Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Media Ular Tangga sebagai Media Pembelajaran terhadap Pengembangan Kosakata Anak Usia Dini Putri, Tasya Kania; Komala, Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefasihan kosakata sangat penting bagi anak usia dini, karena dengan banyaknya pembedaharaan kosakata yang dimiliki, akan berpengaruh pada kemampuan berbicaranya, akan tetapi pembelajaran mengenai kosakata ini dirasa kurang menyenangkan bagi anak. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor baik dari guru maupun media dan metode pembelajaran yang digunakan sebagai pendukungnya. Sehingga dengan adanya media ular tangga ini dapat membantu anak dalam proses pembelajaran mengenai pengembangan kosakata, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan media ular tangga dalam mengembangkan kosakata anak kelompok B di Pos PAUD Al-Ikhlas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B usia 5-6 tahun sebanyak lima orang anak dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik observasi, pengolahan data yang telah dikumpulkan, dianalisis menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Penerapan media ini dilakukan dengan cara membiarkan anak menyusun setiap ular tangga sesuai dengan urutan huruf lalu anak memainkannya dan menjadi bidak utama untuk melewati setiap kotak yang terdapat kosakata, lalu anak membaca setiap kata yang telah dilewatinya. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya penerapan media ular tangga dapat membantu anak dalam mengembangkan kosakatanya sehingga anak sudah mampu memahami dan menyebutkan setiap kata dengan benar yang terdapat dalam media ular tangga.   Vocabulary fluency is very important for early childhood because the amount of vocabulary they have will affect their speaking ability, but learning about this vocabulary is not fun for children. This is caused by several factors, both from the teacher and the media and learning methods used to support it. So the snake and ladder media can help children learn about vocabulary development; therefore, this study aims to determine the process of applying snake and ladder media to developing group B vocabulary at the Al-Ikhlas PAUD Post. This study used the descriptive-qualitative method. The subjects in this study were children in group B aged 5-6 years as many as 5 people and the data collection techniques in this study were through observation techniques, processing the collected data, analyzing using data, displaying data, and drawing conclusions. The application of this medium is done by letting the child arrange each ladder according to the order of the letters, then playing it and becoming the main pawn to pass each box that contains vocabulary, and then the child reads every word he passes. Based on the results of this study, show that the application of snake ladder media can help children develop their vocabulary so that children are able to understand and correctly pronounce every word contained in snake ladder media.
Maumere (Gemu Fa Mire): Pembelajaran Tari Kreasi Baru untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Oktianingrum, Dwi Mustika; Komala, Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan kinestetik merupakan kecerdasan yang dimiliki oleh beberapa anak, kecerdasan ini melibatkan anggota tubuh seseorang untuk bergerak. Berdasarkan temuan dilapangan, kecerdasan ini belum sepenuhnya terstimulasi, karena sempat munculnya COVID-19 dan pembelajaran yang dilakukan cenderung lebih memperhatikan kepada aspek perkembangan kognitif. Solusi penelitian yaitu menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan tentunya berpusat pada kecerdasan kinestetik anak dengan pembelajaran tari. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kecerdasan kinestestik anak dengan mengimplementsikan pembelajaran tari kreasi baru Maumere (Gemu Fa Mire). Indikator penilaian dilihat dari 3 indikator yakni kelenturan, kecepatan dan koordinasi mata-kepala-tangan-kaki. Metode penelitian memakai deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu lima anak usia dini. Teknik pengumpulan pada penelitian ini melalui pengamatan, interaksi langsung (wawancara) dan dokumentasi. Analisis data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama observasi berlangsung dari pertemuan awal hingga akhir banyak mengalami peningkatan, terlihat dari awal pertemuan masih terdapat anak yang belum berkembang dalam 3 indikator, hingga akhirnya dapat mencapai keterangan berkembang sangat baik dalam kecerdasan kinestetik secara optimal.   Kinesthetic intelligence is a type of intelligence possessed by some children that involves using their body parts for movement. Field findings indicate that the emergence of COVID-19 and the emphasis on cognitive development have partially hindered the full stimulation of this intelligence. The research solution is to create an active and enjoyable learning environment targeting children's kinesthetic intelligence through dance-based learning. This research aims to enhance children's kinesthetic intelligence by implementing a new creative dance called Maumere (Gemu Fa Mire). The assessment indicators include flexibility, speed, and eye-head-hand-foot coordination. The research method employed is qualitative-descriptive. The research subjects consist of five young children. Data collection techniques include observation, direct interaction (interviews), and documentation. Data analysis is conducted using triangulation. The research results indicate that throughout the observation period, from the initial meeting to the end, there was significant improvement observed. Initially, some children were found to be lagging in all three indicators, but eventually, they were able to achieve excellent development in kinesthetic intelligence.
Designing Digital Scratch Media with Multiliteracy Strengthening Based: How to Improve Early Reading Skills? Komala, Komala; Mubiar, Mubiar; Isah, Isah
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 8, No 2 (2024): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00693za0002

Abstract

The design of digital scratch media with multiliteracy reinforcement based on local wisdom is very important to be developed to improve early reading skills in elementary schools. This is important to do because the learning media used by teachers in early reading learning are not all interactive. The purpose of this study was to determine the effectiveness of designing digital scratch media to improve early reading skills in elementary schools. The method used in this study is Thiagarajan's Four-D with four stages, namely: Define, Design, Develop, Disseminate. The research area is Padalarang District, West Bandung Regency, West Java Province, Indonesia. Elementary schools in the area consist of 5 schools with the subjects of this study being first grade students. Data collection techniques were carried out by interviews, documentation studies, observations and tests. Data analysis techniques used with qualitative approaches (data reduction, data display, drawing conclusions and triangulation) and quantitative (t-test). The results of the study showed that the early reading ability of the group of students who learned using local wisdom-based Scratch media had a better average score compared to the early reading ability of the group of students who learned without using Scratch media. This shows that the design of Scratch media can help students to motivate students at the beginning of reading starting from pronunciation, intonation, fluency, clarity and completeness of reading. The design of Scratch digital media makes it easy for teachers to design learning steps, arrange interactive materials and media for early reading learning.
Pengembangan Media Papan Flanel dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia Dini Agustina, Yulia; Komala, Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran merupakan penunjang keberhasilan proses belajar mengajar, karena membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Seperti pada penelitian yang dilaksanakan di TK Plus Al Hikmah, masih banyak anak mengalami kesulitan mengucapkan dan mengingat bentuk huruf. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media papan flanel dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B usia 5-6 tahun sebanyak 26 orang anak, dengan menggunakan metode penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriprif yang diperoleh dari penilaian produk berupa saran dan masukan dari ahli dan analisis data statistik deskriptif kuantiatif berupa jumlah skor yang dihitung menggunakan teknik statistik dari hasil penilaian angket. Hasil validitas kelayakan dari ahli materi dan media memperoleh presentase 91% kriteria “Sangat Layak”. Hasil penilaian guru  media papan flanel dinyatakan “Sangat Layak” nilai rata-rata sebesar 82,%. Hasil respon peserta didik menyatakan media papan panel “Sangat Baik”, dengan nilai rata-rata persentase 90,2%. Hasil peningkatan kemampuan membaca permulaan memperoleh nilai BSB dengan nilai rata-rata 81% , hasil menunjukkan media papan flanel sangat layak digunakan dalam pembelajaran membaca permulaan anak usia 5-6 tahun. Learning media is a supporter of the success of the teaching and learning process because it makes learning more enjoyable. As in research conducted at Kindergarten Plus Al Hikmah, many children still have difficulty pronouncing and remembering letter shapes. Therefore, this research aims to develop flannel board media to improve the beginning reading skills of children aged 5-6 years. The subjects of this research were 26 group B children aged 5-6 years, using the Research and Development (R&D) research method with the Borg and Gall development model. Data collection techniques were carried out using interviews, observations, and questionnaires. Data were analyzed using descriptive qualitative data analysis techniques obtained from product assessments in the form of suggestions and input from experts and quantitative descriptive statistical data analysis in the form of total scores calculated using statistical techniques from the results of questionnaire assessments. The feasibility validity results from material and media experts obtained a percentage of 91% for the "Very Eligible" criteria. The results of the teacher's assessment of flannel board media were declared "Very Appropriate" with an average score of 82%. The results of student responses stated that the panel board media was "very good," with an average percentage score of 90.2%. The results of improving initial reading ability obtained a BSB score with an average score of 81%. The results show that flannel board media is very suitable for use in early reading learning for children aged 5-6 years.
Quizizz: Media Pembelajaran untuk Anak Usia Dini dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Annisa, Sarah Nur; Komala, Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i1.26506

Abstract

Kemampaun berpikir simbolik merupakan bagian dari aspek kognitif yang harus dikembangkan sejak dini. Kemampuan berpikir simbolik tidak bisa berkembang lebih baik jika tidak didukung dengan media pembelajaran yang menarik. Untuk meningkatkan berpikir simbolik anak, perlu adanya media pembelajaran yang menarik serta tidak membahayakan anak salah satunya media permainan Quizizz. Media pembelajaran quizizz menjadi pembaruan di PAUD Tulus, karena sebelumnya guru belum ada yang bisa menggunakan media aplikasi quizizz ini. Tujuan riset ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir simbolik anak menggunakan media pembelajaran permainan Quizizz. Metode riset ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan tiga siklus. Subjek penelitian dilakukan pada kelompok B dengan jumlah anak terdiri dari 16. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Tulus Kelapa Lima, Kupang Nusa Tenggara Timur. Langkah penelitiannya meliputi rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dikaji menggunakan statistika kuantitatif dengan perhitungan nilai arata-rata dalam bentuk presentase.  Hasil penelitian ditunjukkan dengan adanya peningkatan aspek kemampuan berpikir anak yang signifikan. Pada pra siklus data awal anak berkembang sesuai harapan (BSH) hanya 0 % belum ada perkembangan, sedangkan pada siklus I ada peningkatan menjadi 18 %  dan siklus II meningkat cukup signifikan menjadi 42%. Symbolic thinking ability is a cognitive aspect that must be developed early on. Symbolic thinking ability cannot be created better if it is not supported by interesting learning media. To improve children's symbolic thinking, there needs to be interesting learning media that does not endanger children, one of which is the Quizizz game media. Quizizz learning media is an update at PAUD Tulus because previously no teacher could use this Quizizz application media. The purpose of this research is to determine the increase in children's symbolic thinking ability using the Quizizz game learning media. This research method uses Classroom Action Research (CAR), carried out in three cycles. The research subjects were group B with a total of 16 children. This research was conducted at PAUD Tulus Kelapa Lima, Kupang, East Nusa Tenggara. The research steps include planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation and reviewed using quantitative statistics with the calculation of the average value in the form of a percentage. The results of the study were shown by a significant increase in aspects of children's thinking ability. In the pre-cycle, the initial data on children developing according to expectations (BSH) was only 0% with no development, whereas in cycle I there was an increase to 18%, and in cycle II there was a significant increase to 42%.
Kompetensi Guru PAUD dalam PJJ melalui Pelatihan Pendekatan STEAM pada Masa Covid-19 Komala, Komala; Rohmalina, Rohmalina
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v4i1.96

Abstract

Guru perlu memiliki kompetensi dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk menyampaikan materi secara jarak jauh. Mengingat pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) maka perlu adanya pelatihan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui pelatihan pendekatan pembelajaran berbasis STEAM kepada guru-guru PAUD pada Masa Covid-19. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan mengenai peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pendekatan STEAM pada guru anak usia dini. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata peningkatan kompetensi guru dalam PJJ sebelum pembelajaran tidak berbeda secara signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol.
EFEK PEMBERIAN BETA KAROTENA TAKARAN TINGGI TERHADAP STATUS VITAMIN A ANAK BALITA Dewi Permaesih; Komala Komala; Effendi Rustan; Endi Ridwan; Muhilal Muhilal
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 14 (1991)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2205.

Abstract

EFEK PEMBERIAN BETA KAROTENA TAKARAN TINGGI TERHADAP STATUS VITAMIN A ANAK BALITA
STATUS GIZI MIKRO (TEMBAGA, SENG DAN KRONIUM), PENGETAHUAN GIZI DAN KEADAAN GIZI LEBIH PADA PRIA PEKERJA Ance Murdiana Dahro; Komala Komala; Trintrin T. Mudjianto; Susi Suwarti Suwardi; Dedy Mahdar
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 19 (1996)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2309.

Abstract

Sekarang ini ada kecenderungan bahwa penyakit degeneratif meningkat peranannya sebagai penyebab kematian. Salah satu penyebab terjadinya penyakit degeneratif adalah karena perolehan zat gizi makro dan zat gizi mikro tidak seimbang. Zat gizi mikro yang mendapat perhatian saat ini adalah tembaga, seng dan kromium. Untuk mendapatkan gambaran bagaimana keadaan ketiga zat gizi mikro tersebut pada laki-laki yang mempunyai gizi lebih, telah dilakukan penelitian status gizi mikro (tembaga, seng dan kromium), pengetahuan gizi dan keadaan gizi lebih pada laki-laki pekerja di beberapa instansi pemerintah. Sampel secara purposive dibagi menjadi kelompok tidak gemuk (gizi normal) dan kelompok gemuk (gizi lebih). Kedua kelompok diperiksa secara klinis; diambil darah untuk dilihat status tembaga, seng, kromium, kolesterol, LDL dan trigliserida, serta diwawancarai mengenai pengetahuan gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median nilai tembaga, seng dan kromium pada kedua kelompok ada pada batas normal. Pada kelompok tidak gemuk, nilai median tembaga, seng dan kromium masing-masing yaitu 99 ug/dl, 77 ug/dl dan 2.7 ug/dl, sedangkan pada kelompok gemuk nilai median masing-masing yaitu 97 ug/dl, 79 ug/dl dan 6.2 ng/ml. Kadar rata-rata kolesterol, LDL dan trigliserida pada kelompok tidak gemuk masing-masing yaitu 210.75±29.7518, 136.73±32.5781 dan 168.48±56.0037; sedangkan pada kelompok gemuk nilainya masing-masing yaitu 237.00±43.7364, 148.10±47.1924 dan 209.93±60.2198. Nilai kolesterol dan LDL pada kedua kelompok ada pada batas normal, sedangkan nilai trigliserida kedua kelompok tersebut tidak normal. Nilai rata-rata kolesterol, trigliserida dan LDL lebih tinggi pada kelompok gemuk. Uji beda kolesterol, trigliserida dan LDL diantara kedua kelompok berbeda bermakna hanya pada kolesterol dan trigliserida (p<0.05). Tidak ada korelasi yang bermakna antara masing-masing unsur mikro dengan kadar lemak kolesterol, LDL ataupun trigliserida (p>0.05). Rasio seng terhadap tembaga lebih besar atau sama dengan satu yang dapat meningkatkan lemak aterogenik (kolesterol, trigliserida dan LDL) terdapat lebih banyak pada kelompok gemuk. Kurang dari 50% sampel pada masing-masing kelompok merasa dirinya gemuk, kurang tahu patokan gemuk dan tidak tahu cara menilai berat badan. Kebanyakan sampel takut gemuk karena takut sakit dan hanya sedikit yang beralasan karena menjaga penampilan. Memperbanyak makan sayur dan buah untuk menurunkan berat badan lebih banyak diketahui oleh kelompok gemuk (50%). Olahraga adalah usaha yang paling banyak dilakukan oleh kedua kelompok untuk menurunkan berat badan.
EFEKTIFITAS FORTIFIKASI MIE INSTAN DENGAN ZAT BESI DAN VITAMIN A TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB DAN FERITIN SERUM IBU HAMIL M. Saidin; Mahmud Yusuf; Moecherdiyantiningsih Moecherdiyantiningsih; Sukati Sukati; Komala Komala
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 18 (1995)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2219.

Abstract

Telah dilakukan penelitian "Dampak Fortifikasi Mie Instan Dengan Zat besi dan Vitamin A terhadap Status Besi dan Status Vitamin A Anak Balita dan Ibu Hamil". Penelitian dilakukan di 5 desa wilayah kerja Puskesmas Cijedil, Kecamatan Cugenang dan 5 desa wilayah kerja Puskesmas Kademangan Mande, Kabupaten Cianjur. Rancangan penelitian adalah "Kuasi Eksperimental". Subyek penelitian adalah ibu hamil trimester I dan II (Umur kehamilan 3-6 bulan). Besar sampel ibu hamil adalah 185 orang, terdiri dari kelompok perlakuan (95 orang) dan kelompok pembanding (90 orang). Kelompok perlakuan mendapat mie instan yang telah difortifikasi dengan zat besi sebesar 10 mg dan vitamin A 2500 I.U. per 100 g. Sedangkan kelompok pembanding mendapatkan mie instan yang biasa dipasarkan mengandung zat besi sebesar 3 mg dan vitami A 1500 I.U. per 100 g. Pemberian mie instan tiga kali seminggu, berlangsung selama 14 minggu, diselenggarakan di pos-pos pemasakan/Posyandu, sisa mie yang tidak dimakan ditimbang dan dicatat. Rataan berat mie instan yang dikonsumsi ibu hamil sebesar 35 gr per hari, dapat memberikan sumbangan zat besi sebesar 3.5 mg dan vitamin A 875 I.U. pada kelompok perlakuan. Sedangkan pada kelompok pembanding memberikan sumbangan zat besi sebesar 1.05 mg dan vitamin A 525 I.U. Terjadi kenaikan kadar Hb secara bermakna (p<0.05) pada ibu hamil kelompok perlakuan sebesar 0.47 g/dl (dari 11.3 ± 1.14 g/dl menjadi 11.8 ± 1.04 g/dl). Pada kelompok pembanding terjadi penurunan nilai Hb sebesar 0.07 g/dl, tetapi tidak nyata. Prevalensi anemia ibu-ibu hamil kelompok perlakuan setelah intervensi turun dari 48.5% menjadi 43.3%, sedangkan pada kelompok pembanding naik dari 46.7% menjadi 56.8%. Secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna (p<0.05) antara penurunan prevalensi anemia pada kelompok perlakuan dan kenaikan prevalensi anemia pada kelompok pembanding. Terjadi penurunan kadar feritin serum secara bermakna (p<0.05) pada ibu-ibu hamil kelompok pembanding (4.4 ug/l). Pada ibu-ibu kelompok perlakuan terjadi sedikit kenaikan kadar feritin dalam serum sebesar 0.43 ug/l. Ada perbedaan yang nyata (p<0.05) antara kenaikan feritin kelompok perlakuan dan penurunan kadar feritin kelompok pembanding. Fortifikasi zat besi dan vitamin A pada mie instan dengan dosis 10 mg dan 2500 I.U. per 100 gram mie memberikan dampak positif terhadap kadar Hb dan dapat mempertahankan cadangan besi untuk konpensasi kebutuhan selama hamil.
DAMPAK FORTIFIKASI MIE INSTAN DENGAN VITAMIN A DAN ZAT BESI TERHADAP STATUS VITAMIN A DAN STATUS BESI ANAK BALITA Sukati Sukati; Moecherdiyatiningsih Moecherdiyatiningsih; Sri Murni Prastowo; Komala Komala; M. Saidin
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 18 (1995)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2221.

Abstract

Telah dilakukan penelitian "Dampak Fortifikasi Mie Instan Dengan Vitamin A dan Zat Besi terhadap Status Vitamin A Anak Balita dan Ibu Hamil". Penelitian dilakukan di 5 desa wilayah Puskesmas Cijedil Kecamatan Cugenang dan 5 desa di wilayah kerja Puskesmas Kademangan Kecamatan Mande di Kabupaten Cianjur. Rancangan penelitian adalah "Kuasi Eksperimental". Subjek penelitian adalah anak balita berumur 1-5 tahun. Jumlah sampel adalah 199 anak balita. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Kelompok perlakuan mendapat mie instan yang telah difortifikasi dengan vitamin A sebesar 2500 IU dan zat besi 10 mg per 100 g. Sedangkan kelompok pembanding mendapatkan mie instan yang biasa dipasarkan mengandung vitamin A sebesar 1500 IU dan zat besi 3 mg/100 g. Pemberian mie instan berlangsung selama 14 minggu. Distribusi mie instan diselenggarakan di pos-pos pemasakan atau Posyandu dan dimakan di tempat. Hasil penelitian menunjukkan rataan berat mie yang dapat dihabiskan anak balita sebesar 30 gr, memberi sumbangan vitamin A sebesar 750 IU dan zat besi 3 mg pada kelompok perlakuan. Sedangkan pada kelompok pembanding memberikan sumbangan vitamin A sebesar 450 IU dan zat besi sebesar 0.9 mg. Setelah intervensi berlangsung selama 14 minggu terjadi kenaikan vitamin A serum anak balita kelompok perlakuan dan pembanding, masing-masing sebesar 3.3±0.435 ug/dl dan 1.0±0.369 ug/dl, ada perbedaan nyata kenaikan kadar vitamin A pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok pembanding (p<0.05). Terjadi penurunan jumlah anak balita dengan status vitamin A rendah dan kurang (ug/dl) pada kelompok perlakuan dari 44.9% (sebelum intervensi) menjadi 22.1% (sesudah intervensi). Sedangkan pada kelompok pembanding dari 43.1% menjadi 34.8%, perbedaan penurunan antara kelompok perlakuan dan pembanding tidak nyata (p>0.05). Rataan kadar Hb anak balita kelompok perlakuan mengalami kenaikan secara nyata (p<0.05) sebesar 0.31 g/dl (dari 11.3±1.05 g/dl menjadi 11.6±0.95 g/dl). Sedangkan pada kelompok pembanding terjadi sedikit penurunan rataan nilai Hb sebesar 0.10 g/dl. Kenaikan kadar Hb kelompok perlakuan dan pembanding terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05). Prevalensi anemia gizi anak balita pada kelompok perlakuan turun sebesar 10.9%, dan pada kelompok pembanding terjadi kenaikan sebesar 1.0%. namun demikian kenaikan dan penurunan tersebut tidak berbeda nyata. Terjadi kenaikan kadar feritin serum anak balita kelompok perlakuan dan pembanding, masing-masing sebesar 1.8 ug/L dan 0.1 ug/L. Secara statistik perbedaan tersebut tidak nyata (p>0.05). Fortifikasi vitamin A dan zat besi pada mie instan dengan dosis 2500 IU dan 10 mg untuk anak balita mempunyai dampak positif terhadap kenaikan kadar Hb dan kadar vitamin A anak balita. Sedangkan terhadap prevalensi anemia dan cadangan zat besi belum tampak jelas.