Articles
PENGALAMAN MAHASISWA/I BARU DALAM MELAKUKAN REGULASI DIRI : SEBUAH PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS (IPA)
Shiela Rizqia Nurulisya;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.276 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7616
Tujuan studi fenomenologis ini adalah untuk memahami pengalaman mahasiswa/i baru dalam melakukan regulasi diri.Dalam penelitian ini regulasi diri didefinisikan sebagai proses yang ada dalam diri seseorang untuk mengontrol, mengatur, menentukan aksi dan target untuk diri sendiri. Dalam hal ini, diri sendiri berusaha menguasai impuls tingkah lakunya, melawan godaan, mengendalikan pikiran, dan mengelola emosinya. Pendekatan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpretative Phenomenologycal Analysis (IPA).Metode ini dipilih karena adanya prosedur yang rinci dalam menganalisis data.Prosedur yang rinci tersebut menghasilkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang, pengalaman, peristiwa unik, dan pemikiran tersendiri yang dimiliki subjek melalui wawancara.Subjek penelitian ini berjumlah empat orang yang berstatus sebagai mahasiswa/i baru Universitas Diponegoro. Peneliti menemukan bahwa dampak yang didapat dari perubahan setelah menjadi mahasiswa/i baru adalah wujud hasil pengalaman subjek melakukan regulasi diri dalam kesehariannya.Temuan ini didasari melalui pengalaman dari kehidupan subjek sebelum masuk Perguruan Tinggi (PT), proses subjek merespon perubahan, motivasi yang dimiliki subjek, dan dampak yang didapat dari perubahan setelah menjadi mahasiswa/i baru.Tema-tema tersebut telah menjadi kesatuan dalam memahami pengalaman mahasiswa/i baru dalam melakukan regulasi diri secara utuh.
SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PENARI STUDIO SENI AMERTA LAKSITA SEMARANG
Nimas Ayu Nawangsih;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1049.281 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7605
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran subjective well-being pada penari studio seni Amerta Laksita Semarang. Subjective well-being menjadi hal yang menarik untuk dilihat pada profesi penari, dikarenakan berkaitan dengan evaluasi kognitif dan afektif penari terhadap profesi yang dijalaninya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Subjek dalam penelitian adalah tiga orang penari studio seni Amerta Laksita Semarang, dan berusia 20-30 tahun. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam (depth interview). Hasil wawancara mendalam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip dan dianalisis dengan pendekatan fenomenologis. Temuan dari penelitian ini bahwa gambaran subjective well-being pada penari studio seni Amerta Laksita terlihat dari adanya afek positif dan kepuasan hidup. Faktor yang berpengaruh terhadap subjective well-being pada penari studio seni Amerta Laksita Semarang, meliputi faktor regulasi emosi, hubungan interpersonal yang intim, dukungan sosial keluarga, serta faktor ekonomi.
LIFE REVIEW OF ‘TERRORIST’
Ariska Soraya;
Yeniar Indriana;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.323 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7534
Terorisme sering digunakan untuk menggambarkan berbagai tindak kekerasan dari pertengkaran domestik untuk kekerasan geng hingga ke pembunuhan di tempat kerja Bias dalam penggunaan istilah terorisme sering terjadi karena adanya ketidak sepakatan dan ketidakjelasan para ahli mengenai fenomena terorisme. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui gambaran Life review pada ‘teroris’. Life review adalah proses meninjau kembali masa lalu mulai dari masa kanak-kanak hingga masa sekarang dan mencari makna penting yang didapat kemudian memutuskan nilai-nilai yang masih dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui wawancara mendalam yang didukung dengan materi audio visual dan dokumen pendukung. Penelitian ini dilakukan kepada dua subjek yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan proses heuristik phenomenological analyses (Moustakas, 1994). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran yang menonjol dari life review ‘teroris’ adalah makna akan jihad yang masih dipegang oleh subjek. Bagi subjek jihad adalah perintah Agama dan wujud solidaritas terhadap sesama muslim. stigma dari masyarakat mengenai identitas sebagai teroris tidak dapat merubah keyakinan dan identitas sebagai mujahid. Life review dapat memunculkan penguatan keyakinan dalam diri individu. Seseorang yang mengalami krisis akan mengevaluasi kembali peristiwa-peristiwa dan nilai-nilai yang relevan sebagai penguat motivasi jihad dan identitas sosial. Identitas yang ditemukan ketika masa remaja menjadi dasar bagi pembentukan identitas sosial.Peristiwa di masa lalu dimaknai secara positif sebagai penguatan keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dianut. Peristiwa yang sudah terjadi membentuk individu di masa depan. Kekecewaan dan kegagalan di masa lalu di atasi dengan hikmah atau manfaat yang dapat diambil untuk masa sekarang dan masa depan.
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA KELAS XI SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG
Rissa Rizki Ayudhia;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.311 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15041
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hardiness dengan perilaku prososial pada siswa kelas XI SMA Islam Hidayatullah Semarang.Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif dan signifikan antara hardiness dan perilaku prososial.Subjek penelitian adalah 86 siswa kelas XI SMA Islam Hidayatullah Semarang. Alat ukur yang digunakan adalah skala hardiness (27 aitem α = .889) dan skala perilaku prososial (27 aitem, α = .904). Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara hardiness dengan perilaku prososial (r=0.596 ; p< .001). Artinya semakin tinggi hardiness yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi perilaku sosialnya.Hardiness memberikan sumbangan efektif sebesar 35.5% terhadap perilaku prososial. Perilaku prososial siswa perlu dipertahankan, salah satu caranya adalah dengan bantuan kegiatan-kegiatan rutin sekolah yang mengasah kemampuan anak dalam melakukan tindakan menolong.
PERCEPTION DIFFERENCES OF LIBRARY SERVICE QUALITY AT STUDENTS OF COMPUTER SCIENCE FACULTY AND STUDENT OF ECONOMICS & BUSINESS FACULTY DIAN NUSWANTORO UNIVERSITY SEMARANG
Silya Dewi;
Kartika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.97 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7432
Currently, the use of the college library by students felt less. The development of a library can be seen from the service, because the success of the service is the ultimate goal to be achieved by the library. Whether or not the service quality is influenced by the perception of each user. This study aimed to determine whether or not differences in perceptions of library service quality at students of computer science faculty and economics & business faculty Dian Nuswantoro University Semarang.Population was students in the years 2010-2012 of computer science faculty and economics & business faculty who had ever visited the library of the Dian Nuswantoro University. Subjects was 60 people acquired through accidental sampling technique. Retrieval of data using a scale of perceptions of library service quality consisting of 33 aitem (α = 0.919).Processing data using Independent Samples t-Test, the value generated t = -2.130 and significance 0,041 (p <0,05). It means there are differences in the perception of library service quality at students of computer science faculty and economics & business faculty, so the hypothesis is accepted. Perceptions of library service quality at economics & business students is more positive than computer science students which is 97,40> 91,50.
“Ini Duniaku...”
Liza Azizah;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.122 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7546
Autis merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai oleh adanya kelainan perkembangan seperti komunikasi, interaksi sosial, perilaku yang terbatas dan berulang yang muncul sebelum usia 3 tahun sehingga membuat orangtua khususnya pada seorang ibu membutuhkan penyesuaian sosial yang tersendiri. Penyesuaian sosial merupakan suatu proses dimana seorang individu berusaha untuk menempatkan dirinya sesuai dengan lingkungan sosial sehingga mengakibatkan terjadinya interaksi timbal balik antara dirinya dengan lingkungan maupun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan memberikan gambaran tentang pengalaman pada ibu yang memiliki anak autis dalam melakukan penyesuaian sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 orang dengan karakteristik ibu yang memiliki anak autis tanpa disertai dengan gangguan penyertaan lainnya dan juga anak autisnya berumur tidak lebih dari 10 tahun. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa ibu dengan anak autis menerima kondisi anak yang kemudian membantu ibu dalam berinteraksi atau berespon secara adaptif terhadap lingkungan sosialnya. Faktor yang berperan dalam penyesuaian sosial pada ibu yang memiliki anak autis adalah keyakinan tentang masa depan anak, peran dan dukungan pasangan serta pemenuhan needs of love baik dari keluarga maupun dari pasangan, sedangkan untuk faktor penghambat penyesuaian sosial antara lain pandngan negatif dari masyarakat awam.
PERBEDAAN CITRA TUBUH PADA MAHASISWI FAKULTAS EKSAKTA DAN FAKULTAS NON-EKSAKTA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Inti Pramestiwani Kusuma Ayu;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.348 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7406
Citra tubuh adalah penilaian seseorang terhadap ukuran tubuhnya, berat ataupun aspek tubuh lain yang termanivestasi dalam bentuk persepsi, pikiran, dan perasaan tentang tubuhnya yang mengarah kepada perilaku menunjukkan penampilan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan citra tubuh pada mahasiswi fakultas eksakta dan mahasiswi fakultas non-eksakta tahun kedua Universitas Diponegoro Semarang.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Proportional Cluster Random Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Sampel terdiri dari 236 mahasiswi tahun kedua fakultas eksakta dan fakultas non-eksakta Universitas Diponegoro. Metode pengumpulan data yaitu dengan memberikan skala kepada subjek penelitian dan memberi instruksi untuk mengisi skala citra tubuh.Hasil dari penelitian ini ditemukan nilai signifikansi p=0,099 (p>0,05) yang mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan pada citra tubuh mahasiswi fakultas eksakta dengan mahasiswi fakultas non-eksakta di Universitas Diponegoro Semarang.
KEPEMIMPINAN DALAM SETTING INSTANSI PENDIDIKAN TINGGI Sebuah Studi Kasus pada Pemimpin/ Rektor Universitas Negeri Makassar
Ainun Nida Rifqi;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.191 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15089
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepemimpinan seorang rektor Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kepemimpinan seorang Rektor Universitas Negeri Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Subjek penelitian merupakan seorang Rektor Universitas Negeri Makassar yang menjabat selama 2 periode dari tahun 2008-2012 dan 2012-2016, subjek didapatkan melalui teknik purposif. Penelitian ini menggunakan analisis data Creswell. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, subjek merasa bahwa jabatan yang diamanahkan kepada dia saat ini merupakan campur tangan Tuhan dan adanya kemauan pada diri subjek. Pengalaman karir yang dilalui subjek sebelum menjadi rektor cukup panjang atau cukup beragam. Gaya kepemimpinan demokratis yang digunakan subjek cukup efektif diterapkan di Universitas Negeri Makassar. Subjek yang mempunyai latar belakang budaya Makassar mampu mengetahui karakteristik mahasiswa dan bawahan yang mempunyai mayoritas latar belakang budaya yang sama. Latar belakang budaya yang sama mempengaruhi pengambilan keputusan subjek dalam menerapkan strategi-strategi pemecahan masalah. Pola komunikasi yang diterapkan subjek hanya berjalan lancar pada salah satu golongan saja, sementara golongan lain merasa subjek kurang dalam berkomunikasi. Resolusi konflik yang digunakan kedua belah pihak yang terlibat konflik yaitu mahasiswa dan pihak kampus, pada awalnya menggunakan metode tanpa kekerasan tetapi setelah berjalannya waktu metode ini selalu berujung dengan tindakan agresi fisik sehingga tidak jarang pihak kampus menggunakan pihak ketiga yaitu pihak kepolisian untuk menangani konflik ini.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN INTENSI BERMEDIA SOSIAL PADA SISWA SMA NEGERI 11 SEMARANG
Annabel Shahnaz Hidayat;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.619 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15442
Perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia memberikan dampak baik positif dan negatif. Dampak positif yang terjadi adalah semakin update terhadap informasi terbaru. Akan tetapi, dampak negatifnya yaitu kesalahan dalam penggunaan media sosial yang menyebabkan timbulnya konflik. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan intensi bermedia sosial. Kecerdasan emosional yang tinggi merupakan hal penting karena akan memengaruhi perilaku bermedia sosial dengan tepat. Subjek penelitian terdiri dari 300 siswa SMA kelas X dan XI yang memiliki minimal dua media sosial serta aktif menggunakan media sosial. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecerdasan Emosional (31 aitem, α = 0,889) dan Skala Intensi Bermedia Sosial (22 aitem, α = 0,895). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan intensi bermedia sosial (rxy = -0,287; p < 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah intensi bermedia sosial. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan sebesar 8,2% terhadap intensi bermedia sosial. Intensi bermedia sosial siswa SMA Negeri 11 Semarang sebagian besar berada pada kategori rendah (N=202;67,33%) dan kecerdasan emosionalnya sebagian besar berada pada kategori tinggi (N=212;70,67).
PENGALAMAN FANATISME PADA PENGGEMAR AKIHABARA (AKB) GRUP
Rangga Anggara;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.997 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19735
Menjadi penggemar dari suatu grup adalah salah satu pilihan hidup individu. Salah satu hal yang biasa dilakukan penggemar adalah perilaku fanatisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan perspektif fenomenologis yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman fanatisme pada penggemar salah satu idol group di Jepang, yaitu AKB grup. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Subjek diambil dengan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik eksplikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki pengalaman fanatisme yang berbeda. Awal dikenalkan AKB grup oleh kakak atau temannya, ketiga subjek memiliki penilaian masing-masing terhadap AKB grup dan evaluasi dilakukan sebelum subjek memutuskan untuk menjadi penggemar AKB grup, setelah itu ketiga subjek mengambil keputusan untuk menjadi penggemar AKB grup. Jumlah anggota AKB grup yang banyak membuat subjek memilih idola yang disukai, ketiga subjek memiliki ketertarikan interpersonal yang berbeda dalam memilih idola favoritnya, perbedaan subjek perempuan dan subjek laki-laki dalam memilih idolanya yaitu subjek perempuan cenderung melihat bagaimana sikap yang dimiliki idolanya, sedangkan subjek laki-laki cenderung memiliki ketertarikan fisik. Pengalaman subjek menjadi penggemar AKB grup mendapatkan berbagai pengaruh dari lingkungan sekitarnya, dimana pengaruh tersebut membuat ketiga subjek mengkonstruk ulang bagaimana menjadi penggemar yang baik. Perubahan dalam mendukung idolanya dirasakan ketiga subjek, hal tersebut didapat saat subjek bertemu dengan berbagai teman sesama penggemar, reaksi lingkungan sekitar, dan kemampuan diri setiap subjek tentang mendukung idolanya.