Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Kompetensi Berpikir Sistem Pada Education For Suistainable Development Menggunakan Model Problem Based Learning Eneng Yani Misriani; Suhendar Suhendar; Jujun Ratnasari
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v2i2.1442

Abstract

Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) yaitu SDGs memiliki 17 tujuan yang dibuat oleh UNESCO pada tahun 2015. Konsep pembangunan berkelanjutan berguna untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia untuk kemajuan suatu negara. Turunan dari SDGs yaitu Education for Sustainable Development (ESD). Salah satu upaya dalam mewujudkan SDGs adalah melalui pendidikan yang disebut dengan Education for Sustainable Development (ESD). Dalam kompetensi berpikir sistem diperkenalkan untuk memperluas tujuan berpikir tentang sistem dalam pendidikan sehingga bukan hanya pada aspek kognitif saja tetapi pada kemampuan penyelesaian masalah serta sikap yang terhubung dengan sistem. Penelitian ini memiliki capaian untuk dapat mengetahui profil kompetensi berpikir sistem dalam ESD dengan model problem based learning, yang terdiri dari bagaimana maksud dari kompetensi berpikir sistem dan bagaimana model pembelajaran problem based learning bisa mempengaruhinya. Pendekatan penelitian dengan deskriptif kuantitatif, menggunakan teknik purposive sampling. Hasil menunjukan rerata kompetensi berpikir sistem pada ESD 0,51 dengan kategori sedang dan profil kompetensi berpikir sistem peserta didik dengan rerata 82% yaitu sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan hasil yang baik terhadap kognitif peserta didik yang dalam kategori sedang disebabkan kurangnya sarana dan prasarana yang dapat menunjang pembelajaran yang dikolaborasikan dengan Education for Suistainable Development (ESD) disekolah tersebut dan menunjukan hasil yang sangat baik terhadap sikap peserta didik. Oleh karna itu, peserta didik secara mandiri dapat membangun pengetahuannya, meningkatkan kepercayaan diri sendiri dan mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang terhubung dengan dinamika sistem kehidupan yang akan berkembang.
POTENTIAL ANALYSIS OF THE BIOLARVACIDAL PLANT ON Aedes aegypti FROM THE COMMUNITY YARD OF GUNUNGPUYUH SUB-DISTRICT, SUKABUMI CITY Hilda Munadiah; Muhammad Nur Azzura Saraesa; Jujun Ratnasari
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v10i1.40339

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes sp. mosquito. This disease is one of the main problems in Indonesia. Sukabumi is one of the cities in West Java that has the highest case di DHF. Chemical larvicides were used to control the Aedes aegypti mosquito. But its cause resistance in mosquito larva, so the seek for alternatives larvicides from natural and environmentally friendly are sought. Many studies had carried out on alternatives larvicides derived from natural product (biolarvicides). Natural larvicides have one advantage, that they do not cause resistance in mosquitoes. Several studies on biolarvicides are summarized to obtain information on several plants planted by the community in Gunungpuyuh District, Sukabumi City, which have the potential as biolarvicides. Of the 343 species of plants planted by the community, seven species of plants have high effectiveness with an LC (Median Lethal Concentration) LC50 value of <750 ppm. Lemongrass, cucumber, soursop, and kaffir lime were plants that potencial as biolarvicides compared to the others with LC50 values of 1.553 ppm, 189.261 ppm, 279.882 ppm, and 603 ppm. This plant is easy to cultivate and can be used as a biolarvicides by the community.
KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING BERWAWASAN LINGKUNGAN Sulistiani Sulistiani; Jujun Ratnasari; Sistiana Windyariani
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i1.4390

Abstract

Penelitian yang dilakukan dilatar belakangi oleh lingkungan belajar yang tidak menarik dan peserta didik tidak mendapatkan pengalaman belajarnya sehingga kemampuan kognitif peserta didik masih rendah. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif peserta didik melalui pembelajaran menggunakan model project based learning berwawasan lingkungan. Metode yang digunakan yaitu deskriftif kuantitatif. Dengan menggunakan teknik purposiv sampling. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII A MTs Nurul Huda yang berada di Kabupaten Sukabumi pada tahun ajaran 2022/2023 semester genap. Instrumen berupa tes kemampuan kognitif. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata pretest 46,06 ± 11 dan posttest 73,33 ± 10. Persentase rerata kemampuan kognitif peserta didik sebesar 67,9% termasuk ke dalam kategori baik. Adapun persentase setiap indikator kemampuan kognitif adalah C1 sebesar 79,1%, C2 sebesar 73,5%, C3 sebesar 59,1%, C4 sebesar 68,2%, C5 dan C6 sebesar 63,6%. Dengan demikian model project based learning berwawasan lingkungan berpengaruh terhadap kemampuan kognitif peserta didik.
Keterampilan Argumentasi Siswa Pada Materi Sistem Gerak SMA Negeri Kabupaten Sukabumi-Indonesia: (Student's Argumentation Skills on Motion Systems Material at SMA Negeri Sukabumi-Indonesia) Yunita Rahayu; Suhendar Suhendar; Jujun Ratnasari
BIODIK Vol. 6 No. 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v6i3.9802

Abstract

The study was conducted to determine the profile of the written argumentation skills of class XI students at SMA Negeri Sukabumi Regency. The method in this study uses a descriptive method with a qualitative approach. The subjects were class XI students of SMA Negeri Sukabumi with a total of 36 students, who had followed the motion system material. The instrument used was in the form of problem descriptions to measure students' argumentation skills with 10 questions that referred to the Toulmin Argumentation Pattern (TAP) argumentation skill indicators. The results showed that students' written argumentation skills were still at level 1-2, students at that level could only include claims, data, warrant and backing indicators in their answers. Whereas the refutational indicators (rebuttal) students have not been able to provide answers using refutation or reinforcement, so that the quality of student argumentation in Sukabumi District High School is still low and needs to be trained so that students' written argumentation skills can develop. Abstrak. Penelitian dilakukan untuk mengetahui profil keterampilan argumentasi tertulis siswa kelas XI di SMA Negeri Kabupaten Sukabumi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri Kabupaten Sukabumi dengan jumlah 36 siswa, yang telah mengikuti materi sistem gerak. Instrumen yang digunakan berupa soal uraian untuk mengukur keterampilan argumentasi siswa dengan jumlah 10 soal yang mengacu pada indikator keterampilan argumentasi Toulmin Argumentation Pattern (TAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan argmentasi tertulis siswa masih berada di level 1-2, siswa pada level tersebut hanya bisa menyertakan indikator klaim (claim), data (data), jaminan (warrant) dan dukungan (backing) dalam jawabannya. Sedangkan pada indikator sanggahan (rebuttal) siswa belum bisa memberikan jawaban dengan menggunakan sanggahan maupun penguatan, sehingga kualitas argumentasi siswa di SMA Negeri Kabupaten Sukabumi masih rendah dan perlu untuk dilatihkan agar keterampilan argumentasi tertulis siswa dapat berkembang. Kata kunci : Keterampilan argumentasi, sekolah menengah atas, materi sistem gerak
Analisis Butir Soal Kemampuan Tree Thinking Pada Instrumen Uji Coba Materi Spermathophyta: (Analysis of tree thinking ability problem ability in spermathophyta trial material instruments) Utami Khofifah; Jujun Ratnasari; Aa Juhanda
BIODIK Vol. 6 No. 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v6i3.9907

Abstract

This study aims to analyze the ability of Tree Thinking in students. This type of research is quantitative descriptive, the instrument used in the form of test items on Tree Thinking items on Spermatophyta material. This item is a multiple choice with 5 options. The results of this study are information in the form of item validity, distinguishing features, and level of difficulty of the questions. The results of the analysis show the quality of the items, valid at 95% while those that are not valid at 5%. Based on the ability to distinguish the questions, 10% is considered satisfactory, 50% is categorized as good and 40% is categorized as very good. Difficulties about the data obtained are 85% in the medium category, and 15% are in the difficult category. Data analysis shows that the item has a high validity while the distinguishing power is classified as good and the level of difficulty of the item is classified as moderate. Abstrak. Analisis kemampuan Tree Thinking pada siswa dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa hasil tes butir soal Tree Thinking pada materi Spermatophyta. Butir soal ini berupa pilihan ganda dengan 5 opsi. Objek yang diteliti adalah 20 butir soal pilihan ganda yang di ujikan pada kelas XI. Hasil dari penelitian ini adalah informasi berupa validitas butir soal, daya pembeda, dan tingkat kesukaran soal. Hasil analisis menunjukkan kualitas butir soal, yang valid sebesar 95% sedangkan yang tidak valid sebesar 5%. Berdasarkan daya pembeda soal menunjukkan 10% dikategorikan memuaskan, 50% dikategorikan baik dan 40% dikategorikan sangat baik. Kesukaran soal data yang di dapat yaitu 85% berada pada kategori sedang, dan 15% berada pada kategori sukar. Analisis data menunjukkan bahwa butir soal memiliki validitas tinggi sedangkan daya pembeda tergolong baik dan tingkat kesukaran soal tergolong sedang.
Identifikasi Miskonsepsi Peserta Didik Menggunakan Two-Tier Test Berbantuan Certainty Of Response Index : (Misconception Identification of Students using Two-Tier Test Assisted by Certainty of Response Index) Herfine Fristiansa Firman; Jujun Ratnasari; Sistiana Windyariani
BIODIK Vol. 7 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i2.12812

Abstract

The misconception is a problem in learning and it is very necessary to solve it so that learning is better. Students who are identified with misconceptions on material concepts can make it difficult for them to believe new concepts that are true. The purpose of this study is to identify the existence of misconceptions in students in an ecosystem material concept that they have studied previously. This study uses a descriptive method with a quatitative approach. The research was conducted at Senior High School (SMA) in Sukabumi Regency. The subjects studied were 36 students of class XI MIPA 5. The instrument used was 45 multiple choice questions with the help of the Certainty of Response Index (CRI). The results showed the understanding of students in the percentage of conceptual understanding (PK), understanding the concept of being unsure (PKKY), Misconception (M), and not knowing the concept (TTK) were 20%, 6%, 32%, 42%. The highest misconception percentage at level 1 after testing was at the indicator describing the relationship between ecosystem components (60%), level 2 understanding the pattern of interactions between organisms (53%), and the lowest on indicators showing succession definition (12%). Therefore, misconceptions among students in ecosystem material need to be eliminated by choosing the right method, learning model, and approach. Abstrak. Miskonsepsi merupakan permasalahan di dalam pembelajaran dan sangat perlu dilakukan penyelesaian agar suatu pembelajaran lebih baik. Peserta didik yang teridentifikasi miskonsepsi pada suatu konsep materi dapat membuat mereka sulit dalam mempercayai konsep baru yang benar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi adanya miskonsepsi pada peserta didik dalam suatu konsep materi ekosistem yang telah mereka pelajari sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Kabupaten Sukabumi. Subjek yang di teliti merupakan 36 peserta didik kelas XI MIPA 5. Instrumen yang digunakan berupa 45 soal pilihan ganda beralasan berbantuan Certainty of Respon Index (CRI). Hasil penelitian menunjukan pemahaman peserta didik dalam persentase paham konsep (PK), paham konsep kurang yakin (PKKY), Miskonsepsi (M) dan Tidak tahu konsep (TTK) adalah 20%, 6%, 32%, 42%. Perolehan persentase miskonsepsi tertinggi pada level 1 setelah pengujian berada pada indikator mendeskripsikan hubungan antar komponen ekosistem (60%), level 2 memahami pola interaksi antar organisme (53%) dan terendah pada indikator menunjukan devinisi suksesi (12%). Maka dari itu miskonsepsi pada peserta didik dalam materi ekosistem perlu dihilangkan dengan memilih metode, model pembelajaran dan pendekatan yang tepat.
Profil Keterampilan Kreativitas dan Inovasi Pada Produk Peserta Didik Berbantuan Aplikasi Tiktok Di MAN 2 Kota Sukabumi: (Profile of Creativity and Innovation Skills on Student Products Assisted by The Tiktok Application in MAN 2 Sukabumi) Fifi Fitrianty Ellya; Billyardi Ramdhan; Jujun Ratnasari
BIODIK Vol. 7 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i3.13418

Abstract

This study aims to determine the profile of students’ creativity and innovation skills carried out in MAN 2 Sukabumi in April in the second week of 2021. This research was conducted using descriptive research methods with a quantitative approach. The sample used in this study used 2 class XI in MAN 2 Sukabumi, totaling 70 students who has been determined by simple random sampling. The instrument used was the Tiktok video assessment rubric which was developed from Frika (2016). The research data were analyzed quantitatively. The results showed that 2 class XI in MAN 2 Sukabumi City. In comparison, gender had no show differences on students’ creative thinking skills.  Creativity and innovation skills based on the video made by class XI IPA A, almost all groups get a score of 80 in the “very creative” category. Class XI IPA C, there are 5 groups scored above 80 categorizes “very creative” and 2 groups scored above 70 categorized “creative”. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan kreativitas dan inovasi peserta didik yang dilaksanakan di MAN 2 Kota Sukabumi pada bulan April di minggu kedua tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan 2 kelas XI di MAN 2 Kota Sukabumi berjumlah 70 peserta didik yang sudah ditentukan secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu rubrik penilaian video Tiktok yang dikembangkan dari Frika (2016). Data penelitian dianalisis secara kuantitatif. Hasil dari penelitian didapat bahwa 2 kelas XI di MAN 2 Kota Sukabumi, pada perolehan perbandingan gender tidak menunjukkan perbedaan pada keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Keterampilan kreativitas dan inovasi berdasarkan video yang dibuat. Memiliki hasil bahwa pada kelas XI IPA A, hampir seluruh kelompok mendapatkan nilai 80 dikategorikan “sangat kreatif”. Kelas XI IPA C,  terdapat 5 kelompok mendapat nilai di atas 80 dikategorikan “sangat kreatif” dan 2 kelompok mendapat nilai di atas 70 dikategorikan “kreatif”.
Model STEAM Terhadap Kemampuan Kolaborasi dan Kreativitas Peserta Didik: (STEAM Model Collaboration Ability And Creativity of Students) Novia Rahayu Mansur; Jujun Ratnasari; Billyardi Ramdhan
BIODIK Vol. 8 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i4.19123

Abstract

The purpose of this study is to determine the collaboration and creativity abilities of students using the STEAM model. This study uses a pre- experimental method with a one-group pretest posttest design. This research was conducted in one of the senior high schools (SMA) in Sukabumi Regency. The subjects in this study were class XII MIPA 2 with 32 participants. The instrument used was a Likert scale statement questionnaire on 4 answer scales. The statements consist 13 statements for collaboration and 14 statements for creativity. This questionnaire was given to students before and after learning the concept of biotechnology. The resul showed that average N-Gain for collaborative indicators are 0.30-0.55 with a moderate improvement category, and on creativity abilities with an average N-Gain score per indicator that is 0.31- 0.60 with the moderate improvements. As well as on the average results of the overall N-Gain score for collaboration, which is 0.45 in the moderate improvement category, and for creativity with an N-Gain score of 0.47 in the medium category. From the research data, it can be concluded that the collaboration and creativity abilities of students in learning using the STEAM model are included in the moderate improvement category. Key words: Collaboration, Creativity, STEAM Model   ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan kolaborasi dan kreativitas peserta didik dengan menggunakan model STEAM. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen dengan desain one gruoup pretest posttes desain. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Kabupaten Sukabumi. Subjek pada penelitian ini yaitu peserta kelas XII MIPA 2 dengan jumlah peserta didik 32. Instrumen yang digunakan berupa angket pernyataan skala likert pada 4 skala jawaban. Pernyataan berjumlah 13 pernyataan untuk kolaborasi dan 14 pernyataan untuk kreativitas. Kuisioner ini diberikan kepada peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran konsep bioteknologi. Hasil penelitan rata-rata skor N-Gain peserta didik untuk kolaborasi perindikator yaitu 0.30-0,55 dengan kategori peningkatan sedang, dan pada kemampuan kreativitas dengan skor N-Gain rata-rata per indikator yaitu 0,31- 0,60 dengan kategori peningkatan sedang. Serta pada hasil rata-rata skor N- Gain keseluruhan untuk kolaborasi yaitu 0,45 dengan kategori peningkatan sedang, dan untuk kreativitas dengan skor N-Gain 0,47 dengan kategori sedang. Dari data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan kolaborasi dan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran menggunakan model STEAM termasuk dalam kategori peningkatan sedang.  Kata kunci: Kolaborasi, Kreativitas, Model STEAM
Pengaruh Model Blended Learning terhadap Kemampuan Creative Thingking pada Peserta Didik SMA Diana Silfiani Putri; Jujun Ratnasari; Billiyardi Ramdhan
BIOEDUSCIENCE Vol 6 No 2 (2022): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/j.bes/629406

Abstract

Background: This study aims to determine the effect of the blended learning model on the creative thinking ability of high school students on biotechnology materials at SMA N 1 Sukaraja, Sukabumi Regency. Methods: The method used in this study is a quasi-experimenal research design, namely the Non-equivalent Control Group Design. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument used was an uraian test with 8 questions integrated with 5 indicators of creative thinking ability (Fluency, Flexibility, problem sensitivity, Originality, and Elaboration). Results: In testing the hypothesis using the independent sig (2-tailed) test is 0.00 < 0.05, then Ho is rejected. So use of the blended learning model on the creative thinking abilities help in the learning process to improve creative thinking in the learning process in the classroom. Conclusion: It can be concluded that there is an effect on the use of the blended learning model on the creative thinking abilities of class XII students on biotechnology materials at SMA Negeri 1 Sukaraja.
Enhancing Cognitive Learning Outcomes in MA Al Manar Class XII MIA Students using a Problem-Based Learning Method on Biotechnology Materials Sahidin, Ujang; Ratnasari, Jujun
Jurnal Report of Biological Education Vol 3 No 1 (2022): Report of Biological Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/rebion.v3i2.1677

Abstract

Background: Classroom action research aims to determine the application of problem-based learning methods to biotechnology material in improving cognitive learning outcomes for students in class XII MIA MA Al Manar Purwakarta. Methods: This study was carried out in class XII MIA MA Al Manar Purwakarta, which is located on Jalan Purnawarman Barat No. 71 in Purwakarta. The author had 21 students participate in this study as respondents. The method implemented in classroom action research is problem-based learning. This study's instruments included observation sheets, questionnaires, field notes, and tests. Results: Based on the research conducted, there was a significant increase in the value of biology from 23.81% to 80.95% between the odd semester and even semester of the 2021-2022 school year. Conclusion: Thus, the results of this study can improve students' cognitive learning outcomes. Keywords : Classroom action research; problem based learning method