Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Optimalisasi Evaluasi Pembelajaran Melalui Pelatihan Pemanfaatan Artificial Inteligent Suciari, Ni Komang Dina; Arjaya, Ida Bagus Ari; Surata, Sang Putu Kaler; Ekayanti, Ni Wayan; Budiningsih, Desak Nyoman; Wahyuni, Ni Kadek Happy Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2464

Abstract

Meskipun teknologi pembelajaran dan Artificial Inteligent (AI) memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pengajaran dan evaluasi, banyak guru masih mengalami keterbatasan dalam penguasaan teknologi ini. Tantangan ini tidak hanya terkait dengan keterampilan teknis, tetapi juga melibatkan kemampuan pedagogis untuk mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut Program PkM bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan AI EducationCopilot untuk analisis evaluasi siswa dan mendukung pengembangan pembelajaran yang lebih efektif. rogram ini melibatkan pelatihan workshop, sesi praktik langsung, pendampingan teknis, serta diskusi dan refleksi. Pelatihan memberikan dasar penggunaan AI, sementara sesi praktik dan pendampingan membantu guru mengatasi kendala teknis dan menerapkan teknologi dalam kelas. Program ini melibatkan pelatihan workshop, sesi praktik langsung, pendampingan teknis, serta diskusi dan refleksi. Pelatihan memberikan dasar penggunaan AI, sementara sesi praktik dan pendampingan membantu guru mengatasi kendala teknis dan menerapkan teknologi dalam kelas. Pelatihan dan pendampingan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan AI. AI terbukti efektif dalam memberikan umpan balik dan mendukung evaluasi berdiferensiasi.
Optimalisasi Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning dan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Vokasi Arjaya, Ida Bagus Ari; Hermawan, I Made Surya; Surata, Sang Putu Kaler; Sari, Ni Kadek Sintya Purnama; Wati, Kadek Ulan Pratima; Dema, Kornelius
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2557

Abstract

Pendekatan pembelajaran mendalam merupakan pendekatan kurikulum baru dalam dunia pendidikan Indonesia, oleh karena itu guru-guru masih mengalami kesulitan untuk mengintegrasikan pendekatan tersebut ke dalam bahan ajar. Berdasarkan hasil observasi, permasalahan serupa terjadi di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar dimana guru-guru kesulitan merancang kurikulum dan bahan ajar pembelajaran mendalam. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan dan mengembangkan kemampuan guru-guru dalam merancang bahan ajar dengan pendekatan deep learning. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Research), dengan melibatkan 15 guru dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilibatkan dalam mengisi instrumen pre test-dan post test pembelajaran mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman guru secara signifikan mengenai cara menyusun bahan ajar berbasis pendekatan pembelajaran mendalam (p=0.000). Pelatihan dan pengembangan bahan ajar spesifik berbasis problem-based learning dengan pendekatan pembelajaran mendalam sangat diharapkan kedepannya, mengingat karakter pendidikan vokasi yang mengedepankan pemecahan masalah real atau ill structured problem
Designing a Generative STEM Model Based on Subak Landscape: Integrating Entropic Modulation and Indigenous Ecological Knowledge into Science Education Surata, Sang Putu Kaler; Arjaya, Ida Bagus Ari; Hermawan, I Made Surya; Payadnya, I Putu Ade Andre; Eglash, Ron
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2025: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study introduces and evaluates a generative STEM education model grounded in the Subak landscape of Bali, designed to integrate Indigenous ecological knowledge with contemporary science learning frameworks. The model draws on the principles of generative justice-defined as value circulation within communities-and entropic modulation-a concept referring to balancing variation and structure for resilience. Culturally Situated Design Tools (CSDTs), which are simulation-based tools for visualizing ecological processes, were employed to model sustainable farming practices in Subak, focusing on intermittent irrigation data that connects water surface levels, drying periods, drying duration, and timing with changes in temperature, methane emissions, and rice yield. A mixed-methods approach was applied, combining design-based research, participatory action research, classroom observations, focus groups, and pre/post assessments. Preliminary findings indicate a 27% improvement in students’ conceptual understanding, particularly regarding Subak water management, greenhouse gas emissions, and the relationships between irrigation practices, environmental conditions, and rice production. These findings demonstrate that the Subak-based generative STEM model not only enhances student engagement, systems thinking, and ecological literacy but also offers concrete evidence for developing a culturally grounded framework for decolonizing STEM education.
Visual and Narrative Engagements with the "Subak" System: A Thematic Analysis of Sustainability Learning through Creative Interpretation in Bali Kaler Surata, Sang Putu; I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini; Ida Bagus Ari Arjaya; Irina Safitri Zen
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 15 No. 3 (2025): Identity in Contemporary Bali
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2025.v15.i03.p14

Abstract

Subak, Bali’s traditional ecological knowledge (TEK) system rooted in Tri Hita Karana, integrates water management, spiritual practice, and communal governance. This study investigates how Singaporean university students engaged with Subak during a cross-cultural, place-based learning program. Through immersive field visits to Subak Pulagan, located about 30 kilometers northeast of Denpasar, students produced drawings and narratives to interpret ecological, cosmological, and social relationships. Using phenomenographic inquiry combined with thematic and factor analysis, six themes were identified: sacred water, spiritual ecology, collective governance, temple networks, sustainability threats, and symbolic meaning. Findings show that students perceived Subak as a dynamic socio-ecological system and demonstrated ethical awareness and intercultural understanding. Framed by Critical Pedagogy of Place, their creative expressions revealed processes of reinhabitation and decolonization. The study underscores the value of arts-based, culturally grounded learning for deepening engagement with Indigenous ecological knowledge in Bali.
Visual and Narrative Engagements with the "Subak" System: A Thematic Analysis of Sustainability Learning through Creative Interpretation in Bali Kaler Surata, Sang Putu; I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini; Ida Bagus Ari Arjaya; Irina Safitri Zen
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 15 No. 3 (2025): Identity in Contemporary Bali
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2025.v15.i03.p14

Abstract

Subak, Bali’s traditional ecological knowledge (TEK) system rooted in Tri Hita Karana, integrates water management, spiritual practice, and communal governance. This study investigates how Singaporean university students engaged with Subak during a cross-cultural, place-based learning program. Through immersive field visits to Subak Pulagan, located about 30 kilometers northeast of Denpasar, students produced drawings and narratives to interpret ecological, cosmological, and social relationships. Using phenomenographic inquiry combined with thematic and factor analysis, six themes were identified: sacred water, spiritual ecology, collective governance, temple networks, sustainability threats, and symbolic meaning. Findings show that students perceived Subak as a dynamic socio-ecological system and demonstrated ethical awareness and intercultural understanding. Framed by Critical Pedagogy of Place, their creative expressions revealed processes of reinhabitation and decolonization. The study underscores the value of arts-based, culturally grounded learning for deepening engagement with Indigenous ecological knowledge in Bali.