Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGUATAN EKONOMI HORTIKULTURA DENGAN IRIGASI TETES BAGI DIAKONIA GMIT LANUD EL-TARI DI PENFUI Mandala, Jani F.; Koehuan, Verdy A.; Galla, Wellem Fridz; Likadja, Frans J.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan memberdayakan Pemuda GMIT Lanud El-Tari di Penfui melalui pengembangan usaha hortikultura berkelanjutan. Permasalahan utama adalah kondisi tanah berbatuan, kurang subur, dan kendala pengairan yang menghambat inisiatif budidaya tanaman umur pendek. Solusi yang diterapkan adalah pembangunan instalasi irigasi tetes berbasis gravitasi, meliputi tower setinggi 2 meter, profiltank 1.200 liter, dan instalasi drip 150 micron untuk 100 titik tanam meliputi cabe 25 pot, tomat 25 pot, sawi 25 potn dan semangka 25 pot. Sistem ini terbukti sangat efisien, dengan total kebutuhan air harian 276 liter, yang dapat dilayani profiltank hingga 5 hari. Hasil panen awal (cabai 10 kg, tomat 12 kg, pitcay 20 kg) membuktikan potensi ekonomi dan digunakan sebagai Diakonia Karitatif. Namun, hasil semangka kurang maksimal (<3 kg) akibat kendala pemupukan dan seleksi buah. Kegiatan ini sukses menciptakan model budidaya efisien air dan mendorong manajemen kewirausahaan jemaat.
DISEMINASI DAN ALIH TEKNOLOGI KOMPOR SEKAM PADI SISTEM KONTINYU BAGI KELUARGA PRASEJAHTERA Dwinanto, Matheus M.; Koehuan, Verdy A.; Goetha, Selfiana; Sundari, Woro
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.2981

Abstract

Rice husks are an agricultural waste product with significant potential as an environmentally friendly alternative energy source through their use as fuel for rice husk stoves. This community service activity aims to be the first step toward achieving energy independence for cooking in Niskolen Hamlet, Tuapanaf Village. The implementation method involves disseminating and transferring rice husk stove technology to pre-prosperous families, ensuring that this appropriate technology will be increasingly sought after and utilized by residents in every hamlet within Tuapanaf Village. The outcome of this community service activity is that the implementation of rice husk stoves will provide economic and social benefits. Rice husks are a cheap and environmentally friendly alternative energy source, utilizing abundant agricultural waste and reducing dependence on kerosene, the availability of which fluctuates. The use of rice husks not only reduces smoke but also shortens cooking time compared to firewood. The time saved from gathering firewood can be used by women for other productive activities or for personal development.
PKM perancangan wujud alat pengering rumput laut di Kabupaten Rote Ndao Bale, Jefri S.; Koehuan, Verdy A.; Tarigan, Ben Vasco; Selan, Rima Nindia; Modok, Renold; Rohi, Jemssy Ronald; Bistolen, Boy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37634

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berfokus pada perancangan dan penerapan alat pengering rumput laut tipe tray dryer di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Rote merupakan salah satu sentra produksi rumput laut unggulan di Indonesia, khususnya jenis Eucheuma cottonii, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing di pasar internasional. Namun, hingga saat ini masyarakat pembudidaya rumput laut masih menghadapi kendala utama pada tahap pascapanen, terutama proses pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari. Metode tradisional tersebut menyebabkan pengeringan tidak optimal, bergantung pada cuaca, kurang higienis, serta berpotensi menurunkan kualitas dan mutu rumput laut sehingga berdampak pada pendapatan petani. PKM ini bertujuan untuk menghadirkan teknologi tepat guna berupa sistem pengering rumput laut otomatis tipe tray dryer yang sederhana, murah, mudah dioperasikan, dan tidak memerlukan operator khusus. Alat ini dirancang menggunakan sistem pemanas berbasis konveksi dengan pengaturan suhu dan kelembaban yang terkontrol melalui sensor dan mikrokontroler, sehingga mampu menghasilkan rumput laut kering yang lebih merata, higienis, dan berkualitas tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, di mana mitra dari Dinas Perikanan dan kelompok masyarakat terlibat secara aktif mulai dari perencanaan, pelatihan, perakitan, hingga pengoperasian dan perawatan alat.Luaran dari kegiatan ini meliputi peningkatan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi rumput laut, peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penerapan teknologi pengeringan modern, serta berkurangnya ketergantungan pada metode pengeringan konvensional. Dengan diterapkannya teknologi tray dryer, PKM ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Rote Ndao serta memperkuat pemanfaatan potensi kelautan secara berkelanjutan. Kata kunci: rumput laut; kab. rote; pengering tray dryer; pelatihan; pendampingan. Abstract This Community Partnership Program (PKM) focuses on the design and implementation of a tray dryer type seaweed drying tool in Rote Ndao Regency, East Nusa Tenggara. Rote Regency is one of Indonesia's leading seaweed production centers, particularly the Eucheuma cottonii variety, which has high economic value and competitiveness in the international market. However, until now, seaweed farmers still face major challenges in the post-harvest stage, especially the drying process, which still relies on sunlight. This traditional method causes suboptimal drying, is weather-dependent, unsanitary, and can potentially reduce the quality and grade of the seaweed, thus impacting farmers' income. This Community Service Program (PKM) aims to present appropriate technology in the form of a simple, inexpensive, easy-to-operate automatic seaweed drying system of the tray dryer type that does not require a specialized operator. The tool is designed using a convection-based heating system with temperature and humidity controlled through sensors and a microcontroller, enabling it to produce more evenly dried, hygienic, and high-quality seaweed. The approach used is participatory, where partners from the Fisheries Service and community groups are actively involved from planning, training, assembly, to operation and maintenance of the tool. The outcomes of this activity include increased quantity, quality, and continuity of seaweed production, improved knowledge and skills of the community in applying modern drying technology, and reduced dependence on conventional drying methods. With the implementation of tray dryer technology, this PKM is expected to help improve the welfare of coastal communities in Rote Ndao Regency and strengthen the sustainable utilization of marine potential. Keywords: seaweed; rote regency; tray dryer; training; assistance.