Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KHASIAT JAMU MELAHIRKAN TERHADAP KENAIKAN PRODUKSI AIR SUSU IBU Moecherdiyatiningsih Moecherdiyatiningsih; Komala Komala; Muhilal Muhilal
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 18 (1995)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2222.

Abstract

Anggapan bahwa jamu melahirkan dapat meningkatkan produksi air susu ibu telah diteliti. Sebagai sampel penelitian adalah ibu baru melahirkan di wilayah Kabupaten Bogor dengan kriteria sebagai berikut: berstatus gizi baik, umur 30 tahun, paritas 1-3 dan kelahiran normal. Berdasarkan kebiasaan ibu minum jamu atau tidak ditetapkan dua kelompok. Tiga puluh ibu kelompok pertama (kelompok MJ) diberi jamu bersalin merk "NM" yang diminum sampai 40 hari. Sedangkan 30 orang kelompok kedua (kelompok TMJ) hanya diberi jamu bersalin berupa parem yang dioleskan. Ke 60 ibu ini terpilih dari 185 ibu hamil yang terdaftar dan dipantau kelahirannya. Data yang dikumpulkan meliputi volume ASI selama 24 jam dengan metoda penimbangan, hemoglobin ibu, zat besi ASI, berat badan bayi, konsumsi zat gizi dan cairan yang diminum ibu selama 24 jam serta serta data penunjang lain. Pengumpulan data awal dan akhir masing-masing pada 4 hari dan 40 hari umur bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur ibu, pendidikan dan pekerjaan suami kurang lebih sama untuk kedua kelompok. Rata-rata volume ASI pada awal penelitian untuk kelompok MJ dan TMJ masing-masing 343±89,7 ml dan 320±81,2 ml. Dengan uji t, tidak berbeda bermakna (p>0,05). Tetapi berbeda bermakna pada akhir penelitian (p<0,05) dengan rata-rata untuk kelompok MJ 475,7±117,4 ml dan kelompok TMJ 409±120,6 ml. Rata-rata Hb ibu pada kelompok MJ dan di awal penelitian masing-masing adalah 11,02±1,45 dan 11,30±1,37 sedang di akhir penelitian masing-masing adalah 11,76±1,16 dan 11,98±1,11. Tidak ada perbedaan Hb ibu yang bermakna antar kedua kelompok, baik pada awal maupun akhir penelitian (p>0,05). Zat besi ASI dan berat badan bayi tidak berbeda bermakna pula (p>0,05). Konsumsi zat gizi khususnya vitamin C dan vitamin A berbeda bermakna antar kedua kelompok pada akhir penelitian. Tidak terbukti ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok dalam hal jumlah cairan yang diminum ibu.
Interactive Learning of Religious Moral Values in Early Childhood Using Story-Based Audio Graphic E-Books Chandra Asri Windarsih; Komala Komala
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v10i1.5738

Abstract

This research focuses on developing interactive character learning media to instill religious moral values in early childhood, specifically through story-based audio graphic E-Books. The study addresses key challenges faced by Early Childhood Education  Institutions, including limited access to innovative learning media, low digital literacy among educators, and the lack of engaging approaches in teaching religious morals. Employing a mixed-method design that combines quantitative and qualitative approaches, data were collected through observations, interviews, questionnaires, and evaluation tests involving both learners and educators.The analysis utilized descriptive statistics but also inferential statistics, specifically the paired sample t-test thematic analysis to evaluate the effectiveness of the media. The findings indicate that the use of audio graphic E-Books significantly enhances children’s comprehension of religious moral values, showing up to a 90% increase in understanding compared to conventional methods. Furthermore, children demonstrated greater enthusiasm and participation in the learning process. Notably, 85% of participating educators reported improved digital literacy and greater confidence in integrating technology into their teaching practices.This study contributes to the field of early childhood education by introducing a technology-based, integrative learning model that is adaptable and applicable across various early education settings. The conclusion affirms that story-based audio graphic E-Books serve as effective, engaging, and adaptive media for teaching moral values. The research also highlights the novelty of integrating visual, auditory, and narrative components to enrich children’s learning experiences while simultaneously empowering educators to utilize digital tools more effectively.
MENGENAL DAN MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI MELALUI POLA ASUH ORANG TUA DAN GURU Komala, Komala
Tunas Siliwangi Vol 1 No 1 (2015): Edisi Oktober 2015
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v1i1p31-45.90

Abstract

Isu kemandirian anak-anak dewasa ini mulai terkikis karena anak-anak sekarang memiliki kesibukan yang luar biasa dengan tugas-tugas sekolah, sehingga orang tua sering melayani anak-anaknya. Kenyataanya semua usaha untuk membuat anak menjadi mandiri sangatlah penting agar anak dapat mencapai tahapan kedewasaan sesuai dengan usianya. Orangtua danpendidik diharapkan dapat saling bekerjasama untuk membantu anak dalam mengembangkan kepribadian mereka. Akan tetapi beberapa orang tua tidak tahu bagaimana memberikan pola asuh pada anaknya sehingga dapat membantu dan mengembangkan kepribadian mereka yang mandiri. Karena kemandirian bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh dengan tiba-tiba. Hal inimemerlukan proses panjang yang harus dimulai sejak usia dini. Kunci kesuksesan seorang anak menjadi individu yang mandiri sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah pola asuh orang tua. Oleh sebab itu orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing, membantu dan mengarahkan anak untuk menjadi mandiri. Maka terpikirkandalam makalah ini untuk menyusun materi yang memberikan pedoman menerapkan langsung bagaimana mengenal dan mengembangkan kemandirian anak melalui pola asuh orang tua dan guru di Taman Kanak-Kanak. Makalah yang berjudul Mengenal dan Mengembangkan Kemandirian Anak Usia Dini melalui Pola Asuh dan Orang Tua dan Guru ini diharapkan dapat membantu orang tua dan guru dalam membimbing anak-anaknya untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemandirian anak-anak. Menurut Erikson tugas yang harus diselesaikan pada masa balita adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. Apabila dalam menjalin suatu relasi antara anak dan orang tuanya terdapat suatusikap/tindakan yang baik, maka dapat menghasilkan suatu kemandirian. Tetapi sebaliknya bila orang tua dalam mengasuh anaknya bersikap salah, maka anak dalam perkembangannya akan mengalami sikap malu dan ragu-ragu. Oleh karena itu kemandirian pada anak sangat diperlukan karena dengan kemandirian, anak bisa menjadi lebih bertanggung jawab dalammemenuhi kebutuhannya. Anak-anak yang memiliki kemandirian secara normal akan cenderung lebih positif di masa depannya. Anak yang mandiri cenderung berprestasi karena dalam menyelesaikan tugas–tugasnya anak tidak lagi tergantung pada orang lain. Sehingga anak bisa lebih percaya diri. Rasa percaya diri (adequacy) atau self esteem merupakan perasaandimana anak mempunyai keyakinan tentang dirinya sendiri bahwa ia mempunyai konsep tentang diri sendiri. Perasaan ini dikembangkan dari interaksi dengan orang lain, yakni dari respon orang lain terhadap dirinya. Keyword: Kemandirian, pola asuh orang tua dan guru
STIMULASI MELEJITKAN POTENSI, MINAT DAN BAKAT PADA ANAK USIA DINI komala, komala
Tunas Siliwangi Vol 3 No 2 (2017): VOL 3 NO 2, OKTOBER 2017
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v3i2p181-194.650

Abstract

Setiap anak memiliki potensi, minat dan bakat yang berbeda-beda.  Potensi yang  besar pada setiap anak dapat dikembangkan apabila  distimulasi dengan baik sehingga kemampuan anak semakin meningkat. Anak yang distimulasi dengan cara yang tepat, tentu hasilnya akan lebih  baik.  Dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan stimulasi yang benar. Stimulasi adalah  berbagai rangsangan, seperti kesempatan bermain, fasilitas belajar, atau materi (misalnya cerita atau bacaan), yang dapat memicu anak untuk belajar atau mengolah pengajaran. Potensi  adalah hal-hal spesifik yang ada pada diri anak, yang tampak lebih bila dibandingkan dengan anak seusianya. Minat adalah dorongan yang kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang menjadi keinginannya. Sedangkat bakat adalah adalah sebuah sifat dasar, kepandaian dan pembawaan yang dibawa sejak lahir. Untuk dapat menstimulasi yang tepat terlebih dahulu  orang tua dan guru harus mengetahui potensi anak. Bila potensi  anak sejak awal sudah diketahui, kemungkinan risiko orang tua dan guru dalam memberikan  stimulasi  yang tidak sesuai dengan passion mereka  menjadi berkurang. Stimulasi  yang sesuai dengan bakat dan minat anak pun bisa membuat tumbuh kembang mereka optimal karena dijalani tanpa paksaan. Selain itu, proses stimulasi menjadi lebih mudah diterima karena anak melakukannya bukan semata-mata karena kewajiban melainkan juga sesuatu yang menyenangkan untuk mereka. Munculnya potensi (kemampuan) anak memang bergantung pada rangsangan yang diberikan orangtua dan lingkungan yang mendukung. Karena itu, wajib bagi orangtua dan guru untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi anak sejak dini. Makin dini anak menerima stimulasi akan makin baik. 
Efektivitas Pengembangan Fisik-Motorik Anak Usia Dini melalui Permainan Kreatif (Studi Kuasi Eksperimen pada Anak Kelompok B di TK PHBS dan TK Kartika Kabupaten Bandung Barat) komala, komala
Tunas Siliwangi Vol 4 No 2 (2018): VOL 4 NO 2, OKTOBER 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v4i2p71-76.1243

Abstract

Perkembangan Kecerdasan fisik-motorik anak perlu dikembangkan dengan baik dan benar karena pengembangan fisik motorik berkaitan dengan peningkatan baik secara kuantitatif maupun kualitatif pada fisik anak. Penelitian ini akan membahas mengenai “Efektivitas Pengembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini melalui Permainan Kreatif di TK PHBS Padalarang Kabupaten Bandung Barat”. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengembangan fisik motorik anak di TK PHBS Kabupaten Bandung Barat, permainan kreatif di TK PHBS Padalarang Bandung Barat dan mengetahui bagaimana pengembangan fisik motorik anak melalui permainan kreatif di TK PHBS Kabupaten Bandung Barat. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen, dengan berbentuk Non Equivalent Control Group Design. Secara umum perkembangan fisik motorik anak dapat dikembangkan melalui beberapa permainan diantaranya permainan kreatif. Hasil pretest yang dilakukan terhadap perkembangan fisik motorik, untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang hampir sama yaitu berturut-turut rata-rata sebesar 21,28 dan rata-rata 21,45. Setelah dilakukan program pada kedua kelompok, yakni kelompok eksperimen menggunakan program permainan kreatif, dan kelompok kontrol menggunakan program konvensional, dilakukan postest dan untuk kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata sebesar 30,25 dengan standar deviasi 1,25. Sedangkan untuk hasil postest kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata pengembangan fisik motorik anak 23,35 dengan standar deviasi 2,12. Artinya permainan kreatif dapat meningkatkan kecerdasan fisik motorik. Adanya perbedaan peningkatan pengembangan kecerdasan anak usia dini yang signifikan antara anak yang memperoleh stimulasi permainan kreatif dengan anak yang memperoleh program konvensional. Rata-rata peningkatan pengembangan kecerdasan fisik motorik pada eksperimen yaitu 32,89 lebih besar dibandingkan kelompok kontrol sebesar 22,15, selisih perbedaan tersebut sebesar 10,74. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas pengembangan fisik motorik anak usia dini memperoleh program,permainan kreatif lebih berkembang sangat baik dibandingkan dengan anak yang memperoleh program konvensional.Kata Kunci: Efektivitas, Fisik Motorik, Permainan Kreatif
PELATIHAN PENCIPTAAN KOSTUM TARI KREASI MELALUI PEMBERDAYAAN LIMBAH SAMPAH BAGI GURU PAUD DI PURWAKARTA Santana, Fifiet Dwi Tresna; Komala, Komala; Hendriana, Heris
Tunas Siliwangi Vol 5 No 2 (2019): VOL 5 NO 2, OKTOBER 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v5i2p120-125.1569

Abstract

Tujuan jangka panjang dalam pengadian kepada masyarakat ini adalah untuk mengenalkan kembali nilai-nilai kearifan lokal melalui kegiatan penciptaan kostum tari kreasi serta untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang sadar akan limbah sampah, sehingga pengolahan limbah sampah menjadi barang yang berguna yakni kostum tari kreasi. Tujuan yang ingin dicapai mengoptimalkan pemberdayaan limbah sampah untuk menumbuhkembangkan kesadaran budaya (cultural awarreness), ketahanan budaya (cultural reliance) dan kecerdasan budaya (cultural intelligence) para generasi muda terhadap budayanya sendiri. Metode yang digunakan yakni penelitian dengan pendekatan Lesson Study terhadap guru-guru PAUD di Purwakarta. Observasi, wawancara serta dokumentasi akan dilakukan untuk mendapatkan data mengenai pelatihan penciptaan kostum tari kreasi. Data akan dianalisis dengan beberapa teori yang terkait: pendidikan, sosiologi, antropologi dan psikologi. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan: (1) Produk kreatif model kostum tari kreasi dari sampah limbah; (2) Terbinanya masyarakat yang sadar akan potensi local wisdom; (3) Terbinanya ketahanan budaya bangsa, (4). Terbinanya masyarakat akan sadar sampah limbah.Kata Kunci : Pelatihan, Penciptaan, Kostum Tari Kreasi, Sampah
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN ANAK USIA DINI KELOMPOK B MELALUI METODE OPEN ENDED Rohmalina, rohmalina; Komala, Komala
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p%p.2135

Abstract

In this study the researcher concluded the results of the two groups studied, namely the experimental group and the control group. In the experimental class the researchers gave treatments using the open-ended method, while for the control group the researchers provided treatments using ordinary learning using children's worksheets (LKA). The study began with conducting a pretest and posttest in both groups. The results of this study are that the open-ended method can develop children's abilities in recognizing the concept of numbers (Rohmalina et al., 2021). Based on the results of the independent t-test, the posttest data shows that the p value is 0.01. And 0.01 <0.05 so that Ho is rejected and Ha is accepted, thus the posttest results (after the treatment) are stated to have increased after the treatment was carried out using the open-ended method. 
Analisis Proses Stuffing Activities Pada Perusahaan Furniture di Wilayah Jawa Tengah Shifa Azizah, Erica Fahrani; Komala, Komala; Lubis, Fatimah Malini; Komala
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 12 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i12.1766

Abstract

Globalisasi dan kemajuan teknologi semakin memudahkan pedagang internasional, mendorong pengusaha lokal untuk melakukan ekspor dan impor. Namun kenyataannya, industri furnitur Indonesia semakin terpinggirkan di lingkup internasional. Oleh sebab itu, perlu adanya perhatian terhadap bagaimana industri furtitur Indonesia menjalankan usahanya. Satu hal yang mempengaruhi ekspor furnitur adalah bagaimana pengelolaan rantai pasok atau logistik, salah satunya terkait dengan proses stuffing produk furnitur. Penelitian ini menggunakan metode studi review dengan cara meneliti jurnal-jurnal yang khusus mempelajari pelaksanaan kegiatan stuffing pada perusahaan furnitur di wilayah Jawa Tengah. Sebagai representasi, penelitian ini mencoba mendeskripsikan proses stuffing yang dilakukan oleh beberapa perusahaan furnitur di wilayah Jawa Tengah. Hasil penelitian ini membahas tentang proses stuffing, peralatan dan tenaga kerja yang digunakan, biaya dan waktu yang dibutuhkan, serta inovasi yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan furnitur di wilayah Jawa Tengah untuk menghasilkan proses stuffing yang baik. Kesimpulan yang didapat adalah proses stuffing yang dijalankan oleh beberapa perusahaan furnitur di wilayah Jawa Tengah sudah cukup baik dengan menggunakan bahan dan alat yang standar. Namun, pada beberapa perusahaan dalam proses stuffingnya terdapat melakukan perhitungan manual sehingga kurang optimal dan dapat timbul berbagai permasalahan.