Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penataan Kampung Nelayan Barombong dengan Pendekatan Green Architecture Muh. Arif; Rosady Mulyadi; Andi Annisa Amalia; Citra Amalia Amal; Khilda Wildana Nur; Sahabuddin Latif
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8824

Abstract

Penataan Kampung Nelayan Barombong Kota Makassar merupakan bentuk dalam memenuhi prinsip-prinsip layak huni sesuai dengan UndangUndang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang merupakan kebutuhan dasar manusia, dan yang mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian bangsa sebagai salah satu upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya, berjati diri, mandiri, dan produktif.. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mewujudkan permukiman ramah lingkungan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap lingkungan dan kesehatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan perancangan. Hasil penelitian ini adalah penataan kampong nelayan barombong dengan konsep green architecture. Hunian pada Kawasan Kampung Nelayan Barombong ini terdapat tiga tipe yaitu tipe besar, sedang dan kecil. Hunian ini menggunakan material berkelanjutan dan sistem struktur kayu dan beton. Untuk utilitas bangunan ini sendiri yaitu pemberian jalur air bersih dan listrik yang akan di alirkan ke tiap hunian.
Kondisi Lingkungan Termal Ruang Kelas Sekolah Menengah di Area Suburban pada Masa Pandemi COVID-19 Rosady Mulyadi; Baharuddin Hamzah; Nurul Jamala Bangsawan; Asniawaty; MUhammad Taufik Ishak; Yusaumi Ramadhanti Fitri Taufik; Muhammad Rijal Syukri; Andi Ahmad Fauzan Bachtiar; Nurhasanah; Priscilla Agatha Duminggu
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i1.69

Abstract

Saat pemerintah mulai membolehkan kembali tatap muka di kelas, sebagaimana protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, perangkat pendingin udara di dalam ruangan (air conditioner/AC) tidak lagi digunakan dan beralih menggunakan penghawaan alami. Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah terhadap kondisi lingkungan termal di ruang kelas yang berpotensi memengaruhi kenyamanan termal siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lingkungan termal di ruang kelas di area suburban pada masa pandemi COVID-19. Survei dilakukan untuk mendapatkan data kondisi lingkungan termal mulai pukul 08:00 - 13:00 WITA. Hasil survei memperlihatkan kondisi temperatur udara (Ta)  rata-rata 29.80°C, kelembaban relatif (RH) rata-rata 67.71%, kecepatan aliran udara (V) rata-rata 0.05m/s, Mean Radian Temperature (MRT) rata-rata 29.67°C dan temperatur operatif (Top) rata-rata 29.72°C. Hasil analisis menggunakan CBE Thermal Comfort Tool dengan metode PMV (Predicted Mean Vote) memperlihatkan bahwa saat pagi hari, sensasi termal yang dirasakan “sedikit hangat” (slightly warm), seiring peningkatan temperatur, penurunan kelembaban, dan kecepatan aliran udara di siang hari maka temperatur operatif (Top) pun meningkat yang menyebabkan sensasi termal berubah menjadi “panas” (warm) dengan nilai PMV, PPD, dan SET yang meningkat pula. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi lingkungan termal di ruang kelas tidak memenuhi standar ASHRAE-55.
Efektifitas Fasad Selubung Ganda dalam Mengurangi Beban Panas pada Dinding Luar Bangunan Rosady Mulyadi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.1.70

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental melalui simulasi numerik berbantuan komputer untuk mengetahui efektifitas fasad selubung ganda dalam mengurangi beban panas pada dinding luar. Model fasad selubung ganda yang digunakan terdiri atas selubung luar, selubung dalam, elemen peneduh, bukaan bawah dan bukaan atas sebagai gerbang masuk dan keluarnya udara melalui rongga udara yang tercipta antara selubung luar dan selubung dalam. Simulasi dilakukan untuk mendapatkan data temperatur pada rongga selubung, temperatur kaca, temperatur elemen peneduh, transfer panas radiasi, transmittansi termal, dan jumlah exhaust-heat. Data tersebut digunakan untuk menghitung besaran u-value dan SC dari fasad selubung ganda. Hasil perhitungan besaran beban panas dengan MicroHASP/TES menunjukkan bahwa lebih dari 57.7% dari beban panas pada zona perimeter di waktu puncak dapat direduksi pada selubung barat dan timur. Sebanyak 11% dari total load dapat direduksi jika dibandingkan dengan fasad kaca tunggal 8mm dan 10% dari total load dapat dikurangi jika dibandingkan dengan fasad kaca ganda 6mm.
Kinerja Fasad Selubung Ganda dalam Menurunkan Konsumsi Energi untuk Pendingin pada Bangunan Gedung Rosady Mulyadi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.1.45

Abstract

Artikel ini membahas tentang kinerja fasad selubung ganda dalam menurunkan tingkat konsumsi energi pada bangunan gedung. Model bangunan berlantai banyak disimulasi menggunakan MicroHASP untuk mendapatkan beban pendinginan pada bangunan. Selanjutnya, sistem pengkondisian udara didisain dan disimulasi menggunakan LCEM (LifeCycle Energy Management) Tool. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan fasad selubung ganda mampu menurunkan tingkat konsumsi energi pada bangunan gedung. Hasil simulasi tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan fasad selubung ganda pada bangunan gedung juga mampu meningkatkan COP (Coefficient of Performance) dari sistem pengkondisian udara yang digunakan.