Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Akupresur Titik ST36 dan Pc6 sebagai Terapi Non-Farmakologis dalam Mengurangi Nausea pada Pasien Gastritis: Studi Kasus Salsabila, Nadia; Khasanah, Suci
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan teknik akupresur sebagai terapi on-farmakologis untuk mengurangi mual pada pasien gastritis. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif terhadap satu pasien dengan diagnosis gastritis yang mengalami keluhan mual. Intervensi dilakukan dengan teknik akupresur selama tiga hari berturut-turut. Hasil menunjukkan penurunan tingkat mual secara progresif serta peningkatan nafsu makan. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi akupresur dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi mual pada pasien gastritis.
PENERAPAN KOMPRES AIR HANGAT UNTUK MENURUNKAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DEMAM TYPHOID Khasanah, Suci; Karno Subiyono; Rian Aji Irawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid penyakit infeksi bakteri yang menyerang sistem pencernaan manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi, WHO memperkirakan beban penyakit demam tifoid global pada 11-20 juta kasus per tahun. Kejadian demam typoid di Indonesia sangat endemis dan sering ditemukan seluruh wilayah. Demam typoid terjadi di Indonesia sekitar 350-810/100.000 kejadian, Hipertermi bisa turunkan dengan sangat mudah yaitu dengan cara melakukan kompres air hangat yang dapat meningkatkan evaporasi panas pada permukaan kulit. Metode penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif, dengan cara menggambarkan tentang proses keperawatan secara bertahap dan teratur kepada pasien. dilakukan pada 2 pasien mengalami demam tinggi, pemberian kompres air hangat dilakukan selama 3 hari berturut-turut dan diberikan saat terjadwal shift dinas ruangan. Pemberian kompres dilakukan selama 15 menit saat demam setelah 2,5 jam pemberian paracetamol. Dengan hasil adanya penurunan suhu tubuh dengan nilai rata-rata 1oC, Berdasarkan hasil studi kasus pada asuhan keperawatan pasien 1 dan 2 dapat disimpulkan bahwa pasien dewasa samasama mengalami perubahan suhu tubuh setelah diberikan intervensi kompres air hangat. Perubahan yang terjadi pada pasien tersebut yaitu terjadinya penurunan suhu tubuh.
Efektivitas Penerapan Posisi Orthopneic dalam Mengatasi Pola Napas Tidak Efektif pada Pasien Asma: Studi Kasus di Ruang Edelweiss RSUD Kardinah Tegal Widiani, Zamila; Khasanah, Suci
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 16 No 1 (2025): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v16i1.2724

Abstract

Asthma is a chronic inflammatory disease of the airways characterized by airway obstruction and ineffective breathing patterns. One non-pharmacological intervention that can help improve ventilation is the orthopneic position. This study aimed to determine the effectiveness of the orthopneic position in addressing ineffective breathing patterns in asthma patients. This research employed a descriptive case study design involving a 43-year-old female patient diagnosed with asthma and experiencing shortness of breath. The orthopneic position intervention was administered for three consecutive days, with each session lasting 15 minutes in the morning. Data were collected through observations of respiratory rate and clinical symptoms. The results showed a decrease in respiratory rate from 26 breaths per minute to 20 breaths per minute, along with improvements in clinical symptoms, including reduced wheezing and decreased use of accessory respiratory muscles. In conclusion, the application of the orthopneic position is effective in reducing respiratory workload and improving ventilation in asthma patients with ineffective breathing patterns.
Implementasi Diare pada Pasien Anak dengan Gastroenteritis menggunakan Terapi Komplementer Akupresur Wardani, Mayrita Eka Setya; Dewi, Etika; Khasanah, Suci
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.72

Abstract

 Latar Belakang: Gastroenteritis merupakan peradangan pada lambung dan usus yang ditandai dengan gejala diare dengan atau dalam sehari yang dapat disertai lendir/ darah atau tidak, yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari dua minggu. Gastroenteritis yaitu peradangan pada lambung, usus kecil, dan usus besar dengan tanda dan gejalanya adalah diare yang merupakan peningkatan frekuensi, konsistensi feses yang lebih cair, feses dalam kandungan air yang banyak, dan feses bisa disertai dengan darah atau lender. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan diare pada anak gastroenteritis dengan menggunakan terapi komplementer akupresur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25-27 April 2022 dengan perawatan intensif selama 3 hari dengan format asuhan keperawatan dari pengkajian hingga evaluasi. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan cara observasi dan pemeriksaan fisik, wawancara, serta dokumentasi. Penyajian data yang digunakan yaitu secara narasi. Hasil: Hasil evaluasi An. T sudah mau makan sedikit- sedikit, BAB 1x dari pagi, BAB lembek, berwarna kuning kecoklatan, tidak ada darah dan lendir, turgor kulit kembali < 2 detik, mukosa bibir pasien lembab, kulit sekitar anus sudah tidak kemerahan lagi, serta Ny. S mengatakan sudah paham mengetahui mengenai diare, cara pencegahan, dan cara penanganannya. An. T terlihat sudah tidak rewel dan gelisah, An. T terlihat tidak lemas dan lebih segar dari kemarin, S 36 oC, N 122 x/menit, RR 23 x/menit, terpasang cairan infus D5 ¼ Ns 15 tpm, Pasien telah diberi terapi obat oral, obat injeksi, dan terapi akupresur. Masalah pada pasien teratasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dan implementasi yang dilakukan pasien secara keseluruhan dapat dianalisa dengan hasil masalah pada pasien teratasi.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik dengan Stroke Non Hemoragik di Wilayah Puskesmas Sumbang Banyumas Sahrani, Atifah Syifa; Sukmaningtyas, Wilis; Khasanah, Suci
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.97

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan suatu sindrom dengan tanda dan gejala kehilangan fungsi saraf pusat fokal (atau global) yang berkembang dengan cepat dalam detik atau menit. Tanda dan gejala ini berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menyebabkan kematian. Masalah keperawatan yang sering ditemukan adalah gangguan mobilitas yaitu keterbatasan dalam gerak fisik atau lebih ekstremitas secara mandiri. Kelemahan atau kelumpuhan akan menimbulkan gangguan mobilitas fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. W selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan pasien mengalami gangguan mobilitas fisik dimana hasil pemeriksaan fisik menunjukan pasien tidak dapat menggerakan tangan dan kaki kiri (ekstremitas kiri), pasien menggunakan kursi roda untuk berpindah, pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 1 tahun yang lalu, pasien memiliki riwayat stroke 6 bulan yang lalu, tekanan darah 160/100 mmHg, suhu 36,8 °C, nadi 80 kali per menit, laju pernafasan 24 kali per menit, pasien sulit menelan makanan. Dari hasil pemeriksaan diatas diagnosa medis pasien mengalami stroke non hemoragik. Mobilitas pasien mengalami perbaikan setelah diberikan terapi ROM yang dibuktikan dengan pergerakan, kekuatan otot, rentan gerak awal 1 akhir 3. Gerak otot, gerak sendi, bergerak dengan mudah, pergelangan tangan, siku kiri, bahu kiri, pergelangan kaki kiri, lutut kiri awal 2 akhir 4. Pergelangan tangan kanan, siku kanan, bahu kanan, pergelangan kaki kanan awal 4 menjadi 5. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapat, terapi ROM terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan mobilitas fisik pada pasien yang mengalami stroke non hemoragik. Peneliti memberikan intervensi ROM selama 3 hari. Tindakan ROM selama 3 hari menunjukan adanya perubahan teradap nilai rentang dari pasien.
Edukasi Senam Kaki untuk Meningkatkan Sirkulasi Darah pada Kaki Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Purwokerto Barat Indah Dwi Kurniati; Suci Khasanah; Amelia Andini
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): In Press
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.89

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit yang diisyaratkan dengan terjadinya kenaikan kadar gula dalam darah dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara mutlak atau relatif dari kerja atau sekresi insulin. Berdasarkan pra survey yang dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2024 di Puskesmas Purwokerto Barat, kejadian Diabetes Melitus tipe 2 masuk dalam jenis penyakit terbanyak. Dan ditemukan beberapa pasien terdapat ulkus kaki serta dilakukan pemeriksaan pada 10 pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan hasil rata rata nilai ABI 0,8 yang artinya terjadi gangguan ringan pada peredaran darah kaki. Sehingga penulis melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan DM dan manfaat senam kaki diabetes di Puskesmas Purwokerto Barat dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi media yang digunakan yaitu power point, audio visual dan leaflet. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2x pertemuan yang diikuti oleh 30 penderita DM di prolanis. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2024 dan pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 11 januari 2025. Hasil dari kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan penderita DM Tipe 2 tentang Diabetes Melitus dan peningkatan keterampilan penderita DM Tipe 2 dalam melakukan senam kaki, serta terjadi peningkatan nilai ABI pada penderira DM Tipe 2 setelah dilakukan senam kaki selama 2 minggu dari rata rata nilai ABI 0,8 menjadi >0,9. Hal ini menunjukkan bahwa senam kaki dapat meningkatkan sirkulasi darah pada kaki penderita DM Tipe 2. Hasil pengabdian ini akan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat.
EFEKTIFITAS TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI KRANIOTOMI DENGAN CIDERA OTAK RINGAN Fitroh, Syifa Nuraini; Khasanah, Suci; Hananta, Agus Kurniadi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.560

Abstract

Cedera otak ringan (COR) merupakan bentuk trauma kepala yang sering memerlukan tindakan kraniotomi dan dapat menimbulkan nyeri pasca operasi yang signifikan. Nyeri akut pasca kraniotomi berdampak pada aspek fisiologis maupun psikologis pasien, seperti peningkatan tekanan intrakranial, kecemasan, dan gangguan tidur. Penatalaksanaan nyeri biasanya dilakukan dengan terapi farmakologis, namun berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan pendekatan nonfarmakologis yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi Benson terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi kraniotomi dengan cedera otak ringan. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien post operasi kraniotomi H+1 di Ruang Amarilis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Unit Geriatri Pavilium Abiyasa. Terapi relaksasi Benson dilakukan selama tiga hari dengan durasi ±15 menit setiap sesi. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap dari skala 8 menjadi 6 pada hari pertama, 4 pada hari kedua, dan 2 pada hari ketiga. Selain itu, pasien tampak lebih rileks, cemas berkurang, dan pola tidur membaik. Kesimpulannya, terapi relaksasi Benson efektif sebagai intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan untuk mengurangi nyeri pada pasien pasca operasi kraniotomi.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI KLINIK PRATAMA RAWAT JALAN SEKOLAH POLISI NEGARA (SPN) POLDA JATENG Prihastuti, Dewi; Susanti, Indri Heri; Khasanah, Suci
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 10 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i10.1885

Abstract

High-quality healthcare services are crucial for public trust and service utilization. Patient satisfaction serves as a key measure of service quality, encompassing treatment outcomes and overall patient experience. At Klinik Pratama Rawat Jalan SPN Polda Jateng, complaints regarding administrative procedures, long waiting times, and waiting area comfort highlight areas needing improvement. This study analyzed the relationship between service quality and patient satisfaction using a quantitative, cross-sectional design with 84 patients selected through purposive sampling. Validated questionnaires assessed both variables, and data were analyzed using the Spearman correlation test. Results showed that most patients rated service quality as moderate to high and reported being satisfied with services. The Spearman test indicated a significant positive relationship between service quality and patient satisfaction (p < 0.05), confirming that higher service quality leads to greater patient satisfaction. The study recommends clinic management focus on enhancing tangible aspects, responsiveness, and assurance to provide patient-centered, high-quality healthcare services.
Asuhan Keperawatan Hipervolemia pada Ny T dengan Gagal Ginjal Kronik Falah, Rifqy Al; Khasanah, Suci; Maryoto, Madyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2344

Abstract

Hipervolemia mengacu pada peningkatan volume cairan tubuh. Data menunjukkan adanya peningkatan kasus Gagal Ginjal Kronis (GGK) di seluruh dunia, termasuk Indonesia. National Kidney Foundation (2017) melaporkan peningkatan jumlah orang yang menjalani hemodialisis, yang mencerminkan besarnya beban penyakit ini. Data Riskesdas (2018) menunjukkan 0,2% penduduk Indonesia terkena GGK, atau setara dengan lebih dari 500.000 orang. Penelitian ini memiliki arti penting dalam meningkatkan pemahaman asuhan keperawatan pada pasien GGK dan meningkatkan efisiensi perawatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai asuhan keperawatan hipervolemia di ruang As-Syfa RSI Banjarnegara pada kasus Ny. T pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dalam konteks studi kasus yang melibatkan Ny. T dan hipervolemianya pada setting gagal ginjal kronik di ruang As-Syfa RSI Banjarnegara. Pendekatan yang diambil mencakup pengelolaan keseimbangan cairan, dihitung melalui perbandingan asupan dan keluaran cairan, dan pemberian transfusi darah selama tiga hari. Masalah hipervolemia, terkait dengan tidak berfungsinya sistem regulasi selama periode tiga hari, masih belum terselesaikan. Intervensi terus dilakukan, meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pengawasan edema, dan penilaian laboratorium (hematokrit dan osmolaritas urin). Jika edema semakin parah, kolaborasi dengan tim medis akan dimulai. Evaluasi tiga hari menunjukkan bahwa masalah hipervolemia masih belum terselesaikan karena gangguan mekanisme regulasi.
Pengaruh Guided Imagery terhadap Sleep Quality Lansia Hipertensi Ariyani, Prilia Antik; Siwi, Adiratna Sekar; Khasanah, Suci
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2700

Abstract

Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan lansia. Hipertensi menyebabkan keluhan kesulitan tidur. Salah satu cara untuk menangani kesulitan tidur dengan terapi non farmakologi yaitu guided imagery. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap sleep quality lansia hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Metode: Menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre test-post test design with control group design jumlah sampel 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol lansia hipertensi. Instrumen untuk mengukur sleep quality menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Dilakukan selama satu minggu dengan perlakuan kelompok intervensi masing-masing 1x sebelum tidur dengan waktu -/+ 10 menit. Pengukuran tekanan darah dan sleep quality dilakukan pada saat pre test dan post test Hasil: Analisa sleep quality sebelum diberikan tindakan guided imagery diperoleh p Value = 0,488, setelah diberikan tindakan, sleep quality diperoleh p Value = 0,001 (p < 0,05) yang berarti ada pengaruh setelah perlakuan. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian guided imagery pada peningkatan sleep quality. Saran peneliti bahwa guided imagery dapat menjadi salah satu tindakan yang direkomendasikan untuk membantu meningkatkan sleep quality lansia hipertensi.
Co-Authors Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti AMBARWATI, RANGGAH REGINA CITRA Amelia Andini Ariyani, Prilia Antik Azzalia Nur Rahma Cahyaningrum, Etika Dewi Catur Sayekti Damayanti, Khavifah Intan Danang Tri Yudono, Danang Dea Oktria Nur Defina Puspitasari Dermawan, Bagus Dwi Dewi, Etika Dwi Novitasari Falah, Rifqy Al Fisabili, Putri Fitroh, Syifa Nuraini Guntama, Amrik Hananta, Agus Kurniadi Harnanto Setyo Pambudi Heri Susanti, Indri Indah Dwi Kurniati Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti, Indri Heri Irma Susanti, Maria Paulina Julianto, Aan Karno Subiyono Lutfi, Arifah Madyo Maryoto Madyo Maryoto Mahera, Diyan Binta Mega Yanti Muhamad Fahmi Kurniadi Muhammad Soali Muliana - Murniati Murniati Murniati Nida, Faridatun Noor Yunida Triana Nuri Wulandari, Nuri Peristamaya Himawan, Indira Pramesti Dewi Pramesti, Prillia Amanda Pramesti, Selnia Anindia Prapto Sasongko, Didik Prihastuti, Dewi Rahmaya Nova Handayani Rian Aji Irawan Robi Erlanza Mukhlisin Rudiati, Rudiati Sahrani, Atifah Syifa Salsabila, Nadia Saputra, Yeli Seafira, Arisa Ela Sekar Siwi, Adiratna Setiawan, Pajar Yodi Siti Haniyah Siti Nurkhasanah Soamole, Muhammad Zulhaq Nurul Aqsha Solikhati, Nuki Soniawati, Diah Sugiyanto Sugiyanto Sumboko, Priyo Suryana, Ucup Susanti - Susanto, Amin Syamsul Aryanto Tri Sumarni Tri Yudono, Danang Triastuti, Faizatun Utami, Mega Putri Wahyu Dwi Saputro Wardani, Mayrita Eka Setya Warso, Nikmah Eka Prihatini Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Widia Pitriyani Widiani, Zamila Wijilya Waisal, Pangesti Wilis Sukmaningtyas Wina Mutiara Wirakhmi, Ikit Netra