Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Diplomasi Publik Inggris Terhadap India Pada Tahun 2015-2017 Melalui British Council Wiranata, Hilmi; Resen, Putu Titah Kawitri; Putri, Penny Kurnia
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 1 (2023): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan upaya diplomasi publik dari Inggris terhadap India pada tahun 2015-2017. Upaya diplomasi publik dari Inggris terhadap India terjadi dikarenakan hubungan bilateral antara Inggris-India mulai memecah antara satu sama lain serta disebabkan oleh India yang juga sedang mencari hubungan bilateral lain dari negara lain. Oleh karena itu, Inggris menerapkan strategi diplomasi publik mereka bersama dengan British Council seperti mempromosikan hubungan budaya yang mereka miliki dengan India serta kolaborasi di bidang pendidikan dan budaya dalam upaya memulihkan hubungan mereka dengan India. Kata-kunci: British Council, Diplomasi Publik, India, Inggris
Upaya Diplomasi Budaya Indonesia Melalui Komite Seni Budaya Nusantara Pada Tahun 2017 Murbawanto Putra, Arfrido Valentino; Kurnia Putri, Penny; Kawitri Resen, Putu Titah
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the efforts of the Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), which is a non-government actor in promoting Indonesian culture at the international level. The Indonesian government requires the involvement of various parties in achieving its national interests. In terms of culture, the Government of Indonesia cooperates with KSBN as a partner to maintain, introduce and preserve Indonesian culture at the international level. This research analyzes the efforts of the KSBN using the concept of cultural diplomacy and NGO written using a qualitative-descriptive research method. In this research, KSBN involves various parties in the destination country in collaborating various cultural activities with Indonesian themes as an effort to maintain, introduce and preserve Indonesian culture at the international level. Activities carried out in the form of traditional dance performances, traditional music art performances, batik fashion shows, and exhibitions of Indonesian culture. Keywords : Cultural Diplomacy, Indonesia, KSBN, NGO
Peran Media Dalam Diplomasi Publik Korea Selatan Sebagai Upaya Penyebarluasan Soft Power Di Indonesia Tahun 2012-2022 Pangaribuan, Jeremi Kevin; Resen, Putu Titah Kawitri; Kumala Dewi, Putu Ratih
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai peran media dalam diplomasi publik Korea Selatan sebagai upaya penyebarluasan soft power di Indonesia tahun 2012-2022. Pelaksanaan diplomasi publik oleh media Korea Selatan di Indonesia tersebut berfokus kepada penggunaan salah satu Korean Soft power yaitu budaya populer yang terdiri atas korean drama dan korean pop. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat memberikan deksripsi mengenai peran media Korea Selatan sebagai referees dalam diplomasi publik sebagai upaya penyebarluasan soft power kepada masyarakat Indonesia sebagai recievers of soft power. Penelitian ini akan menunjukkan keikutsertaan media Korea Selatan dalam menjalankan agenda pemerintah Korea Selatan dalam pelaksanaan diplomasi publik di Indonesia. Penelitian ini juga akan menunjukkan berbagai bentuk praktik diplomasi publik yang diimplementasikan oleh media Korea Selatan di Indonesia sebagai upaya penyebarluasan soft power, dimana dalam penerapannya media Korea Selatan menggunakan 3 bentuk diplomasi publik yaitu monolog, dialog dan kolaborasi. Penelitian ini akan dikaji dengan menggunakan konsep diplomasi publik dan Soft power. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi literatur. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan berbagai bentuk diplomasi publik yang dilakukan oleh media Korea Selatan sebagai referees dalam upaya penyebarluasan soft power di Indonesia. Kata-kunci : Kata Kunci : Diplomasi Publik, Korean Soft power , Referees , Receivers of Soft Power ,Soft power.
ANALISIS KEBIJAKAN MORATORIUM PERMANEN HUTAN ALAM DAN LAHAN GAMBUT TERHADAP DEFORESTASI HUTAN DI INDONESIA Dharmajaya, I Gusti Ngurah Alit; Resen, Putu Titah Kawitri; Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim dunia akibat deforestasi dan degradasi hutan menjadi tanggung jawab negara-negara yang memiliki luas kawasan hutan yang cukup besar. Indonesia merupakan negara dengan luas hutan terbesar ketiga di dunia. Sebagai negara dengan kawasan hutan yang luas, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan mengelola dan melestarikan kawasan hutannya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi moratorium permanen hutan alam primer dan lahan gambut terhadap deforestasi di Indonesia. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk pengelolaan kawasan hutan diantaranya Instruksi Presiden No.5 Tahun 2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut. Inpres No. 5 Tahun 2019 merupakan pembaruan dari kepres sebelumnya yang masih bersifat penundaan. Penerapan Inpres No. 5 Tahun 2019 berupa revisi dan penerbitan Peta Indikatif Pengakhiran Izin Baru (PIPPIB) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Dengan menerapkan kebijakan tersebut, merupakan bukti tanggung jawab untuk melindungi dan mengajak masyarakat, baik pemerintah pusat maupun daerah, pengusaha dan masyarakat umum untuk menjaga hutan Indonesia. melalui implementasi kebijakan ini, kawasan hutan di Indonesia akan mencapai pengelolaan hutan yang baik di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan kebijakan moratorium permanen hutan alam dan lahan gambut terhadap deforestasi di Indonesia.
Upaya Diplomasi Publik Dalam Mengembangkan Ekosistem eSports Indonesia Tahun 2014-2022 Putra, Putu Krisyudea Dafara; Kurnia Putri, Penny; Kawitri Resen, Putu Titah
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe Indonesia's public diplomacy efforts in developing Indonesia's eSports ecosystem in 2014-2022 using qualitative research methods. This study uses the framework of the concept of public diplomacy. eSports, which originally came from the United States, has expanded to other countries, not Indonesia. eSports in Indonesia initially did not receive attention from the government, but slowly transformed into one of the areas that received attention from the government. Indonesia in the eSports ecosystem looks ready for this new field because the country is classified as having aspects that can build an eSports ecosystem that continues to grow, such as internet services, team eSports, game publishers/developers, and the eSports connoisseur community itself. In relation to its very rapid development, the development of eSports certainly requires support from the government, and with that The Indonesian government seeing this potential then made efforts to further develop the existing eSports ecosystem, including inaugurating IeSPA, conducting socialization about eSports, holding eSports matches, establishing PBESI and establishing an eSports academy.
ANALISIS PERANG HIBRIDA RUSIA TERHADAP UKRAINA DI KRIMEA TAHUN 2014 Ramadhan, Naufalariq Rizqi; Putri, Penny Kurnia; Resen, Putu Titah Kawitri
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 1 (2023): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at analyzing the factors that influenced Russia in carrying out a hybrid war in Crimea in 2014, using descriptive qualitative research methods with data sources obtained through literature studies. The suspension of cooperation in the European Association Agreement between Ukraine and the European Union sparked an uprising, Russia took advantage of the situation to retake Crimea. Due to Ukraine's proximity to the West, Russia has implemented hybrid warfare in carrying out its actions. In analyzing this case, the researcher uses strategic theory and the concept of national security. The researcher finds the factors that influence Russia to carry out a hybrid war, including: Russia's desire to control the Black Sea Fleet, Russia wants to show its massive economic influence on the West, Ukraine is a buffer zone for Russia, and Russia wants to protect Russian citizens and Russian-speakers in Crimea. Keywords: Crimea, Hybrid War, National Security, Russia-Ukraine
Strategi Greenpeace dalam Menyuarakan Kepentingan Konservasi di Samudra Antartika Tahun 2017-2020 Sastri, Luh Made Krishna Bhakti; Kumala Dewi, Putu Ratih; Resen, Putu Titah Kawitri
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya aktivitas industri penangkapan kril di Samudra Antartika selama beberapa dekade belakangan telah membawa ancaman bagi ekosistem samudra tersebut, terutama bagi keberadaan sejumlah spesies seperti pinguin dan paus yang bergantung pada kril sebagai makanan utama. Fenomena ini mendorong hadirnya Greenpeace sebagai aktor non-negara untuk mendesak CCAMLR dan perusahaan-perusahaan penangkap kril dalam mengambil langkah perlindungan yang lebih serius, salah satunya dalam bentuk Marine Protected Areas. Melihat permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diadopsi oleh Greenpeace dalam melakukan advokasi. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan sumber data sekunder yang dianalisis dengan menggunakan konsep ENGO dan Jaringan Advokasi Transnasional. Hasil temuan menyimpulkan bahwa Greenpeace sebagai sebuah ENGO telah menerapkan keempat taktik dalam strategi Jaringan Advokasi Transnasional dalam menjalankan upaya advokasinya.
Peran International Justice Missions (IJM) dalam Menangani Kasus Online Sexual Exploitation of Children (OSEC) di Filipina pada tahun 2010-2019 Devi, Anak Agung Ayu Krisna; Rainy Priadarsini, Ni Wayan; Kawitri Resen, Putu Titah
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyse the role of International Justice Missions (IJM) in handling Online Sexual Exploitation of Children (OSEC) in the Philippines during the period 2010 to 2019 using qualitative-descriptive as research methods. Two concepts are used in this study, Cybercrime to identify OSEC as a crime involving computers and networks, and Civil Society Organizations (CSOs) to analyse IJM’s role by Rescuing and Restoring Victims, Bring Criminals to Justice, and Strengthening Justice Missions by being part of CSOs as an educator in educating the victims, the people, and the law enforcement of Philippines, a counterpart by collaborating with the government and the law enforcement, and an agenda setter by setting OSEC case as an important and crucial agenda for the government. IJM’s work in the Philippines is to help improving the Philippines’ Government and law enforcement in handling OSEC cases by conducting three programs in three areas. This study analysed the role of IJM as part of civil society by collaborating with the government and local NGOs in identifying and investigating OSEC cases to help in reducing the cases in the Philippines.
Dampak Perkembangan Teknologi Huawei China terhadap Kontestasi dalam Hubungan Amerika Serikat dengan China Pada Tahun 2018-2021 Dewi, Ida Ayu Utari Pradita; Suwecawangsa, Adi Putra; Resen, Putu Titah Kawitri
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the contestation relations between United States and China in 2018-2021 related to the development of China's Huawei technology. The development of human civilization influences phenomena in international relations, especially relations between states. The era of the 4th industrial revolution made technology a vital power potential for the states. Most of the global giant technology companies originate from the United States, but nowadays China's technology industry led by Huawei is starting to excel globally. Therefore, there is contestation in the relationship between the United States and China. The data in this study were obtained through literature and documents such as Huawei's annual report and reports released by research institutes. In addition, the research also uses some conceptual framework such as technology as an element of power, security dilemmas, and game theory: tit for tat in conducting analysis. This research ultimately provides an answer that regardless of China's intention in developing its technology, Huawei's technological development poses a threat or a sense of insecurity for the United States. This creates a security dilemma for the United States which in turn leads to pre-emptive action. The United States' pre-emptive action against Huawei drew a retaliatory response from China. China implemented a tit for tat strategy as a step to retaliate the actions of the United States. The interaction action by both states has created a contestation in the relationship between the United States and China because of Huawei's technological developments.
Upaya Jepang Meraih Kepentingan Dalam Pengembangan Teknologi Pemusnahan Puing - Puing Ruang Angkasa Tahun 2015 - 2020 Wirasari, Cahyani; Resen, Putu Titah Kawitri; Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan maksud Jepang terhadap kepentingannya dalam menjadi pelopor pengembangan teknologi pemusnah puing-puing ruang angkasa. Puing ruang angkasa merupakan isu kontemporer di studi Hubungan Internasional. Isu puing ruang angkasa mengindikasikan bahwa kepentingan nasional telah menjangkau ruang angkasa. Maka dari itu, Jepang ingin menjadi pelopor untuk meraih kepentingan nasional mereka. Kepentingan nasional dan space diplomacy merupakan konsep yang digunakan. Penelitian ini juga mengindikasikan negara dapat bekerja sama dengan pihak swasta. Hal ini terbukti dari kerja sama antara Jepang dengan Astroscale.
Co-Authors Ade Devia Pradipta Adrian, Marcellino Alchesar, Fernando Christian Alvina, Vivi Amin Nino, Patricia Gracia Anak Agung Ayu Intan Parameswari Andredita, I Putu Sindhu Anggara Darma, Anak Agung Ngurah Anggreni, Luh Mitha Sari Ariwangsa Putra, Dewa Bagus Arthur Yoseph, Agung Christopher Ary Trisna, Ni Nyoman Aryastuti Dewi, Ni Made Yuni Astuti, Anak Agung Yessi Puji Ayu Diah Candra Kumala Dewi Ayu Diah Candra Kumala Dewi Bela Rena, Ni Made Rimas Boy, Charel Pasifichus Br Silalahi, Bertauli Delima Chandra Putra, I Putu Gili Bestar D.A Wiwik Dharmiasih Darma Kusuma, Agustinus Tri Darmayanti, Made Indah Desiana Devi, Anak Agung Ayu Krisna Dewi, Ida Ayu Utari Pradita Dewi, Putu Amelia Dharmajaya, I Gusti Ngurah Alit Dharmasih, D.W. Wiwik Djati, Dave Matthew Eka Desmiari, Ni Wy Pt Eka Mulyani Lestari Ernayanti, Ni Komang Hafizh, Ibnu Hridyananda, Gede Rai I Gst. Ngr. Gede Agung Pradipta, I Gst. Ngr. Gede Agung I Made Anom Wiranata I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suarka I Putu Dedy Wiguna, I Putu Dedy Idin Fasisaka indrasawitri, gustiayu made Indrayanthi, Luh Denia Ismar Ramadhani Jers, La Ode Topo Juwita, Ni Putu Gian Linda Kadek Atma Rama, Kadek Atma Karolina Paula Sisilia Surung Karolina Paula Sisilia Surung Kesuma Wijaya, Putu Pradnya Sri Korassa Sonbai, Angelique Camelita Kurnia Putri, Penny Kusuma, Gamma Lesmana, I Made Adi Linda Juwita, Ni Putu Gian Listya Dewi, Ni Nyoman Clara Macitra, Ni Putu Wilma Marcellino Adrian Maria Agatha Renaningtyas Mega Listyana SP, Yana Merta Mega Pratama, Anak Agung Ayu Regina Moeri, Marcellena Nirmala Chrisna Murbawanto Putra, Arfrido Valentino Nafira Fitri Negoro, Abimanyu Kusumo Neri, Septiana De Jesus Neri Jesus Ngurah Intan Wiratmini Ni Made Anggita Sastri Mahadewi Ni Made Rita Melani Ni Putu Premierita Haryanti Ni Wayan Rainy Priadarsini, Ni Wayan Ningtyas Kusuma, Ni Putu Kristin Novelia Panin, Putu Gita Nugraha, A.A.B Surya Surya Widya Nugraha, Putu Ananda Devi Nurtikawati, Nurtikawati Pangaribuan, Jeremi Kevin Parama Nanda, I Made Widhi Sadhana Parama Putra, Pande Gede Aditya Pavita, Putu Rania Permana, Yedi Mulya Permata Sari, Shania Indah Prabandari, Ni Made Media Pranawa Putra, I Gusti Ngurah Aristya Pratama, I Kadek Putra Priadarsiny, Ni Wayan Rainy Putra, Putu Krisyudea Dafara Putra, Tommy Joko Putri Jayantari, Ni Nyoman Diah Putri wardiani, Ni Made Putri, Penny Kurnia Putri, Putu Triska Arintia Permata Putu Adi Sayoga, Putu Adi Putu Intan Saraswita Putu Odika Bayu Pratama, Putu Odika Putu Ratih Kumala Dewi Rahmat Sewa Suraya Ramadhan, Naufalariq Rizqi Ramadhanty, Arva Salsa Ratnanggana, Putu Dea Ranudhara Ratnawati, Ni Luh Putu Reis Henriques, Leticia Carla Dos Renaningtyas, Maria Agatha Richard Togaranta Ginting, Richard Rustiani, Komang Wahyu Santhi Pradayini Savitri Sartika Dewi, Ayu Sania Sastri, Luh Made Krishna Bhakti Savitri, Putu Indah Sintya Dewi, Gusti Ayu Nyoman Sudewi, Ida Ayu Manik Sukma Sushanti Surya Edi, I Wayan Suwecawangsa, Putu Adi Putra Wahyuni, Gusti Ayu Sri Wardana, Jolyn Andrea Widnyana, I Gede Wahyu Widya Putri, Ni Putu Melati Wilantari, Made Rai Puspa Wima Putra, I Putu Wintara Wiranata, Hilmi Wirasari, Cahyani