Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KENDALA PADA TOKO BONEKA OPIK COLLECTION CIKAMPEK Abdul Kodir; Benyamin Lumbantoruan; Deva Suderajat; M. Ari Permana4; Tesar Rafli; Suherman
Holistik Analisis Nexus Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/han1423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pengelola Toko Boneka Opik Collection Cikampek dalam menghadapi berbagai kendala operasional dan persaingan usaha. Dalam menjalankan kegiatan bisnis, toko boneka menghadapi tantangan seperti fluktuasi permintaan konsumen, keterbatasan stok barang, persaingan harga, serta perubahan tren pasar yang cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan pemilik toko dan observasi terhadap aktivitas operasional, serta penelaahan dokumen pendukung yang berkaitan dengan kebijakan pengelolaan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan di Toko Boneka Opik Collection dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kemampuan modal, kapasitas penyimpanan, dan pengalaman pemilik usaha, serta faktor eksternal berupa kondisi pasar dan perilaku konsumen. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengambilan keputusan yang tepat dan adaptif sangat diperlukan untuk mengatasi kendala yang ada serta menjaga keberlangsungan dan perkembangan usaha di tengah persaingan yang semakin kompetitif.
Ilmu Terjemah Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Nissa Media Utami; Rohonda Rohonda; Abdul Kodir
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4023

Abstract

Ilmu terjemah memegang fungsi fundamental dalam mekanisme transmisi pengetahuan lintas bahasa dan budaya, terutama dalam konteks bahasa Arab yang berperan sebagai medium utama tradisi keilmuan Islam. Artikel ini menganalisis ilmu terjemah bahasa Arab melalui perspektif filsafat ilmu dengan menelaah tiga dimensi konseptual utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis berbasis studi pustaka terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara ontologis, terjemahan tidak dapat direduksi semata-mata sebagai produk alih bahasa, melainkan diposisikan sebagai konstruksi makna yang memiliki status keilmuan. Secara epistemologis, ilmu terjemah berkembang melalui integrasi kerangka teoretis dan praktik penerjemahan, yang membentuk prosedur kerja ilmiah yang sistematis, terukur, dan dapat diuji. Adapun dari sudut pandang aksiologis, penerjemahan mengandung nilai fungsional, etis, dan estetis yang berperan dalam menjaga ketepatan makna, sensitivitas budaya, serta keterbacaan teks terjemahan. Temuan ini menegaskan bahwa ilmu terjemah bahasa Arab merupakan disiplin ilmiah yang koheren dan berkontribusi signifikan dalam pengembangan pengetahuan serta penguatan komunikasi lintas budaya.
Membangun Paradigma Ilmu Berbasis Etika Cinta: Kajian Filsafat Ilmu pada Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Anneu Rosyanti Suryana; Rohanda Rohanda; Abdul Kodir
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4004

Abstract

Kajian filsafat ilmu tidak dapat dilepaskan dari tiga pilar utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang cenderung bersifat rasional-instrumental sering kali mengabaikan dimensi etis dan kemanusiaan, sehingga menimbulkan berbagai krisis moral, sosial, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk membangun paradigma ilmu berbasis etika cinta melalui kajian filsafat ilmu yang mencakup aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan filsafat, khususnya analisis konseptual dan reflektif terhadap pemikiran filsafat ilmu dan etika. Jenis data yang digunakan berupa data kepustakaan (library research), meliputi buku, jurnal ilmiah, dan karya filsafat yang relevan dengan tema etika, cinta, dan filsafat ilmu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara ontologis etika cinta memandang realitas sebagai relasi yang saling terhubung dan bermakna; secara epistemologis cinta menjadi orientasi nilai dalam proses pencarian pengetahuan yang humanis dan bertanggung jawab; serta secara aksiologis etika cinta mengarahkan pemanfaatan ilmu bagi kemaslahatan manusia dan kelestarian kehidupan. Kesimpulannya, paradigma ilmu berbasis etika cinta dapat menjadi alternatif filosofis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan intelektual dan teknologis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
Epistemologi Hadis Ḍa‘īf Dan Mauḍū‘ : Perspektif Filsafat Ilmu Abdul Jabbar Mukhtar; Rohanda Rohanda; Abdul Kodir
Rayah Al-Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Rayah Al-Islam: Jurnal Ilmu Islam January 2026
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v10i1.145

Abstract

This study investigates ḍa‘īf (weak) and mauḍū‘  (fabricated) ḥadīṡ by integrating classical ḥadīṡ sciences (‘ulūm al-ḥadīṡ) with the perspective of the philosophy of science. The research is motivated by the concern over the prevalent use of ḍa‘īf and mauḍū‘  ḥadīṡ among muslims, particularly in religious activities. Employing a qualitative library research method, this study analyzes primary data consisting of classical texts on ḍa‘īf and mauḍū‘  ḥadīṡ, alongside secondary data covering epistemology and modern philosophy of science literature. The findings reveal a significant distinction between ḍa‘īf and mauḍū‘  ḥadīṡ from both ḥadīṡ science and epistemological perspectives, despite their shared failure to meet the requirements of authenticity (ṣahīh). Ḍa‘īf ḥadīṡ retains an empirical existence within the transmission chain that can be traced through the science of narrators (rijāl al-ḥadīṡ) and offers spiritual utility, albeit limited to virtuous deeds (faḍāīl al-a’māl). In contrast, mauḍū‘  ḥadīṡ is categorized as pseudo-knowledge or false information that threatens the purity of Islamic teachings.