Koesriharti Koesriharti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 143 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Pupuk Organik dan Nitrogen Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Santoro, Yhosiana; Wardiyati, Tatik; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu jenis sayuran buah yang mempunyai prospek yang baik dalam pengembangan agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik dan nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Tomat. Penelitian dilakukan dilahan depan UNITRI, jalan Telagawarna, Malang, pada bulan Juni-September 2014. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 12 Perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. 12 Perlakuan ini meliputi P1 80 Kg N/ha Urea, P2 40 Kg N/ha Urea + 40 Kg N/ha ZA, P3 60 Kg N/ha Urea + 20 Kg N/ha ZA, P4 80 Kg N/ha ZA, P5 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 80 Kg N/ha Urea, P6 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 40 Kg N/ha Urea + 40 Kg N/ha ZA, P7 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 60 Kg N/ha Urea + 20 Kg N/ha ZA, P8 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 80 Kg N/ha ZA, P9 Kompos 10 ton/ha + 80 Kg N/ha Urea, P10 Kompos 10 ton/ha + 40 Kg N/ha Urea + 40 Kg N/ha ZA, P11 Kompos 10 ton/ha + 60 Kg N/ha Urea + 20 Kg N/ha ZA, dan P12 Kompos 10 ton/ha + 80 Kg N/ha ZA. Pengamatan tanaman tomat dilakukan secara non destruktif dan pengamatan panen. Hasil dari penelitian menunjukkan perlakuan aplikasi pupuk organik dan nitrogen hanya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, tidak pada panen. Perlakuan yang cenderung dapat meningkatkan hasil panen yaitu pada perlakuan P6 dengan pupuk kandang ayam 10 Ton + 40 Kg Urea + 40 Kg ZA.
Pengaruh Dosis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Selada Merah (Lactuca sativa L.) Wulandari, Palupi; Murdiono, Wisnu Eko; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi sayuran di Indonesia salah satunya komoditas selada merah belum mencapai target yang ditetapkan sehingga kebutuhan permintaan konsumsi sayuran di masyarakat belum dapat tercukupi secara optimal. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi selada merah yaitu melalui aplikasi PGPR  dan pemilihan varietas yang unggul. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara 2 varietas selada merah dengan aplikasi dosis PGPR  telah dilakukan di lahanDadaprejo, Kota Batu pada bulan Agustus hingga September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama ialah varietas Red Rapid dan varietas Lollo Rossa. Faktor kedua ialah dosis PGPR dengan taraf0 ml, 100 ml, 150 ml, 200 ml, 250 ml dan 300 ml. Uji F taraf 5% digunakan untuk menguji pengaruh perlakuan, untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan menggunakan nilai BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara varietas dengan dosis PGPR pada peubah bobot segar total tanaman, bobot konsumsi tanaman, bobot akar tanaman dan panjang akar tanaman. Varietas Red Rapid menunjukkan hasil tertinggi  dibandingkan varietas Lollo Rossa dan dosis PGPR 300 ml menunjukkan hasil paling tinggi dari semua perlakuan dosis PGPR.
Pengaruh Substitusi Ab Mix Dengan Pupuk Organik Cair Kelinci pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa L.) dengan Sistem Rakit Apung Hambali, Puspa Fadillah; Murdiono, Wisnu Eko; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik cair kelinci (POC) berpotensi sebagai nutrisi hara alternatif untuk mensubstitusi peran nutrisi AB mix pada budidaya tanaman dengan sistem hidro-ponik rakit apung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh dari substitusi AB .mix dengan POC kelinci pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah. Penelitian dilaksa-nakan Maret-Juni 2017 di Greenhouse UPT PKPPTKLN, Kecamatan Singosari, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 8 perlakuan dengan 4 ulangan, seperti: P1: 100% AB mix, P2: 100% POC, P3: 85% AB mix + 15% POC, P4: 70% AB mix + 30% POC, P5: 55% AB mix + 45% POC, P6: 40% AB mix + 60% POC, P7: 25% AB mix + 75% POC, dan P8: 10% AB mix + 90% POC. Hasil penelitian menunjukkan subtitusi AB mix 85% dengan POC 15% (P3), AB mix 70% dan POC 30% (P4) dan AB mix 55% dan POC 45% (P5) memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik, efisien dan layak untuk diterapkan dibandingkan dengan perlakuan POC 100% (P2).
Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT Pradita, Nabila; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pupuk organik cair (POC) dari urin ternak seperti kelinci, sapi, dan kambing sebagai nutrisi tanaman, berpotensi menjadi alternatif pengganti pupuk kimia AB mix serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada dalam sistem hidroponik NFT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tiga jenis POC dari urin ternak dan mengetahui POC yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil dari tiga varietas selada. Penelitian dilaksanakan Februari-April 2018 di screenhouse PT Pentario Liberia Persada, Surabaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Tersarang dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan yang terdiri dari, faktor pertama yaitu 4 macam nutrisi; nutrisi AB mix (P1), POC urin kelinci (P2),POC urin sapi (P3), dan POC urin kambing (P4). Faktor kedua yang tersarang pada faktor pertama yaitu 3 varietas selada yang terdiri dari; (V1) Locarno, (V2) Concorde, dan (V3) Maximus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC belum mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil selada yang lebih baik dari perlakuan nutrisi AB mix, dan varietas selada Maximus (V3) memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih besar daripada varietas selada Locarno (V1) dan Concorde (V2).
Pengaruh Pemberian Sumber Pupuk Kalium dan Dosis Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Haidlir, Mutiara Nisa; Koesriharti, Koesriharti; Armita, Deffi
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) ialah salah satu tanaman Leguminosae yang cukup penting di Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah. Permintaan kacang hijau mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, namun produksi kacang hijau belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Usaha untuk meningkatkan produksi kacang hijau dapat ditempuh melalui aplikasi dosis pupuk yang tepat sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman dapat optimal. Tanaman yang kekurangan kalium daunya akan menguning dan akan berpengaruh pada proses fotosintesis sehingga produksi kacang hijau akan menurun. Selain pupuk kalium sebagai sumber nutrisi, tanaman kacang hijau juga memerlukan pupuk fosfor untuk membantu pertumbuhan, pembentukan protein, pembentukan akar, mempercepat tua buah atau biji–bijian dan memperkuat tanaman. Penelitian dilaksanakan di Balai Sertifikasi Benih dan Palawija Kecamatan Singosari Kabupaten Malang pada September hingga November 2017. Pene-litian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalahsumber pupuk kalium, yaitu K1:KCl110kg K2O ha-1, K2: K2SO4110kg K2O ha-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk fosfor, yaitu P0: tanpa pupuk fosfor, P1: 50 kg P2O5/ha, P2: 100kg P2O5/ha, P3: 150 kg P2O5/ha, P4: 200kg P2O5/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk KCl mampu meningkatkan pertumbuhan dan jumlah polong isi per tanaman serta bobot biji per tanaman  kacang hijau dibandingkan dengan peng-gunaan pupuk K2SO4. Pemberian pupuk fosfor dengan dosis 50 kg.ha-1 dan 100 kg.ha-1 mampu meningkatkan jumlah polong isi per tanaman kacang hijau.
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Styarini, Ririn; Koesriharti, Koesriharti; Armita, Deffi
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman sayuran dengan bentuk daun bergelombang dan berwarna hija kekuningan. Tanaman Selada  merupakan tanaman semusim yang dapat tumbuh pada daerah tropis dan subtropis serta memiliki total produksi yang cukup tinggi di Asia. Duaja (2012) menjelaskan bahwa tanaman selada memliki kandungan mineral, diantaranya iodium, fosfor, besi, kalsium, kalium, vitamin A, asam folat, dan beta karoten yang penting bagi kesehatan. Pemupukan nitrogen merupakan upaya untuk membantu pertumbuhan tanaman agar dapat berkembang dan meningkatkan produksi  tanaman. Penelitian meng-gunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari sepuluh perlakuan yaitu N0 : Tanpa pupuk N, N1 : NPK 50 kg N / ha, N2 : NPK 75 kg N / ha, N3 : NPK 100 kg N / ha, N4 : Urea 50 kg N / ha, N5 : Urea 75 kg N / ha, N6 : Urea 100 kg N / ha, N7 : ZA 50 kg N / ha, N8 : ZA 75 kg N / ha, N9 : ZA 100 kg N / ha. . Variabel pengamatan yang digunakan adalah luas daun, bobot kering total tanaman, bobot segar total tanaman. Hasil penelitian pupuk ZA dosis 100kg/ha menunjukkan hasli luas daun  lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk nitrogen. Pada parameter bobot kering tanaman pupuk ZA dosis 100kg/ha dan pupuk NPK 100kg/ha menunjukkan hasil bobot kering tinggi dibandingkan perlakuan tanpa pupuk nitrogen. Parameter hasil bobot segar total tanaman menunjukkan pupuk ZA 100kg/ha  lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk nitrogen.
Pengaruh Kerapatan Naungan dan Dosis Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan, Hasil dan Kandungan Antosianin pada Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Damanik, Rofida Nurliawati; Armita, Deffi; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam merahpotensial bila dikembangkan di daerah sempit atau pekarangan rumah namun hal ini dapat berdampak pada minimnya intensitas cahaya yang diterima tanaman akibat ternaungi bangunan atau tanaman lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh intensitas cahaya yang berbeda melalui kerapatan naungan dan dosis pupuk nitrogen pada pertumbuhan, hasil dan kadar antosianin bayam merah. Penelitian dilaksa-nakan di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatimulyo, Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan kerapatan naungan dengan paranet (N) sebagai petak utama terdiri atas : N0= tanpa naungan, N1= kerapatan naungan 25%, N2= kerapatan naungan 50%. Dosis pupuk nitrogen (P) sebagai anak petak terdiri atas P0=tanpa pupuk (0 kg N ha-1), P1= 55 kg N ha-1, P2 = 110 kg N ha-1, P3 = 165 kg N ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi pada perlakuan kerapatan naungan dan dosis pupuk nitrogen terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil. Pertumbuhan dan hasil bahwa bayam merah lebih optimal pada kondisi tanpa naungan dengan dosis pupuk nitrogen 165 kg ha-1 . Dosis nitrogen yang optimum pada tanaman bayam merah adalah 110 kg ha-1karena menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan kandungan klorofil yang tidak berbeda nyata dengan dosis 165 kg ha-1. Kadar antosianin menunjukkan lebih dipengaruhi oleh dosis nitrogen 165 kg ha-1 yang tidak berbeda nyata dengan dosis nitrogen 110 kg ha-1.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma; Armita, Deffi; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tomat merupakan komoditas hortikultura yang memiliki beberapa kandungan yang berguna bagi kesehatan manusia, salah satunya likopen. Likopen pada tomat berguna untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit. Unsur kalium berpengaruh pada peningkatan kandungan likopen tomat, karena dapat mempercepat aktivitas enzimatik dalam pembentukan likopen pada tomat. Penggunaan pupuk kandang ayam dapat menyuplai bahan organik untuk tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara pupuk kandang ayam dengan pupuk kalium terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga bulan September 2018 di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (A) yang terdiri dari 2 taraf yaitu 15 ton ha-1 (A1) dan 25 ton ha-1 (A2). Faktor kedua adalah dosis pupuk kalium (K) yang terdiri dari 5 taraf yaitu 60 kg K2O ha-1 (K1), 95 kg K2O ha-1 (K2), 130 kg K2O ha-1 (K3), 165 kg K2O ha-1 (K4) dan 200 kg K2O ha-1 (K5), diperoleh 10 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan pupuk kandang ayam dan pupuk kalium terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen pertama, umur panen terakhir dan frekuensi panen. Perlakuan pemberian dosis pupuk kandang ayam 25 ton ha-1 menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun dan umur berbuah yang optimal dibandingkan dengan dosis 15 ton ha-1. Perlakuan pemberian pupuk kalium dengan berbagai dosis tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tanaman tomat.
Pengaruh Dosis Pupuk Majemuk NPK terhadap Hasil dan Kandungan Vitamin C Dua Varietas Bayam (Amaranthus tricolor L.) Ghifari, Ahmad Fillah; Roviq, Mochammad; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu tanaman sayuran yang banyak diminati dan mengandung nutrisi yang tinggi, salah satunya adalah kandungan vitamin C (C6H8O6). Proses biosintesis vitamin C sangat dipengaruhi oleh fotosintesis dan reaksi yang menyertainya, sehingga beberapa unsur hara seperti N, P dan K sangat dibutuhkan karena berkaitan dengan proses fotosintesis, reaksi enzimatis dan penyaluran energi yang memiliki pengaruh terhadap proses pembentukan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan dosis pupuk NPK terhadap hasil dan kandungan vitamin C pada dua varietas bayam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah varietas yaitu V1= Varietas Maestro, V2 =Varietas Mira, faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yaitu D0= tanpa pupuk NPK D1= 187,5 kg NPK, D2= 375 kg NPK ha-1, D3= 562,5 kg NPK ha-1, D4= 750 kg NPK ha-1. Dosis pupuk NPK tidak meningkatkan kandungan vitamin C pada bayam Varietas Maestro, sedangkan dosis pupuk NPK sebesar 375 kg ha-1 lebih efisien dalam meningkatkan kandungan vitamin C pada bayam Varietas Mira. Bobot segar total dan konsumsi Varietas Maestro lebih berat dibandingkan dengan Varietas Mira. Pemberian pupuk NPK mampu meningkatkan hasil bobot segar total per hektar dan bobot konsumsi per hektar. Dosis pupuk NPK sebesar 750 kg ha-1 menghasilkan bobot segar total dan bobot konsumsi per hektar lebih berat dibandingkan tanpa pupuk NPK.
Pengaruh Aplikasi Larutan Garam (NaCl) terhadap Pembenukan Biji Dua Galur Tanaman Sawi Daging (Brassica rapa var. chinensis) Asih, Samsiyah Budi; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi daging banyak diminati masyarakat dan berkontribusi dalam produksi sayuran di Indonesia. Produksi sayuran di Indonesia pada tahun 2017 masih belum mencapai target produksi. Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman melalui perakitan varietas tanaman dengan produktifitas tinggi dari varietas hibrida maupun galur murni. Pembentukan galur murni tanaman sawi daging memiliki kendala karena merupakan tanaman self-incompatibility. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi kendala tersebut salah satunya dengan aplikasi larutan garam dapur (NaCl). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari dan mendapatkan konsentrasi larutan NaCl yang efektif terhadap pembentukan biji dua galur tanaman sawi daging. Penelitian dilaksanakan di PT. Bisi International, Tbk, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Bulan Januari sampai Juni 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 petak utama (galur sawi daging) dan 5 anak petak (aplikasi konsentrasi larutan NaCl) dengan 3 kali ulangan. Petak utama terdiri dari G1 (FC 1603) dan G2 (FC 1607) sedangkan anak petak terdiri dari P0 (tanpa pemberian larutan NaCl), P1 (NaCl 3%), P2 (NaCl 6%), P3 (NaCl 9%), dan P4 (NaCl 12%). Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) 5%. Apabila hasil berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur sawi daging memberikan respon yang sama terhadap aplikasi larutan NaCl. Galur tanaman sawi daging berpengaruh nyata terhadap hasil biji. Hasil biji galur FC 1607 lebih tinggi dibandingkan dengan galur FC 1603. Konsentrasi larutan NaCl berpengaruh nyata terhadap hasil biji. Hasil biji konsentrasi larutan NaCl 3% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain.
Co-Authors Adelia, Prita Fatma Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Alif Utama Haqi Alfarisiy, Naufal Afif Andi Kurniawan Annisa Istiqomah, Annisa Armita, Deffi Armita, Deffi Asih, Samsiyah Budi Asih, Samsiyah Budi Astutik, Apriana Dwi Astutik, Apriana Dwi Atari, Nindya Atari, Nindya Ayuningtyas, Vinny Barunawati, Nunun Bazaz, Haikal Akmam Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki Damanik, Rofida Nurliawati Damanik, Rofida Nurliawati Daniyah, Rokibatun Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dina, Annisa Dita, Franciska Bella Ayu Dita Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Emir, Muhammad Nazri Emir, Muhammad Nazri Erlen Agus Satriowibowo Fadholi, Mohamad Ghifari, Ahmad Fillah Ghifari, Ahmad Fillah Haidlir, Mutiara Nisa Haidlir, Mutiara Nisa Hambali, Puspa Fadillah Hambali, Puspa Fadillah Heddy, Y.B.Suwasono Herwanda, Rangga Herwanda, Rangga Indriya, Suli Indriya, Suli Inovian Wahyuningsih, Inovian Kanwal, N. D. S. Karlina, Nabilla Prilly Karlina, Nabilla Prilly Kartikasari, Oktavian Kartikasari, Oktavian Karyawati, Anna Satyana  Khoir, Mochammad Shofarul Khoir, Mochammad Shofarul Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khumairo’, Kukuh Kurniawan, Faridh Kurniawan, Faridh Labeda, Amelia Gabriela Lia Rachmawati Lilis Styaningrum Mahmudah, Laili Hayatul Mahmudah, Laili Hayatul Mariani, Sekty Denny Mariani, Sekty Denny Meylia, Rizky Dwi Meylia, Rizky Dwi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santosa Mudji Santoso Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nindita, Ajeng Devi Nindita, Ajeng Devi Ninuk Herlina Noviana, Dini Atika Noviana, Dini Atika Novinda Pratiwi Nunun Barunawati, Nunun Nur Winda Rachmadhani Nursanti, Sri Nursanti, Sri Nurul Jannah, Risda Felia Nurul Jannah, Risda Felia Oktavian Erta Ananda Putri Oktavianti, Lala Dwi Oktavianti, Lala Dwi Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Pradita, Nabila Pradita, Nabila Pratiwi, Novinda Prita Fatma Adelia Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Puspita, Dahniar Yudha Puspita, Dahniar Yudha Puspitasari, Yuli Dwi Qorina Syafitri, Pranita Puspa Qorina Syafitri, Pranita Puspa Rachmadhani, Nur Winda Rachmah, Chasanatur Rachmah, Chasanatur Rahayu, Aldila Putri Retik Puji Ayu Sanjaya Rinaldi, Ridwan Aries Rinaldi, Ridwan Aries Roedy Soelistyono Rohmawati, Fauziah Aini Rohmawati, Fauziah Aini Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Sanjaya, Retik Puji Ayu Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Beti Purnama Sari, Beti Purnama Sasongko, Danang Pujo Satriowibowo, Erlen Agus Setiatma, Faiz Tyas Setiatma, Faiz Tyas Shofiah Yasmin Styaningrum, Lilis Styarini, Ririn Styarini, Ririn Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Sutarto, Ulfa Annisa Sutarto, Ulfa Annisa Syarifuddin, Muhammad Hadi Tatik Wardiyati Titiek Islami Wahyuningsih, Inovian Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Waskito, Kiki Waskito, Kiki Widiyanti, Tirani Widiyanti, Tirani Wirayuda, Bahtiar Wulandari, Palupi Wulandari, Palupi Wulansari, Dessy Wulansari, Dessy Y.B.Suwasono Heddy Yasmin, Shofiah Yuli Dwi Puspitasari Zainuddin, Muchamad Anwar