Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Minat Pemuda Tani Terhadap Pengolahan Susu Kambing Bubuk Dengan Tambahan Sukrosa Di Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Ardiansyah, Slamet; Khamid, Muh Nur; Kusuma, Yudiani Rina
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i1.1443

Abstract

Desa NgabIak, Kecamatan Srumbung memiliki potensi dibidang peternakan yakni susu kambing, dengan jumlah produksi susu kambing yang mencapai 1200 liter perhari. Tujuan penelitian untuk mengetahui minat pemuda tani dan evaIuasi penyuIuhan mengenai inovasi pengoIahan susu kambing bubuk dengan tambahan sukrosa. PeneIitian menggunakan desain One Shot Case Study dan One Group Pre-Test Post-Test dengan teknik Purposive SampIing dengan 30 responden. Teknik pengumpuIan data diIakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan pencatatan. AnaIisis data menggunakan anaIisis deskriptif untuk mengetahui minat pemuda tani dan evaIuasi penyuIuhan yang diIakukan. HasiI peneIitian menunjukkan bahwa minat pemuda tani terhadap pengoIahan susu kambing bubuk dengan tambahan sukrosa berada pada kategori sangat tinggi dengan niIai totaI minat sebesar 626 atau 87,36%, efektivitas penyuIuhan  dan efektivitas perubahan periIaku berada pada kategori cukup efektif.
PERAN PENYULUH DAN GAPOKTAN DALAM PENGGUNAAN MESIN PERTANIAN UNTUK USAHA TANI PADI DI DESA PULOSARI KECAMATAN KEBAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR Khamid, Muh Nur; Suwarto, Suwarto; Wijaya, Mahendra
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 23 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of agricultural workers in Pulosari Village is sufficient, but many young people and communities choose to work outside the agricultural field. The availability of manpower for farming activities in Pulosari Village is low, so that agricultural machinery assistance is needed to achieve the planting target. Management of existing farming business namely tractor, Trans planter, Thresher, Power Weedier, Sprayer and Combine Harvester. The role of combined groups of farmers and counsellor in developing rice cultivation through introduction and supply of farming, can improve farmers skill so that the development of agricultural tools and machinery can be used by farmers and do not negatively affect the labour of farm laborers and positively affect the level of wage of labour. The research objectives are: to know the availability of man power, to know the management of rice farming and to know the role of Farmers Group Unions in realizing the independence of farmers in farming in Pulosari Village Kebakkramat District Karanganyar Regency.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Wanita Tani terhadap Pengolahan Kefir Susu Kambing dengan Penambahan Perisa Buah di Desa Mejing Kecamatan Candimulyo Khamid, Muh Nur; Sulistiawati, Nurul Fajar; Kusuma, Yudiani Rina; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Purwono, Edi; Akbarrizki, Muzizat
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat wanita tani serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya terhadap pengolahan kefir susu kambing dengan penambahan perisa buah. Penelitian dilakukan pada kelompok wanita tani (KWT) Dewi Sri dengan jumlah responden sebanyak 35 orang yang diambil secara sensus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pre Test Post Test dan One Shot Case Study. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat wanita tani dalam pengolahan kefir susu kambing berada pada kategori sangat tinggi sebesar 94,2% dan faktor-faktor seperti usia, tingkat pendidikan, pengalaman mengolah susu, dan jumlah ternak secara simultan berpengaruh sangat signifikan (p < 0,01) terhadap minat. Secara parsial, usia, tingkat pendidikan, pengalaman mengolah susu, dan jumlah ternak berpengaruh sangat signifikan (p < 0,01). Efektivitas penyuluhan sebesar 80,2% dengan kategori efektif dan efektivitas perubahan perilaku sebesar 58,2% dengan kategori cukup efektif.
Tingkat Keberdayaan KWT Ngudi Rahayu terhadap Inovasi Pembuatan Garlic Butter Wibowo, Haris Tri; Khamid, Muh Nur
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1487

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Samirono Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang mulai tanggal 10 April sampai 8 Juni 2025. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat keberdayaan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rahayu terhadap inovasi pembuatan garlic butter; (2) menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, peran penyuluh, dan intensitas penyuluhan terhadap tingkat keberdayaan; serta (3) mengetahui efektivitas penyuluhan dan efektivitas perubahan perilaku anggota setelah dilakukan penyuluhan. Tingkat keberdayaan dianalisis melalui empat aspek, yaitu kemampuan mengakses informasi, mengambil keputusan, berusaha, dan menjalin hubungan/kerja sama. Data dikumpulkan dari 40 responden melalui wawancara, kuesioner, dan observasi. Penelitian ini menggunaan dua analisis statistik yaitu deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan anggota KWT berada dalam kategori “Berdaya” dengan persentase sebesar 74,62%. Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan, sedangkan variabel pengalaman berusahatani, peran penyuluh, dan intensitas penyuluhan memiliki pengaruh sangat signifikan terhadap tingkat keberdayaan. Sementara itu, hasil efektivitas penyuluhan menunjukkan peningkatan skor dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebesar 75,22% yang termasuk dalam kategori “Efektif” sedangkan efektivitas perubahan perilaku sebesar 50,86% yang dikategorikan “Cukup Efektif”.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja di Wilayah Pesisir Jember: Studi Fenomenologi Satya, Malinda Capri Nurul; Setyowati, Lisus; Hikmah, Faiqatul; Susindra, Yoswenita; Khamid, M. Nur
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2026): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v7i2.759

Abstract

Drug abuse among adolescents remains a critical public health concern, especially in coastal areas with socioeconomic challenges and limited parental supervision. This study aimed to explore the predisposing factors influencing adolescents’ behavior against drug abuse, focusing on knowledge, beliefs, and cultural perceptions. This study used predisposing factors as the main variable based on the PRECEDE–PROCEED theory. A qualitative phenomenological approach was conducted involving five junior high school students (Grades VII–IX) from a coastal school in Jember, with inclusion criteria ever used drugs, willingness to participate as respondents, and the ability to communicate effectively. The participants were selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews, and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Results showed that adolescents possessed limited and often inaccurate knowledge, mostly obtained from peers. Although they recognized religious prohibitions, moral beliefs were weakly internalized and failed to prevent substance use. Cultural normalization of smoking, alcohol, and drug availability reinforced permissive attitudes. This study concludes that knowledge, beliefs, and cultural perceptions influence drug abuse behavior among coastal adolescents in Jember. Although these adolescents are aware of the dangers of drugs, their limited understanding, weak internalization of religious and moral values, and permissive cultural norms make them more vulnerable. Furthermore, a peer-dominated environment and the easy accessibility of drugs further exacerbate the problem.
The Importance of Basic PPE Usage in Reducing the Risk of Occupational Diseases and Workplace Accidents at PT Standard Toyo Polymer (STATOMER): Pentingnya Penggunaan APD Dasar untuk Meminimalisasi Bahaya Risiko Penyakit dan Kecelakaan Kerja pada Karyawan PT Standard Toyo Polymer (STATOMER) Ismarina; Hero Wirasmara Kusuma; Santi Sundary Lintang; Tubagus Aan Rohyani; Karina Gita Puspita; Lilis Muhlisa; M. Nur Khamid
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 3 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v3i2.356

Abstract

Occupational health and safety are crucial aspects of the working environment. To protect workers from the risk of occupational diseases, the use of personal protective equipment (PPE) has become a common standard across various industrial sectors. PPE serves as the first line of defense for workers against different workplace hazards, including chemical, physical, and biological contaminants. This community service activity aimed to minimize the risk of occupational diseases and workplace accidents among employees of PT Standard Toyo Polymer (Statomer) in Cilegon City in 2025. The implementation involved lecture sessions and practical demonstrations. There were no significant obstacles during the activity, as participants were highly active in discussions. All participants shared their opinions freely, without fear or hesitation, while remaining focused on the topic discussed. The employees’ knowledge and understanding of PPE usage can be considered good, as the company regularly provides in-depth training on the proper use of PPE and explains its true benefits and functions in ensuring safety at work.