Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN BIAYA PERSEDIAAN PRODUK SEMEN MELALUI PENDEKATAN PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU (MATERIAL REQUIREMENT PLANNING) Khikmawati, Emy; Anggraini, Melani; Anwar, Khairul
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v1i1.983

Abstract

Persediaan bahan baku merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh produsen semen, karena disamping sebagai faktor utama yang menentukan berjalan tidaknya suatu produksi, persediaan bahan baku adalah pemakai dana terbesar bagi perusahaan yang mencapai 40% dari total kebutuhan dana. Perusahaan harus mampu mengoptimalkan kuantitas dan kualitas persediaan bahan baku untuk meminimalkan biaya tersebut. Tujuan dari perencanaan ini adalah membuat sebuah rencana persediaan bahan baku yang optimal dan biaya yang minimal menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP), lalu menyarankannya kepada perusahaan yang sedang mengalami perubahan sumber pasokan bahan baku. Hasil perencanaan yang diawali dengan meramalkan permintaan dengan metode Exponential Smoothing dan Regresi Linear pada kedua produk semen OPC dan PPC, lalu menentukan jadwal induk produksi (JIP) dengan menggunakan metode perencanaan produksi transportasi, dan selanjutnya menghitung kebutuhan bersih, serta ukuran lot dengan metode Lot for Lot (L4L), diperoleh sebuah rencana persediaan yang optimal dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 10.561.876.415,-. Rencana persediaan bahan baku dengan metode MRP mampu menghasilkan estimasi biaya 32,31% lebih kecil daripada kebutuhan biaya persediaan perusahaan yang mencapai Rp. 15.602.700.228,-.Kata kunci : biaya persediaan, material requirement planning (MRP). ABSTRACT: Analysis Material Requirement Planning Of Cement Products (Material Requirement Planning). Inventory of raw materials are a very important thing to be noticed by PT. Semen Baturaja (Persero) site Panjang as one of the producers of cement, as well as the main factor that determines whether or not a production run, raw materials inventory was the biggest user of costs for companies that reach 40 % of cost total. The company should be able to optimizing quantity, quality of raw materials, and minimizing inventory costs. The purpose of this plan is to make a plan of optimal raw material inventory and minimal cost using the Material Requirement Planning (MRP), and suggested to the company that is changing the source of supply of raw materials. Results of the planning that begins from forcasting request with Exponential Smoothing alpha 0,4 method and Linear Regression in both of OPC and PPC cement products, then determine the master production schedule (MPS) using the production planning of transport, and subsequently calculate the net requirements, lot size with for Lot (L4L) method, obtained an optimal inventory plan with a total inventory cost of Rp. 10.561.876.415,-. Plans raw material inventory by MRP method is able to give estimates cost of 32,31% less than the company's cost of inventory that needs to Rp. 15.602.700.228,-.Keywords : inventory planning, material equirement planning (MRP).
Analisis Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Bintang Amin Husada Bandar Lampung Dengan Menggunakan Metode Kano Khikmawati, Emy; Wardana, Marcelly Widya
Semnas Ristek (Seminar Nasional Riset dan Inovasi Teknologi) Vol 4, No 1 (2020): SEMNAS RISTEK 2020
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/semnasristek.v4i1.3673

Abstract

Penyedia jasa layanan termasuk Rumah Sakit harus mampu untuk memberikan pelayanan yang sebaiknya agar dapat memuaskan pelanggan, sehingga mereka mampu untuk memenangkan persaingan dengan penyedia pelayanan lain yang sejenis. Masalah keluhan pelanggan terhadap kualitas layanan rumah sakit akan mengakibatkan hilangnya pelanggan untuk dalam waktu dekat dan jangka panjang investasi tidak dapat dipertahankan. Berbagai macam faktor yang menjadi sebab keluhan kualitas layanan ini, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui sebab pasien tidak puas dengan atribut rumah sakit. Dengan mengetahui hal itu rumah sakit dapat meningkatkan kualitas layanan dan kinerja atribut pelayananya berdasarkan harapan pelanggan. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan metode Kano untuk menganalisis dan mengkatagorikan atribut-atribut dari kualitas pelayanan, dengan mengetahui seberapa baik tingkat layanan rumah sakit dapat membuat pelanggan puas. Hasil penelitian menunjukan Atribut yang sangat berpengaruh kepada kenaikan tingkat kepuasan pengunjung jika atribut tersebut dipenuhi adalah : kehandalan dan ketetapan penanganan pasien, karyawan energik, rapih dan bersih, rasa aman dalam pelayanandapat dirasakan dan memberikan informasi secara lengkap dan tepat. Sedangkan atribut yang berpengaruh terhadap penurunan tingkat kepuasan pengunjung, jika atribut tersebut tidak dipenuhi adalah sebagai berikut : kesungguhan dalam melayani pasien, keterampilan dan profesionalisme dalam pelayanan, kehandalan dan ketetapan penanganan pasien serta ketepatan melakukan diagnose.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER POLYESTER GARMENT MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PT. SAM KYUNG JAYA GARMENTS SEMARANG JAWA TENGAH Dewi Sri Muryaningrum, Intan; Emy Khikmawati; Melani Anggraini; Khairul Ihwan
JUTI UNISI Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Industri (JUTI) UNISI
Publisher : Program Studi Teknik Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/juti.v7i2.2804

Abstract

Perkembangan industri manufaktur sangat pesat, PT. Sam Kyung Jaya Garments mampu memberikan kepuasan konsumen dalam segala aspek. Penelitian ini untuk mengetahui urutan prioritas kriteria dan subkriteria dalam pemilihan supplier polyester yang sebaiknya dipilih oleh PT. Sam Kyung Jaya Germents berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Analitycal Hierarchy Process (AHP) adalah metsode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan yang hierarki. kriteria kualitas yang menjadi prioritas utama dengan nilai bobot (0,285). Kriteria pelayanan menjadi prioritas kedua dengan nilai bobot yaitu (0,223), serta kriteria ketepatan jumlah menjadi prioritas ketiga dengan nilai bobot (0,199). Kriteria ketepatan jumlah menjadi prioritas keempat dengan nilai bobot (0,185). Sedangkan harga menjadi prioritas kelima dengan nilai bobot (0,103). Berdasarkan kriteria-kriteria dan subkriteria dalam pemilihan supplier polyester garment, secara keseluruhan Supplier C (Suzhou Jinwoo) dinilai sebagai Supplier terbaik dengan nilai bobot 4,058. Selanjutnya adalah Supplier A (Vision Land) dengan nilai 3,093 dan Supplier B (Daesun) dengan nilai bobot 2,928.
Nilai APTI (Air Pollution Tollerance Index) Tanaman Pengisi RTH Privat di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung Ergantara, Rani Ismiarti; Khikmawati, Emy
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.304 KB)

Abstract

Kecamatan Kemiling berpotensi besar terjadi pencemaran udara akibat kegiatan perindustrian, perdagangan, dan transportasi. Sedangkan saat ini ketersediaan ruang terbuka hijau menurun akibat konversi lahan menjadi pemukiman. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan ruang terbuka hijau privat melalui penanaman vegetasi tahan emisi sekaligus penyerap emisi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui toleransi jenis tanaman pengisi ruang terbuka hijau privat di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi nilai APTI (Air Pollution Tollerance Index) 15 jenis tanaman pengisi RTH privat antara lain Mangifera odorata, Annona muricata, Ficus benjamina, Cyrtostachys renda, Oleina syzygium, Plumeria alba, Aglaonema sp, Saraca asoca, Anredera cordifolia, Pandanus amaryllifolius, Piper betle L, Bouganvillea, Euodia ridleyi, minum Sambac, Rhoeo discolor. Hasil penelitian menunjukkan nilai APTI tertinggi adalah Mangifera odorata dengan kategori cukup toleran (18.938) dan Ficus benjamina dengan kategori sedang (14.946), sedangkan tanaman lain masuk dalam kategori sensitif. Dengan demikian tanaman Mangifera odorata dan Ficus benjamina menjadi tanaman prioritas pengisi RTH Privat di Kecamatan Kemiling.
Nilai APTI (Air Pollution Tollerance Index) Tanaman Pengisi RTH Privat di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung Ergantara, Rani Ismiarti; Khikmawati, Emy
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.838 KB)

Abstract

Kecamatan Kemiling berpotensi besar terjadi pencemaran udara akibat kegiatan perindustrian, perdagangan, dan transportasi. Sedangkan saat ini ketersediaan ruang terbuka hijau menurun akibat konversi lahan menjadi pemukiman. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan ruang terbuka hijau privat melalui penanaman vegetasi tahan emisi sekaligus penyerap emisi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui toleransi jenis tanaman pengisi ruang terbuka hijau privat di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi nilai APTI (Air Pollution Tollerance Index) 15 jenis tanaman pengisi RTH privat antara lain Mangifera odorata, Annona muricata, Ficus benjamina, Cyrtostachys renda, Oleina syzygium, Plumeria alba, Aglaonema sp, Saraca asoca, Anredera cordifolia, Pandanus amaryllifolius, Piper betle L, Bouganvillea, Euodia ridleyi, minum Sambac, Rhoeo discolor. Hasil penelitian menunjukkan nilai APTI tertinggi adalah Mangifera odorata dengan kategori cukup toleran (18.938) dan Ficus benjamina dengan kategori sedang (14.946), sedangkan tanaman lain masuk dalam kategori sensitif. Dengan demikian tanaman Mangifera odorata dan Ficus benjamina menjadi tanaman prioritas pengisi RTH Privat di Kecamatan Kemiling.
Pemberdayaan UMKM Kue Kering Sagon Ibu Sita Wibowo, Heri; Anggraini, Meilani; Khikmawati, Emy; Wardana, Marcelly Widya; Fattah, Kemas Muhammad Abdul
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23692

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kategori usaha yang memiliki skala kecil dan menegah, yang biasanya dikelola oleh individua tau kelompok Masyarakat. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian, karena mereka menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi local. UMKM Kue Kering Sagon Bu Sita Adalah salah satu UMKM yang berada di Pekon Tanjung Kurung Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, yang mana usahanya bergerak dibidang pengolahan pembuatan kue kering. Kegiatan Pengadian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan kehidupan ekonomi Masyarakat setempat dalam berwirausaha, serta memberikan motovasi pentingnya berwirausaha. Target yang ingin dicapai dalam kegiatan ini Adalah mendapatkan peluang untuk berwirausaha dengan sumber daya yang dimiliki oleh Masyarakat setempat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga serta dapat membuka lapangan kerja. Hasil kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan penjualan produk dengan memberikan pengetahuan tentang desain produk, manajemen usaha, dan strategi pemasaran, sehingga hasil produksinya dikenal oleh Masyarakat luar dan menjadi sumber daya yang potensial.
Analisis Efektivitas Overall Resource Effectiveness (ORE) dan Root Cause Analysis (RCA) Flora Tamaro; Emy Khikmawati; Ahmad Sidiq
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i2.8665

Abstract

Abstrak. Observasi pada pendahuluan penelitian ditemukan permasalahan tingginya downtime, waktu operasional, penurunan kecepatan kerja mesin. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas mesin pencacah dengan Overall Resource Effectiviness (ORE) dan menganalisis penyebab ketidakefektifan mesin melalui Root Cause Analysis (RCA). Metode pendekatan kuantitatif untuk menghitung tujuh faktor ORE yaitu readiness, availability of facility, material, manpower, changeover efficiency, dan quality rate, serta analisis kualitatif dengan Fishbone diagram dan metode 5 Whys. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ORE mesin pencacah sebesar 55,33% yang mana dibawah standar efektivitas. Faktor dominan yang menurunkan efektivitas rendahnya readiness (89,98%) dan performance efficiency (70,99%). Hasil perhitungan Six Big Losses menunjukkan, persentase Reduced Speed Losses (50,82%) dan Idling and Minor Stopages Losses (39,12%) tergolong kerugian yang paling dominan. Analisis RCA mengidentifikasi penyebab utama berasal dari aspek people, materials, method, dan machines. Efektivitas mesin pencacah di CV Mora Jaya Kalianda belum optimal karena masih jauh di bawah standar efektivitas industri. Abstract. Observations in the introduction of the study found problems with high downtime, operational time, and decreased machine work speed. This study aims to measure the effectiveness of the shredder machine with Overall Resource Effectiveness (ORE) and analyze the causes of machine ineffectiveness through Root Cause Analysis (RCA). A quantitative approach method was used to calculate seven ORE factors: readiness, facility availability, material, manpower, changeover efficiency, and quality rate, as well as qualitative analysis with Fishbone diagrams and the 5 Whys method. The results of the study showed that the average ORE of the shredder machine was 55.33%, which is below the effectiveness standard. The dominant factors that reduce effectiveness are low readiness (89.98%) and performance efficiency (70.99%). The results of the Six Big Losses calculation show that the percentage of Reduced Speed ​​Losses (50.82%) and Idling and Minor Stopages Losses (39.12%) are classified as the most dominant losses. The RCA analysis identified the main causes originating from the aspects of people, materials, methods, and machines. The effectiveness of the shredder machine at CV Mora Jaya Kalianda is not optimal because it is still far below the industry effectiveness standard.
ANALISA STRATEGI BAURAN PEMASARAN PADA USAHA VENDOR WEDDING MENGGUNAKAN METODE SWOT (STUDI KASUS: ALEA DECORATION LAMPUNG BARAT) Santia, Meri; Khikmawati, Emy; Anggraini, Melani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 2 (2025): PROFISIENSI DESEMBER 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i2.8633

Abstract

The rapid development of the wedding industry requires every business actor, including wedding vendors, to adopt appropriate marketing strategies in order to remain competitive in an increasingly intense market. Alea Decoration Lampung Barat, as one of the wedding vendors, faces various challenges, both from internal factors such as limited design variations and insufficient offline promotion, and external factors such as price competition and the presence of informal vendors offering similar services. This study aims to analyze the marketing mix strategy (4P), which includes product, price, promotion, and place, and to formulate the appropriate marketing strategy through a SWOT analysis approach for Alea Decoration. This research employs a descriptive quantitative method, with primary data obtained through interviews and questionnaires distributed to 40 respondents, as well as secondary data sourced from relevant literature and publications. Validity and reliability tests were conducted using SPSS 26, and the results indicate that all instruments are valid and reliable (Cronbach’s Alpha of 0.992 for internal factors and 0.988 for external factors). The results of the IFAS and EFAS analyses show total scores of 4.044 and 3.438, respectively, placing Alea Decoration in Quadrant II of the SWOT matrix. This position suggests that the company possesses strong internal capabilities but faces significant external threats, thus the appropriate strategy to employ is the ST (Strength–Threat) strategy, which involves utilizing internal strengths to address market threats. The study shows that Alea Decoration’s main strengths lie in service quality, the ability to customize designs, and active digital promotion. Meanwhile, the greatest threat comes from competitors offering lower-priced services. Based on the analysis, several strategies are recommended, including enhancing design innovation, strengthening digital promotion, developing collaboration with other vendors, improving service quality, and expanding service coverage. The findings of this study are expected to serve as a strategic guideline for Alea Decoration and as a reference for similar businesses in developing effective and sustainable marketing strategies.