Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PERENCANAAN BACKFILLING KOLAM BEKAS TAMBANG PIT 1 PADA PT SURYA JAYA ENERGY DESA SELALSELILAU KEC. KARANG BINTANG KAB. TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN Diyat Kesuma Alam; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.732

Abstract

Saat ini terdapat void seluas 1.9 ha di Pit 1. Rencana PT Surya Jaya Energy (SJE) melakukan penambangan kembali pada Pit 1A untuk mengurangi luasan void di Pit 1 dengan merencanakan dewatering genangan air bekas tambang, merencanakan pengupasan, penggalian, pemindahan tanah penutup dan merancang penimbunan kembali (backfilling) Pit 1, menghitung kebutuhan alat gali muat dan angkut pada penambangan pit 1A, penataan lahan reklamasi bekas tambang, dan mendapatkan gambaran topografi akhir setelah backfilling.Penentuan volume void dan volume air menggunakan metode penampang dengan bantuan perangkat lunak komputer untuk aplikasi pertambangan. Perencanaan dewatering berdasarkan hasil perhitungan volume air dalam void. Perencanaan tahapan backfilling dan kebutuhan alat ditentukan berdasarkan volume void dan swell factor overburden.Dewatering genangan air menggunakan 1 buah pompa multiflow 290. Volume tanah penutup penambangan pit 1A untuk kebutuhan backfilling adalah sebesar 307.692,687 m3. Tanah penutup penambangan Pit 1A digunakan sebagai material backfilling Pit 1. Alat yang digunakan PC300 sebanyak 4 unit dengan pasangan alat angkut tipe Nissan diesel CWB250 sebanyak 3 unit pada bulan pertama dan 6 unit pada bulan kedua. Skema akhir rancangan akan terbentuk topografi baru yang membentuk kemiringan (cross fall) ke arah timur.
STUDI AWAL PEMANFAATAN KAYU KARET SEBAGAI MATERIAL SIDE POST TEROWONGAN TAMBANG BAWAH TANAH Adip Mustofa
Geosapta Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.847 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i2.6479

Abstract

Keberadaan terowongan perlu dijamin existensinya agar keselamatan kerja dan kegiatan Tambang Bawah Tanah dapat berjalan lancar. Kayu merupakan material penyangga terowongan tambang bawah tanah batubara yang sering digunakan karena banyak tersedia di sekitar area tambang, oleh karena itu studi awal pemanfaatan kayu karet untuk side post penyangga three piece set dilakukan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode uji fisik mekanik 16 potongan kayu balok sama sisi 5cm untuk mengetahui sifat fisik terutama kadar air dan berat jenis; serta metode uji sifat mekanik kuat lentur dan kuat tekan. Pengolahan data dilakukan dengan metode penentuan dimensi lubang bukaan, perhitungan tegangan izin kayu, perhitungan tegangan pada lubang bukaan dan perhitungan tegangan pada side post beserta faktor keamanannya. Sedang analasis data dilakukan dengan penilaian terhadap faktor kemanan dan korelasi kelas keawetan kayu.Data kondisi geoteknik lokasi tambang yang diperoleh dari data sekunder yaitu: bobot isi batuan 2,3821 gr/cm3, kuat tekan 7,8234 Mpa, modulus elastisitas 156,7 Mpa, poisson’s ratio 0,395, kohesi 1,5567 Mpa dan sudut geser dalam 39,200 dengan peringkat masa batuan (RMR) 38.  Karakter fisik kayu khususnya kadar air 12%-18% dan berat jenis 0,48-0,61; karakteristik mekanik dengan kuat tekan 215,36-351,97 kg/cm2 dan kuat lentur 509,63-689,79 kg/cm2.  Plotting RMR dalam grafik Bieniawski dihasilkan rekomendasi dimensi lubang bukaan (terowongan) tambang bawah tanah 1,65-7 m dan stand up time 8 – 80 jam    Dalam olah data dipilih demensi terowongan max 4 m berkait pertimbangan kebutuhan demensi terowongan dan ketersediaan panjang kayu karet dilapangan hanya berkisar 2-4m. Hasil perhitungan tegangan izin kayu menggunakan persamaan Biron dan Arioglu diperoleh 97,575 kg/cm2.  Hasil perhitungan tegangan horizontal terowongan menggunakan persamaan Unal diperoleh 1,929-3,858 kg/cm2. Perhitungan tegangan bending side post menggunakan persamaan Biron dan Airoglu diperoleh 9,235-108,126 kg/cm2, sedang faktor kemanan menggunakan berbagai ukuran panjang kayu diperoleh 0,607- 4,626. Hasil perhitungan olah data diketahui bahwa khusus kayu dengan dimensi panjang 2-2,5m memiliki Faktor Keamanan (FK) penyangga side post  ≥1,5.
STUDI KINERJA POMPA MULTIFLOW 420 PADA SUMP HW BARAT PT SAPTA INDRA SEJATI JOB SITE ADARO MINING OPERATION (ADMO), KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Roghfirli Handayani; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Syahraz Maghribi
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.738

Abstract

PT Sapta Indra Sejati merupakan salah satu kontraktor PT Adaro Indonesia selaku pemegang PKP2B untuk melakukan kegiatan penambangan batubara yang beroperasi pada daerah tambang tutupan. Penambangan batubara PT SIS menggunakan sistem tambang terbuka (open pit) yang pada kegiatan penambangan akan menghasilkan daerah bukaan tambang pada permukaan kerja (front) penambangan, sehingga selama kegiatan penambangan akan menghadapi masalah air, kondisi inilah yang mengharuskan PT SIS melakukan penanganan masalah air tambang (mine dewatering). Salah satu cara yang digunakan untuk mengeluarkan air dari dalam tambang ialah dengan sistem pemompaan akan tetapi air yang akan dipompakan sudah bercampur dengan material lumpur. Untuk mengetahui kinerja pompa tersebut maka dilakukan penelitian berdasarkan RPM yang berbeda-beda agar mengetahui debit optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis kemampuan pompa berdasarkan RPM yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan rekomendasi teknik pemompaan yang baik agar kinerja pompa dapat bekerja secara optimal.Kinerja pompa Multiflow 420 berdasarkan plotting pada grafik yaitu nilai total head dan debit yang dihasilkan, pada RPM 1100 nilai effisiensi kinerja pompa sebesar 47% dan merupakan nilai effisiensi terkecil sedangkan nilai effisiensi kinerja terbesar pada RPM 1300 yaitu 57.5%.
STUDI KARAKTERISTIK DAN KUALITAS BIOBRIKET CAMPURAN BOTTOM ASH BATUBARA DENGAN ARANG TEMPURUNG KELAPA Agus Triantoro; Adip Mustofa; Muhammad Hafidz Daniah
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.277 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7824

Abstract

Biobriket campuran bottom ash batubara dan arang tempurung kelapa merupakan bahan bakar padat alternatif yang mempunyai kelayakan teknis untuk digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga, industri kecil ataupun menengah. Biobriket ini juga mempunyai keuntungan ekonomis karena dapat diproduksi secara mudah dan sederhana, memiliki nilai kalor yang tinggi, dan ketersediaan bottom ash batubara cukup banyak di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan sehingga dapat bersaing dengan bahan bakar lain. Bottom ash berasal dari sisa pembakaran batubara pada PLTU sedangkan arang tempurung kelapa merupakan hasil dari olahan tempurung kelapa yang di proses menjadi arang dan keterdapatannya di Kalimantan Selatan banyak melimpah. Beberapa permasalahan yang kerap di jumpai briket bottom ash batubara adalah lamanya penyalaan, bau yang tidak sedap pada saat dibakar dan briket mudah pecah. Tujuan dari penelitian Mengetahui kualitas terbaik biobriket  campuran bottom ash batubara dan  arang tempurung kelapa berdasarkan komposisi campuran, dan ukuran partikel. Metode penelitian dilakukan dengan uji eksperimen. Parameter uji eksperimen adalah karakteristik briket yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, nilai kalor, waktu pembakaran dan kecepatan pembakaran dengan variasi komposisi bahan baku dan binder serta variasi ukuran partikel arang tempurung kelapa dan bottom ash batubara. Kualitas biobriket terbaik adalah biobriket tipe F dengan komposisi bottom ash batubara 25 %, tempurung kelapa 55 %  dan damar 15 %  serta kapur 5 % dengan  hasil analisa Inherent Moisture 5,77%, Ash 10,74%, Volatile Matter 42,77%, Kalori 6.624,56 Kkal/kg serta durasi pembakaran 247 detik Kata kunci : Bottom ash, Briket, arang
ANALISIS PRODUKSI DAN BIAYA ALAT WHEEL LOADER PADA KEGIATAN PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN BAHAN GALIAN BIJIH BESI DI PT PACIFIC HAN MININDO DESA TAMPANG KEC. PELAIHARI KAB. TANAH LAUT KALSEL Akhmad Rahmadi; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Philip Toh
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.739

Abstract

PT Pacific Han Minindo site Desa Tampang Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan telah membangun satu unit lokasi pengolahan bijih besi. Target produksi pada tahun 2011 sebesar 270 ton per jam belum tercapai, sehingga pada tahun 2012 direncanakan peningkatan produksi pengolahan bijih besi dalam rangka memenuhi target produksi tersebut. Hal ini melatarbelakangi untuk mengadakan analisa ketercapaian target produksi tahun 2011 dan kajian teknis guna memenuhi target produksi tahun 2012 pada serangkaian unit pengolahan, khususnya unit untuk proses pemuatan PT Pacific Han Minindo.Pencapaian target produksi sangat bergantung pada produktivitas unit pengolahan dan permurnian. Oleh karena itu, metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa faktor-faktor pendukung produktivitas pemuatan seperti cycle time alat muat, spesifikasi alat, kondisi ROM dan stockpile, faktor-faktor penyebab loss time seperti delay dan breakdown time pada tahun 2011.Setelah dilakukan penelitian dan pengambilan data untuk analisa ketercapaian produksi unit pengolahan pada PT Pacific Han Minindo, didapat produktivitas sebesar 255.18 ton per jam dan belum memenuhi target produksi tahun 2011. Untuk memenuhi target produksi tahun 2012 sebesar 270 ton per jam dilakukan analisis terhadap alat muat wheel loader (CAT 980 dan CAT 966 E), cost (biaya produksi), dan design ROM agar produksi unit pemuatan bisa ditingkatkan.
STUDI DAYA DUKUNG BATUAN VULKANIK FORMASI PITANAK UNTUK PEMANFAATAN JALAN TAMBANG M. Arif Jaka Sutirja; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Eko Santoso
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2928

Abstract

Formasi Pitanak merupakan salah satu Formasi batuan yang tersusun oleh beberapa jenis batuan vulkanik seperti andesit, breksi vulkanik dan jenis batuan konglomerat. Pada batuan batuan tersebut sering di temukan jebakan mineral logam, sehingga pada Formasi ini berkemungkinan terbentuk cebakan endapan logam ekonomis untuk dilakukan kegiatan penambangan.Pada tahapan awal penambangan, prasarana jalan sangat penting dalam kegiatan pembangunan (Development). Dalam pembuatan jalan tambang diperlukan perhitungan dan perancangan material perkerasan jalan baik itu subgrade jalan maupun material perlapisannya. Dalam perancangan dan perhitungan kemamputahanan material jalan terhadap beban alat angkut diperlukan perlapisan batuan hasil pelapukan batuan vulkanik di Formasi Pitanak dan didapatkan 6 kelas pelapukan batuan dengan tingkat kekerasan material rata rata 0,03-0,6 Mpa untuk tanah residual dan 2-30 Mpa untuk material lapuk hingga batuan.                Jenis alat angkut yang disimulasikan beratnya adalah alat angkut merk Komatsu dan Caterpillar dengan spesifikasi berat yang di perhitungkan adalah < 240 ton, > 240 ton dan > 360 ton. Dari hasil perhitungan di dapatkan nilai daya dukung material yang di berikan alat, sehingga didapatkan analisa kemamputahanan jalan dengan beban maksimum alat.Hasil analisa perhitungan daya dukung material diperoleh pada lapisan 4 material lapukan mampu menahan berat maksimum alat sehingga pada lapisan ini material lapukan dapat di gunakan sebagai tanah dasar (subgrade) jalan. Kata Kunci : Batuan Vulkanik, Formasi Pitanak, Kelas Pelapukan, Komatsu, Caterpillar, Daya Dukung, Subgrade 
EVALUASI KEGIATAN COAL HAULING UNTUK MENUNJANG KETERCAPAIAN TARGET PRODUKSI PT TAMTAMA PERKASA Adip Mustofa; Triono Ilham Mardana; Sari Melati
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.8747

Abstract

Kegiatan coal hauling merupakan kegiatan yang penting dalam menjaga suplai batubara, coal hauling adalah kegiatan memindahkan atau mengangkut produk batubara dari suatu tempat ketempat yang lain. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kegiatan coal hauling yang berlangsung pada PT Tamtama Perkasa selama bulan september 2019. Adapun kegiatan coal hauling yang dilakukan yaitu pengangkutan produk batubara dari lokasi penumpukan awal (ROM ISP km 39) menuju penumpukan dekat pelabuhan (ROM IC Port). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan coal hauling yang berlangsung terhadap target produksi yang telah ditetapkan apakah telah tercapai atau tidak. Evaluasi dilakukan dengan melihat faktor ketersediaan alat angkut yang beroperasi perhari dan waktu jam kerja perhari.Metode dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data rekapitulasi kegiatan coal hauling perhari yang didapatkan secara aktual dilapangan. Data tersebut diolah untuk mengetahui rata-rata produksi coal hauling dan rata-rata jumlah alat angkut perhari yang beroperasi serta waktu jam kerja perhari. Yang mana data hasil pengolahan tersebut digunakan untuk mengevaluasi ketercapaian target produksi, dan apabila target produksi tidak tercapai data tersebut dapat digunakan sebagai rekomendasi terhadap kegiatan coal hauling untuk pencapaian target produksi.Target produksi coal hauling tidak tercapai dengan selisih 0,27 % dengan target jumlah penggunaan alat angkut perhari tidak tercapai dengan selisih 16 % dan target waktu kerja perhari tidak tercapai dengan selisih 15,6 % Kata kunci : coal hauling, produksi, produktivitas alat angkut
STUDI IDENTIFIKASI PROFIL PELAPUKAN BATUAN BREKSI VULKANIK FORMASI PITANAK DI KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Adip Mustofa
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4220

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian geoteknik batuan dengan objek material yang diteliti  adalah  batuan breksi vulkanik Formasi Pitanak (Kvpi) berumur Kapur beserta meterial pelapukannya di Kecamatan Karang Intan dan Aranio Kabupaten Banjar. Target temuan yang diharapkan adalah diketahuinya perkembangan mineral sekunder hasil pelapukan sebagai indikasi adanya proses pelapukan dan bertambahnya data dasar geoteknik fisik untuk mendukung perencanaan penyelidikan geoteknik lanjut.Ketersediaan data dasar geoteknik diperlukan dalam proses pembangunan yang alokasi lahannya telah ditetapkan sesuai rencana umum tata ruang pemerintah Kabupaten Banjar. Karakteristik yang dikaji dari batuan termasuk material pelapukannya adalah komposisi mineralogi, jenis batuan/ tanah, kluster pelapukan dan sifat geoteknik khususnya fisik material kelas pelapukan. Kata-kata kunci: Batuan breksi vulkanik, formasi pitanak, mineralogi, pelapukan
STUDI PEMANFAATAN CAMPURAN BOTTOM ASH BATUBARA DENGAN SERBUK KAYU DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BIOBRIKET DITINJAU DARI PARAMETER KUALITAS Agus Triantoro; Adip Mustofa; Aggraini Wahyu Saputri
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.10235

Abstract

Sisa hasil pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar pada PLTU menghasilkan limbah  fly ash dan bottom ash dalam jumlah yang cukup banyak dan belum ada pemanfaatan dari limbah PLTU, jadi dikawatirkan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Limbah yang banyak dimanfaatkan saat ini adalah fly ash, sedangkan untuk bottom ash masih minim pemanfaatannya. Biobriket campuran bottom ash batubara dan arang tempurung kelapa bisa menjadi alternatif bahan bakar baik digunakan untuk rumah tangga maupun industry kecil. Keunggulan yang dimiliki biobriket ini adalah murah dan ekonomis karena dapat untuk memproduksinya dapat dilakukan dengan sederhana dan mudah, panas yang dihasilkan nantinya juga cukup tinggi, serta bottom ash batubara yang tersedia cukup melimpah yang berasal dari beberapa PLTU yang ada di Kalimantan Selatan. Arang tempurung kelapa berasal dari hasil dari pengolahan tempurung kelapa yang di proses menjadi arang dan potensi tempurung kelapa di Kalimantan Selatan cukup banyak. Serbuk kayu merupakan sisa olahan dari kayu yang dibuat bahan bangunan atau mebel. Beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam pemanfaatan biobriket bottom ash  adalah adanya bau yang kurang enak saat pembakaran, proses penyalaan yang lama serta ketahanan briket yang masih kurang sehingga mudah pecah. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil  kualitas  biobriket terbaik yang berasal dari  bottom ash yang dicampur bersama serbuk kayu dan arang tempurung kelapa, yang didasarkan pada ukuran partikel serta komposisi biobriket. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan uji analisa yang dilakukan di laboratorium. Parameter kualitas  uji yang digunakan yaitu  kandungan moisture, kandungan volatile matter, kandungan ash, calorific value, uji pembakaran  dengan yang dilihat dari  komposisi biobriket dan variasi ukuran partikel. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan biobriket terbaik terdapat  pada ukuran partikel 80 mesh dengan kandungan bottom ash 40%, arang tempurung kelapa 20%, serbuk kayu 20% perekat 15% serta persentase kapur 5% dengan  hasil analisa parameter kualitas untuk kandungan inherent moisturenya adalah 5,77%,   kandungan Ash 10,74%, Volatile Matter 42,77%, Kalori 6.624,56 Kkal/kg serta waktu  pembakaran yang dibutuhkan adalah 247 detik Kata kunci : Bottom ash, Biobriket, arang, Serbuk kayu
PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP SIFAT FISIK BATUAN DAN TANAH RESIDUAL BREKSI VULKANIK Afrizi Rahman; Agus Triantoro; Adip Mustofa
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3900

Abstract

Terdapatnya singkapan batuan breksi vulkanik Formasi Pitanak yang bagian atasnya telah mengalami pelapukan dengan tingkat pelapukan berbeda. Fenomena ini menjadi salah satu objek menarik untuk keperluan pengamatan profil endapan batuan dan tanah lapukannya beserta sifat fisik material di setiap lapisannya. Endapan ekonomis dari hasil pelapukan batuan daerah vulkanik tersebut berkemungkinan adanya terdapat endapan laterit.Dalam penelitian profil pelapukan batuan breksi vulkanik di daerah penelitian didapatkan 6 kelas pelapukan batuan dengan sifat fisik yang diuji yaitu kadar air, bobot isi asli, bobot isi kering, angka pori, derajat kejenuhan dan porositas. Hubungan antarparameter pelapukan sifat fisik terhadap setiap lapisan pada batuan breksi vulkanik seperti hubungan kadar air dan bobot isi asli, hubungan kadar air dan bobot isi kering, hubungan kadar air dan angka pori, hubungan kadar air dan porositas dan hubungan kadar air dan derajat kejenuhan. Kata Kunci : Batuan Vulkanik, Formasi Pitanak, Kelas Pelapukan, Sifat Fisik