Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pendekatan Kedokteran Keluarga Melalui Kunjungan Rumah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Hipertensi Di Kota Surabaya: Sebuah Laporan Kasus Falerio Kristijanto, Johanes Aprilius; Herawaty, Wike; Noviana, Ayu Cahyani; Soetedjo, Farida Anggraini; Khamidah, Nur
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan kedokteran keluarga berperan penting dalam pengelolaan penyakit kronis, terutama pada lansia dengan komorbiditas dan keterbatasan sosial-ekonomi. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan kunjungan rumah pada seorang pasien lansia dengan diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi di Kota Surabaya, dengan penekanan pada fungsi keluarga, sumber daya lingkungan, dan determinan kesehatan menurut kerangka HL Blum. Studi ini merupakan laporan kasus deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui satu rangkaian kunjungan rumah meliputi anamnesis komprehensif, pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana, observasi lingkungan rumah, penyusunan genogram, penilaian fungsi keluarga dengan Family APGAR, dan asesmen sumber daya keluarga menggunakan SCREEM. Pasien berusia 67 tahun dengan riwayat diabetes melitus tipe 2 selama ±10 tahun dan hipertensi ±8 tahun, datang dengan keluhan pandangan kabur, obesitas sentral, dislipidemia, dan hiperurisemia; tekanan darah 160/100 mmHg dan gula darah sewaktu 221 mg/dL menunjukkan penyakit yang belum terkontrol. Family APGAR menunjukkan fungsi keluarga kategori sedang, dengan dukungan utama berpusat pada istri dan keterlibatan anak yang terbatas. Asesmen SCREEM mengidentifikasi hambatan pada aspek sosial, budaya, ekonomi, edukasi, dan medis, sementara aspek religius bersifat protektif. Pemetaan dengan kerangka HL Blum menegaskan bahwa interaksi faktor keturunan, perilaku berisiko, lingkungan yang kurang mendukung, dan keterbatasan pelayanan kesehatan berkontribusi terhadap buruknya pengendalian penyakit, sekaligus menegaskan nilai strategis kunjungan rumah dalam merancang tatalaksana bio-psiko-sosial-spiritual yang komprehensif dan berorientasi keluarga.
PENYULUHAN KESEHATAN PADA KEGIATAN “PONDOK OSTEOARTRITIS” SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENURUNAN PROGRESIVITAS PENYAKIT MELALUI PENGENDALIAN DIET KARBOHIDRAT Khamidah, Nur; Santoso, Anna Lewi; Njoto, Ibrahim; Arief, Handy
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ostheoartritis merupakan penyakjit degenerative yang banyak diderita pada kelompok lansia. Penyakit ini memiliki gejala sakit nyeri sendi, terutama pada lansia. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di posyandu lokasi sebelumnya diketahui bahwa lansia yang melakukan pemeriksaan ternyata terdiagnosa ostheoartritis, meskipun untuk kepastian diagnose masih dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini menunjukan bahwa penyakit ini faktanya banyak terjadi di masyarakat, tetapi tidak disadari sehingga diketahui penyakit pada keadaan tahap lanjut. Dengan demikian dibutuhkan kegiatan berbasis masyarakat melalui “Pondok ostheoartritis” dengan bekerjasama dengan kader posyandu lansia untuk memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat. Metode: kegiatan pengabdian masyarakat ini melakukan pemeriksaan untuk diagnosis pasien ostheoartritis, selain itu pada saat pemeriksaan dilakukan penyuluhan dengan menggunakan media overhead projector (OHP) dan leaflet tentang pengendalian diet karbohidrat untuk mencegah keparahan akibat ostheoartritis. Pada saat pelaksanaan kegiatan juga akan diputarkan video edukasi tentang ostheoartritis. Indikator keberhasilan program adalah dengan mengukur kuesioner pengetahuan yang diberikan pada peserta. Hasil luaran berupa jurnal serta video pelaksanaan kegiatan. Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat ini juga akan diintegrasikan dengan kebiatan belajar mahasiswa. Kesimpulan: kegiatan Pondok OA dapat memberikan manfaat untuk masyarakat setempat. Sehingga mahasiswa Fakultas Kedokteran tingkat sarjana juga memiliki pengalaman pemeriksaan pasien yang di dampingi oleh dokter baik sebagai dosen maupun praktisi yang ada di puskesmas.
EFEK DIET RENDAH KARBOHIDRAT VERSUS DIET RENDAH LEMAK TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN DAN PROFIL LIPID PADA INDIVIDU DENGAN OBESITAS: STUDI LITERATUR Putri, Rika Maulidya; Khamidah, Nur
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan strategi penanganan efektif, dengan intervensi diet sebagai pilar utama. Dua pendekatan populer yang sering dibandingkan adalah diet rendah karbohidrat (LCD) dan diet rendah lemak (LFD). Tujuan: Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mensintesis bukti terbaru guna membandingkan efektivitas kedua diet terhadap penurunan berat badan dan perubahan profil lipid pada individu obesitas. Metode: Pencarian literatur dilakukan pada database akademik untuk studi-studi terbitan 5 tahun terakhir, termasuk uji klinis acak, tinjauan sistematis, dan meta-analisis. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa LCD cenderung unggul dalam penurunan berat badan jangka pendek hingga menengah serta lebih efektif dalam meningkatkan kolesterol HDL dan menurunkan trigliserida. Sebaliknya, LFD lebih unggul dalam menurunkan kolesterol total dan LDL. Kedua diet efektif menciptakan defisit energi, namun dengan dampak berbeda pada profil lipid. Kesimpulan: Pemilihan strategi diet yang optimal harus mempertimbangkan profil lipid basal dan tujuan kesehatan spesifik individu, menekankan pendekatan yang dipersonalisasi dari pada "satu untuk semua".
Laporan Kasus : Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga Melalui Kunjungan Rumah pada Wanita 60 Tahun dengan Hipertensi dan Hiperkolesterolemia di Kabupaten Pamekasan Ramona Frisca Ariansyah; Dzulfira Arifah; Anang Triadi; Nur Khamidah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8375

Abstract

Hypertension and hypercholesterolemia are closely related non-communicable diseases and major risk factors for cardiovascular disease, particularly in older adults. These conditions are influenced by medical, behavioral, family, and environmental factors, requiring a holistic family medicine approach through home visits. This study aimed to describe the clinical condition, family function, and environmental factors of a 60-year-old female patient with hypertension and hypercholesterolemia using the APGAR and SCREEM approaches. This study employed a qualitative descriptive design in the form of a case report involving Mrs. S (60 years old) in Lebbek Village, Pamekasan Regency. Data were collected through anamnesis, physical examination, total cholesterol measurement using a GCU meter, environmental observation, and assessment of family function and environmental factors. The results showed blood pressure values of 161/96 mmHg and 160/96 mmHg on repeated measurement, with a total cholesterol level of 154 mg/dL. The patient had a high-salt and high-fat diet with low physical activity. APGAR assessment indicated poor family function with a total score of 4, particularly in the partnership and resolve domains, while the growth domain was categorized as accepting. SCREEM analysis identified education as the main barrier. In conclusion, management of this condition requires family-based interventions focusing on improving family cooperation and health education tailored to the patient’s literacy level.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PESANGGRAHAN KABUPATEN MOJOKERTO Kadek Gede Dhiyo Bhargo Yasa; Nur Khamidah; Ayu Cahyani Noviana; Wike Herawaty; Rani Nur Rafli Amalia; Niken Triyulianita S; Lailatul Jannah; Aflacha Alivia Risalatul I; Ni Putu Santhi Cahya Dewi; Kadek Rio Risnanda; I Komang Adhi Arya Yudanta; Kristian Aribowo
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Maret 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i3.1750

Abstract

Diabetes Mellitus Type 2 (T2DM) is a chronic metabolic disease and remains a major public health problem in Indonesia, particularly among the elderly population. Community-based preventive efforts through health education are essential to reduce the incidence and complications of T2DM. This community service activity aimed to improve knowledge, awareness, and preventive behavior regarding T2DM through health education among elderly residents in Windurejo Village, Mojokerto Regency. The target participants were elderly individuals who are at high risk for T2DM and its complications. The method used was participatory health education employing booklet media, interactive discussions, question-and-answer sessions, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The material covered the definition, risk factors, signs and symptoms, management, prevention strategies, and diabetic foot exercise. The activity was conducted on February 27, 2026, with 30 participants. Evaluation results showed a significant increase in knowledge, indicated by the proportion of correct answers rising from 55% in the pre-test to 93% in the post-test. Several modifiable risk factors were identified, including high sugar intake, low physical activity, obesity, and family history of diabetes. In conclusion, health education effectively improved elderly knowledge and awareness regarding T2DM prevention and encouraged healthy lifestyle practices. Continuous community-based education programs are recommended to support sustainable diabetes control efforts.