Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Variabilitas Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut pada saat Kejadian Siklon Tropis Lili di Laut Timor dan sekitarnya Sinaga, Boby Christian; Wirasatriya, Anindya; Helmi, Muhammad
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 3 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i3.65797

Abstract

 Siklon Tropis Lili terjadi mulai tanggal 27 April hingga 30 April 2017, merupakan siklon yang melintasi Laut Timor. Analisis siklon tropis Lili terhadap parameter klorofil-a dan suhu permukaan laut dilakukan dengan data penginderaan jauh dan reanalisis selama empat belas tahun digunakan untuk menganalisis variabilitas konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut (SST). Dataset yang digunakan termasuk Copernicus Glob-Colour untuk klorofil-a dan Optimally Interpolated Sea Surface Temperature (OISST) untuk SST. Data angin dari Cross-Calibrated Multi-Platform (CCMP) juga digunakan untuk menilai angin dan kecepatan pemompaan Ekman (EPV) sebagai parameter siklon tropis. Data dianalisis secara spasial dan temporal serta anomali dihitung untuk setiap parameter. Analisis korelasi dilakukan selama fase pembentukan, puncak, dan peluruhan Siklon Tropis Lili, dengan fokus pada Laut Timor dan wilayah dengan kecepatan angin maksimum. Hasil menunjukkan bahwa Siklon Tropis Lili mengurangi SST dan meningkatkan klorofil-a di Laut Timor. EPV negatif menyebabkan upwelling, mengurangi SST dan meningkatkan klorofil-a. Selain itu, angin kencang meningkatkan pelepasan panas laten dan penguapan, yang memengaruhi penurunan SST.   Tropical Cyclone Lili occurred from April 27 to April 30 2017, passing through the Timor Sea. Remote sensing and reanalysis data spanning fourteen years were used to analyze the variability of chlorophyll-a concentration and sea surface temperature (SST). The datasets included Copernicus Glob-Colour for chlorophyll-a and Optimally Interpolated Sea Surface Temperature (OISST) for SST. Wind data from the Cross-Calibrated Multi-Platform (CCMP) were also used to assess wind and Ekman pumping velocity (EPV) as parameters of tropical cyclones. The data were analyzed spatially and temporally, with anomalies calculated for each parameter. Correlation analysis was performed during the formation, peak, and decay phases of Tropical Cyclone Lili, focusing on the Timor Sea and the region with maximum wind speed. Results showed that Tropical Cyclone Lili reduced SST and increased chlorophyll-a in the Timor Sea. The negative EPV induced upwelling, reducing SST and increasing chlorophyll-a. Additionally, strong winds enhanced latent heat release and evaporation, further reducing SST.
Pengaruh El Nino Kuat 2023 Terhadap Variabilitas Suhu Permukaan Laut Dan Curah Hujan Di Laut Sawu Aziis, Dimas Miftahul; Wirasatriya, Anindya; Setiyono, Heryoso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 1 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i1.25011

Abstract

Laut Sawu merupakan salah satu wilayah perairan di Indonesia yang memiliki tingkat kesuburan dan potensi akan sumber daya lautnya. Laut Sawu termasuk peraian yang terpengaruh dari ENSO. Fenomena ENSO dapat mempengaruhi distribusi Suhu Permukaan Laut, curah hujan di Laut Sawu. Penelitian mengenai pengaruh ENSO terhadap Suhu Permukaan Laut dan curah hujan telah banyak dilakukan, namun tidak spesifik pengaruh El Nino kuat tahun 2023 di Laut Sawu masih sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan mekanisme El Nino terhadap Suhu Permukaan Laut dan curah hujan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari SPL, curah hujan dan Angin yang bersumber dari OSTIA, CMORPH, CCMP. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan Bahasa pemrograman Interactive Data Laguage (IDL) dengan menampilkan data klimatologi, timeseries dan anomali. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai SPL, angin, dan curah hujan di Laut Sawu mengalami fluktuasi saat El Nino terjadi pada tahun 2023. Kondisi SPL mengalami peningkatan selama periode El Niño, dimana SPL memiliki nilai 29°C di bulan Desember pada musim barat. Sedangkan curah hujan mengalami penurunan selama El Niño dengan nilai 3 mm. Musim timur kondisi SPL di Laut Sawu mengalami peningkatan dengan nilai 27,4°C. Sedangkan curah hujan memiliki nilai yang sama dengan klimatologi. Ketika terjadinya fenomena El Niño 2023 angin memiliki kecepatan yang kuat. Pada periode El Niño 2023 yang terjadi di akhir tahun SPL meningkat secara signifikan di musim barat pada bulan Desember. Namun berkebalikan dengan penurunan intensitas curah hujan di Laut Sawu. Hal ini dikarenakan pengaruh dari pola angin yang berasal dari Benua Australia yang membawa udara kering dan mengakibatkan rendahnya curah hujan di Laut Sawu.
Spatio-Temporal Characteristic Analysis of Marine Heatwaves in the Savu Sea (1982-2021) Attaqwa, Rizal; Respati, Deodato Naresvara Rayi; Juviani, Dian; Susilodewi, Sinta Dwis; Saragih, Laurentia Alexandra; Mustaqim, Ikhsan; Wirasatriya, Anindya; Ismunarti, Dwi Haryo
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i2.70846

Abstract

Atmospheric interactions have led to a consistent rise in ocean temperatures in the Indonesian seas, exacerbated by the emergence of marine heatwaves (MHWs) that extend over thousands of kilometers. MHWs are defined as temperature anomalies above the 90th percentile of the sea surface temperature (SST) baseline for at least five consecutive days. The Savu Sea, influenced by the Indonesian throughflow that transports warm water from the Pacific to the Indian Ocean, experiences significant temperature anomalies. This study employs OSTIA L4 Marine Copernicus Global Ocean Physics Reanalysis SST data from 1982 to 2021 to analyze the frequency, duration, and intensity of MHW events in this region. Using Hobday's hierarchical approach, the study finds that MHWs in the Savu Sea lasted up to 1,170 days over 40 years, with 117 recorded events. The worst MHW event occurred in 2016, lasting 194 days with a maximum cumulative intensity of 2.0°C/year, particularly affecting the northern Savu Sea. These heatwaves significantly impact marine ecosystems, leading to coral bleaching that affects about 50% of coral colonies and threatens marine biodiversity and fisheries recovery.
The Role of Coastal Upwelling in Suppressing the Warming Trend of Sea Surface Temperature along the Southern Coast of Java Himawa, Daenk; Wirasatriya, Anindya; Kunarso, Kunarso; Wetchayont, Parichat
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 2 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.2.289-300

Abstract

This study examines the unclear role of wind-driven upwelling through Ekman transport and pumping, along with the combined effects of the Indian Ocean Dipole (IOD) and El Niño-Southern Oscillation (ENSO) trends on the warming rate of Sea Surface Temperature (SST) along the southern coast of Java. Using data from 1940 to 2023, we investigated how IOD, ENSO, Ekman transport, and Ekman pumping influence SST trends. Our results reveal a cooling trend in SST near the coast during the upwelling period and a warming trend across the entire area during the non-upwelling period. The cooling SST weakens the easterly winds passing through the coastal areas, reducing upwelling intensity, as indicated by the weakening of Ekman transport. However, Ekman pumping, another proxy for upwelling, shows a strengthening trend. Our comparison along coastal areas suggests that the increase in Ekman pumping is more robust than the decrease in Ekman transport, leading to an overall intensification of upwelling. Additionally, we observed positive trends in IOD and ENSO during the upwelling period. These trends significantly enhance the upwelling process and are responsible for the observed cooling trend in SST. Thus, while wind-driven upwelling through Ekman transport and pumping plays a crucial role as a key process, its intensification is primarily driven by the trends in IOD and ENSO.
Pengaruh ENSO Terhadap Variabilitas Curah Hujan Dan Klorofil-A di Perairan Samarinda Zulfa, Istna Nabila; Wirasatriya, Anindya; Ismanto, Aris
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 2 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i2.22547

Abstract

Samarinda is located along the Mahakam River, which is one of the largest rivers on the island of Borneo. The river stretches for approximately 920 kilometers, starting from the mountains in East Kalimantan and ending at the Makassar Strait. The Mahakam River plays an important role in the daily activities of the people of Samarinda. This study aims to analyze how rainfall intensity affects chlorophyll-a levels in Samarinda waters during the west and east seasons. The data used in this study came from satellite imagery. Sea surface temperature information was taken from the Operational Sea Surface Temperature and Sea Ice Analysis (OSTIA) source, while chlorophyll data was obtained from The Ocean Color CCI (OC CCI). For rainfall, data was collected through the Global Satellite Measurement of Precipitation (GSMaP), and wind speed data was obtained from ASCAT. All temperature, wind, chlorophyll and rainfall data were spatially processed using IDL (Interactive Data Language) software. This study used data for 16 years, from January 2007 to December 2022. The results of the analysis show that in the Samarinda water area, there is a significant relationship between ENSO and rainfall in the west season, as indicated by a p value of 0.000 (<0.05). The correlation between ENSO and western season rainfall is -0.510, indicating a negative relationship with moderate strength, i.e. rainfall tends to decrease when El-Nino increases, and vice versa. Meanwhile, the relationship between ENSO and rainfall in the eastern season in the same area is also significant, with a p-value of 0.001. The correlation of -0.459 shows a negative direction and moderate correlation strength, which means that when El-Nino is strong, rainfall decreases. The relationship between ENSO and chlorophyll-a concentration is different. In the western season, the p value of 0.248 (>0.05) indicates that there is no significant relationship. The correlation value of -0.170 indicates a very weak negative relationship, meaning that when El Niño occurs, chlorophyll-a tends to decrease but not significantly. The same is true for the eastern season, where a p value of 0.615 indicates no significant relationship between ENSO and chlorophyll-a. The positive correlation of 0.074 is also very weak, meaning that when El Niño increases, chlorophyll-a increases slightly but this relationship is not strong.   Samarinda berada di sepanjang aliran Sungai Mahakam, yang merupakan salah satu sungai terbesar di Pulau Kalimantan. Sungai ini membentang sepanjang kurang lebih 920 kilometer, bermula dari pegunungan di wilayah Kalimantan Timur dan berakhir di Selat Makassar. Sungai Mahakam memiliki peranan penting dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana intensitas curah hujan memengaruhi kadar klorofil-a di wilayah Perairan Samarinda selama musim barat dan musim timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari citra satelit. Informasi suhu permukaan laut diambil dari sumber Operational Sea Surface Temperature and Sea Ice Analysis (OSTIA), sedangkan data klorofil diperoleh dari The Ocean Color CCI (OC CCI). Untuk curah hujan, data dikumpulkan melalui Global Satellite Measurement of Precipitation (GSMaP), dan data kecepatan angin diperoleh dari ASCAT. Seluruh data suhu, angin, klorofil, dan curah hujan diolah secara spasial menggunakan perangkat lunak IDL (Interactive Data Language). Penelitian ini menggunakan data selama 16 tahun, yaitu dari Januari 2007 hingga Desember 2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa di kawasan perairan Samarinda, terdapat hubungan yang signifikan antara ENSO dan curah hujan pada musim barat, yang ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0,000 (< 0,05). Korelasi antara ENSO dan curah hujan musim barat bernilai -0,510, menandakan adanya hubungan negatif dengan kekuatan sedang, yaitu curah hujan cenderung menurun saat El-Nino meningkat, dan sebaliknya. Sementara itu, hubungan antara ENSO dan curah hujan pada musim timur di daerah yang sama juga signifikan, dengan p-value 0,001. Korelasi sebesar -0,459 menunjukkan arah hubungan yang negatif dan kekuatan korelasi sedang, yang berarti saat El-Nino kuat, curah hujan menurun. Berbeda halnya dengan hubungan ENSO dan konsentrasi klorofil-a. Di musim barat, nilai p sebesar 0,248 (> 0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan. Nilai korelasi sebesar -0,170 mengindikasikan hubungan negatif yang sangat lemah, artinya saat terjadi El-Nino, klorofil-a cenderung menurun namun tidak secara signifikan. Hal serupa juga ditemukan pada musim timur, di mana nilai p sebesar 0,615 menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara ENSO dan klorofil-a. Korelasi positif sebesar 0,074 pun sangat lemah, yang berarti saat El-Nino meningkat, klorofil-a sedikit meningkat namun hubungan ini tidak kuat.
Analisis Co Tidal Chart dan Perambatan Pasang Surut di Perairan Indonesia Bagian Barat Lukman, Annisa Aulia; Sugianto, Denny Nugroho; Pranowo, Widodo Setiyo; Wirasatriya, Anindya; Hariyadi, Hariyadi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26802

Abstract

Pembuatan co-tidal chart konstanta harmonik pasang surut ini dilakukan dengan tujuan mengetahui karakteristik pasang surut di wilayah Indonesia bagian barat. Co-Tidal chart memetakan sebaran nilai fase pasang surut di suatu wilayah. Wilayah yang dipetakan adalah perairan Indonesia bagian barat. Wilayah ini dipilih guna melihat pengaruh Samudera Hindia dan Samudera Pasifik terhadap karakteristik dan kondisi pasang surut di wilayah Indonesia bagian barat. Pembuatan peta pasang surut menggunakan data model FES2014. Pada penelitian ini mengolah 9 konstanta pasang surut yaitu K1, O1, P1, K2, M2, S2, N2, M4 dan MS4, dalam pembuatan peta pasang surut. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa konstanta harian tunggal yang terdiri atas K1, O1, P1 memiliki gelombang pasut yang menjalar dari wilayah Samudera Pasifik khususnya Laut China Selatan dan Teluk Thailand. Untuk konstanta harian ganda yaitu K2, M2, S2, N2 menjalar dari wilayah Samudera Hindia. Sedangkan konstanta M4 dan MS4, terlihat menjalar dari wilayah perairan dangkal dengan sebaran nilai yang rendah. 
Variasi Temporal Material Padatan Tersuspensi Menggunakan Citra Sentinel di Muara Sungai Loji Pekalongan Simatupang, Ariel Oscar Paskario; Wirasatriya, Anindya; Maslukah, Lilik; Zainuri, Muhammad; Ridarto, Arij Kemala Yasmin; Jihadi, Muhammad Shulhan; Kunarso, Kunarso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26247

Abstract

Material Padatan Tersuspensi (MPT) merupakan partikel yang melayang dikolom perairan dan terdiri dari berbagai komponen organik maupun anorganik. Kehadirannya menyebabkan kekeruhan air sehingga menghalangi sinar matahari yang masuk ke perairan, mengganggu proses fotosintesis dan berdampak negatif pada ekosistem. Pemantauan MPT secara temporal dapat dilakukan melalui pemanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Nilai estimasinya sangat bergantung pada pemilihan sebuah algorithma.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja beberapa algorithma sekaligus mengembangkan algoritma secara empiris menggunakan data MPT in situ dan nilai reflektan produk dari citra Sentinel-2 di Muara Loji. Hasil menunjukkan bahwa nilai estimasi MPT dari algorithma yang dikembangkan secara empiris pada penelitian ini menunjukkan kinerja terbaik dibanding algorithma lainnya. Algorithma yang dibangun menggunakan reflektan pada kanal hijau (B3) memiliki kinerja terbaik yang ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi (R²) = 0.422, RMSE = 8.93 mg/L, MAPE = 18.2%, dan Bias = 1.43.  Estimasi konsentrasi MPT lapangan memiliki rerata sebesar 39.19 mg/L, sementara hasil prediksi dengan algorithma Ajiperwata (37.88  mg/L), Wirasatriya (48.98 mg/L), Maslukah (11.54 mg/L), Laili (13.42 mg/L), dan algorithma baru memiliki nilai rerata 39.90 mg/L. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, karena algorithma dikembangkan berdasarkan satu kali pengambilan, yang mewakili musim peralihan, sehingga masih diperlukan pengujian atau validasi terhadap data MPT di waktu lainnya. Meskipun demikian algorithma yang dihasilkan dapat membantu dalam monitoring jangka panjang di musim yang sama. 
Studi Dampak Siklon Tropis Anggrek Terhadap Unsur Cuaca dan Suhu Permukaan Laut di Laut Selatan Jawa Widodo, Dzaky Malik Putra; Kunarso, Kunarso; Wirasatriya, Anindya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 3 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i3.27848

Abstract

Siklon tropis Anggrek merupakan siklon tropis yang terjadi di Samudera Hindia tanggal 16 Januari - 22 Januari 2024. Siklon tropis merupakan suatu fenomena atmosfer yang disebabkan oleh adanya perubahan tekanan yang terjadi di wilayah dengan perairan hangat yang menyebabkan timbulnya angin dengan kecepatan yang tinggi dan perubahan pada beberapa unsur cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari siklon tropis Anggrek terhadap unsur cuaca yakni angin, transpor uap air, dan curah hujan, serta suhu permukaan laut di laut selatan Jawa. Data yang digunakan adalah data angin dari Cross Calibrated Multi-Platform, data SPL dari Ocean Sea Surface Temperature and Ice Analysis, data kelembapan spesifik dari ECMWF ERA-5 dan data curah hujan dari Global Precipitation Measurement yang divisualisasikan menjadi pola dan kecepatan angin, suhu permukaan laut, transpor uap air dan curah hujan dalam waktu harian dan tahunan melalui perangkat lunak GrADS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklon tropis Anggrek menyebabkan peningkatan pada kecepatan angin, transpor uap air, dan curah hujan sebesar 22%, 30% dan 12% dari kondisi sebelumnya serta menyebabkan penurunan pada suhu permukaan laut sebesar 0,93% dengan rata-rata nilai kecepatan angin mencapai 7,10 m/s, transpor uap air mencapai 90,24 kg/ms, intensitas curah hujan mencapai 24,04 mm/hari, dan suhu permukaan minimum sebesar 28,97°C. 
Modeling Seasonal Variability of Trophic Index (TRIX) in Indonesian Waters Using PISCES Biogeochemical Data Krisna, Heru Nur; Maslukah, Lilik; Wirasatriya, Anindya; Indrayanti, Elis; Widiaratih, Rikha
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 3 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.3.373-381

Abstract

Eutrophication poses a significant challenge in Indonesian waters, largely due to a lack of data for effective mitigation. This complex issue, characterized by a time lag and multi-phase progression, is triggered by an influx of nutrients like nitrate and phosphate, leading to harmful algal blooms (HABs) that degrade water quality. This study proposes a more comprehensive approach using the Trophic Index (TRIX), which integrates multiple parameters from the PISCES global biogeochemical model data. The PISCES model accurately captures seasonal TRIX trends, with high values in the southern islands during the southeast monsoon and in northern areas during the northwest monsoon. The model's reliability is confirmed by RMSE and Bias data to be quite low, respectively, for Chl-a (0.065, -0.005), Nitrate (0.144, -0.080), Phosphate (0.084, -0.059), and DO (3.109, 0.919), from the World Ocean Database. The highest TRIX values (8-10) were found in Jakarta Bay, while the Lombok Strait had values (5-7), a difference attributed to varying oceanographic conditions. However, it is crucial to consider physical oceanography and boundary conditions when using the TRIX model. So then, model TRIX data is more valuable for informing policy and mitigation plans for the various Indonesian waters, taking into account their unique characteristics. These findings underscore the importance of considering both monsoon cycles and local conditions when assessing eutrophication risk. The TRIX data is therefore a valuable tool for developing informed policies and mitigation plans for Indonesia's diverse coastal areas.
Analisis Spasial dan Temporal Marine Heatwave di Selat Sunda (1982-2021) Anggraeni, Nimas Ratri Kirana; Attaqwa, Rizal; Simangunsong, Felix Gok Asi; Gunady, Stephanie Michelle; Maslukah, Lilik; Wirasatriya, Anindya
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.68953

Abstract

Marine Heatwaves (MHW) adalah kondisi meningkatnya suhu permukaan laut (SPL) secara ekstrem pada suatu periode tertentu. Fenomena MHW memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem laut, seperti pemutihan terumbu karang, perubahan distribusi massa air, dan penurunan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fenomena MHW, termasuk frekuensi, durasi, dan intensitas kumulatifnya, serta menganalisis peran dinamika atmosfer seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), dan Outgoing Longwave Radiation (OLR) dalam memengaruhi kemunculan MHW di Selat Sunda. Data yang digunakan berupa SPL harian dari OSTIA Marine Copernicus selama periode 1982–2021. Berdasarkan hasil analisis data selama 1982-2021 menunjukkan bahwa fenomena MHW paling parah terjadi pada tahun 1998, dengan intensitas maksimum mencapai 1,6187°C dan berlangsung selama 86 hari. Peningkatan signifikan DMI dan ONI menunjukkan pengaruh kuat dari IOD positif dan El Niño, yang menyebabkan perbedaan suhu bagian barat dan timur Samudra Hindia. Anomali OLR positif yang tinggi mencerminkan kondisi minim konveksi, sehingga mengurangi tutupan awan dan curah hujan. Kombinasi anomali ini memperparah pemanasan laut dan memperkuat intensitas serta durasi MHW, khususnya pada tahun 1998. Tren tahunan menunjukkan MHW di Selat Sunda semakin sering, lama, dan intens, menekankan pentingnya upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, khususnya di wilayah pesisir yang rentan.
Co-Authors Adi Wibowo Adinda Rizki Amalia Adivitasari, Reska Mega Adzkia Pincta Milenia Afrina Aysira Agus Hartoko Almunawir, Muhammad Fakhri Khairillah Ambariyanto Ambariyanto Andhita, Laviola Reycha Fitri Andita Agung Andreas Nur Hidayat Andriana Kartina Wingtyas Anggoro, Tri Danny Anggraeni, Nimas Ratri Kirana Anisa Dewi Nugraheni Aris Ismanto Ashilah, Azizah Anis Attaqwa, Rizal Aziis, Dimas Miftahul Bahiyah, Amirotul Baskoro Rochaddi Bayu Munandar Budi Purwanto Chin, Wei Hong Claus, Berril Denny Nugroho Sugianto Dini Oktaviani Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Eko Setyobudi Elis Indrayanti Enita, Siti Yasmina Faishal Widiaputra Nugraha Faizal Rachman Fajar Hudoyo Febrianto, Sigit Firman Ramadhan Fuji Anida Futoki Sakaida Galuh Permatasari Gentio Harsono Gentio Harsono Gentur Handoyo Georgina Faulia Rachman Gultom, Iqbal S. Gunady, Stephanie Michelle Hadi Endrawati Hariyadi Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hasrizal Bin Shaari Hastuti Hastuti Heryoso Setiyono Heryoso Setiyono Himawa, Daenk Hiroshi Kawamura I Ketut Agung Enriko Indra Budi Prasetyawan Indra Budi Prasetyawan Irsyad Abdi Pratama Iskhaq Iskandar Ita Widowati Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jayawiguna, Muhammad Hikmat Jihadi, Muhammad Shulhan Johannes Hutabarat Jusup Suprijanto Juviani, Dian Kevifa Satria Widjaya Krisna, Heru Nur Kubota, Naoyuki Kunarso Kunarso Kurnianingsih Kurnianingsih, Kurnianingsih Lilik Maslukah Louis Jannahtuna&#039;im Koes Miranda Lukman, Annisa Aulia Lutfan Lazuardi Maria Griselda Novita Maro, Jahved Ferianto Maulana Al Faridzie Metrio Swandiko Muh Yusuf Muh Yusuf Muhamad Hafiz Maulavi Haban Muhamamd Helmi Muhammad Faiq Marwa Noercholis Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muslim Muslim Mustaqim, Ikhsan Nabilah Rizki Niken Dwi Prasetyarini Novi Susetyo Adi Nugraha, R. Bambang Adhitya Nugroho Agus D Nurul Hickmah Nurul Latifah Parichat Wetchayont Parichat Wetchayount Petrus Subardjo Pratama, Dhimas Prabu Prayogi Prayogi Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri, Elsa Mayora Jovanka Raden Ario Rahmadiana Andini Respati, Deodato Naresvara Rayi Resy Sekar Sari Resy Sekar Sari Retno Hartati Ridarto, Arij Kemala Yasmin Rifqi N. Agassi Rikha Widiaratih Riza Yuliratno Setiawan Rizky Aditya Rudhi Pribadi Sabila, Anis Yasmin Sadewo, M. Firouz Dimas Saragih, Laurentia Alexandra Selkofa. M, Warisatul Anbiya Seprianto, Abdal Simangunsong, Felix Gok Asi Simatupang, Ariel Oscar Paskario Sinaga, Boby Christian Sri Murtiana Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Sunaryo Sunaryo Suryanti - Susilodewi, Sinta Dwis Teguh Agustiadi Teguh Prayogo Teuku Fauzan Zul Aufar Ulung Jantama Wisha Ummu Salma Wangdiarta, Fressan Patrick Warsito Atmodjo Wetchayont, Parichat Widiaratih, Rikha Widodo S Pranowo Widodo S. Pranowo Widodo, Dzaky Malik Putra Wijaya Mardiansyah, Wijaya Yeyen Novita Sari Yuhendrasmiko, Randy Zulfa, Istna Nabila