Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOALLOY Ni-Sn(1,5): EFEK RASIO VOLUME ETILENA GLIKOL/AIR Leo Saputra; Uripto Trisno Santoso; Rodiansono Rodiansono
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.601 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i1.2133

Abstract

Nanoalloy Ni-Sn(1,5) telah berhasil disintesis menggunakan metode yang mudah dan sederhana yaitu metode termediasi poliol dalam kondisi hidrotermal dengan rasio volume etilena glikol/air (EG/H2O) yang berbeda. Difraktogram XRD memperlihatkan puncak pada posisi 2θ: 26,26o, 33,66o, 39,70o, 42,30o, 44,50o, 51,38o, dan 71,20o yang masing-masing merupakan puncak karakteristik dari β-SnO, NiO(111), Ni3Sn(200), Ni3Sn2(102), Ni3Sn2(110), Ni(200), dan Ni3Sn(220). Kristalinitas Ni3Sn2(102) dari nanoalloy Ni-Sn(1,5) cenderung menurun dengan meningkatnya rasio volume EG/H2O yang digunakan. Ukuran kristal nanoalloy Ni3Sn2(102) yang diperoleh untuk rasio volume EG/H2O 1,0; 2,0; 3,0; 4,0; dan 8,0 berturut-turut adalah 18,1; 14,7; 8,8; 6,0; dan 13,3 nm. Spektra UV-Vis menunjukkan bahwa kompleks Ni2+ tidak terdeteksi lagi di dalam supernatannya. Gambar SEM memperlihatkan bahwa partikel nanoalloy Ni-Sn(1,5) hasil sintesis umumnya berbentuk silinder dan sebagian partikelnya berbentuk granula tak beraturan. Berdasarkan data EDS, rasio mol Ni/Sn dalam nanoalloy Ni-Sn(1,5) yang diperoleh dari penelitian ini adalah 1,71. Kata kunci: nanoalloy Ni-Sn, etilena glikol, termediasi poliol, hidrotermal 
OPTIMASI PERBANDINGAN MOL METANOL/MINYAK SAWIT DAN VOLUME PELARUT PADA PEMBUATAN BIODIESEL MENGGUNAKAN PETROLEUM BENZIN Abdullah Abdullah; Rodiansono Rodiansono; Anggono Wijaya Anggono Wijaya
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.097 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i2.2009

Abstract

Telah dilakukan pembuatan biodiesel melalui reaksi transesterifikasi metanol dan minyak sawit menggunakan pelarut petroleum benzin dan katalis KOH. Reaksi dilakukan pada temperatur 60oC dengan waktu reaksi 25 menit yang dilakukan secara bertahap (tahap pertama 15 menit dan tahap kedua 10 menit). Variabel dalam penelitian ini adalah perbandingan mol metanol/minyak sawit (3:1, 6:1, dan 9:1) dan perbandingan volume pelarut terhadap volume minyak sawit (0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1,0; dan 1,2). Penentuan perbandingan mol dan volume pelarut optimum didasarkan pada karakteristik biodiesel, yaitu: bilangan asam, viskositas kinematik, berat jenis, dan kadar air. Karakteristik biodiesel hasil penelitian selanjutnya dibandingkan dengan karakteristik biodiesel berdasarkan standar ASTM dan FBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petroleum benzin dapat digunakan sebagai pelarut pada pembuatan biodiesel. Kondisi optimum diperoleh pada perbandingan mol metanol/minyak sawit 6:1, sedangkan perbandingan volume pelarut/minyak sawit optimum pada 0,2 (v/v). Kata kunci : transesterifikasi, minyak sawit, pelarut, petroleum benzin. 
HIDROLISIS LIGNOSELULOSA DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN KATALIS ASAM KARBOKSILAT Rodiansono Rodiansono; Umi Baroroh Lili Utami; Nana Widyastuti; Paradilla Catur Wulandari; Ina Risnawati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.676 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v7i1.2121

Abstract

Telah dilakukan hidrolisis lignoselulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menggunakan katalis asam karboksilat. Tiga jenis asam karboksilat yang digunakan adalah asam maleat, asam suksinat, dan asam asetat. Katalis asam maleat dengan konsentrasi 4% v/v menghasilkan jumlah gula pereduksi tertinggi (11,9% b/b) pada temperatur reaksi 373 K, 60 menit. Hasil karakterisasi menggunakan XRD, SEM dan FTIR terhadap sampel TKKS sebelum dan sesudah reaksi menunjukkan bahwa hanya pada bagian amorf (hemiselulosa dan selulosa) TKKS saja yang mengalami peruraian yang dibuktikan oleh kristalinitas, morfologi permukaan dan perubahan gugus fungsi. Kata kunci: hidrolisis, lignoselulosa, TKKS, katalis, asam karboksilat 
INVESTIGASI XRD PADA INTERLOGAM Ni3Sn2 YANG DISINTESIS SECARA TERMOKIMIA: EFEK TEMPERATUR, WAKTU DAN pH HIDROTERMAL Rodiansono Rodiansono; Abdul Ghofur; Maria Dewi Astuti; Kiky C Sembiring
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.082 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v9i1.2144

Abstract

Studi secara sistematik menggunakan difraksi sinar-X pada senyawa interlogam nikel-timah (Ni3Sn2) dibuat dengan metode termokimia yang sederhana dari bahan baku bukan organologam telah dilakukan. Larutan nikel klorida heksahidrat (3,6 mmol) dalam air dan larutan timah klorida dihidrat (2.4 mmol) dalam etanol dicampur dan dihomogenkan pada temperatur 323 K selama 18 jam. pH campuran divariasi dari 2-12 dengan cara menambahkan larutan NaOH, kemudian dilakukan hidrotermal pada temperatur 423-523 K dan waktu hidrotermal 6-72 jam dan terakhir reduksi dengan gas H2 pada 673 K selama 1,5 jam. Pengaruh kondisi pembuatan seperti temperatur hidrotermal, lama waktu hidrotermal, dan penyesuaian pH larutan bahan baku sebelum hidrotermal berpengaruh secara signifikan terhadap kristalinitas dan kemurnian interlogam Ni3Sn2 yang terbentuk. Kondisi terbaik pembuatan interlogam Ni3Sn2 dengan kristalinitas dan kemurnian yang tinggi adalah 423 K, 24 jam, dan pH 12. Kata kunci: metode termokimia, hidrotermal, penyesuain pH, interlogam Ni3Sn2 
KAJIAN AKTIVITAS KATALIS Ag/ZEOLIT-TiO2 PADA DEGRADASI FOTOKATALITIK FENOL MENGGUNAKAN LAMPU UV Rodiansono Rodiansono; Sulfi Adam; Uripto Trisno Santoso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.824 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i1.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang degradasi fotokatalitik fenol menggunakan fotokatalis zeolit-TiO2 (Ze-Ti) dan Ag/Ze-Ti, hasil modifikasi dari zeolit alam aktif (ZAA) dengan TiO2 teremban Ag. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi basah yang dilanjutkan dengan kalsinasi pada suhu 500 oC selama 3 jam, dengan variasi Ag (% b/b) : 1; 1,5; 2; dan 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impregnasi TiO2 dalam zeolit alam aktif dapat meningkatkan aktivitas fotokatalis TiO2 dalam mendegradasi fenol. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa impregnasi Ag dapat meningkatkan aktivitas fotokatalis Ze-Ti dan mencapai optimum pada jumlah Ag teremban sebanyak 2 %. Kata kunci : fotokatalis, degradasi, fenol, Zeolit, TiO2. 
KONTROL SELEKTIFITAS KATALIS ALLOY DUA LOGAM Ni-Ag PADA HIDROGENASI FURFURAL MENJADI FURFURIL ALKOHOL DAN TETRAHIDROFURFURIL ALKOHOL Rodiansono Rodiansono; Maria Dewi Astuti; Uripto Trisno Santoso; Azidi Irwan; Dwi Rasy Mujiyanti; Risnu Aritofa; Karlini Karlini; Abdurahman Abdurahman; Adi Maulana
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.15 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.4822

Abstract

Kontrol selektifitas katalis alloy dua logam Ni-Ag ruah dan terembankan telah diselidiki secara sistematik dengan cara mengevaluasi pengaruh variasi rasio molar Ni/Ag, temperatur hidrotermal, waktu hidrotermal, dan pemilihan padatan pengemban yang sesuai dalam reaksi hidrogenasi selektif furfural. Rasio molar divariasi dari 0,75; 1,5; 2,0; dan 3;0, variasi temperatur hidrotermal dari 373 K, 423 K, dan 473 K selama 24 jam, sedangkan waktu hidrotermal divariasi dari 2-8 jam pada temperatur hidrotermal 523 K. Empat jenis padatan pengemban yang berbeda yaitu titanium oksida (TiO2), karbon aktif (C), gamma-alumina (g-Al2O3), dan aluminium hidroksida (AlOH) telah digunakan untuk katalis alloy Ni-Ag(3.0). Katalis Ni-Ag dengan rasio molar Ni/Ag = 1,5 dan 3,0 memiliki aktifitas dan selektifitas yang paling baik dalam reaksi hidrogenasi furfural menjadi furfuril alkoho dan tetrahidrofurfuril alkohol. Kenaikan temperatur hidrotermal dalam proses sintesis katalis Ni-Ag dan perubahan waktu hidrotermal untuk temperatur 523 K tidak secara signifikan meningkatkan kinerja katalis Ni-Ag(1,5) untuk reaksi yang sama. Katalis Ni-Ag(3.0) yang termbankan pada TiO2 memiliki aktifitas dan selektifitas yang superior dibandingkan dengan ruah dan pengemban yang lain.
PENGARUH PENGEMBANAN LOGAM Ni DAN Nb2O5 PADA KARAKTER KATALIS Ni/ZEOLIT DAN Ni/ZEOLIT-Nb2O5 Rodiansono Rodiansono; Wega Trisunaryanti; Triyono Triyono
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.187 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.2002

Abstract

Telah dilakukan preparasi dan karakterisasi katalis Ni/zeolit dan Ni/zeolit-Nb2O5 untuk mempelajari pengaruh pengembanan logam Ni dan Nb2O5. Katalis dibuat dengan metode impregnasi, dilanjutkan kalsinasi pada temperatur 500oC, oksidasi dan reduksi pada temperatur 400oC, masing-masing dengan aliran gas nitrogen, oksigen dan hidrogen. Karakterisasi katalis meliputi penentuan luas permukaan spesifk, rerata jejari pori dan volume total pori menggunakan metode BET, penentuan jumlah situs asam total menggunakan metode gravimetri dan kekuatan situs asam menggunakan sepektroskopi infra merah (IR). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa luas permukaan spesifik turun, rerata jejari pori dan volume total pori meningkat setelah pengembanan logam Ni dan Nb2O5 dibandingkan dengan zeolit. Jumlah situs asam masing-masing katalis meningkat dibanding zeolit setelah pengembanan logam Ni dan Nb2O5. Keywords: nikel,niobium oksida, katalis 
Synthesis and Characterization of Ag@C-TiO2 Nanocomposite for Degradation of Sasirangan Textile Wastewater Heny Puspita Dewi; Joko Santoso; Nur Firda Trianda; Rodiansono Rodiansono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 6 (2019): Volume 22 Issue 6 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2322.112 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.6.299-304

Abstract

Carbon-titanium oxide nanocomposite (denoted as @C-TiO2) was successfully synthesized via hydrothermal method at 150°C for 24 h. The C-TiO2 nanocomposite was furtherly modified by adding an Ag metal dopant (denoted as Ag@C-TiO2) to improve and applied to the photocatalytic degradation of Sasirangan textile wastewater. The composite photocatalysts were characterized by XRD and UV–Vis DRS spectroscopies. XRD patterns showed that TiO2 in @C-TiO2 mainly consisted of a brookite phase, as indicated by a series sharp diffraction peak at 2θ = 27.2° (111), 31.5° (121) and 55.9° (241). The calculated band gap energy (Eg) derived from UV-Vis DRS spectra for TiO2, @C-TiO2, and Ag@C-TiO2 were 2.95 eV, 2.54 eV, and 2.74 eV, respectively. Ag@C-TiO2 photocatalyst was found to be active for the photocatalytic degradation of Sasirangan textile wastewater, as indicated by the change of wastewater color from dark to clear. The quantitative photocatalytic activity of Ag@C-TiO2 was evaluated in the degradation of methylene blue, whereas the conversion of methylene blue was 41.3%. The addition of Ag to @C-TiO2 is believed to play an essential role in the enhancement of photocatalytic activity.
Potensi Nanokomposit Fe3O4@C dari Bijih Besi Sebagai Pendeteksi Kadar Glukosa Sadang Husain; Suryajaya Suryajaya; Ninis Hadi Haryanti; Tetti Novalina Manik; Rodiansono Rodiansono; Sepfina Monica Hutasoit; Agus Riyanto; Sudarningsih Sudarningsih
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.126 KB) | DOI: 10.26418/positron.v9i2.32771

Abstract

Sintesis nanokomposit Fe3O4@C dari bijih besi Tanah Laut dan sumber karbon dari gula pasir telah dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi dan metode hidrotermal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik Fe3O4@C berbahan bijih besi. Sebanyak 6 g bijih besi digunakan sebagai bahan baku pembuatan Fe3O4. FeSO4.7H2O digunakan sebagai sumber ion Fe2+. Sampel diaduk dengan menggunakan temperatur 70oC dengan kecepatan adukan 450 rpm. Karbon (C) disintesis menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 300oC dengan menambahkan etilon glikol sebagai surfaktan. Sampel Fe3O4 dan C digabung pada suhu 250oC selama 30 menit dengan kecepatan 500 rpm. Sampel  Nanokomposit Fe3O4@C dikarakterisasi menggunakan Vibrating Sample Magnetometer, Fourier Transform Infrared, Transmission Electron Microscopy, serta elektrokimia. Dari penelitian, diperoleh nilai magnetisasi saturasi sebesar 24,82 emu/g, jenis ikatan yang terdapat dalam nanokomposit Fe3O4@C adalah ikatan Fe-O, C=O, C=N dan O-H, distribusi ukuran partikel dalam rentang 5 nm – 20 nm, dengan rata-rata ukuran partikel 12 nm, serta nilai sensitivitas 0,285 mA/ppm.
Synthesis of Chitosan-Coated Magnetic Microparticle Using Glutaraldehyde as Crosslinker and PEG as Spacer Arm and Its Application as Adsorbent of Peat Humic Acid Uripto Trisno Santoso; R. Rodiansono; Ahmad Budi Junaidi; Dewi Umaningrum
Journal of Wetlands Environmental Management Vol 3, No 1 (2015): January-June
Publisher : Center for Journal Management and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.398 KB) | DOI: 10.20527/jwem.v3i1.5

Abstract

A simple procedure for synthesis of chitosan-coated magnetic microparticle (CMMP) using glutaraldehydeas a cross-linker and polyethylene glycol (PEG) as a spacer arm has been developed. The functionalizedmicroparticle were prepared using an inexpensive, simple, rapid, one-pot process, based on the heating ofchitosan, PEG, and ferrous sulfate mixture at high pH. X-ray diffraction results indicated that the surfacemodifiedFe3O4 microparticle did not lead to phase change unlike the pure Fe3O4. Magnetic chitosanadsorbent has been evaluated for removal of peat humic acid from its aqueous solution.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Ghofur Abdul Ghofur Abdullah A. Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Adi Maulana Adilina, Indri Badri Agung Nugroho Agus Riyanto Ahmad Budi Junaidi Almervanka, Firza Anggono Wijaya Anggono Wijaya Anggono Wijaya Annisa Annisa Asma Fauziah Atina Sabila Azzahra Atina Sabila Azzahra Azidi Irwan Azzahra, Atina Sabila Bodoi, Thea Seventina Desiani Budi Junaidi, Budi Chairul Irawan Citra Ariyanti Dahlena Ariyani Dewi Umaningrum Dewi Umaningrum Dewi, Heny Puspita Ditya Kristina Dwi Rasy Mujiyanti Dwi Rasy Mujiyanti Dwi Rasy Mujiyanti Dwi Rasy Mujiyanti Edi Mikrianto Elisa Hayati Faisal F. Faisal Ferensa Oemry Hasanah Hasanah Heny Puspita Dewi Husain, Sadang Ina Risnawati Iryanti Fatyasari Nata, Iryanti Fatyasari Jaka Darma Jaya Jayanudin Jayanudin Joko Santoso Kamilia Mustikasari Kamilia Mustikasari Karlini Karlini Kiky C SEMBIRING Kiky C. Sembiring Kiky Corneliasari Sembiring Kurnia Putri Leo Saputra Maria Dewi Astuti Muhammad Agus Muljanto Muhammad Iqbal Pratama Mustari, Ikhsan Nana Widyastuti Ninis Hadi Haryanti, Ninis Hadi Nobuyuki Ichikuni Nur Firda Trianda Nurfitriani, Anggita Paradilla Catur Wulabdari Paradilla Catur Wulandari Pathur Razi Ansyah Puput Nopitasari Radhina Oktari Rahmat Eko Sanjaya Rahmidah Ulfah R. Rahmida Ulfah Reda Ariyantie Ridhoni, Arif Rifwanda, Shauqi Aulia Risnu Aritofa Sadang Husain Sadang Husain Sadang Husain Sadang Husain Sadang Husain Sepfina Monica Hutasoit Shimazu Shogo Shogo Shimazu Shogo Shimazu Suarso, Eka Sudarningsih Sudarningsih Sulfi Adam Sunardi, Ph.D., Sunardi Sunnardianto, Gagus Ketut Suryajaya Suryajaya Susi Susi Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Syahrul Khairi Takayoshi Hara Takayoshi Hara Takayoshi Hara Tantriati T. Tantriati Tetti Novalina Manik Triyono Triyono Triyono Triyono Umi Baroroh Lili Utami Uripto Trisno Santoso Uripto Trisno Santoso Uripto Trisno Santoso Utami Irawati Wega Trisunaryanti Wega Trisunaryanti Wega Trisunaryanti