Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Laporan Kasus Terapi Generalis Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran Pada Pasien S Tri Rahayu Nur Jannah; Mamnuah
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1683

Abstract

Gangguan jiwa merupakan perubahan persepsi terhadap stimulus baik internal maupun eksternal yang disertai dengan respon yang berkurang, berlebihan atau terdistorsi. gejala gangguan jiwa kadang-kadang bisa kembali atau memburuk yang lebih dikenal dengan istilah "kambuh". Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan melakukan asuhan keperawatan pada pasien jiwa dari tahap pengkajian sampai dengan tahap evaluasi. Subjek laporan ini adalah pasien dengan gangguan jiwa dengan diagnosa gangguan persepsi sensori pendengaran. Instrumen yang digunakan dalam asuhan keperawatan ini adalah format ceklist kemampuan pasien dalam terapi generalis (menghardik, bercakap-cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat). Jumlah populasi pada asuhan keperawatan adalah 1 pasien dengan kriteria pasien bersedia menjadi subjek, pasien kooperatif, mau mengikuti kegiatan dan pasien tidak memiliki keterbatasan fisik. Hasil penelitian menunjukan setelah dan sebelum dilakukan intervensi terdapat perbedaan pada pasien halusinasi pendengaran. Setelah dilakukan intervensi terapi generalis (menghardik, bercakap cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat) terjadi peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran dan penurunan tanda gejala. Penanganan yang dilakukan menunjukkan tanda dan gejala sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Setelah dilakukan intervensi mengalami penurunan tanda gejala dan peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi serta mampu memberikan dampak positif terhadap perbaikan kondisi pasien setelah melakukan terapi yang sudah diajarkan. Saran untuk penelitian lebih lanjut agar melakukan penelitian lebih dari 1 pasien, bina hubungan saling percaya (BHSP) lebih lama dengan pasien, mengkaji permasalahan yang dialami pada pasien dengan masalah halusinasi pendengaran, serta bisa melakukan pendekatan jangka panjang yang melibatkan dukungan keluarga dalam proses penyembuhan pasien.
PELATIHAN PEMERIKSAAN SADARI DI PCA KRATON D.I. YOGYAKARTA Dwi Ernawati; Wahyuntari, Evi; Mamnuah; Herlin Fitriani Kurnia; Herlin Fitriana Kurnia
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i3.1320

Abstract

Perempuan memiliki resiko terkena kanker payudara yang bisa penyebab kematian paling umum. Data empiris menunjukkan bahwa kejadian kanker meningkat seiring bertambahnya usia, namun usia muda tidak menjamin keamanan terhadap kanker payudara.  Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perempuan tentang pencegahan kanker payudara sejak dini sehingga meningkatkan kesadaran untuk rutin menjalani SADARI. Metode yang digunakan diawali dengan pemaparan informasi, demonstrasi dan latihan pelaksanaan SADARI. Hasil yang didapat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu terjaringnya peserta sebanyak 127 orang. Peserta yang bersedia untuk melakukan sadari dengan bimbingan ada 15 orang, dan hasil pemeriksaan SADARI 10 orang tersebut dalam kondisi normal. Simpulan Simpulan Pengurus PCA Kraton sudah mampu untuk melakukan deteksi dini kanker payudara sendiri dengan Teknik yang benar. Kata kunci : Sadari, PCA Kraton, Perempuan, Kanker Payudara
Risk Factors for Depression in Pregnancy: Scoping Review Catur Setyorini; Ismarwati Ismarwati; Mamnuah Mamnuah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.963 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1738

Abstract

Antenatal depression has become a common and serious problem that can affect the health of both mother and baby. This study aims to review the latest obstetric scientific evidence on the risk factors for depression in pregnancy. This research is a Scoping review using the Arkshey and O'Malley Framework and the PRISMA-ScR Checklist. The literature search used 3 databases, namely Pubmed, Science Direct, and Wiley Online Library. The keywords used were pregnant women, risk factors, and pregnancy depression. The inclusion criteria were original articles; published in 2018 to 2022, in English, open access and full text, and a focus on risk factors for pregnancy depression. Article quality assessment uses the Joanna Briggs Institute (JBI) Checklist. 13 articles were quantitative studies conducted in hospitals and clinics, and came from 8 different countries. Mapping themes from the results of the article analysis are the prevalence of depression in pregnancy, risk factors based demographics including age, education level, marital status and occupation, risk factors based on obstetric characteristics including the number of pregnancies, history of abortion, unwanted pregnancies and diseases in pregnancy, as well as risk factors based on psychosocial including husband support, family, domestic violence, and harmful habits. Information on recognizing risk factors for depression in pregnancy is important for health workers to detect depression on time and implement relevant psychosocial interventions to reduce the incidence of depression during pregnancy. Abstrak: Depresi antenatal telah menjadi masalah umum dan serius yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayinya. Penelitian ini bertujuan meninjau bukti ilmiah kebidanan terbaru tentang faktor-faktor resiko yang menyebabkan terjadinya depresi pada kehamilan. Penelitian ini merupakan Scoping review dengan menggunakan Arkshey dan O'Malley Framework dan PRISMA-ScR Checklist. Pencarian literatur menggunakan 3 database yaitu Pubmed, Science Direct dan Wiley Online Library. Kata kunci yang digunakan adalah ibu hamil, faktor resiko dan depresi kehamilan. Kriteria inklusi adalah original artikel, terbit tahun 2018 hingga 2022, bahasa Inggirs, open akses dan full teks serta fokus pada faktor resiko depresi kehamilan. Penilaian kualitas artikel menggunakan Ceklist Joanna Briggs Institute (JBI). Didapatkan 13 artikel yang merupakan penelitian kuantitatif dilakukan di rumah sakit dan klinik, serta berasal dari 8 negara berbeda. Pemetaan tema dari hasil analisis artikel adalah prevalensi depresi dalam kehamilan, faktor resiko berdasar demografi meliputi umur, tingkat pendidikan, status pernikahan dan pekerjaan, faktor resiko berdasar karakteristik obstetri meliputi jumlah kehamilan, riwayat abortus, kehamilan tidak diinginkan dan penyakit dalam kehamilan, serta faktor resiko berdasar faktor psikosocial meliputi dukungan suami, keluarga, kekerasan dalam rumah tangga serta kebiasaan yang merugikan. Pengetahuan dalam mengenali faktor risiko depresi kehamilan penting bagi tenaga kesehatan mendeteksi depresi secara tepat waktu dan menerapkan intervensi psikososial yang relevan untuk mengurangi kejadian depresi selama kehamilan.
Identification of Variables Influencing the Mental Health of Pregnant Women Setyorini, Catur; Ismarwati, Ismarwati; Mamnuah, Mamnuah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 4: Desember 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i4.2365

Abstract

Background: Pregnancy is an important period in a woman’s life cycle, which is often associated with changes in emotions and moods. Mental health disorders affect nearly one-fifth of pregnant women during the prenatal and postpartum periods. Some of the mental disorders that are often encountered are depressive disorders, anxiety disorders, psychotic disorders, and post-traumatic stress disorders. Mental health disorders are triggered by the social, economic, and physical environment. Identification of risk factors during pregnancy and early intervention will reduce morbidity in women, prevent postpartum mental disorders, and protect the health of the baby. Objective: This study aims to find out the factors that influence the mental health of pregnant women at Puskesmas (Community Health Center) Polanharjo, Klaten. Research Method: This research performed an analytical survey with a cross-sectional approach. The research sample was 83 pregnant women who made ANC visits at Polanharjo Community Health Center in Klaten. The data collection instruments were a questionnaire on respondent characteristics, the DASS-21 questionnaire, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) questionnaire. The statistical test was conducted by having univariate, bivariate, and multivariate analyses. Results: The mental health of pregnant women at Polanharjo Community Health Center was 75.9% normal and 24.1% abnormal (anxiety). The factors that affected the mental health of pregnant women were education, gravida, social support, and history of pregnancy. Meanwhile, factors such as age, occupation, maternal illness, and planned pregnancy did not affect the mental health of pregnant women. Conclusion: The social support factor is the most influential factor for the mental health of pregnant women at Polanharjo Klaten Polanharjo Community Health Center.
PKM PELATIHAN SCREANING KESEHATAN MENTAL DI BRAJAN TAMANTIRTO KASIHAN BANTUL Ernawati, Dwi; Aryani, Titin; Mamnuah, Mamnuah
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.1927

Abstract

Posbindu PTM merupakan kegiatan untukmenjaga kesehatan masyarakat, kegiatan posbindu PTM ada 5 meja, yang salah satunya adalah screaning kesehatan mental. Kesehatan mental saat ini adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan, Karena banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa merken mengsalami gangguan mental walau itu dalam tahapan ringan. Warga Brajan Rt 06, telah melaksanaak posbindu PTM per 3 bulan, akan terapi di posbindu PTM tersebut belum ada skrining kesehatan mental. Tujuan PkM ini adalah memperkenalkan screaming kesehatan mental pada warga dań melakukan screening saat posyandu. Metode pengabdian kepada masyarakat ini yaitu koordinasi dengan mitra, pelatihan screaning kesehatan mental, pelaksanaan screaning kesehatan mental pada warga dan pemeriksaan guladarah, asam urat, kolesterol. Target yang akan dicapai dari kegiatan PkM yaitu publikasi di jurnal nasional, HaKI, publikasi di media massa online,dan  video kegiatan
PEMBENTUKAN RANTING AISYIYAH SIAGA SEHAT JIWA Mamnuah, Mamnuah; Suryani, Suryani; Ernawati, Dwi
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i2.2396

Abstract

Angka gangguan jiwa di Indonesia masih tinggi. Yogyakarta merupakan nomor dua tertinggi di Indonesia. Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Bidang Majelis Kesehatan bertanggung jawab terhadap program kesehatan jiwa di Yogyakarta. Majelis Kesehatan PWA DIY belum banyak melakukan program kesehatan jiwa ini, padahal dampak kesehatan jiwa akan memberikan beban bagi keluarga dan pemerintah. Untuk itulah perlu dilakukan program untuk mengatasi permasalahan kesehatan jiwa. Salah satu upaya untuk meningkatkan status kesehatan jiwa masyarakat dengan cara pembentukan Ranting ‘Aisyiyah Siaga Sehat Jiwa. Pembentukan Ranting ‘Aisyiyah Siaga Sehat Jiwa dilakukan di   wilayah Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Tengah Tamantirto Kasihan Bantul. Kegiatan diawali dengan identifikasi kader, pelatihan kader dan pembentukan kelompok kader kesehatan jiwa sebanyak 17 orang. Kegiatan pelatihan kader dilakukan pada tanggal 12 Juni 2022 di masjid Baitunnafi. Keberlanjutan program setelah Ranting ‘Aisyiyah Siaga Sehat Jiwa terbentuk maka status  kesehatan jiwa keluarga akan terpantau karena sudah terbentuk kelompok kader kesehatan jiwa di ranting tersebut
Anxiety and Depression in Adolescents Before and During Covid-19 Rini Nur Diana; Mamnuah; Yekti Satriyandari; Andari Wuri Astuti; Dwi Ernawati
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 2 No. 2 (2023): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v2i2.280

Abstract

COVID-19 pandemic affects various group age, one of them in the group teenager as many as 27% of youth experience anxiety, 15% depression During pandemic, 46% youth no motivated for do usual activity they like it, 36% don't motivated for do profession home, and 43% youth woman feel pessimistic regarding his future. Temporary teenager man feel pessimistic that is about 31%. Method study in study this use method quantitative descriptive, with result state internet usage to be predictor depression, anxiety and stress. There is suspension of study and transition to online learning has in a manner significant Upgrade Internet use among teenager of an average of 5.46 hours a day before happened the COVID-19 pandemic to 9.74 hours a day moment the COVID-19 pandemic. Besides that in study [2] get results that the COVID-19 pandemic can exacerbate mental health experienced by adolescents. Specifically enhancement score anxiety 4.39 times more high in adolescents. One the cause is slowdown economy and parental unemployment that can influence parental mental health so that persecute his son, so could Upgrade problem adolescent mental health.
PENGALAMAN IBU TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN Ernawati, Dwi; Rika Ayu Lestari; Mamnuah, Mamnuah; Dwi Sri Handayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9366

Abstract

Kehamilan yang tidak diinginkan adalah suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. Laporan State of World Population (SWOP) yang dirilis oleh United Nations Population Fund (UNFPA) pada tahun 2022 total 121 juta kehamilan di dunia dan hampir setengahnya adalah kehamilan yang tidak diinginkan. Di Indonesia pada tahun 2015–2019, total 7,91 juta kehamilan setiap tahunnya. Di Provinsi Yogyakarta kasus KTD pada tahun 2023 meningkat menjadi 1.090 kasus. Tahun 2024 periode Januari-Juni kasus KTD di Yogyakarta sebanyak 484 dengan kasus terbanyak berada di Kabupaten Bantul sebanyak 157 kasus dan Puskesmas Kasihan II sebanyak 6 kasus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengalaman Ibu tentang Kehamilan tidak Diinginkan di Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 4 orang yaitu 3 informan umum dan 1 informan pendukung. Pengumpulan data dengan metode wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara dan voice recorder serta dokumentasi. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian didapatkan tema dalam pengalaman kehamilan tidak diinginkan yaitu psikologis ibu dan penyebab kehamilan tidak diinginkan. Diharapkan bagi pasangan agar dapat mencegah terjadinya KTD dengan menggunakan kontrasepsi.
Healthcare Providers’ Perspectives on Barriers and Needs in Delivering Perinatal Mental Health Services Padmaningtyas, Dewi Anggraini; Hidayat, Asri; Mamnuah, Mamnuah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 2 (2026): February 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf170203

Abstract

Healthcare providers’ perspectives on barriers and needs in delivering perinatal mental health services are crucial, as they play a central role in identifying and managing perinatal mental health problems and are often the first point of contact for women experiencing such conditions. This review aimed to describe healthcare providers’ views on the challenges and requirements in providing perinatal mental health services. A scoping review design was employed, drawing data from PubMed, ScienceDirect, EBSCO, and Google Scholar. The included articles were original research studies published in English or Indonesian within the last five years (2019–2024). The search terms included healthcare worker, healthcare professional, healthcare provider, barrier, need, challenge, perinatal mental, health service, and maternal mental health care. The findings from 15 relevant articles indicated that barriers to perinatal mental health services include limited awareness, insufficient knowledge and skills, cultural beliefs and stigma, inadequate resources and infrastructure, and poor communication. Identified needs encompassed enhanced training and resource allocation, public awareness campaigns, and the development of clear policies and guidelines. In conclusion, perinatal mental health services across various countries highlight substantial barriers and needs from the perspective of healthcare providers. Integrating mental health into routine maternal care and strengthening interdisciplinary collaboration may improve outcomes for both mothers and infants.Keywords: barriers; needs; healthcare providers; mental health; perinatal
Navigating the Storm: Unraveling the Factors Shaping Adolescent Anxiety Amid the COVID-19 Pandemic Rini Nur Diana; Mamnuah Mamnuah; Dwi Ernawati
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 20 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v20i2.28275

Abstract

The COVID-19 epidemic has significantly impacted adolescent mental health, particularly in cases of anxiety. The underlying causes, though, are yet unknown. The goal of this study is to identify any potential influences on adolescent anxiety during the COVID-19 epidemic. Cross-sectional time series analysis is the method used in this investigation. The 188 teenagers who made up the study's samples ranged in age from 15 to 18 years old. The sampling method made use of the probability sampling. The Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) questionnaire was used as the instrument for gathering the data. Then, univariate, bivariate, and multivariate were used in the statistical test. Most of the respondents, namely 143 respondents (76.1%) experienced anxiety. The most influential factor in anxiety is the source of information (p value 0.020). The factors related to anxiety were sources of information, resilience, loneliness, social support, and having positive COVID-19 patients within the family or around the family environment. During the COVID-19, the source of information variable was found to be the most important variable related to the anxiety.  Lack of clear information makes thingking worse and increases adolescent anxiety. It is recommended for healthcare services and community health centers to provide accurate information about COVID-19 in educational institutions to reduce adolescent anxiety.