Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Optimalisasi Evaluasi Pembelajaran Melalui Pelatihan Pemanfaatan Artificial Inteligent Suciari, Ni Komang Dina; Arjaya, Ida Bagus Ari; Surata, Sang Putu Kaler; Ekayanti, Ni Wayan; Budiningsih, Desak Nyoman; Wahyuni, Ni Kadek Happy Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2464

Abstract

Meskipun teknologi pembelajaran dan Artificial Inteligent (AI) memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pengajaran dan evaluasi, banyak guru masih mengalami keterbatasan dalam penguasaan teknologi ini. Tantangan ini tidak hanya terkait dengan keterampilan teknis, tetapi juga melibatkan kemampuan pedagogis untuk mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut Program PkM bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan AI EducationCopilot untuk analisis evaluasi siswa dan mendukung pengembangan pembelajaran yang lebih efektif. rogram ini melibatkan pelatihan workshop, sesi praktik langsung, pendampingan teknis, serta diskusi dan refleksi. Pelatihan memberikan dasar penggunaan AI, sementara sesi praktik dan pendampingan membantu guru mengatasi kendala teknis dan menerapkan teknologi dalam kelas. Program ini melibatkan pelatihan workshop, sesi praktik langsung, pendampingan teknis, serta diskusi dan refleksi. Pelatihan memberikan dasar penggunaan AI, sementara sesi praktik dan pendampingan membantu guru mengatasi kendala teknis dan menerapkan teknologi dalam kelas. Pelatihan dan pendampingan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan AI. AI terbukti efektif dalam memberikan umpan balik dan mendukung evaluasi berdiferensiasi.
Optimalisasi Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning dan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Vokasi Arjaya, Ida Bagus Ari; Hermawan, I Made Surya; Surata, Sang Putu Kaler; Sari, Ni Kadek Sintya Purnama; Wati, Kadek Ulan Pratima; Dema, Kornelius
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2557

Abstract

Pendekatan pembelajaran mendalam merupakan pendekatan kurikulum baru dalam dunia pendidikan Indonesia, oleh karena itu guru-guru masih mengalami kesulitan untuk mengintegrasikan pendekatan tersebut ke dalam bahan ajar. Berdasarkan hasil observasi, permasalahan serupa terjadi di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar dimana guru-guru kesulitan merancang kurikulum dan bahan ajar pembelajaran mendalam. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan dan mengembangkan kemampuan guru-guru dalam merancang bahan ajar dengan pendekatan deep learning. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Research), dengan melibatkan 15 guru dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilibatkan dalam mengisi instrumen pre test-dan post test pembelajaran mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman guru secara signifikan mengenai cara menyusun bahan ajar berbasis pendekatan pembelajaran mendalam (p=0.000). Pelatihan dan pengembangan bahan ajar spesifik berbasis problem-based learning dengan pendekatan pembelajaran mendalam sangat diharapkan kedepannya, mengingat karakter pendidikan vokasi yang mengedepankan pemecahan masalah real atau ill structured problem
Designing a Generative STEM Model Based on Subak Landscape: Integrating Entropic Modulation and Indigenous Ecological Knowledge into Science Education Surata, Sang Putu Kaler; Arjaya, Ida Bagus Ari; Hermawan, I Made Surya; Payadnya, I Putu Ade Andre; Eglash, Ron
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2025: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study introduces and evaluates a generative STEM education model grounded in the Subak landscape of Bali, designed to integrate Indigenous ecological knowledge with contemporary science learning frameworks. The model draws on the principles of generative justice-defined as value circulation within communities-and entropic modulation-a concept referring to balancing variation and structure for resilience. Culturally Situated Design Tools (CSDTs), which are simulation-based tools for visualizing ecological processes, were employed to model sustainable farming practices in Subak, focusing on intermittent irrigation data that connects water surface levels, drying periods, drying duration, and timing with changes in temperature, methane emissions, and rice yield. A mixed-methods approach was applied, combining design-based research, participatory action research, classroom observations, focus groups, and pre/post assessments. Preliminary findings indicate a 27% improvement in students’ conceptual understanding, particularly regarding Subak water management, greenhouse gas emissions, and the relationships between irrigation practices, environmental conditions, and rice production. These findings demonstrate that the Subak-based generative STEM model not only enhances student engagement, systems thinking, and ecological literacy but also offers concrete evidence for developing a culturally grounded framework for decolonizing STEM education.
Visual and Narrative Engagements with the "Subak" System: A Thematic Analysis of Sustainability Learning through Creative Interpretation in Bali Kaler Surata, Sang Putu; I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini; Ida Bagus Ari Arjaya; Irina Safitri Zen
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 15 No. 3 (2025): Identity in Contemporary Bali
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2025.v15.i03.p14

Abstract

Subak, Bali’s traditional ecological knowledge (TEK) system rooted in Tri Hita Karana, integrates water management, spiritual practice, and communal governance. This study investigates how Singaporean university students engaged with Subak during a cross-cultural, place-based learning program. Through immersive field visits to Subak Pulagan, located about 30 kilometers northeast of Denpasar, students produced drawings and narratives to interpret ecological, cosmological, and social relationships. Using phenomenographic inquiry combined with thematic and factor analysis, six themes were identified: sacred water, spiritual ecology, collective governance, temple networks, sustainability threats, and symbolic meaning. Findings show that students perceived Subak as a dynamic socio-ecological system and demonstrated ethical awareness and intercultural understanding. Framed by Critical Pedagogy of Place, their creative expressions revealed processes of reinhabitation and decolonization. The study underscores the value of arts-based, culturally grounded learning for deepening engagement with Indigenous ecological knowledge in Bali.
Konservasi Burung di Hutan Adat: Refleksi Kritis Mahasiswa Belajar dari Kearifan Lokal Desa Demulih Bangli Sang Putu Kaler Surata; I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini; Ida Ayu Made Sri Widiastuti; I Gusti Agung Paramitha Eka Putri
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2022.v12.i02.p05

Abstract

This paper focuses on undergraduate students’ critical reflection in a service-learning (S-L) project to promote the conservation of the birds based on local wisdom in a village in Bali. The students are working in a partnership with researchers and local communities from a traditional rural village, namely Desa Adat Demulih, Bangli regency. The objective of this paper is to show what students can learn and how they gain personal growth, civic-learning and academic enhancement during the S-L project. The finding shows students’ positive improvements in self-confidence, civic awareness, and community engagement. This study indicates a significance role of S-L based on critical reflection in documenting, deepening and promoting local identity and culture as a key component of community-bird conservation. In line with the finding, this study is expected to show how the interdisciplinary studies are cooperatively applied to draw knowledge from different disciplines by acquiring mutual relationship in learning their local knowledge.
Edukasi Konservasi Tumbuhan dengan Cara Pemanfaatan Tumbuhan Obat di Lingkungan Sekolah SMKs Kesehatan Bali Medika Denpasar Ratnani, Dewa Ayu Sri; Budiningsih, Desak Nyoman; Surata, Sang Putu Kaler
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 1 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i1.24701

Abstract

Potensi keanekaragaman tumbuhan di lingkungan sekolah SMKs Kesehatan Bali Medika Denpasar yang bermanfaat obat-obatan masih banyak diabaikan dan belum dimanfaatkan. Salah satu hal yang penting dalam mempertahankan keberadaan tumbuhan obat adalah dengan cara melakukan edukasi konservasi tumbuhan obat.Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, serta keaktifan peserta didik dalam melakukan konservasi tumbuhan obat melalui pemanfaatan dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah observasi, sosialisasi, pelatihan melalui Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. One group pre-test post-test design digunakan dan analisis data menggunakan Paired sample T-Test. Berdasarkan hasil angket tentang pengetahuan peserta didik sebelum dan setelah edukasi konservasi dilakukan, maka diperoleh hasil peningkatan rata-rata pengetahuan tumbuhan obat peserta didik sebesar 14,82%. Berdasarkan hasil uji t test diperoleh t hitung 15,424 t tabel 2,048, dengan nilai signifikansi 0,000 0,005. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari pengetahuan peserta didik sebelum dan setelah sosialisasi edukasi konservasi dilakukan. Dapat disimpulkan edukasi konservasi tumbuhan obat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, serta keaktifan peserta didik dalam melakukan konservasi tumbuhan obat melalui pemanfaatan dalam kegiatan pembelajaran di SMKs Kesehatan Bali Medika Denpasar.
WEAVING MEANING: LOCAL KNOWLEDGE REPRESENTATION IN REJANG WASTRA DANCE Jayantini, I Gusti Agung Sri Rwa; Surata, Sang Putu Kaler; Hikmaharyanti, Putu Desi Anggerina; Jayantiari, I Gusti Agung Mas Rwa; Umbas, Ronald
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/vidyottama.v9i2.4973

Abstract

This study investigates the local knowledge represented in the performance of the Rejang Wastra dance, which forms an integral part of Hindu religious ceremonies in Demulih village, Susut subdistrict, Bangli regency, Bali. Respected by the local community, this sacred dance embodies profound symbolic, functional, and philosophical meanings. Using a qualitative approach based on the exploration of traditional dance characteristics, the study reveals two main forms of local wisdom. The first finding shows that the dance represents the traditional market practice before ceremonies, symbolizing interdependence and ritual preparation. The second finding indicates that it illustrates stages of human life in Hindu philosophy, portraying a spiritual journey from birth to unity with the divine. Both meanings express the Balinese concept of Tri Hita Karana, emphasizing harmony among humans, God (Parahyangan), nature (Palemahan), and society (Pawongan). Overall, Rejang Wastra is not only a ritual dance but also a living medium that transmits local knowledge and ethical values, preserving cultural wisdom within Balinese society.
Konservasi Burung di Hutan Adat: Refleksi Kritis Mahasiswa Belajar dari Kearifan Lokal Desa Demulih Bangli Sang Putu Kaler Surata; I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini; Ida Ayu Made Sri Widiastuti; I Gusti Agung Paramitha Eka Putri
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2022.v12.i02.p05

Abstract

This paper focuses on undergraduate students’ critical reflection in a service-learning (S-L) project to promote the conservation of the birds based on local wisdom in a village in Bali. The students are working in a partnership with researchers and local communities from a traditional rural village, namely Desa Adat Demulih, Bangli regency. The objective of this paper is to show what students can learn and how they gain personal growth, civic-learning and academic enhancement during the S-L project. The finding shows students’ positive improvements in self-confidence, civic awareness, and community engagement. This study indicates a significance role of S-L based on critical reflection in documenting, deepening and promoting local identity and culture as a key component of community-bird conservation. In line with the finding, this study is expected to show how the interdisciplinary studies are cooperatively applied to draw knowledge from different disciplines by acquiring mutual relationship in learning their local knowledge.