Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi fuel ratio alat gali muat dan alat angkut PT Borneo Alam Semesta jobsite PT BMB Audy Dhata Ramadhani; Adip Mustofa; Sari Melati
Jurnal Himasapta Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i2.6438

Abstract

Dalam kegiatan penambangan harus menggunakan metode dan peralatan mekanis yang sesuai dalam kegiatan tersebut. Salah satu penentu keberhasilan metode penambangan adalah seberapa besar produktivitas peralatan mekanis dapat dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin agar diperoleh hasil yang maksimal. Penggunaan fuel sangat mempengaruhi biaya produksi dari aktifitas penambangan, semakin banyak fuel yang digunakan maka semakin besar pula biaya produksinya. Untuk meminimalisir penggunaan bahan bakar maka harus mengetahui hal-hal yang mempengaruhinya agar penggunaan fuel dapat diminimalisir oleh perusahaan. Metode yang digunakan adalah dengan mensimulasikan hasil produktivitas dengan fuel burn jika delay time dihilangkan dari pengolahan data yang didapatkan dilapangan. Setelah melakukan simulasi hasil pencapaian fuel burn untuk alat gali muat Komatsu PC300 yaitu 36,86 Liter/Jam dengan produktivitas rata-rata sebesar 145,00 BCM/jam. Fuel burn rata-rata untuk alat angkut Nissan CWB45 yaitu 10,27 Liter/Jam dengan produktivitas rata-rata sebesar 21,84 BCM/jam. Fuel ratio aktual untuk alat gali muat Komatsu PC300 yaitu 0,25 Liter/BCM.  Sedangkan untuk alat angkut Nissan CWB45 yaitu 0,47 liter/BCM. Fuel ratio alat gali muat turun menjadi 0,22-0,28 liter/BCM dan fuel ratio alat angkut turun menjadi 0,41-0,48 liter/BCM, jika di simulasikan komponen delay tidak ada atau efisiensi kerja 100%.
Pengaruh aktivitas magma granitis terhadap pembentukan jebakan bahan galian di Pegunungan Meratus Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Ramli; Adip Mustofa; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i2.6437

Abstract

Batuan granitis merupakan batuan yang terdapat di daerah Kabupaten Tapin. Pengaruh batuan granitis terhadap jebakan bahan galian di daerah penelitian belum pernah dilakukan sebelumnya. Pengolahan data meliputi identifikasi asal magma (plotting diagram Pearce), identifikasi jenis magma (plotting Chart Ewart), dan penamaan jenis batuan (plotting diagram Streicksen). Pada kegiatan observasi lapangan ditemukan batuan granitis bercirikan warna terang putih bintik hitam. Hasil uji XRD menunujukkan beberapa mineral yaitu kuarsa, albite, ortoklas, mikroklin dan lain-lain. Sedangkan hasil uji XRF menunjukkan kandungan kimiawi antara lain Si, Na, K, Mg, Fe, Al, Ca, dan lain-lain. Identifikasi asal magma batuan granitis adalah continent dan jenis magma tergolong Low-K Series. Dengan kandungan SiO2 yang cukup besar (65% - 78%) mengindikasikan terleburnya batuan-batuan benua menghasilkan magma bersifat asam dengan jenis batuan dihasilkan yaitu granodiorit, monzogranit dan syenogranit. Memperhatikan mineral pembentukan batuan beku dimana dikomposisi oleh kuarsa dan albit menunjukan bahwa batuan beku kelompok granitis ini terbentuk pada suhu ±600oC – 850oC. Memeperhatikan kondisi geologi lapangan dengan keterdapatan kontak sesar maka dapat memindahkan/menghilangkan kehadirian dari jebakan pegmatitis, namun demikian masa batuan granitis tidak seluruhnya tersesarkan. Memperhatikan kondisi tersebut maka masih dimungkinkan terbentukanya jebakan magmatis dan pegmatitis.
Optimalisasi fuel ratio alat gali muat dan alat angkut PT Borneo Alam Semesta Audy Dhata Ramadhani; Adip Mustofa; Sari Melati
Jurnal Himasapta Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i3.7504

Abstract

Dalam kegiatan penambangan harus menggunakan metode dan peralatan mekanis yang sesuai dalam kegiatan tersebut. Salah satu penentu keberhasilan metode penambangan adalah seberapa besar produktivitas peralatan mekanis dapat dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin agar diperoleh hasil yang maksimal. Penggunaan fuel sangat mempengaruhi biaya produksi dari aktifitas penambangan, semakin banyak fuel yang digunakan maka semakin besar pula biaya produksinya. Untuk meminimalisir penggunaan bahan bakar maka harus mengetahui hal-hal yang mempengaruhinya agar penggunaan fuel dapat diminimalisir oleh perusahaan. Metode yang digunakan adalah dengan mensimulasikan hasil produktivitas dengan fuel burn jika delay time dihilangkan dari pengolahan data yang didapatkan dilapangan. Setelah melakukan simulasi hasil pencapaian fuel burn untuk alat gali muat Komatsu PC300 yaitu 36,86 Liter/Jam dengan produktivitas rata-rata sebesar 145,00 bcm/jam. Fuel burn rata-rata untuk alat angkut Nissan CWB45 yaitu 10,27 Liter/Jam dengan produktivitas rata-rata sebesar 21,84 bcm/jam. Fuel ratio aktual untuk alat gali muat Komatsu PC300 yaitu 0,25 Liter/bcm.  Sedangkan untuk alat angkut Nissan CWB45 yaitu 0,47 liter/bcm. Fuel ratio alat gali muat turun menjadi 0,22-0,28 liter/bcm dan fuel ratio alat angkut turun menjadi 0,41-0,48 liter/bcm, jika di simulasikan komponen delay tidak ada atau efisiensi kerja 100%.
Pengaruh kondisi geoteknik lapis subgrade tanah lempung untuk jalan tambang tanpa lapis pondasi Jhon Andrean Paul YC Raban; Adip Mustofa; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8724

Abstract

Penelitian dilaksanakan di wilayah Desa Limamar yang tanahnya tersusun oleh tanah lempung kaolinit. Tanah lempung kaolinit terendapkan diatas formasi warukin yang umumnya mengandung lapisan batubara. Kegiatan tambang batubara memerlukan jalan tambang.Pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan, sampling dan uji laboratorium serta studi literatur. Data primer yang dikumpulkan berkait karakteristik tanah antara lain; Sifat fisik tanah (spesific gravity, densitas, kadar air, ukuran butir, batas atterberg) dan Sifat mekanik tanah (Unconfined Compressive Strength dan Direct Shear Test). Data sekunder yang dikumpulkan berkait situasi lokasi penelitian, kondisi geologi regional, spesifikasi alat angkut tambang, klasifikasi tanah dan formula geoteknik berkait fisik mekanik tanah.Hasil dari pengumpulan dan pengolahan diketahui, hasil pengumpulan fisik tanah: menggunakan standart pengujian ASTM D 2487-69 (lempung) sebanyak 59,26%-90,30%, (pasir) sebanyak 9,42%-36,01%, (kerikil) sebanyak 0,28%-6,67%., Pengujian batas Atterberg menggunakan standart pengujian ASTM D 2216-80 dengan hasil uji: Batas cair (33,64%-66,32%), Batas plastis (20,1%-30,61%), Batas susut (19,3%-28,1%), Indeks plastisitas (12,45%-36,32%). Pengujian berat isi tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 2937-83 dengan hasil uji (2,16 g/cm3-2,44 g/cm3). Sifat mekanik tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 3080-72 Direct shear test adalah Kohesi tanah (0,1364 kg/cm2-0,4743 kg/cm2) dan Sudut gesek dalam (14,040-25,310). Pengolahan data diperoleh; tanah dalam klasifikasi AASHTO teridentifikasi jenis tanah: A-6, A-7-5 dan A-7-6, ground pressure alat angkut Dutro 110 HD dari tiap roda ban adalah sebesar 720,07 kPa, daya dukung ijin tanah 87,38 kPa-187,84 kPa. Ground pressure alat angkut lebih besar dari nilai daya dukung ijin tanah sehingga tanah dinyatakan tidak mampu menerima beban dari alat angkut dan masih belum layak untuk digunakan sebagai jalan angkut tambang.
Aplikasi pendekatan metode probabilistik dalam menentukan match factor alat mekanis di PT Sinar Nirwana Sari Eko Santoso; Nuri Pirnia Sari; Karina Shella Putri; Adip Mustofa
Jurnal Himasapta Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i2.9946

Abstract

Ketidakpastian nilai keserasian alat yang diakibatkan oleh bervariasinya data cycle time akan menyebabkan rata-rata nilai keserasian alat yang dihasilkan kurang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Penelitian ini mengaplikasikan metode probabilistik yaitu Monte Carlo pada penentuan keserasian alat. Perhitungan nilai probabilitas match factor (MF) dilakukan untuk mengetahui kemungkinan nilai keserasian alat sama dengan satu, kurang dari satu dan lebih dari satu dan kemudian dapat diketahui rentang cycle time yang optimal untuk alat angkut dan alat gali muat. Hasil yang didapatkan pada MF1, probabilitas nilai MF < 0,8 adalah 99,1%, 0,8 < MF ≤ 1 adalah sebesar 0,9% (dari fungsi log logistik) dan MF > 1 adalah 0%. Pada MF2, probabilitas nilai MF < 0,8 adalah 78,8% (dari fungsi logistik) dan 0,8 < MF ≤ 1 adalah sebesar 18,2% (dari fungsi logistik) dan MF > 1 adalah 3%. Probabilitas menggunakan dua kali standar deviasi (MF2) yang dipakai untuk menentukan rentang cycle time alat angkut maupun alat gali muat yang perlu dijaga agar lebih optimal dalam bekerja. Rentang cycle time yang optimal untuk mendapatkan 0,8 < MF ≤ 1 adalah 900-1300 detik untuk alat angkut dan 15-35 detik untuk alat gali muat.
Karakteristik Biobriket Campuran Bottom Ash Batubara dengan Arang Tempurung Kelapa dan Arang Kayu Triantoro, Agus; Mustofa, Adip; Gultom, Michael Owen
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14240

Abstract

Pemenuhan kebutuhan bahan bakar energi dalam masyarakat semakin meningkat maka diperlukan penanganan khusus. Potensi bottom ash yang melimpah berasal dari limbah penggunaan batubara pada PLTU, serta banyaknya produksi arang tempurung kelapa dan arang kayu yang dapat dibuat menjadi bahan pembuatan briket yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan sampel dengan menggunakan komposisi variasi bottom ash, arang tempurung kelapa, arang kayu, perekat dan kapur. Kemudian dilakukan uji analisis proximate, uji calorific value dan uji pembakaran pada ukuran partikel 60 mesh dan 80 mesh. Berdasarkan hasil uji laboratorium semakin banyak komposisi bottom ash maka akan semakin naik nilai kandungan air, kandungan air terbesar 10.10% terdapat pada sampel 60A, sedangkan komposisi arang tempurung kelapa dan arang  kayu semakin banyak maka kandungan airnya semakin kecil. Komposisi nilai kandungan air terkecil terdapat pada sampel 80D yaitu sebesar 5.77%. Nilai kalori yang dihasilkan berbanding lurus dengan komposisi arang tempurung kelapa dan arang kayu, semakin naik komposisi arangnya maka nilai kalorinya juga semakin naik. Nilai kalori tertinggi terdapat pada biobriket sampel 80D yaitu sebesar 6,515.89 cal/gram. pada ukuran mesh 80 mesh analisis kualitas briket dan kualitas uji pembakaran lebih baik dibandingkan dengan ukuran partikel 60 mesh.
Karakteristik sebaran pH dalam kolam bekas tambang void M45C pada PT Jorong Barutama Greston Maulana, Wahyu; Mustofa, Adip; Novianti, Yuniar Siska
Jurnal Himasapta Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i1.12188

Abstract

Nilai pH menunjukkan kadar asam ataupun basa di dalam suatu larutan. Angka pH normal sesuai standar baku mutu adalah pH 6 – 9. Penelitian ini menggunakan metode (sampling) lapangan pada kolam bekas tambang. Data yang dikumpulkan mencakup pH, DO, dan suhu. Analisis yang dilakukan adalah analisis karakteristik sebaran pH secara vertikal dan horizontal, analisis penentuan tipe kolam dan analisis hubungan pH air dengan limnologi kolam bekas tambang. Berdasarkan analisis pH pada Void M45C, kondisi air bersifat asam dengan nilai pH 3.3 – 3.4 sehingga melebihi nilai baku mutu. Dari permodelan yang telah dibuat menunjukkan nilai pH air 3.3 – 3.4 tersebar merata di seluruh kolam, baik secara vertikal dan horizontal dari kedalaman 5 - 45 meter, nilai pH yang tidak signifikan memiliki perbedaan angka 0.1 tersebar merata dengan pola yang tidak beraturan dan didukung analisis data menggunakan (boxplot) korelasi pH terhadap kedalaman tidak mengalami perbedaan, yang dapat diartikan bahwa sebaran pH pada kolam bekas tambang Void M45C tersebar merata di seluruh kolam dengan nilai pH tidak beraturan kedalaman 5 – 45 meter. Kondisi stratifikasi termal diartikan bahwa tipe kolam bekas tambang Void M45C bertipe (monomictic) dimana tipe ini akan mempermudah suatu reaksi karena air pada kolam bekas tambang akan mengalami pencampuran yang merata.
Analisis erosi menggunakan USLE pada area disposal dan sekatan Sump Angsana Pit Tutupan PT Adaro Indonesia Inhazama, Tyas Ana; Mustofa, Adip; Syafi'i, Ahmad Ali
Jurnal Himasapta Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i3.11133

Abstract

Erosi merupakan kehilangan atau terkikisnya tanah atau bagian tanah dari suatu tempat oleh air atau angin. Erosi menyebabkan hilangnya lapisan tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air. Pengangkutan erosi yang terjadi di daerah iklim basah pada umumnya adalah pengangkutan erosi oleh air. Pengaruh iklim terhadap muka bumi serta segenap isinya, bukan saja besar, tetapi amat mendasar. Menurut pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa berbagai variable yang mempengaruhi prediksi erosi berperan sangat penting dalam nilai erosi yang terjadi termasuk jenis tanah, vegetasi, dan panjang serta kemiringan lereng. Dari Hasil Perhitungan dan analisis pada area disposal laju erosi adalah sebesar 271 ton/ha/th yang dimana kehilangan tanah termasuk pada 180-480 dengan tingkat bahaya erosi tersebut jika dikorelasikan dengan tabel klasifikasi menurut departemen kehutanan 1998 dapat diketahui Tingkat bahaya erosi pada area disposal menunjukan Tingkat Bahaya Erosi Berat. Pada area sekatan laju erosi adalah sebesar 64 ton/ha/th dimana kehilangan tanah termasuk pada 16-60 dengan tingkat bahaya erosi tersebut jika dikorelasikan dengan tabel klasifikasi menurut departemen kehutanan 1998 dapat diketahui Tingkat bahaya erosi pada area sekatan menunjukan Tingkat Bahaya Erosi Sedang.
Evaluasi fuel ratio peralatan mekanis dalam kegiatan pembongkaran overburden PT Borneo Alam Semesta Suyudi, Muhammad; Triantoro, Agus; Mustofa, Adip
Jurnal Himasapta Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i2.13301

Abstract

PT Borneo Alam Semesta menggunakan metode penambangan tambang terbuka yang didukung dengan peralatan mekanis backhoe untuk pembongkaran dan dump truck untuk pengangkutan material overburden, Salah satu penentu keberhasilan metode penambangan adalah seberapa besar produktivitas alat mekanis yang digunakan. Besarnya produktivitas juga harus diimbangi dengan penggunaan bahan bakar yang efektif. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengevaluasi pencapaian target fuel ratio, serta memberi rekomendasi untuk mengoptimalkan nilai fuel ratio alat gali muat dan alat angkut. Metode yang digunakan adalah mengevaluasi hasil produktivitas dan penggunaan bahan bakar yang dipengaruhi oleh kondisi lapangan, kondisi alat yang digunakan, cycle time, grade resistance dan rolling resistance, sehingga diperoleh nilai fuel ratio. Setelah melakukan evaluasi hasil pencapaian target fuel ratio alat gali muat Hitachi ZX450 yaitu sebesar 92%. Sedangkan pencapaian target fuel ratio alat angkut Volvo FM370 yaitu 87%. Perbaikan fuel ratio alat gali muat dilakukan dengan menurunkan front kerja yang dapat menurunkan cycle time, pengawasan terhadap operator untuk meningkatkan efisiensi yang akan membuat produktivitas meningkat dan membuat fuel ratio menjadi kecil. Perbaikan fuel ratio alat angkut dilakukan dengan menambah kecepatan rata-rata alat angkut pada hauling bermuatan maupun tidak bermuatan sehingga cycle time menjadi turun dan dapat meningkatkan produktivitas dan membuat fuel ratio kecil.
Analisis efektivitas peralatan pada coal processing plant dengan metode overall equipment effectiveness di PT Adaro Indonesia Alfadhani, Muhammad Yasin; Mustofa, Adip; Riswan, Riswan; Ramadhan, Satrio
Jurnal Himasapta Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i3.14719

Abstract

PT Adaro Indonesia (Adaro Mining) merupakan perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia. Dalam melakukan kegiatan pengolahan batubara PT Adaro Indonesia dituntut untuk mencapai target yang telah ditargetkan dengan hasil efektivitas yang baik seperti mesin peralatan dapat digunakan tanpa mengalami masalah atau kerusakan dan performa mesin selalu dalam keadaan optimal. Namun, adanya permasalahan yang terdapat pada kegiatan coal processing plant dapat mengakibatkan kurangnya tingkat efektivitas peralatan. Penelitian ini mengaplikasikan metode overall equipment effectiveness untuk mengetahui seberapa efektif peralatan yang digunakan dengan menyesuaikan standar world class yaitu 85% dan menganalisis faktor dominan atau six big losses yang bisa berpengaruh pada nilai efektivitas perangkat peralatan. Dalam mendapatkan overall equipment effectiveness maka harus dilakukan analisis yang terbagi menjadi availability rate, performance rate dan quality rate. Sedangkan six big losses yaitu failure equipment, setup and adjustment, idling and minor stoppage, reduced speed, defect in process dan reduced yield. Hasil yang didapatkan dari perhitungan overall equipment effectiveness diketahui bahwa dari 7 jalur produksi, hanya 3 jalur yang nilai overall equipment effectiveness sesuai standar world class dan 4 jalur produksi lainnya masih dibawah nilai standar. Dan faktor dominan yang mempengaruhi nilai overall equipment effectiveness adalah faktor idling and minor stoppage yang tinggi.