Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA PERAWAT ICU DI RUMAH SAKIT TIPE C WILAYAH SEMARANG DAN PATI Harsiwi, Eny Dwi; Kristiana, Ika Febrian
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.187 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan problem focused coping pada perawat ICU di Rumah Sakit Tipe C wilayah Semarang dan Pati. Populasi berjumlah 85 orang dan sampel penelitian 55 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala problem focused coping (25 aitem, α = 0,917) dan skala kecerdasan emosional (41 aitem, α = 0,922). Hasil analisis regresi menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan problem focused coping (r=0,382 ; ρ = 0,002), berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin tinggi problem focused coping. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional, maka semakin rendah problem focused coping. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 14,6 % terhadap Problem focused coping.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 4 KENDARI Marsuq, Alfira faradila; Kristiana, Ika Febrian
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.645 KB)

Abstract

This study aims to determine the relationship between perceptions of father's involvement in parenting with self-concept in students of class X SMK Negeri 4 Kendari. The hypothesis of the proposed research is there is a positive relationship between perceptions of father's involvement in parenting with self-concept in the students of class X SMK Negeri 4 Kendari. The population in this study are students of class X SMK Negeri 4 Kendari as many as 284 students with 157 students of research sample. This research uses cluster random sampling technique. Methods of data collection using psychological scale, namely the scale of perception of father's involvement in parenting and the scale of self-concept. The perception scale of father involvement in nurturing consists of 39 valid aitems (α = 0.925) and self-concept scales consisting of 23 valid items (α = 0.834) that have been tested on 114 students. Data analysis was done by simple regression analysis method. The result of data analysis show correlation coefficient (rxy) = 0,476 at P = 0,000 (p <0,05). This means that the hypothesis of this research is accepted that there is a positive relationship between perceptions of father's involvement in parenting with self-concept. Effective contribution of the perception of father's involvement in self-care is 22.7% while 77.3% comes from other factors not revealed in this research. 
“To be meaningful”, Pengasuhan Ayah yang Memiliki Anak Paraplegia Ika Febrian Kristiana
Wacana Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v13i2.218

Abstract

Menjadi ayah dari anak berkebutuhan khusus (i.e paraplegia) menjadi bagian dari peran yang tidak bisa dihindari oleh beberapa orang. Pengalaman yang berbeda dalam menjalankan peran pengasuhan bagi ayah dengan anak paraplegia menarik untuk diketahui. Studi fenomenologi ini akan digambarkan secara detil bagaimana pengalaman pengasuhan ayah dengan anak paraplegia. Sebanyak 3 orang ayah dilibatkan sebagai partisipan penelitian. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan data dari partispan. Analisis secara fenomenologi psikologis mengikuti prosedur dari Moustakas (1994) menghasilkan 7 sintesis tema. Esensi pengalaman pengasuhan ayah digambarkan dengan pergeseran respon-respon psikologis (emosi, kognitif, dan perilaku) menjadi lebih positif dan adaptif setelah melalui situasi penuh tekanan saat menerima diagnosa anak. Pergeseran respon psikologis positif cenderung cepat dilakukan ayah. Pengalaman pengasuhan terhadap anak paraplegia membentuk pemaknaan peran yang khas oleh ayah. Dimana pemaknaan tersebut ditentukan antara lain oleh: religiusitas, dukungan keluarga besar, kerjasama dnegan pasangan, kondisi ekonomi, fasilitas kesehatan, dan sikap masyarakat.
Self-compassion dan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak dengan hambatan kognitif Ika Febrian Kristiana
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.068 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i1.3415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara self-compassion dengan stress pengasuhan pada ibu yang memiliki anak dengan hambatan kognitif. Self-compassion atau mengasihi diri yang terdiri dari aspek self-kindness, common humanity dan mindfulness menjadi modal bagi seseorang untuk mengatasi emosi negatif sehingga dapat melahirkan upaya yang positif dalam menghadapi stresor termasuk dalam stresor dalam pengasuhan terhadap anak yang memiliki hambatan kognitif. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara self-compassion dengan stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak dengan hambatan kognitif. Sebanyak 65 ibu dengan anak hambatan kognitif usia sekolah dasar (SD) dipilih secara simpel random di SLB X. Skala self-compassion (26 item, α = .89) dan skala stress pengasuhan ibu (35 item, α = .92) digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis regresi menunjukkan r = -.503(p< .05), yang berarti bahwa terdapat hubungan antara self-compassion dengan stress pengasuhan ibu. Self-compassion memberikan sumbangan efektif sebesar 25.3% terhadap stress pengasuhan ibu, sedangkan 74.7% dipengaruhi oleh variabel selain self-compassion yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Self-Compassion, Stres Pengasuhan, Hambatan Kognitif This study aims to test empirically the relationship between self-compassion with parenting stress in mothers of children with intellectual/ cogniitive disability (ID). Self compassion consistingthree aspects there are self-kindness, common humanity and mindfulness become a capital for a person to overcome negative emotions that can generate positive efforts in facingparental stressor especially parental for children with ID. The hypothesis was negative relationship between self-compassion and parenting stress in mothers of children with ID. A sixty-five (65) mothers with ID’s children of primary school age in Special school (SLB) X were selected by simple random. self-compassion scale (26 items, α = .89) and maternal parenting stress scale (35 items, α = .92) were used as an instrument for collecting data. The result showed R value = -.503 (p <.05), which means that there was a relationship between selfcompassion and parental stress among mothers of ID’s children. Self compassion contributedeffectively amount 25.3% towardmaternal stress, while 74.7% was influenced by others. Keywords: self compassion, parental stress, cognitive/ intellectual disability (ID)
It’s OK Not To Be OK : Pengalaman Psikologis pada Perawat yang Menangani Pasien Covid-19 Ika Febrian Kristiana
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 18, No 1 (2022): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v18i1.4255

Abstract

The Covid-19 outbreak in Indonesia has had a psychological impact on nurses as the vanguard of handling Covid-19. Psychological hazards to nurses must receive attention because they affect the quality of health services provided. This study aims to describe the psychological experiences of nurses in dealing with Covid-19 patients. A phenomenological qualitative approach is used to describe the experience of nurses. Four participants who agreed to have been involved in this study and were interviewed in-depth online. Data analysis was carried out following procedures from psychological phenomenology (Moustakas, 1994). The results of the analysis show that there is a negative psychological response at the beginning of carrying out Covid-19 handling tasks, including anxiety, fear, and sadness to cause psychosomatic problem. Performing adaptive stress coping (Problem-focused) makes the psychological response of nurses more positive despite the fluctuations and contradictions of emotion-cognition in subsequent experiences, for example: tired vs proud, longing vs sad. Several things that determine the positive psychological experience of nurses include coping strategies; personal protective equipment, hospital facilities, welfare improvement, family support, and community compliance with health protocols. The social stigma that Covid-19 nurses can transmit the virus creates an attitude of rejection from the community. Thus, the results of this study can be considered in developing psychological interventions for nurses and psychosocial policies to educate the public.
Validation of the Indonesian Version of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS): A Rasch Model Approach Wiwik Sulistiani; Fajrianthi Fajrianthi; Ika Febrian Kristiana
Jurnal Psikologi Vol 21, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jp.21.1.89-103

Abstract

Scale adaptation in different cultures is needed to ensure that the scale measures the intended target. The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) has been adopted in several countries, but no Indonesian language adaptation has been made so far. This study aims to test the construct validity of the Indonesian MSPSS that measures one’s level of social support. Rasch analysis was used to examine the psychometric properties of the scale. The subject in this study was 495 Indonesian marine cadets with an average age of 19.32 (41% Engineering, 52.7% Nautical, and 5.5% Electro). In terms of gender, 94.3% were male and 5.7% female. Findings from the Rasch analysis support the one-dimensionality of the 12-items MSPSS in measuring marine cadets’ level of social support. This finding differs from similar MSPSS studies that show the scale’s structure to be multidimensional. The 12-items MSPSS showed excellent internal consistency (person-item interaction index = .85) and fulfilled all the Rasch model requirements. No item misfit was detected from the MNSQ score (.5 < MNSQ < 1.5). Also, there was no item bias based on gender was detected from the scale (.0949 - .9687) > .05. Future studies are advised to test the scale with different samples to further confirm this study’s findings.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN STRES PENGASUHAN ISTRI YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL RINGAN DAN SEDANG Josephine Clarissa Purnomo; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.779 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15392

Abstract

Retardasi mental adalah ketidakmampuan kognitif yang mempengaruhi tingkat kecerdasan secara menyeluruh, seperti kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial. Kehadiran anak yang mengalami retardasi mental memunculkan dinamika kehidupan keluarga yang kompleks dan lebih berat, yang mengakibatkan munculnya stres pengasuhan terutama pada ibu. Dukungan suami diperlukan untuk mengurangi dampak stres pada istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan stres pengasuhan istri yang memiliki anak retardasi mental ringan dan sedang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara dukungan sosial suami dan stres pengasuhan istri. Subjek penelitian adalah 65 ibu dengan anak retardasi mental ringan dan sedang yang bersekolah di tiga SLB di Semarang yang dipilih melalui simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial Suami (33 aitem, α = 0,903) dan Skala Stres Pengasuhan Istri (35 aitem, α = 0,916). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana yang menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,503 dengan p = 0,000 (p<0,01), maka ada hubungan negatif antara variabel dukungan sosial suami dengan stres pengasuhan istri. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi dukungan sosial suami, maka semakin rendah stres pengasuhan istri dan sebaliknya. Dukungan sosial suami memberikan sumbangan sebesar 25,3% terhadap stres pengasuhan istri.
HUBUNGAN ANTARA INTENSI BERMEDIA SOSIAL DENGAN PROKRASTINASI SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Riyandita Destiana; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.27 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15044

Abstract

Prokrastinasi merupakan salah satu konstruk psikologi yang membahas perilaku menunda untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas (dalam hal ini adalah skripsi). Mengerjakan aktivitas lain yang lebih menyenangkan, misalnya bermedia sosial dimungkinkan dapat mempengaruhi perilaku prokrastinasi skripsi pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensi bermedia sosial dengan prokrastinasi skripsi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang.Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 132 mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi selama minimal dua semester. Jumlah sampel penelitian sebanyak 101 mahasiswa yang diambil dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala prokrastinasi skripsi (34 aitem valid, α = 0,943) dan skala intensi bermedia sosial (27 aitem valid, α = 0,905). Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Brown, menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,134 dengan signifikansi sebesar 0,182 (p > 0,05) yang dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara intensi bermedia sosial dengan prokrastinasi skripsi atau hipotesis ditolak.
JEJAK PSIKOLOGIS REMAJA DAN PEMBUNUHAN Penelitian Studi Kasus Pembunuhan yang Dilakukan oleh Remaja Narapidana di Lapas Kedung Pane Semarang Widyatmoko Cikal; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.605 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7624

Abstract

Tindak kejahatan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh remaja tidaklah terjadi begitu saja. Terdapat proses mekanisme psikologis yang berperan dalam pembunuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena kejahatan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh remaja yang merupakan seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane Semarang. Subjek adalah seorang narapidana remaja yang melakukan tindak kejahatan pembunuhan berencana di Semarang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumen. Analisa data menggunakan analisa deskriptif Hasil penelitian menggambarkan bahwa mekanisme psikologis yang terjadi dalam fenomena pembunuhan yang dilakukan oleh remaja terdiri dari dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kepribadian, kemampuan berpikir, dan kondisi emosional. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan pergaulan, tingkat pendidikan, dan stimulus dari korban itu sendiri.
KECERDASAN EMOSI DAN KONFLIK PERAN GANDA PADA DOSEN WANITA DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Fatimah Al Shofa; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.381 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14312

Abstract

Dosen wanita yang telah menikah dan berkeluarga, mempunyai peran ganda, yaitu peran sebagai dosen dan peran sebagai ibu rumah tangga. Tuntutan peran di satu bidang mengganggu tuntutan peran di bidang lainnya. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk memotivasi diri sendiri dan dapat bertahan menghadapi frustasi sehingga dapat mengatasi emosi negatif yang muncul dan mengurangi terjadinya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosional dengan konflik peran ganda pada dosen wanita yang sudah berkeluarga. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen wanita di Universitas Diponegoro. Sampel penelitian berjumlah 80 orang dosen wanita yang sudah berkeluarga dan minimal memiliki satu orang anak yang diperoleh melalui teknik sampling cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah Skala Konflik Peran Ganda (23 aitem; α = 0,836) dan Skala Kecerdasan Emosi (27 aitem; α = 0,868). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan negative yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan konflik peran ganda (r = -0,541; p < 0,001). Sumbangan efektif kecerdasan emosi terhadap konflik peran ganda sebesar 29,3%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain sebesar 70,7% yang ikut mempengaruhi konflik peran ganda yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.