Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Optimalisasi Potensi Siswa Kelas X–D MAN 1 Pasuruan pada Materi Descriptive Text Menggunakan Pembelajaran BerdefisieansiI Khamidah, Nur
PenaEmas Vol 2 No 1 (2024): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v2i1.29

Abstract

Abstrak Kurikulum fleksibel menawarkan model pembelajaran berdiferensiasi. Pendekatan model pembelajaran ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi siswa dengan memberikan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan mereka. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan guru untuk mengakomodasi perbedaan individual dalam kelas. Pada beberapa penelitian sebelumnya, belum banyak ditemukan praktik baik (best practice) pembelajaran berdiferensiasi dipraktikkan pada mata pelajaran Bahasa inggris materi descriptive text di jenjang Madrasah Aliyah. Hal inilah yang menarik peneliti untuk mempraktikkan pembelajaran berdiferensiasi dan mengidentifikasi lebih mendalam dampaknya pada siswa. Pendekatan praktik baik atau dikenal istilah best practice menjadi metodologi penelitian ini dengan tujuan untuk menyajikan hasil penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan menggali lebih mendalam dampaknya terhadap pengembangan potensi siswa kelas X-D di MAN 1 Pasuruan. Hasil yang diperoleh melalui asesmen formatif menunjukkan bahwa potensi siswa kelas X-D dapat berkembang dengan baik. Demikian pula, hasil refleksi yang mereka berikan menunjukkan semangat dan keceriaan dalam proses belajarnya. Oleh karena itu, pembelajaran berdiferensiasi ini sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh guru di jenjang Madrasah Aliyah pada semua mapel agar potensi dan kompetensi siswa dapat dioptimalkan dengan baik sesuai dengan karakter uniknya. Kata kunci: Descriptive Text, Optimalisasi, Pembelajaran Berdiferensiasi, Potensi Abstract The flexible curriculum offers a differentiated learning model. This learning model approach aims to optimize students' potential by providing learning experiences tailored to their needs, interests and abilities. Differentiated learning is a learning approach that allows teachers to accommodate individual differences in the classroom. From several existing studies, there have not been many good practices (best practices) for differentiated learning practiced in English subjects with descriptive text material at the Madrasah Aliyah level. This is what attracts researchers to practice differentiated learning and identify more deeply its impact on students. The good practice approach or what is known as best practice is the methodology for this research with the aim of presenting the results of implementing differentiated learning and exploring more deeply its impact on developing the potential of class X-D students at MAN 1 Pasuruan. The results obtained through formative assessments show that the potential of class X-D students can develop well. Likewise, the reflection results they provide show enthusiasm and joy in the learning process. Therefore, this differentiated learning is highly recommended to be implemented by teachers at the Madrasah Aliyah level in all subjects so that students' potential can be optimized properly according to their unique character. Keywords: Descriptive Text, Differentiated Learning, Optimization, potential
Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Materi Teks Report pada Peserta Didik Kelas X-A MAN 1 Pasuruan Khamidah, Nur
PenaEmas Vol 3 No 1 (2025): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v3i1.56

Abstract

Abstrak Model pembelajaran berdiferensiasi ditawarkan dalam kurikulum merdeka untuk mengoptimalkan potensi siswa dengan memberikan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan mereka.  Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan guru untuk mengakomodasi perbedaan individual dalam kelas. Di samping itu pembelajaran yang menyenangkan juga dibutuhkan untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Permainan game (gamifikasi) yang banyak disukai oleh setiap individu merupakan alternatif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti mencoba melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang berbasis gamifikasi. Sebelumnya belum banyak ditemukan penelitian yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis gamifikasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris terutama materi report text di jenjang Madrasah Aliyah. Hal inilah yang menarik peneliti untuk mempraktikkannya dan mengidentifikasi lebih mendalam dampaknya pada siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan tujuan untuk menyajikan hasil penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis gamifikasi dan menggali lebih mendalam dampaknya terhadap pengembangan kompetensi siswa kelas X-A di MAN 1 Pasuruan. Hasil yang diperoleh melalui asesmen formatif menunjukkan bahwa potensi siswa kelas X-A dapat berkembang dengan baik. Demikian pula, hasil refleksi yang mereka berikan menunjukkan semangat dan keceriaan dalam proses belajarnya. Oleh karena itu, pembelajaran berdiferensiasi berbasis gamifikasi ini sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh guru di jenjang Madrasah Aliyah pada semua mapel agar kompetensi siswa dapat dioptimalkan dengan baik sesuai dengan karakter uniknya. Kata kunci:  Gamifikasi, Kompetensi, Pembelajaran Berdiferensiasi, Teks Report
Maskulinitas CEO dan Implikasinya Terhadap Praktik Konservatif Akuntansi di Era Transparansi Khamidah, Nur; Rusdiyanto, Rusdiyanto; Hasanah, Anisaul
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.10762

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh maskulinitas wajah CEO pria terhadap praktik konservatif akuntansi di era transparansi yang semakin berkembang. Di tengah peningkatan tuntutan keterbukaan informasi, penting bagi perusahaan untuk mengelola pelaporan keuangan dengan prinsip kehati-hatian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana karakteristik fisik seorang CEO, khususnya tingkat maskulinitas wajahnya, dapat mempengaruhi kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020 hingga 2023. Data maskulinitas diukur menggunakan aplikasi ImageJ dan Stata, dan analisis data dilakukan dengan regresi panel menggunakan metode Pooled Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi maskulinitas wajah CEO, semakin kecil kecenderungannya perusahaan untuk menerapkan konservatisme akuntansi. Sebaliknya, CEO dengan tingkat maskulinitas wajah rendah cenderung mendorong praktik akuntansi yang lebih konservatif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana faktor psikologis dan fisik seorang CEO dapat mempengaruhi keputusan-keputusan strategis perusahaan, serta relevansinya dalam literatur teori agensi, konsistensi perilaku dan upper echelon.
The Eco-Theology of The Lombok Community in The Tradition of Bau Nyale Hanik, Umi; Khamidah, Nur
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2022.10.1.131-152

Abstract

The Bau Nyale tradition is an annual tradition of the Lombok people which has a high sacred value, because it respects the sacrifice of Princess Mandalika. Traditions that are full of sacredness need to be preserved so that there is no bias between the sacred and tourism. Bau Nyale has ecological and theological values ​​for the people of Lombok; this value is interesting to study from a sociological, anthropological and religious perspective. The research is an integrative qualitative research with an ethnomethodological approach, as a way to know the culture of the community directly, the culture of the people here is not only a small community (the community around the Seger beach) but also does not rule out the possibility for a wider reach. The result of this research is that there is a correlation between Man, Nature and God in the Bau Nyale Tradition, this can be seen in the first form, namely the economy (humans), on the basis of awareness of the importance of economic needs that can be fulfilled by the number of visitors to Seger Beach and Mandalika Beach. which makes the Bau Nyale tradition still supported and exists to this day. The second is the environment. The Bau Nyale tradition is not only seen as a tradition of looking for sea worms, but has strong values ​​that are not stated directly, namely preserving the environment on the coast. The divine basis is his view of the Bau Nyale tradition which is based on an understanding of divinity as the basis of habituation that humans cannot rain, arrange constellations, and produce nyale according to their wishes, except for the power of God.
Penggunaan Media Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Khamidah, Nur
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2b (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2b.1059

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas V dalam menulis puisi bebas. Hal ini disebabkan guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat merangsang tumbuhnya ide/gagasan siswa saat menulis puisi. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti menggunakan media cerita bergambar dalam pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpsikan pelaksanaan aktivitas guru, hasil belajar siswa dalam menulis puisi, dan kendala serta solusinya dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan media cerita bergambar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dan dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, tes dan catatan lapangan. Analisis data kualitatif dan kuantitatif dilakukan terhadap data aktivitas guru dan hasil tes belajar siswa, sedangkan catatan lapangn hanya sebagai data pendukung untuk merkam kejadian-kejadian selama proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pada ketercapaian aktivitas guru maupun hasil belajar siswa di siklus II. Selain itu, kendala-kendala yang muncul saat pembelajaran berlangsung juga dapat teratasi sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media cerita bergambar telah mampu meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas V. Kata Kunci: media; cerita bergambar; kemampuan menulis puisi.
The Effect of Learning Strategies According to O’Malley and Chamot On The Learning Outcomes of Arabic Students : تأثير استراتيجيات تعلم الطلاب عند أومالي وتشاموت في نتائج تعلم اللغة العربية Fitriah, Feni; Zunairoh, Yuyun; Khamidah, Nur
Al-Wasil Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/alwasil.v1i2.1534

Abstract

Arabic is often considered difficult by most students therefore an appropiate strategy is needed so that students do not find it difficult. In this case, the student learning strategy is one of components that must be considered carrefully by the teacher in improving student’s Arabic learning outcomes. Student learning strategies according to O’Malley and Chamot are divided in to 3 categories, namely metacognitive, cognitive, and affective social. The purpose of this research is to find out what strategies are used by student in learning, and the influence the student learning strategies on student learning outcomes of MAN 5 Kediri. This study used a quantitative method with an ex-post facto design. The population of this study was 230 students. While the number of samples is this  study were 58 students. Sampling was determined by means of Random Sampling. The results of this study reveated that the learning strategies that were mostly used by students were cognitive strategies with an average score of 57,28. While student learning outcomes belong to the medium category. The effect of metacognitive learning strategies on learning outcomes was 4,8%, the effect of cognitive learning strategies on learning outcomes was 8,3%, and the effect of affective social learning strategies on learning outcomes was 7.1%.
تعليم كتاب الأجرومية للطلاب في الفصل التاسع من المدرسة المتوسطة الإسلامية بسوكوهرجو فيليماهن كديري Riza, Ahmad Rifa’i; Faruq, Umar; Khamidah, Nur
Al-Wasil Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/alwasil.v2i1.3566

Abstract

Learning Arabic is a learning that most people consider difficult, because Arabic is inseparable from the science of nahwu. And the basis of nahwu knowledge that is commonly used by Islamic boarding schools is the book of Jurumiyah, because the book is considered the simplest and easiest to explain and usually the learning of the book of Jurumiyah is carried out in Islamic boarding schools but this is done in madrasas or formal institutions, and every learning must have advantages and disadvantages, one of which is in the study of the book of Jurumiyah. The formulation of this research problem is how the learning process of the book of jurumiyyah for grade 9 students at Mts Islamiyah Sukoharjo Plemahan Kediri, as well as the advantages and disadvantages of learning the book of Jurumiyah for grade 9 students at Mts Islamiyah Sukoharjo Plemahan Kediri. This study uses a qualitative research approach that is descriptive. Research Place at Madrasah Tsanawiyah, grade 9 students at Mts Islamiyah Sukoharjo Plemahan Kediri. The data sources came from the school principal, the teacher of the teacher, the Arabic teacher and the 9th grade students. The method of data collection uses observation, interviews and documentation. The results of the research on the study of the book of jurumiyah for grade 9 students at Mts Islamiyah Sukoharjo Plemahan Kediri have the goal of providing students with a basic understanding of the rules of nahwu used in Arabic, in the learning of the book of Jurumiyah the teacher uses the bandongan method. As for the reason for using this jurumiyah book because this book is the most famous book in all circles and the easiest for beginners or beginners, this jurumiyah learning is carried out 1 time for 1 week and has been included in the madrasah curriculum. Meanwhile, the advantages in the learning process of the book of Jurumiyah students are able to understand qowaid correctly. And the shortcomings in the learning process of the book of Jurumiyah are that the material taught focuses on qowaid so that students do not delve too deeply when learning Arabic.
(حُرُوْ فُ الْمَعَانِيْ فِي الْقُرْ آنِ الْكَرِ یْمِ (دِرَاسَةٌ تَحْلِیْلِیَّةٌ نَحْوِیَّةٌ عَنْ آیَاتِ الأْ َحْكَامِ فِيْ سُوْ رَةِ الْبَقَرَةِ Khamidah, Nur
Asalibuna Vol. 1 No. 02 (2017): Volume 01, Nomor 02, Desember 2017
Publisher : UIN Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asa.v1i2.831

Abstract

Al-Quran adalah Kitab Suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW. Bagi umat Islam, keberadaan al-Quran mempunyai kedudukan yang sangat sentral. Mengenal dan memahami al-Quran dari segi Nahwu/Sintaksis dan Makna/Semantik merupakan fenomena yang sangat menarik. Nahwu dan Makna sangat berkaitan dengan erat. Dalam ilmu Nahwu ada pembahasan tentang Huruf Ma’ani/huruf yang mempunyai makna. Pemberian nama Huruf Ma’ani disebabkan karena huruf ini diciptakan dalam keadaan mempunyai makna yang bisa membedakan dengan Huruf Mabani (huruf yang tidak mempunyai makna). Macam-macam Huruf Ma’ani adalah huruf yang khusus masuk pada isim (jar, qasam, istitsna’/pengecualian, huruf yang serupa dengan fiil/kata kerja, mufajaah, tafshil, tanbih, tarajji, tasybih dan huruf yang serupa dengan laisa), huruf yang khusus masuk pada fiil (nashab, mashdar, jazm, syarat, tahdlidl, istiqbal, tawaqqu’, rad’, tandim, ‘ardl, taqlil dan ta’liq) dan huruf yang khusus masuk pada isim saja/fiil saja/keduanya (taukid, tamanni, shilah dan ta’lil). Tulisan ini akan membahas tentang Huruf Ma’ani yang mencakup pada ‘athaf (wau, fa’, tsumma, au, lakin al-‘athifah, bal al-‘athifah, am al-‘athifah dan hatta), jar (hatta aljarrah, min, ila, ‘ala, fi, lam, ba’, ‘an, kaf, kai al-jarrah dan mashdariyah) dan adawat syarat (in, idza, idz, laula dan lau). Obyek Tulisan ini adalah Ayat-Ayat Ahkam dalam surat al-Baqarah. Pendekatan dalam Tulisan ini adalah pendekatan teori Nahwiyah/Sintaksis (pendekatan pada analisis bahasa yang memberikan perhatian secara eksplisit kepada struktur bahasa) dan Maknawiyah/Semantik (pendekatan pada analisis bahasa yang memberikan perhatian secara eksplisit kepada makna).
Penelusuran Trait Morfologi Spesies pada Genus Panulirus (Famili: Palinuridae): Species Morphological Trait Search in the Genus Panulirus (Family: Palinuridae) Samuel, Pratama Diffi; Wiadnya, Dewa Gede Raka; Yasmin, Delviega Aisyah; Khamidah, Nur; Anam, M. Choirul; Setyanto, Arief
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol. 9 No. 3 (2025): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.03.2

Abstract

Panulirus (White, 1847) dari famili Palinuridae merupakan komoditas lobster bernilai ekonomi tinggi secara global dan nasional. Di Indonesia telah teridentifikasi delapan spesies Panulirus, namun kajian morfologi–morfometri di Jawa Timur masih terbatas. Penelitian ini mendeskripsikan karakter morfologi eksternal dan morfometri enam spesies Panulirus di Jawa Timur. Dua puluh individu dari tiga lokasi (PPN. Prigi/Kab. Trenggalek, PP Paciran/Kab. Lamongan, dan Kab. Situbondo) dianalisis menggunakan karakter diagnostik antennular plate dan abdominal somites, serta tiga ukuran morfometri: panjang karapas/KRP (cm), antennular plate/ANT (mm), dan flagela/FLG (mm). Hasilnya, teridentifikasi enam spesies: P. homarus, P. longipes, P. ornatus, P. penicillatus, P. polyphagus, dan P. versicolor. Komposisi spesies per lokasi ialah: Kab. Trenggalek 5 spesies, Kab. Lamongan 1 spesies (P. polyphagus), dan Kab. Situbondo 2 spesies (P. ornatus dan P. homarus). Rata-rata KRP per lokasi menunjukkan Lamongan 8,44 ± 1,11 cm (n=5), Situbondo 7,12 ± 4,29 cm (n=5), dan Trenggalek 6,28 ± 1,85 cm (n=10). Pengelompokan UPGMA atas karakter morfologi menghasilkan dua pasangan yang berdekatan secara fenetik (P. longipes–P. versicolor; P. ornatus–P. homarus), sementara P. polyphagus dan P. penicillatus relatif terpisah. Hasil penelitian ini merupakan catatan awal yang menekankan karakter diagnostik; integrasi dengan data genetik pada sampel yang lebih besar diperlukan untuk menguji kesesuaian pola fenetik dengan garis keturunan evolusioner serta untuk mendukung pengelolaan sumber daya lobster secara berkelanjutan.   Spiny lobsters of the genus Panulirus (White, 1847; family Palinuridae) are high-value fisheries commodities globally and nationally. In Indonesia, eight Panulirus species have been documented, yet morphology–morphometrics for East Java remain limited. This study describes external morphological characters and morphometrics for six Panulirus species from East Java. Twenty individuals from three sites—PPN Prigi (Trenggalek Regency), PP Paciran (Lamongan Regency), and Situbondo Regency—were examined using diagnostic features of the antennular plate and abdominal somites, together with three morphometric measurements: carapace length (KRP, cm), antennular length (ANT, mm), and antennal flagellum length (FLG, mm). Six species were identified: P. homarus, P. longipes, P. ornatus, P. penicillatus, P. polyphagus, and P. versicolor. Species composition by site was: Trenggalek, five species; Lamongan, one species (P. polyphagus); and Situbondo, two species (P. ornatus and P. homarus). Mean KRP by site was 8.44 ± 1.11 cm (Lamongan, n = 5), 7.12 ± 4.29 cm (Situbondo, n = 5), and 6.28 ± 1.85 cm (Trenggalek, n = 10). UPGMA (unweighted pair group method with arithmetic mean) clustering of external characters resolved two phenetically close pairs (P. longipes–P. versicolor; P. ornatus–P. homarus), whereas P. polyphagus and P. penicillatus were relatively isolated. These results constitute a preliminary note emphasizing diagnostic characters; larger, spatially replicated samples and integration with genetic data are needed to test the congruence between phenetic patterns and evolutionary lineages and to support sustainable lobster management.
Pola Musim Penangkapan Ikan Pelagis: Studi Kasus Armada Perahu Sekoci dan Slerek di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap: Seasonal Patterns of Pelagic Fish Fisheries: A Case Study of the Sekoci and Slerek Fishing Fleets at Pondokdadap Coastal Fishing Port Anam, M. Choirul; Khamidah, Nur; Yasmin, Delviega Aisyah; Harlyan, Ledhyane Ika; Marhendra, Agung Pramana Warih; Wiadnya, Dewa Gede Raka
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol. 10 No. 1 (2026): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2026.010.01.9

Abstract

Musim penangkapan ikan didefinisikan sebagai waktu-waktu dalam setahun di mana aktivitas penangkapan bisa menghasilkan ikan target secara optimal. Studi ini bertujuan untuk (1) analisis musim penangkapan terhadap ikan target dari armada perikanan Sekoci (pancing) dengan armada Slerek (purse seine), dan (2) analisis produksi hasil tangkapan nelayan yang beroperasi pada musim barat yang oleh sebagian besar nelayan dianggap sebagai musim paceklik. Penelitian dilakukan pada PPP Pondokdadap pada armada Sekoci dan Slerek. Data hasil tangkapan harian yang diagregasi menjadi bulanan dari kedua armada dikumpulkan dari Januari 2021 sampai Desember 2024. Jenis ikan hasil tangkapan diidentifikasi menggunakan panduan penciri morfologis. CPUE dihitung sebagai hasil pendaratan (kg) per jumlah trip pendaratan (landing trips) dan dianalisis menggunakan Indeks Musim Penangkapan (IMP) berbasis rata-rata bergerak (moving average) terhadap CPUE bulanan. Perbedaan rata-rata CPUE antar bulan diuji menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil analisis mendapatkan bahwa hasil tangkapan utama dari armada Sekoci ialah tuna oseanik, (madidihang, mata besar, albakora, dan sirip biru), baby tuna dan cakalang dengan ikan non-target (by-catch) marlin (setuhuk/layaran) dan lemadang. Armada Slerek menargetkan ikan pelagis kecil (lemuru dan layang), baby tuna, cakalang, dan tongkol. IMP mengindikasikan bahwa puncak musim relatif terhadap tuna oseanik beserta ikan non-target seperti marlin dan lemadang terjadi pada musim timur (April–September), sedangkan lemuru, layang, baby tuna, dan cakalang cenderung meningkat pada musim barat. Total armada Sekoci yang beroperasi selama musim barat hanya mencapai 5±2,3% dari total armada aktif yang beroperasi, kurang dari setengah armada Slerek (13±1,9%) yang beroperasi selama musim yang sama. IMP menunjukkan kecenderungan musiman relatif, meskipun uji beda rata-rata CPUE antar bulan tidak signifikan (p>0,05) baik pada armada Sekoci maupun Slerek. Tingginya armada Slerek yang beroperasi pada musim barat berhubungan dengan wilayah operasi yang lebih dekat dengan pantai (di dalam wilayah 12 mil), sebaliknya, armada Sekoci melakukan operasi lebih jauh (> 12 mil) dengan mentargetkan tuna oseanik.   Fishing seasons are defined as periods within a year when fishing activities can optimally produce the target catch. This study aims to (1) analyze the fishing seasonality of target species for the Sekoci fleet (handline) in comparison with the Slerek fleet (purse seine), and (2) assess catch production from fishers operating during the west monsoon, which most fishers consider the lean season. The study was conducted at Pondokdadap Coastal Fishing Port (PPP Pondokdadap) focusing on the Sekoci and Slerek fleets. Daily landing records aggregated into monthly data were collected from January 2021 to December 2024. Landed species were identified using morphological identification guides. CPUE was calculated as landed catch (kg) per number of landing trips and analyzed using a Fishing Season Index (FSI/IMP) based on a moving average of monthly CPUE. Differences in mean monthly CPUE were tested using analysis of variance (ANOVA). The results show that the Sekoci fleet’s main catches are oceanic tunas (yellowfin, bigeye, albacore, and bluefin), baby tuna, and skipjack, with non-target by-catches of marlins (sailfish/spearfish) and dolphinfish. The Slerek fleet targets small pelagic fish (sardines and scads), as well as baby tuna, skipjack, and mackerel tuna. The FSI indicates a relative peak season for oceanic tunas and the non-target by-catches (marlins and dolphinfish) during the east monsoon (April–September), whereas sardines, scads, baby tuna, and skipjack tend to increase during the west monsoon. During the west monsoon, the proportion of operating Sekoci vessels averaged 5±2.3% of the active fleet, less than half that of the Slerek fleet (13±1.9%) operating in the same season. The FSI captures relative seasonal tendencies, although differences in mean monthly CPUE were not statistically significant (p>0.05) for either fleet. The higher proportion of Slerek vessels operating during the west monsoon is associated with their nearshore fishing grounds (within 12 nautical miles) and primary target species (sardines, scads, baby tuna, and skipjack). In contrast, the Sekoci fleet-which primarily targets oceanic tunas-is more active during the east monsoon.