Subagiyo Subagiyo
Department Of Marine Science, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Universitas Diponegoro

Published : 51 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Bioaktivitas Ekstrak Batang Tumbuhan Benalu Mangrove (Cassytha filiformis) : II. Uji Anti Bakteri Subagiyo Subagiyo; Wilis A Setyati; Ali Ridlo
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 10, No 1 (2005): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.97 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.10.1.35-40

Abstract

Benalu adalah tumbuhan epifit parasit yang hidup menempel dan menghisap makanan dari tumbuhaninangnya. Sehingga benalu yang hidup pada tumbuhan mangrove mempunyai kemampuan khusus untuk beradaptasi terhadap senyawa-senyawa yang dibentuk oleh tumbuhan mangrove. Kondisi ini memungkinkan untuk ditemukannya jenis-jenis senyawa baru yang mempunyai potensi sebagai senyawa yang mempunyai nilai di bidang farmakologi dan agrokimia, diantaranya adalah anti bakteri Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian secara kualitatif dan kuantitaif bioaktivitas antibakteri dari fraksi-fraksi ekstrak batang C. filiformis. Penelitian dilakukan dengan metode experimental. ekstraksi dan pemisahan menggunakan pelarutkloroform-metanol (20:1). Fraksi-fraksi yang diperleh diuji bioaktivitas antibaktri menggunakan metodepaper disk. Ada 5 variasi konsentrasi fraksi yang diuji yaitu 50 ug/disk, 10 ug/disk, 5 ug/disk, 1 ug/diskdan 0,5 ug/disk. Berdasarkan hasil uji bioaktivitas antibakteri dari ekstrak batang benalu mangrove (C.filiformis) dapat disimpulkan bahwa ekstrak C. filiformis mempunyai potensi sebagai sumber metabolit antibakteri. Dalam penelitian ini semua fraksi tidak menunjukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri V. parahaemoliticus dan S. aereus. Aktivitas antibakteri ditunjukan oleh semua fraksi terhadap bakteri uji V. harveyi dan V. anguilarum. Sedangkan aktivitas anti bakteri terhadap E. coli hanya ditunjukan oleh fraksi 4 dan fraksi 5.Kata kunci: Antibakteri, ekstrak C filiformis, benalu mangroveMistletoe as arboreal parasitic plant, hold and absorb their nutrient from host. During nutrient absorption,all of metabolites (include secondary metabolites) which host producing will be absorbed too. For thatmistletoe must have capability to developing strategies to adapt. The one of adaptation strategies is creating bioactive compounds, and predicted that between bioactive compounds have antibacterialactivity. The aim of this research were to antibacterial test of C filiformis stem extract. C filiformis wasextracted in chloroform-methanol (20:1). The fractions were examined to antibacterial activity using paper disc method. There are 5 variation concentration, which tested, 50 ug/disc, 10 ug/disc, 5 ug/disc, 1 ug/disc and 0,5 ug/disc. The result showed that all of fractions of stem extract of C. filiformis were able to inhibit the growth of both V. harveyi dan V. anguilarum, but not toward V. parahaemoliticus and S. aereu,  while fraction 4 and fraction 5 were able to hold the growth of E. coli.Key words : Antibacteria, stem extracts of C filiformis, mangrove mistletoe
Effects Of pH, Temperature And Salinity In Growth And Organic Acid Production Of Lactic Acid Bacteria Isolated From Penaeid Shrimp Intestine Subagiyo Subagiyo; Sebastian Margino; Triyanto Triyanto; Wilis Ari Ari Setyati1,2
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 4 (2015): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.377 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.20.4.187-194

Abstract

Bakteri asam laktat telah lama dikembangkan sebagai probiotik. Penentuan kondisi lingkungan yang optimum untuk pertumbuhan sel serta asam organik memberikan gambaran aktivitas optimum untuk kinerja probiotik baik dalam sistem fisiologi inang maupun dalam sistem bioproses untuk produksi sel dan metabolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan (pH, suhu dan salinitas) terhadap pertumbuhan dan produksi total asam organik tiga isolat bakteri asam laktat yang telah diseleksi dari intestinum udang penaeid. Eksperimen menggunakan  medium deMan, Rogosa and Sharpe (MRS) cair. Perlakuan pH awal meliputi  nilai pH 4, 5 dan 6. Perlakuan suhu meliputi suhu 25, 30 dan 35OC serta perlakuan salinitas  meliputi salinitas 0,75 %, 1,5 % dan 3 %.  Setiap interval 6 jam dilakukan pengambilan sampel kultur bakteri dan penghitungan pertumbuhan berdasarkan perubahan optical density (pada panjang gelombang 600 nm) sedangkan produksi asam laktat dianalisis dengan metode titrimetrik menggunakan NaOH 1 N sebagai larutan titrasinya. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa suhu, pH awal dan salinitas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi asam organik. Nilai kondisi lingkungan terbaik untuk pertumbuhan dapat berbeda dengan nilai terbaik untuk produksi asam organic. Hal ini ditunjukan oleh nilai laju pertumbuhan dan produksi asam laktat tertinggi dari tiga isolat uji terjadi pada suhu, pH awal dan salinitas yang berbeda.  Isolat L12 tumbuh optimum pada suhu 30oC, pH awal 6 dan salinitas 0,75%. Isolat L14 tumbuh optimum pada suhu 30oC, pH awal 6 dan salinitas 1.5%. Isolat L 21 tumbuh optimum pada suhu 30 oC, pH awal 6 dan salinitas 1.5%. Kata kunci: bakteri asam laktat, suhu, pH, salinitas, asamorganik, pertumbuhan, Lactic acid bacteria are widely distributed in intestinal tracts of various animals where they live as normal flora.Strains of lactic acid bacteria are the most common microbes employed as probiotics, The optimum condition for growth are important to mass production and to determined parameters most suitable for growth. The effects of  temperature, pH and salinity on the growth and production of lactic acid from the three shrimp intestinal lactic acid bacteria isolates were conducted using bacth culture in a flask. These variables for growth were determined based on the growth curves and lactic acid production. Data from the flask batch experiment demonstrated that the best initial pH and temperature  for growth of isolat L12 ,L14 and L21 were found to be pH 6 and 30 OC.  Salinity (NaCl concentration) 0,75% were the best for growth of isolat L12. Salnity  1,5 % were best for growth of isolat L14 and L21. Key words : growth, temperature, pH, salinity, lactic aid bacteria
Isolasi dan Seleksi Bakteri Penghasil Enzim Ekstraseluler (proteolitik, amilolitik, lipolitik dan selulolitik) yang Berasal dari Sedimen Kawasan Mangrove (Isolation and Selection of Extracellular Enzyme Producing Bacteria Originating from Mangrove Sedimen Wilis Ari Setyati; Subagiyo Subagiyo
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 17, No 3 (2012): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.341 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.17.3.164-169

Abstract

Bioremediasi tambak udang memegang peranan penting dalam upaya membersihkan tambak dari bahan pencemar internal yang dihasilkan selama proses budidaya itu sendiri. Proses budidaya udang merupakan kegiatan yang potensial menghasilkan limbah organik terutama berasal dari sisa pakan dan hasil ekskreta (feses). Bakteri heterotrofik memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim ekstraseluler yang diperlukan untuk bioremediasi limbah organik. Penelitian ini ditujukan untuk mengisolasi bakteri heterotrofik yang berasal dari ekosistem mangrove utuk dikembangkan sebagai agensia bioremediasi limbah organik pada tambak udang. Sedimen mangrove diperoleh dari kawasan mangrove Segara Anakan- Cilacap dan kawasan Mangrove Kaliuntu-Kabupaten Rembang. Isolasi dilakukan dengan metode agar tuang menggunakan media Zobell agar. Pengujian aktivitas proteolitik, amilolitik, lipolitik dan selulolitik dilakukan dengan metode diffusion agar menggunakan paper disk berturut-turut pada media Zobell agar yang diperkaya dengan 1% skim milk, 1% amilum, dan 1% tween 80 dan 1 % CMC. Diameter zone hidrolitik digunakan sebagai dasar untuk melakukan seleksi. Hasil penelitian diperoleh 35 isolat (16 isolat dari Kaliuntu – Rembang dan 19 isolat dari Segoro Anakan – Cilacap). Jumlah isolat yang mempunyai kemampuan menghasilkan enzim ekstraseluler berturut-turut 33 isolat dengan aktivitas proteolitik 25 isolat dengan aktivitas amilolitik, 29 isolat dengan aktivitas lipolitik, dan 12 isolat dengan aktivitas selulolitik. Hasil seleksi berdasarkan diameter zone hidrolitik diperoleh 10 isolat yang potensial untuk dikembangkan sebagai agensia bioremediasi.Kata kunci: proteolitik, amilolitik, lipolitik, selulolitik, mangrove, bioremediasi, tambak udangBioremediation of shrimp pond plays an important role in the effort to clean up the internal pollutants of pond produced during the cultivation process. Shrimp farming produces mainly organic waste from food remains and the excreta. Heterotrophic bacteria have the ability to produce extracellular enzymes required for the bioremediation of organic waste. This study aimed to isolate heterotrophic bacteria from mangrove ecosystem to be developed as agents of bioremediation of organic wastes in shrimp ponds. This was done by isolating and selecting bacteria producing extracellular enzymes of proteolytic, amylolitic, lipolytic and cellulolytic from mangrove sediments collected from the mangrove area of Segara Anakan at District of Cilacap and Kaliuntu, district of Rembang. Isolations were done by pour-plate method using a Zobell agar medium. Assays for proteolytic, amilolytic, lipolytic and cellulolytic activity were performed using paper disk on Zobell agar medium enriched respectively with 1% skim milk, 1% soluble starch, 1% tween 80 and 1% CMC. Hydrolytic zone diameter was used as the basis for selection of enzymatic activities. The results obtained was 35 isolates (16 isolates from Kaliuntu–Rembang dan 19 isolate froms Segara Anakan – Cilacap), consisting of 33 proteolytic enzyme, 25 amilolytic enzyme, 29 lipolytic enzyme and 12 isolates cellulolytic producing enzyme. Based on hydrolytic zone diameter were selected 9 isolates which potential to be developed as bioremediation agent.Key words: Bioremediation, proteolytic, amilolytic, lipolytic, selulolytic
Pemanfaatan Katul Sebagal Priming Agent Untuk Meningkatkan Laju Respirasi Tanah Tambak Udang Subagiyo Subagiyo; Ria Azizah
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 1 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.603 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.7.1.33-36

Abstract

Kualitas tanah dasar tambak merupakan salah satu faktor kunci bagi keberhasilan budidaya udang. Oleh karena itu pengelolaan tanah di dalam usaha pertambakan menjadi bagian yang harus dllakukan. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak melalui penerapan konsep priming actlon, yaitu peningkatan laju dekomposisi bahan organik melalui penambahan bahan organik segar. Katul dipilih sebagai priming agent karena akumulasi bahan organik di tanah dasar tambak terutama berasal dari sisa pakan dan kotoran udang yang mengandung kadar nitrogen yang tinggi, maka untuk meningkatkan laju respirasi tanah perlu ditambahkan bahan organik dengan kadar Cyang tinggi. Katul merupakan salah satu limbah pertanian yang mudah didapat dalam jumlah besar dan mempunyai kadar C yang tinggi. Percobaan dilakukan menggunakan bejana respiresi. Ada 4 perlakuan yang dibandingkan yaitu pemberian katul 0,1 kg/m2, kg/m2, 0,3 kg/m2 dan 0,0 kg/m2 (kontrol). Laju respirasi tanah diukur berdasarkan pada jumlah CO2 yang dilepaskan. Hasil penelitian menunjukan bahwa katul dapat dimanfaatkan sebagai priming agent untuk meningkatkan laju respiresi tanah tambak udang. Pada penelitian ini laju respirasi tanah tertinggi sampai terendah berturut­ turut terjadi pada perlakuan katul 0,3 kg/m2, 0,2 kg/m2, 0,1 kg/m2 dan 0,0 kg/m2 (kontrol). Laju respirasi tanah tertinggi selama waktu penelitian terjadi pada hari ke 2 untuk perlakuan pemberian katul 0.3 kg/m2, sedangkan perlakuan pemberian katul 0,1 kg/m2 dan 0,2 kg/m2 terjadi pada hari ke 1Kata kunci: tanah dasar tambak, priming agent, katul, laju respirasi  The accumulation of organic matter in the bottom of pond's prawn shrimp primary come from excess of feed and feces of prawn. The research was done to increase respiration rate of pond bottom soil by using priming action concept. Priming action is enhancing of rate of organic matter decomposition by addition of fresh organic matters. Bran was used as priming agent based on the fact that accumulation of organic matter in pond bottom soil primary come excess of feed and feces of prawn. The organic matter have high of nitrogen, there for the addition of carboneous matter was needed to increase of soil respiration. Bran is agriculture wastes, easy to found and have high of carbon content. Bran applied to sample soil at 0,1 kg/m2, kg/m2, 0,3 kg/m2 and 0,0 kg/m2 (control). Soil were placed in respiration chambers. Soil respiration was measured based on CO2 released in soil respiration. The research showed that bran was able to increase of pond soil respiration. In this research, application of bran to soil at rate of 0,3 kg/m2 caused a higher respiration rate than the other. Maximum rate of respiration at soils which treated with bran at 0,0 kg/m2 and 0.3 kg/m2 were happened on 2nd day, but the other were happened on 1st day.Keywords: pond bottom soil, priming action, bran, and respiration rate
Skrining Kandidat Bakteri Probiotik dari Saluran Pencernaan Ikan Kerapu Berdasarkan Aktivitas Antibakteri dan Produksi Enzim Proteolitik Ekstraseluler Subagiyo Subagiyo; Ali Djunaedi
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 16, No 1 (2011): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.993 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.16.1.41-48

Abstract

Strategi penyehatan ikan secara terpadu merupakan salah satu upaya yang paling efektif dalam pengendalian penyakit serta perlindungan lingkungan pada budidaya akuatik.  Pengembangan probiotik menduduki peran fungsional yang penting bersamaan dengan pengembangan vaksin dan immunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk menseleksi bakteri probiotik yang akan dikembangkan sebagai materi dasar untuk mengkonstruksi konsorsium probiotik dengan target fungsional di saluran pencernaan ikan kerapu. Salah satu kriteria seleksi ditetapkan berdasarkan desain konstruksi konsorsium gut probiotik yaitu kemampuan menghasilkan senyawa antibakteri terhadap bakteri pathogen dan kemampuan menghasilkan enzim pencernaan diantaranya adalah enzim proteolitik ekstraseluler. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplorasi dan eksperiment laboratoris. Ikan kerapu macan secara aseptic diambil saluran pencernaannya, kemudian dihancurkan menggunakan mortar. Penanaman bakteri dilakukan dengan metode pour-plate pada medium nutrient agar. Deteksi aktivitas antibakteria dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan paper disk sedangkan deteksi produksi enzim proteolitik ekstraseluler dilakukan dengan metode tusukan pada media yang diperkaya dengan skim milk. Hasil seleksi berdasarkan kriteria seleksi yang telah ditetapkan diperoleh 8 isolat bakteri potensial untuk dapat dikembangkan sebagai konsorsium probiotik. Ke 8 isolat ini mempunyai kemampuan untuk  menghasilkan senyawa antibakteri yang aktif terhadap 4 jenis vibrio (V. parahaemolyticus, V. vulnivicus, V. harveyii, dan V.anguilarum) serta menghasilkan enzim proteolitik ekstraseluler yang diperlukan untuk mencerna senyawa yang bersifat protein yang merupakan komponen utama pakan ikanKata kunci: Probiotik, pengendalian penyakit, antibakteri, enzim proteolitik, saluran  pencernaan, ikan kerapu The strategy to healhty fish in an integrated manner is one of the efforts that is the most effective to environmentally friendly disease control. The development of probiotics occupied the functional role that is important along with the development of the vaccine and immunostimulant. This research aimed to select the candidates of probiotic bacteria that will be developed as basic material to construct the probiotic consortium with the functional target in the digestion tract  of the grouper fish. The one of selection criteria was appointed based on the construction of the gut probiotic consortium is the capacity to produce the antibacterial compound against the pathogen, and the capacity to produce proteolitic enzymes. The research was carried out with the exploration and experimenal laboratory methods The intestine was removed from the fish of the tiger grouper, afterwards was destroyed by mortar. The planting of the bacteria was carried out with the pour-plate method in nutrient agar medium. Antibacterial activity was detection by agar diffusion method using paper disk, while the detection capability to produce extracellular proteolitic enzymes was carried out by using enrichment media with skim milk. The Results of selection obtained eight bacterial isolates that can be developed potentially as the consortium of gut probiotic. The eight bacterial isolates were able to produce antibacterial compounds (that was active against  V. parahaemolyticus, V. vulnivicus, V. harveyii, and V.anguilarum) and extracellular proteolitic enzymes Key words: Probiotic, diseases control, antibacteria, proteolitic enzyme, gastrointestinal tract, grouper
Potensi Padang Lamun (Thalassia hemprichii) Sebagai Penyimpan dan Penyerap Karbon di Pantai Krakal, Gunungkidul, Yogyakarta Rini Pramesti; Subagiyo Subagiyo; Wilis Ari Setyati; Titis Buana
Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 3 (2021): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v10i3.36758

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem pesisir yang mampu menyimpan dan menyerap karbon melalui proses fotosintesis yang disimpan dalam bentuk biomassa dan disimpan di akar, rhizome dan daun sehingga dapat mengurangi gas CO2 di udara. Ekosistem ini belum banyak diperhatikan fungsinya dibandingkan dengan ekosistem darat. Penelitian ini bertujuan  mengetahui  kerapatan, tutupan  lamun dan serapan karbon dalam biomassa berupa jaringan atas substrat dan bawah substrat. Penelitian dilakukan pada bulan November 2018 di Pantai Krakal - Yogyakarta. Identifikasi  jenis  lamun  dengan buku panduan  seagrasswatch,  kerapatan  dan  tutupan dengan metode line transect quadrant. Analisis kandungan karbon menggunakan metode pengabuan. Hasil penelitian menunjukkan lokasi ini memiliki biomassa di bagian atas 7,36 – 9,92 gbk/m2 dan bagian bawah 39,36 – 95,68 gbk/m2. Kedua bagian ini mampu menyimpan dan menyerap karbon rata-rata sebesar 30,42 ± 13,85 gC/m2 dan 0,2 ± 0,06 gC/d/m2. Hasil penelitian menunjukkan padang lamun di lokasi ini mampu menyimpan dan menyerap karbon meskipun dalam jumlah yang kecil. Seagrass beds are coastal ecosystems capable of absorbing and storing carbon through photosynthesis and stored of roots, rhizomes and leaves that it can reduce CO2 gas in the air. The function of this ecosystem has not been given much attention compared to the terrestrial ecosystem. The research was studied to determine density, cover of seagrass  and carbon uptake in biomass of the upper and lower substrate. The research was carried in November 2018 at Krakal Beach - Yogyakarta. Identification of the type seagrass was carried by seagrasswatch manual, the density and cover was carried by the line transect quadrant method. The carbon content was analysis by the ashing method. The results was showed that this location has a biomass at the top of 7.36 - 9.92 gbk/m2 and the bottom of 39.36 - 95.68 gbk/m2. Both of these parts are able to store and absorb carbon are average of 30.42 ± 13.85 gC/m2 and 0.2 ± 0.06 gC/d/m2. The results showed that the seagrass beds on this beach were able to store and absorb of carbon with small amounts.
Pertumbuhan, Rasio Konversi Pakan dan Kelulushidupan Udang Litopenaeus vannamei yang Diberi Pakan dengan Suplementasi Prebiotik FOS (Fruktooligosakarida) Ali Ridlo; Subagiyo Subagiyo
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 4 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.701 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i4.11166

Abstract

Prebiotik fruktooligosakarida (FOS) diketahui berperan penting dalam proses digesti, absorpsi dan metabolisme nutrien dalam organisme. Suplementasi prebiotik telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan, utilisasi nutrien dan resistensi terhadap penyakit, tetapi potensi prebiotik terhadap udang belum banyak diketahui. Suplementasi FOS dalam pakan diamati pengaruhnya terhadap parameter pertumbuhan udang L. vannamei selama 12 hari. FOS disuplementasikan ke dalam pakan udang buatan (protein 38%, lemak 5%, dan serat 3%) dengan konsentrasi 0,5%; 1,0%; dan 2,0% (w/w). Efek prebiotik terhadap parameter pertumbuhan (berat dan panjang), kelulushidupan dan rasio konversi pakan diamati pada hari ke empat, ke delapan dan hari ke dua belas perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai hari ke dua belas suplementasi prebiotik FOS mampu meningkatkan pertumbuhan (berat dan panjang), tetapi tidak berpengaruh terhadap kelulus hidupan dan rasio konversi pakan. Kata kunci : Prebiotik, FOS, L. vannamei
Metode Sederhana dan Cepat untuk Skrining Bakteri Asam Laktat Penghasil Bakteriosin (Antimicrobial Peptide) dari Intestinum Ikan dan Udang Subagiyo Subagiyo; Sebastian Margino; Triyanto Triyanto; Ria Azizah Tri Nuraini; Wilis Ari Setyati; Rini Pramesti
Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 2 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.562 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i2.15727

Abstract

Kontribusi bakteri asam laktat dan bakteriosin dalam pengembangan keamanan makanan telah lama diketahui. Metode sederhana dan cepat diperlukan untuk menseleksi bakteri asam laktat yang mampu menghasilkan bakteriosin. Dua pendekatan telah dilakukan secara berurutan dalam metode ini. Pendekatan pertama adalah seleksi bakteri asam laktat menggunakan medium MRS agar yang diperkaya dengan CaCO3. CaCO3 digunakan sebagai indikator suatu koloni bakteri mampu menghasilkan asam. Pendekatan kedua adalah melakukan seleksi secara langsung terhadap koloni-koloni bakteri yang tumbuh pada medium seleksi pertama menggunakan teknik overlay. Medium MRS soft agar yang telah diinokulasi dengan bakteri Pediococcus acidilactisi di-overlay-kan ke atas koloni-koloni yang tumbuh di medium seleksi pertama. Zona bening yang terbentuk di sekitar koloni menunjukkan dihasilkannya bakteriosin. Koloni-koloni yang menghasilkan zona bening pada tahap pertama dan kedua selanjutnya diisolasi dan dimurnikan. Isolat ini adalah isolat bakteri penghasil asam dan bakteriosin. Pengujian atas metode ini terbukti efektif untuk program isolasi dan seleksi bakteri asam laktat penghasil bakteriosin dari intestinum ikan dan udang. Kata kunci : metode, skrining, bakteri asam laktat, bakteriosin
Potensi Bakteri Asam Laktat Sebagai Kultur Protektif Pada Industri Perikanan Subagiyo Subagiyo; Wilis Ari Setyati
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 4 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.824 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i4.11170

Abstract

Kultur protektif merupakan salah satu bentuk biopreservasi yang dikembangkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merusak produk pangan. Pada penelitian ini diisolasi jenis-jenis bacteri asam laktat dari Ikan Beronang dan Ikan Kakap yang telah disimpan dalam suhu rendah, serta melakukan skrining berdasarkan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang umum mengkontaminasi bahan makanan yang disimpan pada suhu rendah. Isolasi bakteri asam laktat dilakukan dengan metode taburan dalam medium MRS (de Man, Rogosa and Sharpe) Ada dua kelompok bakteri asam laktat yang diisolasi yaitu yang bersifat halofilik dan non-halofilik. Inkubasi kultur bakteri dilakukan pada suhu<20 oC. Isolat-isolat Bakteri asam laktat (BAL) yang diperoleh selanjutnya diskrining untuk mendapatkan strain yang aktif terhadap bakteri dan bakteri pembusuk dengan meto dedifusi agar menggunakan paper disc. Bakteri uji yang digunakan untuk skrining adalah bakteri Escherichia coli, Staphylococcusaureus, Pseudomonas fluorescens dan Pediococcus lb 42. Indikator adanya aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh terbentuknya zona penghambatan.  Hasil isolasi diperoleh total 68 isolat BAL dengan rincian 25 isolat aktif terhadap 4 jenis bakteri uji, 13 isolat aktif terhadap 3 jenis bakteri uji , 7 isolat aktif terhadap 2 isolat uji, 11 isolat aktif terhadap 1 jenis bakteri uji dan hanya 2 isolat yang tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji. Hal ini menunjukkan bahwa BAL yang berasal dari produk perikanan lautmemilikipotensiuntuk dikembangkan sebagai kultur protektif pada industri perikanan.   Kata kunci :BakteriAsamLaktat, KulturProtektif,  Biopreservasi, AktivitasAntibakteri  
ANALYSIS OF BIOMASS AND STORED CARBON STOCK IN MANGROVE FOREST AREA, TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI BALI Luh Putu Puspita Dewanti; Subagiyo Subagiyo; Diah Permata Wijayanti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.3.%p

Abstract

Mangrove forests are transitional ecosystems between land and sea that occur mainly along tropical and subtropical coastlines. Ecologically, mangroves function as carbon sinks and stores, with most of them being allocated below the soil surface. It is possible that the increase in atmospheric CO2 that contributes to global warming can be reduced through the process of sequestration of carbon into the soil. The more carbon stored in the soil as soil organic carbon, it can reduce the amount of carbon in the atmosphere so that it can reduce global warming and climate change. SOC (Soil Organic Carbon) is distributed into various layers of soil, and its stability is also very diverse. The objectives of this research are:(1) Knowing the organic carbon storage below the soil surface in the mangrove forests of the Taman Hutan Raya Ngurah Rai and (2) Knowing the vertical variation of organic carbon stored in the soil in the mangrove forests of Taman Hutan Raya Ngurah Rai. The estimation of biomass using the method without harvesting by measuring diameter at breast height (DBH, 1.3 m) mangrove. Carbon deposits are estimated from 46% of biomass. The method used in this research is loss on ignition (LOI). The average distribution of soil organic carbon storage at a layer of 0 cm - 15 cm, 15 cm - 30 cm, 30 cm -50 cm, 50 cm -100 cm and  > 100 cm respectively is 84.18 ton C / ha, 90 , 43 ton C / ha, 93.39 ton C / ha, 115.70 ton C / ha and 80.75 ton C / ha.
Co-Authors Adi Santoso Agus Sabdono Agus Trianto Agus Trianto Ahmad Fadhil Muzaki Ahmad Saddam Habibi Aiyen Tjoa Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Ridlo Ambariyanto Ambariyanto Aninditia Sabdaningsih Antonius Budi Susanto Bambang Yulianto Baskoro Rochaddi Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adi Suryono Delianis Pringgenies Diah Permata W Diah Permata Wijayanti Dwi Haryanti Dwi Haryo Ismunarti Elis Indrayanti Elsa Lusia Agus Endang Sri Susilo Erni - Martani Ervia Yudiati Feri Setiawan Fifi Nur Hidayah Fionica May Sandi Gagas Tri Pamungkas Hani’atun Nurfajriyah Henna Rya Abdurachim Husna El Iksiroh Husna Hanifah Irwani Irwani Isai Yusidarta Ita Riniatsih Jusup Suprijanto Kharisma Firdaus Linggarjati Kholilah, Nenik Luh Putu Puspita Dewanti Mada Triandala Sibero Marthin Ricky Sipayung Mirsa Septiana Mutik Mostafa Imhmed Ighwerb Muhammad - Zainuddin Muhammad Aviv Arsya Irnantyanto Muhammad Juli Hendra Putra Muhammad Salauddin Ramadhan Djarod Mustagfirin Mustagfirin Mustalafin Mustalafin Nirwani Soenardjo Norma Afiati Novita Thea Puspita Langit Nur Taufiq Syamsudin Putra Jaya Taufiq Syamsudin Putra Jaya Nuril Azhar Nuril Azhar Ocky Karna Radjasa Rabia Alghazeer Radhian Wikanarto Widodo Rahayu Rahayu Refi Sekarwardhani Retna Handayani Retno Hartati Retno Murwani Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah TN Ria Azizah Tri Nuraini Ria Azizah Tri Nuraini Ria Azizazh Tri Nuraeni Rignolda Djamaludin RINI PRAMESTI Rini Pramesti Rudhi Pribadi Sebastian Margino Sebastian Margino Sebastian Margino Sebastian Margino Sonny Rieldo Damanik Sri Devi Simanjuntak Sri Lintang Artono Sugeng Widada Suryono Suryono Sutrisno Anggoro Sylvia Sari Indah Dongoran Titis Buana Triyanto - - Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Widianingsih Widianingsih Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Yohanes Oktaviaris Yolanda Christia Simanjuntak