Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Swamedikasi dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Scabies (Sarcoptes Scabiei) Pada Santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Pati Tarista, Nanum Salsa Nova; Muslim, Ahmad Suriyadi; Kurniawan, Galih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31523

Abstract

Pondok pesantren adalah lingkungan dengan risiko tinggi penularan scabies. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian scabies di pesantren adalah perilaku pencegahan santri tentang penyakit tersebut. Pengetahuan merupakan bagian penting dalam memengaruhi perilaku kesehatan termasuk pengetahuan swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan swamedikasi dengan perilaku pencegahan penyakit scabies (sarcoptes scabiei) pada santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Pati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan desain pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data diambil dengan melakukan pengisian kuesioner tentang pengetahuan swamedikasi scabies dan kuesioner perilaku pencegahan penyakit scabies. Analisis data menggunakan analisis rank spearman. Hasil penelitian menyatakan sebagian besar santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Pati memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi pada kategori baik yaitu sebanyak 54,2% dan sebagian besar santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Pati memiliki perilaku pencegahan penyakit scabies pada kategori baik yaitu sebanyak 62,5%. Hasil analisis rank spearman didapatkan taraf signifikansi 0,040 ≤ 0,05. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan swamedikasi dengan perilaku pencegahan penyakit scabies di Pondok Pesantren Nurul Falah Pati.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DAN STATUS PEMBIAYAAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA NGAWI Rosyidah, Kharisma Aprilita; Kurniawan, Galih; Dahbul, Nura Ali; Muslim, Ahmad Suriyadi; Fitriani, Ervina Rizki
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 1 (2023): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i1.2038

Abstract

Berdasarkan data tahun 2020, prevalensi diabetes mellitus (DM) di Indonesia adalah sebesar 8,2% sedangkan prevalensi rata-rata di negara dengan pendapatan menengah ke bawah adalah 7,5%, sehingga prevalensi DM di Indonesia sedikit di atas rata-rata. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2005, tercatat bahwa 70% angka kematian dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular dimana 2% diantaranya penyebabnya adalah DM. Salah satu yang memiliki dampak signifikan terhadap outcome terapi adalah kepatuhan pasien. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa outcome terapi, yaitu pencegahan komplikasi pada penderita DM, dapat tercapai secara maksimal salah satunya dengan adanya peningkatan kepatuhan. Lama menderita DM juga memiliki hubungan terhadap self care management DM tipe 2. Selain itu kepatuhan terapi pasien rawat jalan juga merupakan tujuan utama untuk menghindari efek samping sehingga beberapa studi difokuskan pada prediktor seperti demografis pasien diantaranya adalah usia pasien dan status asuransi. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama menderita DM dan status asuransi terhadap kepatuhan minum obat pada pasien. Metode penelitian observasional kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di 5 puskesmas yang ada di kota Ngawi pada bulan Mei-Oktober 2022. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 502 pasien. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan odd ratio (OR). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari 2 bagian yaitu biodata responden dan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherance Scale-8) untuk mengukur kepatuhan pasien minum obat. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita DM dan status pembiayaan terhadap kepatuhan pasien minum obat DM dengan nilai p-value berturut-turut 0,006 dan 0,000 (p-value 0,05). Hasil uji OR juga menunjukkan lama menderita DM lebih berpengaruh terhadap kepatuhan dengan estimasi 4x lipat dibandingkan dengan status pembiayaan yang memiliki estimasi 0,022x lipat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa status pembiayaan dan lama menderita DM memiliki hubungan terhadap kepatuhan pasien dalam meminum obat DM, namun lama menderita DM lebih berpengaruh terhadap kepatuhan pasien minum obat DM dibandingkan status pembiayaan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea robusta L.) DI KUDUS DENGAN METODE DPPH Kurniawan, Galih; Chabibah, Chabibah; Rahmawati, Riana Putri; Arif, Fahrudin; Apriliyani, Fitri
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2302

Abstract

Antioksidan memiliki kapasitas untuk melindungi organisme terhadap serangan radikal bebas dan mengurangi dampak buruknya. Indonesia memiliki beragam tanaman yang menunjukkan kemampuan antioksidan. Kopi Robusta yang secara ilmiah dikenal dengan nama Coffea Robusta L merupakan tanaman yang terkenal dengan kemampuan antioksidannya karena kandungan alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin. Kemampuan antioksidan pada kopi Robusta diduga berkaitan dengan adanya senyawa flavonoid dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan antioksidan ekstrak etanol 70% yang diperoleh dari biji kopi Robusta.Penelitian ini memerlukan penyelidikan empiris yang menganalisis sifat-sifat fitokimia secara kualitatif melalui pengujian. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dievaluasi menggunakan teknik DPPH (1,1 difenil -2-pikrilhidrazil). Ekstrak diuji pada konsentrasi 25, 50, 100, 200, dan 400 ppm, dengan vitamin C sebagai bahan acuan. Aktivitas antioksidan dievaluasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis untuk memastikan nilai IC50, yang berfungsi sebagai ukuran hasil aktivitas antioksidan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% biji kopi menunjukkan aktivitas antioksidan sebesar 47,77 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan vitamin C relatif lebih rendah yaitu 17,07 ppm. Nilai IC50 yang diperoleh dari uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% biji kopi Robusta menunjukkan derajat aktivitas antioksidan yang signifikan.
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID SEBAGAI ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK BATANG PISANG KEPOK (MUSA BALBISIANA ) DAN EKSTRAK BATANG PISANG AMBON (MUSA ACUMINATA) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Khudzaifi, Muhamad; Manik, Nirmala; Fadel, Muhammad Nurul; Kurniawan, Galih; Presticasari, Hardiyani
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2261

Abstract

Latar Belakang: Indonesia mempunyai banyak jenis tanaman yang berpotensi sebagai antibiotik, Salah satunya adalah tanaman pisang, Indonesia merupakan habitat yang sesuai untuk tanaman pisang karena iklimnya yang tropis, tanaman pisang mempunyai bagian bagian diantaranya adalah akar, batang, pelepah daun, bunga, dan buah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antibakteri dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% pada ekstrak batang pisang ambon (Musa balbisiana) dan ekstrak batang pisang kepok (Musa acuminate) dengan perbandingan klindamisin terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan skrining fitokimia, sedangkan analisis kuantitatif adalah kadar total dari senyawa kimia yang diperoleh, sedangkan untuk uji antibakteri menggunakkan metode difusi. Hasil Penelitian: Hasil dari kadar total pada ekstrak pisang ambon sebesar 9,54% dan ekstrak pisang kepok sebesar 8,89%, dan uji antibakterinya didapatkan hasil untuk pisang ambon 5% rata rata 4,6mm, 10% rata rata 9,6mm, 15% rata rata 12mm. Pada ekstrak pisang kepok 5% rata rata 4 mm, 10% rata rata 7,6 mm, 15 % rata rata 9 mm. Simpulan: Hasil kadar flavonoid yang lebih tinggi terdapat pada ekstrak pisang ambon dan uji antibakteri pada pisang ambon memberikan nilai hambatan yang lebih tinggi.