Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Efikasi Diri terhadap Hasil Belajar Blok Emergency Medicine pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Siti Masruroh; Oktadoni Saputra; Rodiani Rodiani; Dwita Oktaria; Nurul Utami
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efikasi diri merupakan keyakinan yang dimiliki oleh individu untuk mampu berhasil dalam mengerjakan suatu hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efikasi diri terhadap hasil belajar blok Emergency Medicine pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari170 mahasiswa angkatan akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan kuisioner General Self Efficacy (GSE) yang terdiri dari 13 item pertanyaan dan data hasil belajar didapatkan dari ujian akhir blok CBT Emergency Medicine. Data penelitian ini dianalisis mengunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 73 (42,9%) responden yang memiliki efikasi diri sedang, 54 (31,8%) responden memiliki efikasi diri tinggi dan 43 (25,3%) responden memiliki efikasi diri rendah. Hasil uji chi square didapatkan nilai p 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri terhadap hasil belajar blok Emergency Medicine pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata Kunci: belajar, efikasi diri, hasil belajar
Hubungan Tingkat Stres Terhadap Motivasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Skripsi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Made Afryan; Oktadoni Saputra; Rika Lisiswanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan keadaan yang sering dijumpai oleh mahasiswa, terutama pada mahasiswa tingkat akhir. Stres dapat mempengaruhi aktivitas mahasiswa dalam berbagai hal, terutama dapat mengarahkan mahasiswa untuk bertindak positif yang bersifat membangun, seperti adanya motivasi mengerjakan tugas atau skripsi, namun dapat pula mengarahkan mahasiswa untuk bertindak negatif, seperti adanya rasa malas dan tidak berminat dalam menyelesaikan skripsi. Penelitian inibertujuan untuk menilai hubungan tingkat stres terhadap motivasi pada mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi, terutama pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional. Sebanyak 174 responden, yang di antaranya adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, mengisi kuesioner tingkat stres dan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) untuk menilai motivasi dalam mengerjakan skripsi. Pada penelitian ini, tingkat stres yang dialami oleh responden yaitu tingkat stres sedang (53,1%),stres ringan (40,7%) dan tingkat stres berat (6,2%). Hampir seluruh responden memiliki motivasi yang tinggi (89,5%) dan sisanya memiliki motivasi rendah (10,5%). Pada uji Kruskal-wallis, didapatkan hubungan bermakna antara tingkat stres terhadap motivasi dengan nilai p=0,0001 (p<0,05).Kata kunci: motivasi, skripsi, tingkat stres.
Hubungan Antara Kualitas Tidur terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Rika Lisiswanti; Rodiani Rodiani; Oktadoni Saputra; Merry Indah Sari; Natasyah Hana Zafirah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan memiliki peran dalam kualitas hidup, kesehatan fisik dan mental. Tidur merupakan aspek penting dalam menjaga ritme sirkadian tubuh. Kurang tidur cenderung menyebabkan gangguan konsentrasi, kelelahan, penurunan produktivitas, dan lain-lain. Tidur juga dapat mempengaruhi cara berpikir, bekerja, belajar, dan bergaul dengan orang lain sehingga, dapat mempengaruhi mahasiswa terutama terhadap hasil belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan hasil belajar mahasiswa angkatan 2013 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (PSPD FK Unila). Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sebanyak 169 responden penelitian diminta untuk mengisi kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengetahui kualitas tidur. Hasil belajar didapatkan dari hasil ujian blok Emergency Medicine. Data yang telah diperoleh, kemudian dilakukan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji statistik Mann Whitney.Berdasarkan analisis univariat, didapatkan sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik Mann Whitney didapatkan hasil yaitu terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur terhadap hasil belajar mahasiswa dengan nilai p<0,05.Kata kunci: hasil belajar, kualitas tidur, mahasiswa kedokteran.
Karakteristik Hasil Pemeriksaan Darah Tepi Pasien Typhoid Fever Pada Anak. Muhammad Yazid Daradjat; Oktadoni Saputra; Liana Sidharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh mikroorganisme Salmonella typhii yang masihmenjadi masalah kesehatan masyarakat, dimana kasusnya tersebar merata di seluruh Indonesia, terutama kelompok usia 319 tahun. Demam tifoid dapat didiagnosis berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan serologis (tes Widal, tes TUBEX, metode EIA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), metode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) dan tes dipstik), uji kultur melalui isolasi bakteri, dan uji molekuler (Polymerase Chain Reaction (PCR)) dapat mendukung diagnosis demam tifoid. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, dilakukan pemeriksaan kultur darah. Namun, pemeriksaan kultur darah membutuhkan beberapa hari untuk mengetahui hasilnya. Pemeriksaan darah tepi dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan murah untuk mengkonfirmasi dugaan tifoid. Pada pasien anak dengan demam tifoid dapat terjadi abnormalitas hasilpemeriksaan darah tepi, terutama anemia, leukopenia, dan trombositopenia. Hal tersebut dikarenakan adanya penekanan pada sumsum tulang belakang yang merupakan salah satu organ utama dalam myelopoiesis oleh endotoksin dari bakteri Salmonella typhii. Salmonella typhi termasuk pada golongan bakteri gram negatif yang dapat menghasilkan endotoksin pada dinding luar yang berupa lipopolisakarida di sumsum tulang yang merupakan organ utama dalam myelopoiesis.Terjadinya endotoksinemia akan merangsang hiperaktivitas vaskular dan pelepasan katekolamin yang menyebabkan nekrosis fokal dan perdarahan, sehingga berakibat penurunan jumlah neutrofil, sel darah merah, hemoglobin, leukosit dan trombosit. Kata Kunci: Tifoid, Pemeriksaan Darah Tepi, Salmonella typhii, Endotoksin, Sumsum Tulang Belakang, Anak.  
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan, Air yang Dikonsumsi, dan Kualitas Jamban terhadap Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Way Halim II Kota Bandar Lampung Lariza Serafina Tobroni; Oktadoni Saputra; Bayu Anggileo Pramesona; Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp313-323

Abstract

Penyakit diare termasuk dalam kategori infeksi yang hingga kini masih menjadi isu kesehatan global, terutama pada balita. Faktor lingkungan, seperti pola mencuci tangan yang tidak benar, pemakaian air yang tidak layak konsumsi, dan kualitastoilet yang tidak sesuai dengan standar kesehatan bisa memperbesar kemungkinan terjadinya diare. Studi ini memiliki tujuanuntuk memahami keterkaitan antara pola mencuci tangan, air yang dikonsumsi, serta kualitas toilet mengenai kasus diare dan mengetahui faktor dominan yang berperan dalam kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Way Halim II, Kota Bandar Lampung. Studi dilakukan di Kelurahan Way halim permai yang merupakan wilayah kerja dari Puskesmas Way Halim II dan memakai rancangan cross-sectional dengan metode simple random sampling. Informasi diperoleh melaluiobservasi mandiri dam pengumpulan data lewat wawancara menggunakan kuesioner yang telah teruji keabsahan dan konsistensinya. Analisis data mencakup univariat, bivariat, dan multivariat dengan penerapan uji chi-square dan regresilogistik biner. Analisis univariat menunjukkan sebesar 40,7% responden mengalami diare, 37,7% responden memilikikebiasaan mencuci tangan tidak baik, 46,6% responden mengonsumsi air yang tidak bersih, 14,2% responden memilikikualitas jamban yang tidak bersih. Temuan analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan bermakna antara pola mencucitangan (nilai p = <0,001), jenis air yang dikonsumsi (nilai p = 0,036), dan mutu jamban (nilai p = 0,003) dengan kejadiandiare pada balita. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel mutu jamban adalah faktor paling dominan (OR: 5,138). Ada keterkaitan antara pola mencuci tangan, jenis air yang dikonsumsi, dan mutu jamban dengan kejadian diare pada balita, di mana kualitas jamban menjadi faktor utama penyebab diare di area kerja Puskesmas Way Halim II Kota Bandar Lampung. Kata kunci: air yang dikonsumsi, diare, kualitas jamban, mencuci tangan
KORELASI IPK SARJANA DAN TRY OUT AIPKI DENGAN NILAI COMPUTER-BASED TEST UJI KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM PROFESI DOKTER PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG Chalida, Aprilly Adlina; Oktafany, Oktafany; Oktadoni Saputra; Nabilla, Nabilla
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1792

Abstract

The Medical Professional Competency Examination (UKMPPD) is a national assessment designed to ensure the quality and competence of medical graduates in Indonesia. The high proportion of retakers in the Computer-Based Test (CBT) UKMPPD at several institutions, including the Faculty of Medicine, University of Lampung, highlights the need to identify academic factors associated with examination success, such as undergraduate Grade Point Average (GPA) and AIPKI Try-Out scores. This study aimed to analyze the correlation between undergraduate GPA and AIPKI Try-Out scores with CBT UKMPPD results among medical professional program students at the Faculty of Medicine, University of Lampung, during the February 2024–August 2025 period. This study employed a descriptive-analytic design with a cross-sectional approach. Secondary data were obtained from the academic office of the Faculty of Medicine, University of Lampung. A total of 361 students who met the inclusion and exclusion criteria were included in the analysis. Data were analyzed using descriptive and bivariate methods with correlation tests. The results showed that the mean undergraduate GPA was 3.26, the mean AIPKI Try-Out score was 56.77, and the mean CBT UKMPPD score was 78.77. Statistical analysis demonstrated a strong positive correlation between undergraduate GPA and CBT UKMPPD scores (r = 0.637; p = 0.001), as well as between AIPKI Try-Out scores and CBT UKMPPD scores (r = 0.741; p = 0.001).
DUAL OREXIN RECEPTOR ANTAGONIST (DORA) SEBAGAI TERAPI INSOMNIA: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Dianda Faradiba Wardani; Oktafany, Oktafany; Anisa Nuraisa Jausal; Oktadoni Saputra
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1832

Abstract

Insomnia affects more than 852 million adults worldwide and 43.7% of individuals aged ≥19 years in Indonesia, highlighting the need for effective and safe therapy. Benzodiazepines and Z-drugs are commonly used but are associated with risks of tolerance and dependence. Dual orexin receptor antagonists (DORAs) have emerged as a more selective therapeutic alternative. A systematic literature review was conducted using PubMed and Google Scholar, focusing on meta-analyses of suvorexant, lemborexant, and daridorexant. Suvorexant improved subjective total sleep time (MD −19.10), subjective time to sleep onset (MD −8.23), and subjective wake after sleep onset (MD −6.45). Lemborexant at doses of 5–10 mg was effective in improving wake after sleep onset (MD −19.90; −22.24) and sleep onset latency (MD −9.23; −12.56). Daridorexant at doses of 25–50 mg reduced wake after sleep onset (MD −0.30; −0.53) and latent persistent sleep (MD −0.30; −0.53). Adverse effects of DORAs include somnolence, daytime sleepiness, fatigue, abnormal dreams, and nasopharyngitis. Overall, DORAs demonstrated significant effectiveness on subjective sleep parameters compared with control groups, with variations in effect size and safety profiles. DORAs may be considered effective and safe treatments for insomnia, with drug and dose selection tailored to clinical needs.
Peran Identitas Profesional dalam Adaptasi Mahasiswa Kedokteran di Kepaniteraan Klinik: Tinjauan Literatur Aina Wijdan Chairunisa; Rika Lisiswanti; Septia Eva Lusina; Oktadoni Saputra
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i2.9855

Abstract

Pendidikan kedokteran tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan klinis tetapi juga pada aspek profesionalisme, salah satunya adalah identitas profesional sebagai dasar dalam menjalankan peran sebagai dokter. Identitas profesional berperan penting dalam membantu mahasiswa kedokteran beradaptasi dengan lingkungan kepaniteraan klinik yang kompleks dan penuh tuntutan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji peran identitas profesional dalam mendukung adaptasi mahasiswa kedokteran di lingkungan klinik. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menganalisis 20 artikel yang diperoleh melalui basis data Google Scholar dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2016–2025. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan identitas profesional serta keterkaitannya dengan kemampuan adaptasi mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa identitas profesional terbentuk melalui interaksi antara faktor individu, lingkungan pembelajaran klinik, pengalaman emosional, dan interaksi sosial. Identitas profesional yang berkembang secara optimal berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi mahasiswa, termasuk dalam hal pengelolaan tekanan, kepercayaan diri, dan kemampuan berinteraksi dalam praktik klinik. Dengan demikian, pembentukan identitas profesional menjadi aspek penting dalam pendidikan kedokteran untuk mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi lingkungan klinik.