Koesriharti Koesriharti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 143 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemangkasan Cabang Lateral dan Dosis Pupuk NPK pada Hasil Buah Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Noviana, Dini Atika; Koesriharti, Koesriharti; Murdiono, Wisnu Eko
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) ialah tanaman yang biasa dikonsumsi dalam bentuk segar dan juga bisa digunakan dalam bidang kosmetik. Produksi mentimun selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan produksi mentimun dengan cara perbaikan teknik budidaya  seperti pemangkasan dan  pemupukan. Pemangkasan pada cabang lateral yang terletak pada ruas ke-1 sampai ke-3 bertujuan untuk menghilangkan daun-daun tua karena asimilat yang dihasilkan oleh daun yang tua tidak sebanding dengan asimilat yang digunakan untuk keberlangsungan hidup daun yang tua,  sedangkan pemberian pupuk NPK berkaitan dengan ketersediaan unsur hara yang digunakan oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perlakuan pemangkasan cabang lateral dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil buah tanaman mentimun (Cucucmis sativus L.). Penelitian ini dilaksanakan di Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu pada bulan April hingga Juni 2018 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor 1 yaitu pemangkasan (P) dan faktor 2 yaitu dosis pupuk NPK (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan pemangkasan cabang lateral dan dosis pupuk NPK terhadap hasil buah tanaman mentimun (Cucumis sativus L.), pemangkasan cabang lateral menurunkan jumlah daun tanaman mentimun, dosis pupuk NPK meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, jumlah bunga betina, jumlah buah panen per tanaman, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan hasil panen serta mempercepat umur mulai berbunga, berbuah, dan panen pertama. Dosis pupuk NPK 400, 600, dan 800 kg ha-1 memberikan hasil panen yang sama.
Pengaruh Pupuk Anorganik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kol Bunga (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) Oktavianti, Lala Dwi; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kol bunga (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) ialah tanaman hortikultura yang dikonsumsi sebagai sayuran dan memiliki kandungan nutrisi serta vitamin, terutama vitamin C. Pertumbuhan kol bunga akan meningkat pada suhu 17-18oC. Kol bunga biasanya ditanam dan akan tumbuh optimum pada ketinggian 1500 mdpl (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998). Upaya yang dapat dilakukan untuk memicu kecepatan berbunga dan memperbaiki kualitas panen kol bunga di dataran menengah yaitu dengan menambahkan pupuk fosfor. Unsur hara fosfor bisa didapatkan pada pupuk tunggal maupun pupuk majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari dosis pupuk yang tepat pada hasil dan pertumbuhan tanaman kol bunga. Penelitian ini dilakukan dengan percobaan sederhana menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan pada penelitian terdiri dari 9 perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (100 kg N (Urea) + 75 kg P2O5 + 120 kg K2O), P2 (100 kg N (ZA) + 75 kg P2O5 + 120 kg K2O), P3 (100 kg N (Urea dan ZA) + 75 kg P2O5 + 120 kg K2O), P4 (100 kg N (Urea) + 90 kg P2O5 + 120 kg K2O), P5 (100 kg N (Urea dan ZA) + 90 kg P2O5 + 120 kg K2O), P6 (400 kg NPK), P7 (500 kg NPK), dan P8 (600 kg NPK). Dosis pupuk anorganik yang berbeda berpengaruh nyata. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kol bunga, yaitu bobot bunga dan diameter.
Pengaruh Pemberian Naungan dan Pupuk Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Artemisia Vulgaris L. Widiyanti, Tirani; Murdiono, Wisnu Eko; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artemisia vulgaris L. merupakan tanaman yang mengandung senyawa artemisinin. Artemisinin merupakan senyawa yang seskuiterpen lakton yang sangat efektif untuk membunuh Plasmodium falciparum. Tanaman ini merupakan tanaman subtropis sehingga tidak sesuai apabila dibudidayakan di daerah tropis. Tanaman ini apabila ditanam di dataran rendah maka pertumbuhannya kurang baik, karena intensitas cahaya dan suhu yang terlalu tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan selama masa vegetatif yaitu dengan pemberian naungan dan pupuk N berupa pupuk urea. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan interaksi antara pemberian naungan dan dosis pupuk nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman Artemisia vulgaris L. dan mendapatkan kerapatan naungan dan atau dosis pupuk N yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman Artemisia vulgaris L. Penelitian dilaksanakan di Lahan Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu pada bulan September sampai Desember 2018 dengan menggunakan metode rancangan Petak Terbagi (Split Plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan naungan dan pupuk N (urea) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Artemisia vulgaris L., perlakuan naungan tidak berpengaruh nyata pada semua pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman Artemisia vulgaris L., dan Pemberian pupuk Nitrogen 80 Kg ha-1 dapat meningkatkan hasil panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar total, bobot segar daun, dan bobot kering daun dibandingkan dengan dosis pupuk urea 60 Kg ha-1 dan 100 Kg ha-1.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. var. saccharata) Wirayuda, Bahtiar; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi jagung manis di Indonesia masih tergolong rendah serta belum bisa mencukupi kebutuhan pasar. Sehingga dapat dilakukan dengan upaya pemupukan. Dewasa ini penggunaan pupuk anorganik berlebihan dapat mengakibatkan produktivitas lahan menurun. Salah satu usaha memperbaiki kesuburan tanah adalah dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil serta untuk memperoleh dosis yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Torongrejo, Junrejo, Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama, pupuk organik yang terdiri dari 3 taraf yaitu: Tanpa pupuk organik (O1), Pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 (O2), pupuk kandang ayam 10 ton ha-1+pupuk organik cair 40 ml/20 L/100 m2 (O3). Faktor kedua, dosis pupuk NPK (16-16-16) dengan 4 taraf yaitu: 100 kg ha-1 (A1), 150 kg ha-1 (A2), 200 kg ha-1 (A3), 250 kg ha-1 (A4). Diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pemberian pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 dan dosis pupuk NPK 250 kg ha-1 (O2A4), pupuk kandang ayam 10 ton ha-1+pupuk organik cair 40 ml/20 L/100 m2 dan dosis pupuk NPK 200 kg ha-1 (O3A3) dan pupuk kandang ayam 10 ton ha-1+pupuk organik cair 40 ml/20 L/100 m2 dan dosis pupuk NPK 250 kg ha-1 (O3A4) memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol per hektar dan kadar gula lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
Pengaruh Pemberian Giberelin Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Sasongko, Danang Pujo; Koesriharti, Koesriharti; Armita, Deffi
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) ialah tanaman hortikultura yang cukup penting di Indonesia karena dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap dan pelengkap bumbu untuk membuat masakan khas Indonesia.  Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan cabai besar telah meningkat, sementara produksi cabai besar di Jawa timur masih rendah dibandingkan dengan produksi cabai besar nasional. Produktivitas cabai besar di Jawa timur yang belum stabil kurang sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang setiap tahunnya terus meningkat. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktifitas cabai besar ialah dengan pemberian giberelin. fungsi giberelin ialah mendorong perkembangan buah, memproduksi buah yang banyak sehingga mampu meningkatkan produktifitas dan kualitas buah yang baik dengan menghasilkan ukuran buah yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan bobot buah dan mampu bersaing di pasar global. Tujuan penelitian ini ialah mendapatkan konsentrasi giberelin yang tepat dan sesuai sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil buah pada tanaman cabai besar (Capsicum annuum L). Penelitian ini dilaksanakan di Brumbung, Kepung, Kabupaten Kediri pada bulan Januari hingga Juli 2019 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu 0 ppm (A0), 50 ppm (A1), 100 ppm (A2), 150 ppm (A3), 200 ppm (A4), 250 ppm (A5). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian giberelin dengan konsentrasi 0 ppm atau tanpa giberelin mampu menghasilkan jumlah buah panen dan jumlah bunga yang lebih banyak dan  bobot buah per buah yang lebih tinggi dibandingkan pemberian giberelin konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm
Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Benih Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Syarifuddin, Muhammad Hadi; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 6 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) ialah komoditas hortikultura yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia karena banyak diminati dan mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Usaha untuk meningkatkan produksi tanaman melalui pengaturan jarak tanam dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh jarak tanam dan dosis pemupukan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil benih tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan PT. BISI International, Tbk. Farm Karangploso Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan maret hingga bulan juni 2019. Rancangan yang digunakan ialah RAK faktorial, 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama jarak tanam (J) yaitu J1 (50 cm x 50 cm), J2 (40 cm x 40 cm) dan J3 (30 cm x 30 cm) dan faktor kedua dosis pupuk NPK (P) yaitu P0 (NPK 0 Kg ha-1), P1 (NPK 156,25 Kg ha-1), P2 (NPK 312,5 Kg ha-1) dan P3 (NPK 468,75 Kg ha-1). Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) 5%. Apabila hasil berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jarak tanam dengan pupuk NPK terhadap waktu terbentuk polong. Perlakuan jarak tanam 40 x 40 cm dan 30 x 30 cm memiliki bobot biji per ha yang lebih berat dibandingkan jarak tanam 50 x 50 cm. Dosis pupuk NPK 468,75 Kg ha-1 menunjukkan panjang polong yang lebih panjang, akan tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan NPK 312,5 Kg ha-1
Pengaruh Kombinasi Nutrisi AB Mix dan Pupuk Organik Cair Azolla Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) pada Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System) Dita, Franciska Bella Ayu Dita; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 9 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Selada mengandung banyak gizi yang baik untuk tubuh, tetapi di Indonesia lahan pertanian semakin terbatas. Sehingga untuk memproduksi selada dengan cara yang sederhana yakni menggunakan hidroponik sistem sumbu. Pupuk organik cair Azolla dapat digunakan sebagai larutan nutrisi hidroponik, namun harus dikombinasikan dengan nutrisi AB mix yang memiliki unsur hara yang lengkap agar dapat menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman dengan baik. Dikarenakan unsur hara pada pupuk organik cair Azolla saja belum dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari kombinasi nutrisi AB mix dan pupuk organik cair Azolla yang dapat menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada hidroponik sistem sumbu. Penelitian ini menggunakan RAK dengan 8 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan. Dilakukan di Greenhouse FP UB pada bulan Februari-Mei 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P1 (100%AB mix) dan P3 (85%AB mix+15%POC Azolla) lebih baik pada semua parameter pertumbuhan, kadar klorofil b dan kadar klorofil total dibandingkan dengan perlakuan lainnya. P1 (100%AB mix) mendapatkan hasil selada terbaik pada luas daun per tanaman, bobot segar total, bobot segar konsumsi dan kadar klorofil a dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan kombinasi nutrisi AB mix dan Pupuk Organik Cair Azolla berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Selain itu pada perlakuan P1 (100% AB mix) dan P3 (85% AB mix+15% POC Azolla) menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil pada Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) Ayuningtyas, Vinny; Koesriharti, Koesriharti; Murdiono, Wisnu Eko
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang berbentuk buah. Salah satu tanaman terung yang sering di konsumsi yaitu terung ungu. Produksi tanaman terung mulai tahun 2009 – 2014 meningkat, akan tetapi tahun 2016 mengalami penurunan produksi, menjadi sekitar 509.724 ton. Faktor yang menyebabkan penurunan produksi terung yaitu turunnya produktivitas tanah dan kurangnya ketersediaan unsur hara yang terdapat didalam tanah. Penelitian dilakukan dikebun percobaan Universitas Brawijaya,  Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat 400 mdpl dan curah hujan rata–rata 151–400 mm/tahun. Penelitian ini dilakukan pada bulan April–Juli 2019 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK ) dengan 2 faktor, faktor pertama (P0) tanpa POC dan (P1) POC 5cc/l, lalu faktor ke dua yaitu ( N1) NPK 100 kg/ha, (N2) NPK 200 kg/ha, (N3) NPK 300 kg/ha, (N4) NPK 400 kg/ha, dan (N5) NPK 500 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1N4 menghasilkan bobot buah panen pertanaman yang lebih tinggi dan memperlambat umur panen terakhir dibandingkan perlakuan yang lain. perlakuan 5 ml pupuk organik cair mampu meningkatkan tinggi tanaman tetapi dapat memperlambat umur panen pertama dibandingkan tanpa pupuk organik cair. Perlakuan pemberian 400 kg/ha menghasilkan jumlah buah panen per tanaman yang lebih tinggi.
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Kotoran Sapi Diperkaya Unsur N, Ca dan Fe Terhadap Hasil dan Kandungan Klorofil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Zainuddin, Muchamad Anwar; Rahayu, Aldila Putri; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman selada merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia. Selada hijau memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Usaha tani tanaman selada banyak mengalami permasalahan yaitu lahan pertanian yang semakin sempit dan minimnya ketersediaan unsur organik didalam tanah. Sistem rakit apung yaitu budidaya sayuran yang diapungkan diatas larutan nutrisi. Pada sistem hidroponik, pertumbuhan dan perkembangan sangat bergantung pada pemberian nutrisi. AB Mix merupakan larutan nutrisi hidroponik yang didalamnya terkandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Kandungan nitrogen (N) kotoran sapi yaitu 1,33 ppm,  fosfat (P) : 0,28 ppm, kalium (K): 0,21 ppm, kalsium (Ca): 0,22 ppm dan besi (Fe): 0,05 ppm. Namun, unsur hara yang terkandung didalam kotoran sapi belum dapat menggantikan AB Mix karena kebutuhan akan unsur hara tanaman selada yaitu Nitrogen (N) : 160 ppm, Kalsium (Ca) : 175 ppm dan besi (Fe) : 5 ppm. Sehingga perlu penambahan untuk memaksimalkan proses pertumbuhan dan hasil serta kandungan klorofil selada hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk Organik Cair kotoran sapi diperkaya unsur N, Ca dan Fe pada konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan RAK dengan 10 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Lahan Jatimulyo, Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan April sampai dengan mei 2020. Hasil penelitian bahwa penggunaan perlakuan AB Mix menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan pupuk organik cair yang diperkaya unsur hara N, Ca dan Fe.
Pengaruh Perbedaan Media Tanam dan Jenis Larutan Nutrisi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) dengan Sistem Hidroponik Substrat Daniyah, Rokibatun; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai keriting merupakan salah satu komoditas hortikultural yang penting dan di budidayakan di Indonesia. Seiring peningkatan penduduk Indonesia, kebutuhan cabai juga meningkat. Namun, produksi cabai keriting masih tergolong rendah, faktor rendahnya produksi cabai di Indonesia disebabkan hama dan penyakit yang menyebabkan gagal panen dan penyempitan lahan pertanian. Konversi lahan pertanian menjadi non pertanian menyebabkan produksi cabai rendah dan bersaing dengan tanaman hortikultural lainnya. Terdapat beberapa cara meningkatkan produksi cabai, salah satunya dengan menggunakan sistem hidroponik substrat. Penggunaan POC dari kotoran hewan ternak seperti urin sapi, kotoran kambing dan urin kelinci sebagai nutrisi tanaman, menjadi alternatif pengganti nutrisi AB mix serta meningkat pertumbuhan dan hasil tanaman cabai dengan sistem hidroponik substrat. Substrat yang digunakan yaitu arang sekam, cocopeat dan pasir mudah di dapatkan dan memiliki harga yang relatif murah sehingga mampu menekan biaya produksi tanaman cabai. Penelitian di laksanakan November 2019-Maret 2020 di Grobogan, Jawa tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan yang terdiri dari, faktor pertama yaitu 3 macam media tanam terdiri dari M1 (arang sekam+pasir), M2 (cocopeat+pasir), dan M3 (arang sekam+cocopeat+pasir). Faktor kedua yaitu 4 macam nutrisi tanaman yang terdiri dari nutrisi AB mix (N1), POC urin sapi (N2), POC kotoran kambing (N3), dan POC urin kelinci (N4). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media tanam M1 (arang sekam+pasir) memberikan hasil pertumbuhan dan hasil lebih baik jika di bandingkan M2 (cocopeat+pasir) dan M3 (arang sekam+cocopeat+pasir). Namun perlakuan POC belum mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai yang lebih baik dari perlakuan nutrisi AB mix.
Co-Authors Adelia, Prita Fatma Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Alif Utama Haqi Alfarisiy, Naufal Afif Andi Kurniawan Annisa Istiqomah, Annisa Armita, Deffi Armita, Deffi Asih, Samsiyah Budi Asih, Samsiyah Budi Astutik, Apriana Dwi Astutik, Apriana Dwi Atari, Nindya Atari, Nindya Ayuningtyas, Vinny Barunawati, Nunun Bazaz, Haikal Akmam Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki Damanik, Rofida Nurliawati Damanik, Rofida Nurliawati Daniyah, Rokibatun Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dina, Annisa Dita, Franciska Bella Ayu Dita Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Emir, Muhammad Nazri Emir, Muhammad Nazri Erlen Agus Satriowibowo Fadholi, Mohamad Ghifari, Ahmad Fillah Ghifari, Ahmad Fillah Haidlir, Mutiara Nisa Haidlir, Mutiara Nisa Hambali, Puspa Fadillah Hambali, Puspa Fadillah Heddy, Y.B.Suwasono Herwanda, Rangga Herwanda, Rangga Indriya, Suli Indriya, Suli Inovian Wahyuningsih, Inovian Kanwal, N. D. S. Karlina, Nabilla Prilly Karlina, Nabilla Prilly Kartikasari, Oktavian Kartikasari, Oktavian Karyawati, Anna Satyana  Khoir, Mochammad Shofarul Khoir, Mochammad Shofarul Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khumairo’, Kukuh Kurniawan, Faridh Kurniawan, Faridh Labeda, Amelia Gabriela Lia Rachmawati Lilis Styaningrum Mahmudah, Laili Hayatul Mahmudah, Laili Hayatul Mariani, Sekty Denny Mariani, Sekty Denny Meylia, Rizky Dwi Meylia, Rizky Dwi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santosa Mudji Santoso Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nindita, Ajeng Devi Nindita, Ajeng Devi Ninuk Herlina Noviana, Dini Atika Noviana, Dini Atika Novinda Pratiwi Nunun Barunawati, Nunun Nur Winda Rachmadhani Nursanti, Sri Nursanti, Sri Nurul Jannah, Risda Felia Nurul Jannah, Risda Felia Oktavian Erta Ananda Putri Oktavianti, Lala Dwi Oktavianti, Lala Dwi Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Pradita, Nabila Pradita, Nabila Pratiwi, Novinda Prita Fatma Adelia Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Puspita, Dahniar Yudha Puspita, Dahniar Yudha Puspitasari, Yuli Dwi Qorina Syafitri, Pranita Puspa Qorina Syafitri, Pranita Puspa Rachmadhani, Nur Winda Rachmah, Chasanatur Rachmah, Chasanatur Rahayu, Aldila Putri Retik Puji Ayu Sanjaya Rinaldi, Ridwan Aries Rinaldi, Ridwan Aries Roedy Soelistyono Rohmawati, Fauziah Aini Rohmawati, Fauziah Aini Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Sanjaya, Retik Puji Ayu Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Beti Purnama Sari, Beti Purnama Sasongko, Danang Pujo Satriowibowo, Erlen Agus Setiatma, Faiz Tyas Setiatma, Faiz Tyas Shofiah Yasmin Styaningrum, Lilis Styarini, Ririn Styarini, Ririn Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Sutarto, Ulfa Annisa Sutarto, Ulfa Annisa Syarifuddin, Muhammad Hadi Tatik Wardiyati Titiek Islami Wahyuningsih, Inovian Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Waskito, Kiki Waskito, Kiki Widiyanti, Tirani Widiyanti, Tirani Wirayuda, Bahtiar Wulandari, Palupi Wulandari, Palupi Wulansari, Dessy Wulansari, Dessy Y.B.Suwasono Heddy Yasmin, Shofiah Yuli Dwi Puspitasari Zainuddin, Muchamad Anwar