Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Promotif dan Preventif Terhadap Pengendalian Hipertensi: Analisis Kualitatif di Kota Tomohon, Indonesia Pojoh, Venita Septami; Manoppo, Jeanette Irene Christiene; Kaseke, Martha Marie; Nelwan, Jeini Ester; Mantjoro, Eva Mariane
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2476

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat termasuk di Kota Tomohon, dengan prevalensi tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Taratara, yang membutuhkan kebijakan promotif dan preventif sebagai bagian dari upaya pengendalian. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan promotif dan preventif terhadap pengendalian hipertensi di Kota Tomohon menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dan dilaksanakan di Puskesmas Taratara pada Oktober–November 2025. Informan terdiri dari Kepala Puskesmas, kader kesehatan, dan penderita hipertensi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan empat variabel Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi telah berjalan melalui mekanisme berjenjang, namun kejelasan dan konsistensinya belum optimal. Sumber daya manusia dan kewenangan relatif memadai, tetapi keterbatasan fasilitas, anggaran, dan informasi masih menjadi hambatan. Disposisi pelaksana menunjukkan komitmen yang baik, meskipun dukungan insentif belum optimal. Struktur birokrasi telah didukung oleh SOP, namun implementasinya dan koordinasi lintas sektor belum berjalan efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan promotif dan preventif pengendalian hipertensi di Kota Tomohon masih memerlukan penguatan pada seluruh aspek implementasi kebijakan.
Efektivitas Edukasi Berbasis Health Belief Model terhadap Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan Infeksi Tuberkulosis Priscilia, Lumataw Fransisca; Kaseke, Martha Marie; Wahongan, Greta; Tuda, Josef Sem Berth; Sumampouw, Oksfriani Jufri
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2503

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua kasus Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, dengan risiko penularan yang signifikan di fasilitas pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan merupakan kelompok berisiko tinggi sehingga penguatan pengetahuan dan sikap pencegahan menjadi sangat penting. Pendekatan edukasi berbasis Health Belief Model (HBM) berpotensi meningkatkan pemahaman dan motivasi tenaga kesehatan dalam menerapkan perilaku pencegahan TB. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi berbasis Health Belief Model terhadap pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan mengenai pencegahan penularan Tuberkulosis Paru di RSUD Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Sebanyak 60 tenaga kesehatan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol melalui simple random sampling. Intervensi edukasi berbasis HBM dilaksanakan dalam tiga sesi terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test, N-Gain score, dan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna. Edukasi berbasis HBM terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kognitif dan afektif tenaga kesehatan terkait pencegahan penularan TB Paru. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis teori perilaku perlu diintegrasikan secara sistematis dalam kebijakan promosi dan pencegahan TB di fasilitas pelayanan kesehatan guna memperkuat kepatuhan tenaga kesehatan dan menurunkan risiko penularan nosokomial.
Efektivitas Komparatif Promosi Kesehatan Berbasis Video, Leaflet, dan Poster terhadap Perilaku Pencegahan Tuberkulosis Pada Petugas Kesehatan Primer: Studi Kuasi-Eksperimental Sriawan, Pajar; Kaseke, Martha Marie; Doda, Diana Vanda Daturara
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2516

Abstract

Tuberculosis (TB) tetap menjadi isu kesehatan global, dan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap tindakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat krusial. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh dan efektivitas tiga media promosi kesehatan yang berbeda dalam meningkatkan perilaku pencegahan TB. Jenis penelitian ini merupakan penelitian intervensi dengan desain Quasi Experiment menggunakan rancangan Pretest-Posttest Multigroup Design. Responden (n = 75) dibagi menjadi tiga kelompok intervensi (Video, Leaflet, dan Poster, masing-masing n = 25). Data diukur sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk pengaruh internal dan uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan efektivitas antar kelompok. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa media Video, Leaflet, dan Poster berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan (p < 0,001). Namun, hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan secara statistik di antara ketiga media tersebut dalam meningkatkan perilaku pencegahan TB (p = 0,143 > 0,05). Kesimpulan semua media promosi kesehatan (Video, Leaflet, dan Poster) memberikan pengaruh positif yang signifikan dan secara statistik memiliki efektivitas yang setara dalam meningkatkan perilaku pencegahan TB pada tenaga kesehatan. Fasilitas kesehatan dapat menggunakan ketiga media tersebut secara fleksibel atau dikombinasikan berdasarkan ketersediaan sumber daya karena ketiganya terbukti memiliki nilai guna yang sama baiknya.
On Penyuluhan Pencegahan Penyakit Kulit Di Kelurahan Tuminting Health Education on Skin Disease Prevention in Tuminting Village: - Kaseke, Martha Marie; Doda, Diana Vanda Daturada; Pandaleke, Thigita Aga
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65542

Abstract

Skin diseases are common health problems in the community, particularly in tropical regions such as Tuminting Village. Community knowledge regarding risk factors, prevention methods, and early signs of skin diseases remains limited. This community service activity aimed to improve public knowledge related to the prevention of skin diseases. The activity was carried out in the form of a health education session using an educational video, accompanied by a pre- and post-test questionnaire assessing knowledge about skin disease prevention. The pre-test results showed a knowledge level of 83%, which increased significantly to 94% after the educational intervention. In conclusion, health education on skin disease prevention is essential to enhance community knowledge in Tuminting Village. ABSTRAK Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan yang dapat terjadi di masyarakat terutama pada wilayah tropis seperti Kelurahan Tuminting. Pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, cara pencegahan, dan tanda-tanda penyakit kulit masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan penyakit kulit. Pengabdian ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kulit melalui video edukasi, dimana dilakukan pengisian kuesioner pengetahuan tentang penyakit kulit sebelum dan sesudah penyuluhan. Pada pengisian kuesioner sebelum penyuluhan pencegahan penyakit kulit hanya didapatkan pengetahuan sebesar 83% dan hasilnya meningkat signifikan menjadi 94% sesudah dilakukan penyuluhan pencegahan penyakit kulit. Sebagai kesimpulan bahwa penyuluhan pencegahan penyakit kulit diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat kelurahan tuminting.