Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OP ORIF DENGAN NYERIAKUT MELALUI PENERAPAN TERAPI HUMOR DI RUANG CENDRAWASIH BAWAH RSUD AJIBARANG Guntama, Amrik; Lutfi, Arifah; Khasanah, Suci
Sentani Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v5i1, Februari.148

Abstract

Pendahuluan Tindakan bedah menjadi ancaman potensial ataupun aktual terhadap integritas pasien baik biopsikososial serta spiritual yang bisa memunculkan respon berbentuk Nyeri. Nyeri adalah pengalaman emosional dan sensori yang tidak meyenangkan yang berhubungan dengan risiko atau aktual kerusakan jaringan. Nyeri timbul sebab pada proses operasi dilakukan insisi, yaitu terputusnya kontinuitas jaringan, kejadian tersebut diterima saraf sensorik menjadi Nyeri. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri adalah terapi distraksi. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menjelaskan analisis asuhan keperawatan pada pasien post op orif dengan nyeri akut melalui penerapan terapi humor di ruang Cendrawasih Bawah RSUD Ajibarang. Metode Penelitian ini menggunakan metode Studi Kasus dengan menggunakan 1 pasien post operasi ORIF fraktur cruris dengan masalah nyeri akut dan diberikan intervensi terapi humor. Hasil asuhan keperawatan Hasil study kasus ini menunjukan terjadi perubahan penurunan tingkat nyeri setelah dilakukan tindakan terapi humor pada pasien post operasi ORIF di ruang Cendrawasih Bawah RSUD Ajibarang. Rekomendasi terapi humor dapat digunakan untuk mengatasi nyeri pasien post operasi ORIF. Kata Kunci : terapi humor; nyeri; ORIF
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI IMAJINASI TERBIMBING (GUIDED IMAGERY) TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APPENDECTOMY DI RSUD HJ. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA Warso, Nikmah Eka Prihatini; Khasanah, Suci; Susanti, INdri Heri
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2947

Abstract

Appendectomy adalah proses pembedahan hanya untuk radang usus buntu atau operasi usus buntu dan usus buntu yang terinfeksi diangkat. Nyeri pasca operasi apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan reaksi fisik dan psikologi pada pasien. Tujuan; menggambarkan penerapan penerapan teknik relaksasi imajinasi terbimbing (guided imagery) terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi appendectomy. Metode; Menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan memfokuskan implementasi terapi teknik imajinasi terbimbing (guided imagery) yang di lakukan sehari 2 kali selama 3 hari dengan waktu 10-15 menit. Hasil; Terapi teknik imajinasi terbimbing (guided imagery) berpengaruh terhadap perubahan skala nyeri post operasi appedectomy sehingga nyeri akut yang dialami pasien dapat berkurang. Pasien dari skala nyeri 7 menjadi skala nyeri 2. Kesimpulan; Terapi teknik imajinasi terbimbing (guided imagery) pada pasien post operasi appndectomy dengan nyeri akut secara efektif mampu mengurangi nyeri post operasi appendectomy dan dapat dikembangkan penelitian selanjutnya.
TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PASIEN ULKUS KAKI DIABETIK DENGAN NYERI AKUT DI RUMAH SAKIT ISLAM BANJARNEGARA Nida, Faridatun; Susanti, Indri Heri; Khasanah, Suci
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2948

Abstract

Ulkus kaki diabetik muncul pada individu yang menderita diabetes melitus sebagai akibat dari gangguan pada saraf tepi. dan arteri sehingga nfeksi ulkus dan kerusakan jaringan pada kulit kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perubahan yang terjadi sebelum dan setelah Pelaksanaan teknik relaksasi pernapasan dalam bertujuan untuk mengurangi tingkat nyeri pada pasien dengan ulkus kaki diabetik. cara penelitiannya antara lain dengan mencatat riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, melakukan tes penunjang, observasi, wawancara, dan mendokumentasikan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien ulkus kaki diabetik yang mengalami nyeri tingkat 8 memiliki ulkus di kaki kiri, kekuatan ekstremitas bawah kiri 4, dan melaporkan nyeri disertai meringis. Diagnosa keperawatan utama adalah nyeri akut. Intervensinya meliputi manajemen nyeri dan penerapan teknik relaksasi pernapasan dalam 3-4 kali sehari, serta pemberian Dexketoprofen 25mg dua kali sehari untuk mengurangi nyeri. Pada hari keempat, terjadi penurunan keluhan nyeri, penurunan seringai, dan penurunan perilaku protektif. KesimpulannyaTeknik relaksasi pernapasan dalam terbukti efektif dalam mengurangi tingkat sakit pada klien dengan ulkus kaki. diabetik yang mengalami nyeri akut
TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APPENDECTOMY DI RSUD HJ.ANNA LASMANAH BANJARNEGARA Wijilya Waisal, Pangesti; Khasanah, Suci; Heri Susanti, Indri
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2960

Abstract

Appendicitis adalah salah satu penyebab nyeri abdomen akut yang paling sering ditemukan. Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan secara non formal kepada salah satu perawat RSUD Hj.Anna Lasmanah Banjarnegara yang mengatakan bahwa pasien dengan appendicitis yang dilakukan tindakan appendectomy lumayan banyak hingga saat ini. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk menggambarkan penerapan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi appaendectomy di RSUD HJ.Anna Lasmanah Banjarnegara. Metode yang digunakan berupa karya tulis menggunakan studi kasus. Desain studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien yang akan dipilih untuk studi kasus yang dilaksanakan. Penelitian deskriptif pendekatan yang dilakukan pada studi kasus ini yaitu asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG IMUNISASI PNEUMOCOCCAL CONJUGATE VACCINE (PCV) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PNEUMONIA DI DESA SUMBANG Mahera, Diyan Binta; Cahyaningrum, Etika Dewi; Khasanah, Suci
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i1.1022

Abstract

Data UNICEF tahun 2015 menyebutkan dari 8,8 juta kematian anak di dunia, 1,6 juta adalah akibat pneumonia. Masalah yang terjadi pada kader posyandu adalah tidak mengetahui tentang pneumonia dan imunisasi PCV, sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sebagai upaya pencegahan pneumonia yang nantinya dapat meningkat pengetahuan kader posyandu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sebagai upaya pencegahan pneumonia. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan cara ceramah dan diskusi dengan menggunakan media leaflet dan booklet. Hasil pengabdian masyarakat ini dapat diketahui ada peningkatan nilai setelah dilakukan pre test dan post test didapatkan total rerata sebesar 75,29%, rerata materi pneumonia sebesar 73% dan rerata materi PCV sebesar 78%. Selanjutnya pada tingkat pengetahuan diketahui bahwa 11 kader dari 17 orang yang berpartisipasi memiliki pengetahuan baik (65%), 6 orang memiliki pengetahuan cukup (35%) dan tidak ada kader yang masuk kedalam kategori pengetahuan kurang setelah dilakukan evaluasi kedua (pos test). Berdasarkan data pengabdian masyarakat di Desa Sumbang dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah pendidikan kesehatan. Setelah diberikan pendidikan kesehatan diharapkan kader posyandu meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan yang mana perlu dukungan dari pihak puskesmas dan tenaga kesehatan.
Analisis Perbedaan Hasil Pengukuran Tekanan Darah Pasien Hipertensi Pada Posisi Duduk, Berdiri dan Berbaring: Analysis of Differences in Blood Pressure Measurement Results for Hypertension Patients in Sitting, Standing and Supine khasanah, suci; Julianto, Aan; Danang Tri Yudono, Danang
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 18 No. 1 (2020): Jurnal PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v18i1.33

Abstract

Hasil pengukuran tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah posisi tubuh. Beberapa hasil penelitian menunjukan tekanan darah paling tinggi pada posisi berbaring dan beberapa penelitian yang lain paling tinggi pada posisi duduk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran tekanan darah pasien hipertensi pada posisi berbaring, duduk dan berdiri. Desain penelitian menggunakan studi komparatif, dengan besar sampel 98 responden, total sampling. Analisis menggunakan Wilcoxon dan freedman. Hasil penelitian tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolic (TDS) paling tinggi pada posisi duduk. Analisis perbedaan TDS: antara semua posisi (ρvalue 0.000) berbaring><duduk (ρvalue: 0.131); duduk ><berdiri (ρvalue 0.001); berdiri ><duduk (ρvalue 0.000). perbedaan TDD: antara semua posisi (ρvalue 0.000) berbaring><duduk (ρvalue: 0.000); duduk ><berdiri (ρvalue 0.000); berdiri ><duduk (ρvalue 0.078). Simpulan : Ada perbedaan TDS antara posisi duduk dengan berdiri dan berdiri dengan berbaring. Namun tidak ada perbedaan TDS antara posisi berbaring dengan duduk. Ada perbedaan TDD antara posisi berbaring dengan duduk, dan duduk dengan berdiri. Namun tidak ada perbedaan TDD antara posisi berdiri dan berbaring. The results of blood pressure measurement are influenced by several factors, one of which is body position. Several studies have shown that blood pressure is highest in a supine position and several other studies are highest in a sitting position. The purpose of this study was to determine the differences in the results of blood pressure measurements of hypertensive patients in supine, sitting and standing positions. The research design used a comparative study, with a sample size of 98 respondents, with total sampling. Analysis using Wilcoxon and Freedman. The results of the study were systolic blood pressure (SBP) and diastolic blood pressure (DBP) were the highest in a sitting position. SBP difference analysis: between all positions (ρvalue: 0.000) supine ><sitting (ρ value: 0.131); sitting><standing (ρ value 0.001); standing> <supine (ρvalue 0.000). DBP difference: between all positions (ρ value: 0.000) supine ><sitting (ρ value: 0.000); sitting><standing (ρ value 0.000); standing><supine (ρ value 0.078). Conclusion: There was a difference in SBP between sitting with standing, and standing with supine. However, there was no difference in SBP between supine and sitting. There was a difference in DBP between supine with sitting, sitting with standing. However, there was no difference in DBP between standing and supine.
Hypertension Self Management Behaviors dan Ketercapaian Target Terapi Hipertensi Essensial Grade 1 khasanah, Suci; Prapto Sasongko, Didik; Soniawati, Diah; Susanto, Amin; Tri Yudono, Danang; Dewi, Pramesti
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 21 No. 1 (2023): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v21i1.190

Abstract

Latar belakang: Tekanan darah yang tidak terkontrol pada hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Manajemen diri hipertensi berkorelasi dengan tekanan darah yang terkontrol dan tekanan darah. Penelitian saat ini menggunakan parameter tekanan darah terkontrol berdasarkan klasifikasi hipertensi, tidak menggambarkan jenis hipertensi yang diteliti dan sejauh mana target terapi yang dicapai berdasarkan waktu. Tujuan: untuk mengetahui hubungan Hypertension Self Management Behavior (HSMB) dengan Pencapaian Target Terapi Hipertensi Esensial grade 1. Metode: Desain penelitian adalah korelasional. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner HSMB, dokumentasi tekanan darah 3 bulan terakhir dan pengukuran tekanan darah pada bulan keempat. Seluruh responden yang memenuhi kriteria untuk menjadi sampel penelitian yaitu sebanyak 34 responden. Hasil: Sebagian besar responden memiliki HSMB baik dan target terapi tekanan darah sistolik (TDS) tercapai (41,2%) dan target terapi tekanan darah diastolik (TDD) tidak tercapai (58,8%). Hasil uji korelasi: HSMB dengan pencapaian target TDS dan TDD diperoleh nilai p sebesar 0,475 dan 1,000. Kesimpulan: tidak adanya hubungan Hypertension Self Management Behavior dengan pencapaian target pengobatan hipertensi grade 1 baik pada tekanan darah sistolik maupun diastolik, bukan berarti perilaku tersebut tidak penting dalam tatalaksana hipertensi. Perlunya study lebih lanjut untuk mengetahui korelasi HSMB dengan ketercapaian target terapi hipertensi dengan pendekatan waktu prospektif studi dengan instrumen yang lainnya. Background: Uncontrolled blood pressure in hypertension will increase the risk of cardiovascular disease. Hypertension Self Management correlates with controlled blood pressure and correlates with blood pressure. The current study used the controlled parameter of blood pressure based on the classification of hypertension, with measurements at that time, it does not describe the type of hypertension studied and the extent to which the target of therapy was achieved based on time. Objective: to determine the correlation of Hypertension Self Management Behavior (HSMB) with Target Achievement of Essential Hypertension Therapy. Methods: research design was correlational. Data collection using the HSMB Questionnaire, documentation of blood pressure for the last 3 months and blood pressure measurements in the fourth month. All respondents who met the criteria to be the research sample, namely as many as 34 respondents.Results: most of the respondents had good HSMB and SBP therapy targets were achieved (41.2%) and DBP therapeutic targets were not achieved (58.8%). The results of correlation test: HSMB with the achievement of SBP and DBP targets obtained p values of 0.475 and 1.000. Conclusion: The absence of a relationship between Hypertension Self Management Behavior and achievement of treatment targets for grade 1 hypertension for both systolic and diastolic blood pressure does not mean that these behaviors are not important in the management of hypertension. Further studies are needed to determine the correlation between HSMB and achievement of hypertension treatment targets with a prospective study time approach with other instruments.
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny. S dengan Hipertensi di Puskesmas Kembaran 1 Banyumas: Acute Pain Nursing Care for Mrs. S with hypertension at the Public Health Center in Kembaran 1 Banyumas Solikhati, Nuki; Khasanah, Suci; Susanto, Amin
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Nursing Education & Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v2i3.143

Abstract

Introduction: Hypertension is abnormally high blood pressure. In general, a person who is said to have hypertension if his blood pressure is 140/90 mmHg.   Some of the signs and symptoms that often appear in people with hypertension, namely headaches when awake, blurred vision due to hypertensive damage to the retina, and the way of walking begins to be disturbed due to the beginning of damage to the nervous system. However, the typical signs and symptoms found in hypertensive patients are headaches. Objectives: To describe nursing care in hypertensive patients with acute pain. Method: This research uses qualitative descriptive methods in the form of case studies. Nursing care was provided to Mrs.S during 3 home visits. Data collection techniques were obtained from the results of interviews, observations, and physical examinations. Result: The results of the study found that Mrs. S patient was 57 years old, had an elementary school education, and worked as a housewife. Mrs. S was diagnosed with hypertension with a blood pressure value of 160/100 mmHg. During the assessment, Mrs.S complained of pain in her head 3 days ago. Mrs. S got the drugs amlodipine and antalgin. Based on the data obtained, the patient experiences acute pain. Researchers provided interventions in non-pharmacological administration of warm compress for three days, as well as teaching and explaining to families related to warm compress. Conclusion: The action of a warm compress for 3 days shows a decrease in pain complaints and the patient's pain level, so it can be concluded that the administration of a warm compress is effective for treating pain in patients.
Edukasi Prosedur Anestesi Spinal Menggunakan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Pengetahuan Pasien Sectio Caesarea Dermawan, Bagus Dwi; Novitasari, Dwi; Khasanah, Suci
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2259

Abstract

Sectio caesarea adalah prosedur yang digunakan untuk melahirkan dengan membuat sayatan rahim yang tidak terputus untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Segala tindakan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan atau memberikan informasi termasuk dalam kategori pendidikan kesehatan, dan penggunaan sarana audiovisual untuk memberikan informasi merupakan salah satu terapinya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang prosedur anestesi pada pasien sectio caesarea. Mitra dalam kegiatan ini adalah RSUD Cilacap. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara mengedukasi satu persatu peserta menggunakan media audiovisual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di ruang rawat inap mawar RSUD Cilacap. Jumlah peserta pengabdian kepada masyarakat sebanyak 30 peserta pada pasien sectio caesarea di RSUD Cilacap. Evaluasi yang dilakukan melalui pernyataan untuk melihat seberapa luas tingkat pengetahuan peserta tersebut. Ternyata sebagian besar peserta mengalami peningkatan pengetahuan sesudah di berikan edukasi prosedur anestesi spinal dengan menggunakan media audiovisual. Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi media audiovisual yaitu 59 dan sesudah dilakukan edukasi media audiovisual menjadi 76,8, hal tersebut menunjukan bahwa edukasi prosedur anestesi spinal menggunakan media audiovisual memberikan efek terhadap peningkatan pengetahuan pada pasien sectio caesarea.
Pelatihan Kader Kesehatan Desa Mipiran Padamara Purbalingga Tentang Teknik Slow Deep Breathing Sebagai Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Pramesti, Prillia Amanda; Khasanah, Suci; Sekar Siwi, Adiratna
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.165

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik >140 mmHg atau tekanan darah diastolik >90 mmHg. Berdasarkan hasil pra survei non formal kepada kader kesehatan Desa Mipiran terdapat 113 orang mengalami hipertensi pada bulan Agustus-Oktober 2023. Setalah dievaluasi kembali kader kesehatan Desa Mipiran belum mengetahui tindakan non farmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang teknik slow deep breathing sebagai upaya penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi, meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam mempraktikkan teknik slow deep breathing, dan minat kader kesehatan untuk menyampaikan kembali informasi tentang teknik slow deep breathing sebagai upaya penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi. Evaluasi peningkatan pengetahuan dengan pre test dan post test, sedangkan evaluasi keterampilan dan minat menggunakan lembar cheklist. Kegiatan ini dilaksankan selama 2 kali pertemuan dan diikuti oleh 13 kader kesehatan. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata 70,76 menjadi 86,92. Keterampilan kader kesehatan dalam mempraktikkan didapatkan sebanyak 77% memiliki tingkat keterampilan dalam kategori baik. Minat kader kesehatan untuk menyampaikan kembali informasi didapatkan 13 peserta (100%) menjawab pernyataan dalam kategori minat tinggi. Kesimpulan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan kesehatan dan pelatihan, serta minat kader kesehatan untuk menyampaikan kembali informasi tentang teknik slow deep breathing sebagai upaya penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Co-Authors Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti AMBARWATI, RANGGAH REGINA CITRA Amelia Andini Ariyani, Prilia Antik Azzalia Nur Rahma Cahyaningrum, Etika Dewi Catur Sayekti Damayanti, Khavifah Intan Danang Tri Yudono, Danang Dea Oktria Nur Defina Puspitasari Dermawan, Bagus Dwi Dewi, Etika Dwi Novitasari Falah, Rifqy Al Fisabili, Putri Fitroh, Syifa Nuraini Guntama, Amrik Hananta, Agus Kurniadi Harnanto Setyo Pambudi Heri Susanti, Indri Indah Dwi Kurniati Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti, Indri Heri Irma Susanti, Maria Paulina Julianto, Aan Karno Subiyono Lutfi, Arifah Madyo Maryoto Madyo Maryoto Mahera, Diyan Binta Mega Yanti Muhamad Fahmi Kurniadi Muhammad Soali Muliana - Murniati Murniati Murniati Nida, Faridatun Noor Yunida Triana Nuri Wulandari, Nuri Peristamaya Himawan, Indira Pramesti Dewi Pramesti, Prillia Amanda Pramesti, Selnia Anindia Prapto Sasongko, Didik Prihastuti, Dewi Rahmaya Nova Handayani Rian Aji Irawan Robi Erlanza Mukhlisin Rudiati, Rudiati Sahrani, Atifah Syifa Salsabila, Nadia Saputra, Yeli Seafira, Arisa Ela Sekar Siwi, Adiratna Setiawan, Pajar Yodi Siti Haniyah Siti Nurkhasanah Soamole, Muhammad Zulhaq Nurul Aqsha Solikhati, Nuki Soniawati, Diah Sugiyanto Sugiyanto Sumboko, Priyo Suryana, Ucup Susanti - Susanto, Amin Syamsul Aryanto Tri Sumarni Tri Yudono, Danang Triastuti, Faizatun Utami, Mega Putri Wahyu Dwi Saputro Wardani, Mayrita Eka Setya Warso, Nikmah Eka Prihatini Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Widia Pitriyani Widiani, Zamila Wijilya Waisal, Pangesti Wilis Sukmaningtyas Wina Mutiara Wirakhmi, Ikit Netra