada produk ikan kaleng yang disimpan selama 7, 14 maupun 21 hari tidak menunjukkan adanya pertumbuhan mikroba.
Potensi Ekstrak Etanol Daun Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) Dalam Meningkatkan Bobot Testis, Konsentrasi dan Viabilitas Spermatozoa Tikus Rattus norvegicus Ratulewen, Desi Ellida; Pagaya, Joseph; Kaihena, Martha; Unitly, Adrien Jems Akiles; Eddy, La
Kalwedo Sains (KASA) Vol 4 No 2 (2023): Kalwedo Sains (KASA), September 2023
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav4i2p78-87

Abstract

Kecipir merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung beberapa senyawa kimia seperti flavonoid, saponin dan tannin dan kandungan mineral seperti fosfor, dan kalsium dimana golongan senyawa-senyawa kimia tersebut berpotensi sebagai agen fertilitas jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun kecipir dalam menningkatkan bobot testis, konsentrasi dan viabilitas spermatozoa tikus Rattus norvegicus. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan menggunakan 1 ekor tikus yang dibagi ke dalam 4 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok pertama adalah kontrol, kelompok kedua adalah pemberian ekstrak etanol daun kecipir dengan dosis 2,52 mg/ekor/hari selama 32 hari, kelompok ketiga adalah pemberian ekstrak etanol daun kecipir dengan dosis 5,04 mg/ekor/hari selama 32 hari dan kelompok keempat adalah pemberian ekstrak etanol daun kecipir dengan dosis 7,56 mg/ekor/hari selama 32 hari. Pengambilan data dilakukan setelah tikus diberi ekstrak etanol daun kecipir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun kecipir dapat meningkatkan bobot testis, konsentrasi dan viabilitas spermatozoa tikus dimana dosis efektif yang dapat digunakan adalah dosis 7,56 mg/ekor/hari.
Identifikasi, Prevalensi, Dan Intensitas Endoparasit Pada Kerbau Moa Di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya Tetrapoik, Jenromp Ana Putri Moto; Kaihena, Martha; Nindatu, Maria; Sairudy, Albertus; Ratulewen, Desi Ellida
Kalwedo Sains (KASA) Vol 4 No 2 (2023): Kalwedo Sains (KASA), September 2023
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav4i2p93-101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis endoparasit pada kerbau Moa di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya. Sampel feses yang digunakan sebanyak 15 ekor kerbau Moa yang ada di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya dan diperiksa di Laboratorium SMK Negeri 6, Maluku Barat Daya, identifikasi endoparasit dilakukan dengan metode natif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari 15 sampel yang diperiksa, 4 sampel (26,67 %) positif terinfeksi endoparasit. Sebanyak 1 sampel (6,67%) terinfeksi Trichinellidae, 1 sampel (6,67%) terinfeksi Taenidae, 1 sampel terinfeksi Ancylostomatoidea, 1 sampel (6,67%) terinfeksi Trichuridae. Derajat infeksi endoparasit pada kerbau Moa di Desa Tounwawan Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya termasuk dalam kategori infeksi jarang. Data tingkat intensitas, pada penelitian ini tersaji sebagai berikut: Trichinellidae 0,4, Taenidae 0,6, Ancylostomatoidea 1,4 dan Trichuridae adalah 0,2. Tingkat Infeksi endoparasit pada kerbau Moa di Desa Tounwawan Kecamatan Moa, kabupaten Maluku Barat Daya termasuk dalam kategori rendah.
Methanol Extract Alstonia scholaris L. R. Br as Hepatoprotective Mice (Mus musculus) Infected with Plasmodium berghei ANKA Strains Kaihena, Martha; Nindatu, Maria; Ukratalo, Abdul Mahid
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4834

Abstract

Alstonia scholaris L. R. Br is one of the traditional plants that contain natural antioxidant compounds which are thought to be able to repair damage to the liver cells of mice (Mus musculus) infected with Plasmodium berghei strain ANKA. This study aimed to determine the effect of methanol extract of Alstonia scholaris L. R. Br stem bark on levels of SGPT enzymes and liver cells of mice (Mus musculus) infected with Plasmodium berghei strain ANKA. Mice with a body weight of 20-30 g were infected with Plasmodium berghei as much as 0.1 ml per head and left until the percentage of parasitemia reached 1-5%. Then mice (Mus musculus) were given methanol extract of Alstonia scholaris L. R. Br stem bark at doses of 1, 10, 100, and 200 mg/kg BW for 4 consecutive days. After that, surgery was performed to take blood to observe SGPT enzyme levels and mice liver cells to be prepared with Hematoxylin Eosin (HE) staining. The results of ANOVA showed that the methanol extract of Alstonia scholaris L. R. Br stems bark doses of 1 mg/kg BW, 10 mg/kg BW, 100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW could reduce SGPT enzyme levels and repair damage to the liver cells of mice infected with Plasmodium berghei ANKA strains
The Immunomodulatory Activity of Cinnamomum burmanni Bark Extract on Leucocyte Differentiation of Mice (Mus musculus) In Diabetes Mellitus Model Kaihena, Martha; Ukratalo, Abdul Mahid; Killay, Amos; Kaliky, Nunun Ainun Putri Sari Banun
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 1 (2024): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i1.5947

Abstract

Diabetes mellitus frequently coexists with infection, leading to an immunological response characterised by an elevation in leukocyte levels. This research aimed to assess the immunomodulatory activity of an extract derived from the bark of Cinnamomum burmanni on the differentiation of leukocytes in a diabetes mellitus model using mice (Mus musculus). Prior to the administration of therapy, the glucose levels of all mice were assessed. Subsequently, groups K (+), P1, P2, and P3 were administered STZ at 0.2 ml per individual. The blood glucose levels (post-STZ blood glucose) were checked once more on the seventh day. In the event of a rise in blood glucose levels over (>200 mg/dL), subjects belonging to groups P1, P2, and P3 were administered Cinnamomum burmanii extract under the prescribed dosage. The intervention was administered for 14 days, and blood glucose levels were assessed on the final day of experimentation. On the final day of the experiment, blood samples were collected from the mice's tails in order to prepare blood preparations. The findings indicate that the methanol extract derived from cinnamon bark possesses immunomodulatory properties, as evidenced by its ability to decrease the population of eosinophils, lymphocytes, and monocytes while concurrently increasing the amount of neutrophils.