Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengobatan Gratis Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Hidayah Karuniawati; H Haryoto; Tanti Azizah Sujono; Tista Ayu Fortuna; Khusnul Khotimah; Andi Suhendi; Burhanudin Ichsan; Dwi Sarbini; M Muhtadi; Mariska Sri Harlianti; Listiana Masyita Dewi; Erna Herawati; Raafika Studiviani; Haya Nabilah Utama; Marsilia Rosa Sinensis HI; Laila Dzafira; Haliza Arzeti Nurseptiria; Ardalia Rinanda Oktaviani; Rizki Ainun Fitriani; Lina Ayu Kusumastuti; Sayyidah Nurul Muslihah; A Anifatussaa'dah; Faridita khoirun Nisa'; Fahriza Mei Trihatmoko; Rahardian Surya Basusena; Fidhia Nur Rifaini; Tia Mella Citra; Ida Maesaroh; Vitania Marsya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting setiap orang karena dengan tercapaianya kesehatan akan memungkinakan terlaksananya kegiatan atau aktifitas yang lain. Kesehatan merupakan hak setiap orang dengan tidak mengenal tingkat ekonomi seseorang. Ekonomi yang minim diprediksi menjadi salah satu hambatan dalam mendapatkan kesehatan yang maksimal. Peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam mambantu pasien mendapatkan kesehatan yang optimal. Salah satu kegiatan yang dapat membantu masyarakat terutama dengan ekonomi yang minim adalah pengobatan gratis. Pengobatan gratis yang merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di balai desa Potronayan kecamatan Nogosari, kabupaten Boyolali pada ahad 31 Juli 2022. Selain pengobatan gratis, kegiatan yang lain adalah pemeriksaan tanda-tanda vital, pelayanan obat dan konseling obat serta pelayanan gizi. Kegiatan ini diikuti oleh 105 pasien. Pasien kebanyakan adalah wanita (73,3%) dengan usia terbanyak adalah antara 51 tahun sampai 60 tahun sebanyak 32,38%.
The Effect of Vitamin D Supplementation in Pregnant Woman for Pre-eclampsia Incidency : A Literature Review Tia Mella Citra; Ratih Pramuningtyas; Tri Agustina; Erna Herawati; Ayu Mayangsari; Zhela Fatin Fatiha; Aulia Nissa Rizky Hariyono
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 2 No. 3 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1811.023 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v2i03.252

Abstract

Pre-eclampsia was defined as hypertension after 20 weeks of gestation with evidence of maternal organ dysfunction,uteroplacental, or proteinuria. Maternal vitamin D deficiency may be with an increased risk of pre-eclampsia. Nonetheless, To assess the impact of vitamin D supplementation on the risk of pre-eclampsia, we performed a literature review. We researched Google Scholar; PubMed; Research Gate; and Science Directs using keyword (“Vitamin D” OR “Hydroxyvitamin D (25(OH)D)”OR “25(OH)D” OR “25hydroxycholecalciferol”) AND (“Pregnancy” OR “Pregnant women” OR “Gestation”) AND (“Clinical trial” OR “Clinical study” OR “study” OR “prospective study” OR “Randomized controlled trial” OR “RCT”) from January 2006 – May 2021. A total 4 of 19.431 articles recorded at the identification stage by the criteria for inclusion. The articles are randomized controlled trial (RCT). A total of 329 pregnant woman are given various vitamin D supplements with dose range 400 - 4.000 IU. Some article combine with other vitamin (Calcium, Vitamin C+E) with a certain duration. Maternal ages range 20 years - 40 years with an gestational age 6 to more than 32 weeks. Vitamin D can reduce the risk of pre-eclampsia in pregnant women.
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN PADA DENGUE HAEMORRAGIC FEVER N Juni Triastuti; Erna Herawati; Sri Wahyu B; Nur Mahmudah; Tri Agustina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.744-750

Abstract

Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyah Bustanul Athfal terletak di kawasan urban perkotaan yang berada di Kartasura. Permasalahan utama berkaitan dengan kejadian beberapa murid di TK Aisyah ini yang menderita penyakit Dengue Haemorragic Fever (DHF). Selain itu berdasarkan data dari DINKES Sukoharjo pada tahun 2020 menyatakan bahwa 61 orang telah terjangkiti demam berdarah dan sudah menyebar di 12 kecamatan. Sedangkan data pada bulan Oktober 2021 ini jumlah penderita demam berdarah meningkat menjadi 164 dengan 9 orang meninggal dunia. Berdasarkan data dari DINKES Sukoharjo, kecamatan Kartasura merupakan daerah endemic demam berdarah pada tahun 2021 ini.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orang tua wali murid pada anak usia dini agar lebih memahami pentingnya pencegahan dan pengobatan DHF agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut serta melakukan pengendalian lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit DHF.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pemberian penyuluhan dengan metode ceramah monitoring retensi pengetahuan tentang pencegahan penyakit dan pengendalian lingkungan pada DHFKesimpulan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa dengan método ceramah tentang penyakit DHF dapat meningkatkan pengetahuan wali murid dan guru tentang pencegahan, pengobatan serta pengendalian lingkungan pada penyakit DHF.
The Relationship between anxiety, stress, depression, and insomnia in migrant students during the COVID-19 pandemic Dessy Wahyuni; Sulistyani Sulistyani; Erna Herawati; Retno Sintowati
International Journal of Health Science and Technology Vol 4, No 3 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v4i3.2828

Abstract

Various conditions that occurred during the COVID-19 pandemic in Indonesia had a psychological effect on the community. This is because the COVID-19 pandemic is a severe stressor. Mental health disorders that occur during a pandemic include anxiety, stress, depression, and insomnia. The purpose of the study was to determine the relationship between levels of anxiety, stress, and depression with the degree of insomnia in overseas students during the COVID-19 pandemic. This study used an observational analytic method with a cross-sectional approach. The sampling technique used in this study was probability sampling with simple random sampling on overseas students in Yogyakarta. The data obtained were analyzed using the chi-square and logistic regression tests with the SPSS program. Based on the chi-square test, the results showed that there was a relationship between anxiety, stress, depression on insomnia, each having a p-value of 0.012, 0.001, and 0.000. The results of the logistic regression test on the variables of anxiety, stress, and depression obtained an R-Square value of 0.455. This value means that the variables of anxiety, stress, and depression influence 45.5% of insomnia disorders. Thus, the levels of anxiety, stress, and depression affect the degree of insomnia of overseas students during the COVID-19 pandemic. Therefore, positive activities and psychological and physical health consultations are needed by overseas students to reduce levels of anxiety, stress, and depression that lead to insomnia during the pandemic.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL PASCA PANDEMI COVID-19 N Juni Triastuti; Retno Sintowati; Erna Herawati; Nurhayani Nurhayani; Sri Wahyu B; Tri Agustina; Nur Mahmudah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2021-2026

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengambil tajuk tentang penyuluhan dalam rangka peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic COVID-19 ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurangi dampak pandemic COVID-19 terutama dalam hal Kesehatan mental. Seperti diketahui bahwasanya kondisi pandemic COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2019 menyisakan permasalahan diantaranya dikarenakan banyaknya penderita yang terkonfirmasi COVID-19 yang sedikit banyak mempengaruhi Kesehatan mental masyarakat.  Kawasan perkotaan termasuk yang terkena dampak pandemic COVID-19. Permasalahan yang dihadapi oleh TK Aisyah Bustanul Athfal adalah untuk peningkatan Kesehatan mental ini yaitu: belum adanya pengetahuan tentang peningkatan kesehatan mental pasca pandemic. Usulan yang kami tawarkan berkaitan dengan permasalahan ini, kami sebagai tim yang mengusulkan untuk memberikan penawaran terhadap pemecahan masalah tersebut dengan pemberian pendampingan peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyelenggaraan pendampingan pelatihan peningkatan tentang Kesehatan mental yang meliputi pencegahan kecemasan, stress dan depresi untuk meningkatkan Kesehatan mental pada guru TK, dan walimurid.
Empowerment of health cadres in detecting psychosocial problems for chronic tuberculosis patients in Bulu, Sukoharjo Arum Pratiwi; Erna Herawati; Abi Muhlisin; Nuralis Setyadi; Dian Hudiyawati; Kartinah Kartinah
Community Empowerment Vol 8 No 11 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10172

Abstract

Bulu Community Health Center currently treats 24 Tuberculosis (TB) sufferers, 143 people in the risk group and has 30 health cadres. TB sufferers need comprehensive treatment including physiological and psychological problems. Psychological treatment for TB sufferers has not been carried out due to limited health personnel and lack of knowledge about how to detect psychosocial problems early and treat them. The aim of this community service is to obtain data on TB patients who experience psychosocial problems and increase health cadres' knowledge about detecting psychosocial problems and how to treat them. This program was carried out in the form of training and mentoring for 15 health cadres. Based on the evaluation results, the level of cadre knowledge about the concept of TB increased from 66.7 to 82.1 and the concept of depression increased from 56.4 to 72.2. Furthermore, skills in early detection increased from 52.3 to 76.5.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL PASCA PANDEMI COVID-19 N Juni Triastuti; Retno Sintowati; Erna Herawati; Nurhayani Nurhayani; Sri Wahyu B; Tri Agustina; Nur Mahmudah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2021-2026

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengambil tajuk tentang penyuluhan dalam rangka peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic COVID-19 ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurangi dampak pandemic COVID-19 terutama dalam hal Kesehatan mental. Seperti diketahui bahwasanya kondisi pandemic COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2019 menyisakan permasalahan diantaranya dikarenakan banyaknya penderita yang terkonfirmasi COVID-19 yang sedikit banyak mempengaruhi Kesehatan mental masyarakat.  Kawasan perkotaan termasuk yang terkena dampak pandemic COVID-19. Permasalahan yang dihadapi oleh TK Aisyah Bustanul Athfal adalah untuk peningkatan Kesehatan mental ini yaitu: belum adanya pengetahuan tentang peningkatan kesehatan mental pasca pandemic. Usulan yang kami tawarkan berkaitan dengan permasalahan ini, kami sebagai tim yang mengusulkan untuk memberikan penawaran terhadap pemecahan masalah tersebut dengan pemberian pendampingan peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyelenggaraan pendampingan pelatihan peningkatan tentang Kesehatan mental yang meliputi pencegahan kecemasan, stress dan depresi untuk meningkatkan Kesehatan mental pada guru TK, dan walimurid.
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN PADA DENGUE HAEMORRAGIC FEVER N Juni Triastuti; Erna Herawati; Sri Wahyu B; Nur Mahmudah; Tri Agustina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.744-750

Abstract

Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyah Bustanul Athfal terletak di kawasan urban perkotaan yang berada di Kartasura. Permasalahan utama berkaitan dengan kejadian beberapa murid di TK Aisyah ini yang menderita penyakit Dengue Haemorragic Fever (DHF). Selain itu berdasarkan data dari DINKES Sukoharjo pada tahun 2020 menyatakan bahwa 61 orang telah terjangkiti demam berdarah dan sudah menyebar di 12 kecamatan. Sedangkan data pada bulan Oktober 2021 ini jumlah penderita demam berdarah meningkat menjadi 164 dengan 9 orang meninggal dunia. Berdasarkan data dari DINKES Sukoharjo, kecamatan Kartasura merupakan daerah endemic demam berdarah pada tahun 2021 ini.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orang tua wali murid pada anak usia dini agar lebih memahami pentingnya pencegahan dan pengobatan DHF agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut serta melakukan pengendalian lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit DHF.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pemberian penyuluhan dengan metode ceramah monitoring retensi pengetahuan tentang pencegahan penyakit dan pengendalian lingkungan pada DHFKesimpulan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa dengan método ceramah tentang penyakit DHF dapat meningkatkan pengetahuan wali murid dan guru tentang pencegahan, pengobatan serta pengendalian lingkungan pada penyakit DHF.
Association of Insight, Age, and Education Level with Relapse Rates in Schizophrenia Patients Rahmad Dhani Rujito; Erna Herawati; Sahilah Ermawati; Siti Soekiswati
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 11 No 1 (2026): May 2026
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.11.1.14516.22-29

Abstract

Abstract Schizophrenia is a chronic mental disorder with a high tendency for relapse, which worsens the patient's prognosis and increases the burden of care. Clinical factors such as insight, as well as demographic factors including age and education level, are thought to play a crucial role in influencing treatment adherence and relapse risk. This study aims to analyze the association between insight, age, and education level with relapse rates in schizophrenia patients at RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. This was an analytic observational study with a cross-sectional design. Subjects were selected using purposive sampling, totaling 96 patients. Data were analyzed using Chi-Square test, Fisher’s Exact test, and Logistic Regression. The results showed a significant association between insight (p=0.045) and education level (p=0.046) with relapse rates. Meanwhile, age (p=0.588) was found to have no significant association with relapse incidence. It is concluded that insight and education level are associated with relapse rates, although no single factor emerged as a dominant independent predictor in the multivariate model. Improving patient insight through psychoeducation is recommended to prevent relapse.