Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PPM INOVASI ECOPRINT DI BRAJAN TAMANTIRTO KASIHAN BANTUL Mamnuah Mamnuah; Triyono Triyono; Dwi Sri Handayani; Dwi Ernawati
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3: September-Desember 2023
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v3i3.3009

Abstract

Warga RT 6 Brajan Tamantirto Kasihan Bantul merupakah wilayah dengan usaha konveki. Salah satu produk yang dikembangkan saat ini adalah batik Ecoprint Batik ini merupakan batik yang ramah lingkungan dengan bahan dasar pewarna alami dari zat warna hijau daun, akar atau batang atau tanin. Batik ini dikembangkan pada tahun 2022 saat masa Pandemi covid-19. Pemasaran batik Ecoprint belum dilakukan secara luas dan konvensional. Ecoprint mudai talun 2022 dilakukan dengan bahan dasar pembuatannya adalah kaos. Semakin banyaknya Masyarakat yang telah mengenal ecoprint, maka perlu adanya inovasi bahan dasar untuk dibuat ecoprint selain kaos. Tujuan PPM ini adalah mengajarkan Masyarakat untuk melakukan inovasi dibidang ecoprint. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktik secara berkelompok. Hasil PMM yang telah dilakukan yaitu pembuatan kain ecoprint dan mug ecoprint
Brain gym affect stress levels in narcotics inmates Faza, Indiana Putri Wijaya; Mamnuah
International Journal of Health Science and Technology Vol. 5 No. 3 (2024): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v5i3.3595

Abstract

Inmates experience stress due to inner tension that arises as a result of incompatibility in the prison environment, so a way is needed so that stress can be overcome, one way to overcome stress is by brain gym. The purpose of this study is to determine the effect of brain gym on stress levels in narcotics inmates in Narcotics Prisons. This study uses a quasi-experimental research design in the form of a pretest-posttest design with control group. The research instrument used a questionnaire. The subjects in this study are narcotics inmates, as many as 26 people in the experimental group and 26 people in the control group. The data analysis technique used is a non-parametric static technique, a paired sample t-test with a significant level of 5%. The results of the t-stress test in narcotics inmates in the control group obtained a t-count value of (1.581) < t table (2.059) and a p-value (0.127) > 0.05, the results in the experimental group obtained a t-count value of (3.586) < t-table (2.059) and a p-value (0.001) < 0.05. There was an effect of brain gymon the experimental group. The results of the unpaired sample t-test obtained a result of 0.000, meaning there was a difference in stress levels in the experimental and control groups. Brain gym affect reducing stress levels in prisoners. Advice for drug addict inmates to apply brain gym independently to reduce stress levels in themselves.
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Mental Pada Keluarga Mamnuah; Nurul Mahmudah
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i1.1548

Abstract

Keluarga yang mempunyai anak remaja merasa kesulitan dalam mengasuh mereka. Memasuki masa remaja yang diawali dengan terjadinya kematangan seksual, maka remaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan penyesuaian untuk dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Kematangan seksual dan terjadinya perubahan bentuk tubuh sangat berpengaruh pada kehidupan kejiwaan remaja. Selain tertarik kepada dirinya, juga mulai muncul perasaan tertarik kepada lawan jenis. Keterbatasan akses dan informasi mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi bagi remaja di Indonesia bisa dipahami karena masyarakat umumnya masih menganggap seksualitas sebagai sesuatu yang tabu dan tidak untuk dibicarakan secara terbuka. Orang tua biasanya enggan untuk memberikan penjelasan masalah-masalah seksualitas dan reproduksi kepada remajanya, dan anak pun cenderung malu bertanya secara terbuka kepada orang tuanya. Kalaupun ada orang tua atau guru di sekolah yang ingin memberi penjelasan kepada anaknya, mereka seringkali kebingungan bagaimana caranya dan apa saja yang harus dijelaskan. Di dalam keluarga, seringkali terjadi konflik antara remaja dengan orangtua. Solusi yang ditawarkan yaitu penyuluhan terkait kesehatan reproduksi dan kesehatan mental. Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan kesehatan mental pada keluarga sudah dilakukan tanggal 7 Mei 2023 jam 13.00 WIB. Remaja dan keluarga diajari pentingnya kesehatan mental dan peran keluarga untuk menjaga kesehatan mental. Keluarga juga diajari pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Anxiety and Depression in Adolescents Before and During Covid-19 Rini Nur Diana; Mamnuah; Yekti Satriyandari; Andari Wuri Astuti; Dwi Ernawati
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 2 No. 2 (2023): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v2i2.280

Abstract

COVID-19 pandemic affects various group age, one of them in the group teenager as many as 27% of youth experience anxiety, 15% depression During pandemic, 46% youth no motivated for do usual activity they like it, 36% don't motivated for do profession home, and 43% youth woman feel pessimistic regarding his future. Temporary teenager man feel pessimistic that is about 31%. Method study in study this use method quantitative descriptive, with result state internet usage to be predictor depression, anxiety and stress. There is suspension of study and transition to online learning has in a manner significant Upgrade Internet use among teenager of an average of 5.46 hours a day before happened the COVID-19 pandemic to 9.74 hours a day moment the COVID-19 pandemic. Besides that in study [2] get results that the COVID-19 pandemic can exacerbate mental health experienced by adolescents. Specifically enhancement score anxiety 4.39 times more high in adolescents. One the cause is slowdown economy and parental unemployment that can influence parental mental health so that persecute his son, so could Upgrade problem adolescent mental health.
PELATIHAN PEMERIKSAAN SADARI DI PCA KRATON D.I. YOGYAKARTA Dwi Ernawati; Wahyuntari, Evi; Mamnuah; Herlin Fitriani Kurnia; Herlin Fitriana Kurnia
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i3.1320

Abstract

Perempuan memiliki resiko terkena kanker payudara yang bisa penyebab kematian paling umum. Data empiris menunjukkan bahwa kejadian kanker meningkat seiring bertambahnya usia, namun usia muda tidak menjamin keamanan terhadap kanker payudara.  Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perempuan tentang pencegahan kanker payudara sejak dini sehingga meningkatkan kesadaran untuk rutin menjalani SADARI. Metode yang digunakan diawali dengan pemaparan informasi, demonstrasi dan latihan pelaksanaan SADARI. Hasil yang didapat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu terjaringnya peserta sebanyak 127 orang. Peserta yang bersedia untuk melakukan sadari dengan bimbingan ada 15 orang, dan hasil pemeriksaan SADARI 10 orang tersebut dalam kondisi normal. Simpulan Simpulan Pengurus PCA Kraton sudah mampu untuk melakukan deteksi dini kanker payudara sendiri dengan Teknik yang benar. Kata kunci : Sadari, PCA Kraton, Perempuan, Kanker Payudara
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN MEKANISME KOPING PADA MAHASISWA BARU S1 KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI PERKULIAHAN TAHUN PERTAMA DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Rinarta, Adetia Pramesti; Nurmaguphita, Deasti; Mamnuah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5647

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa baru sering melakukan penyesuaian terhadap tahun pertama perkuliahan, maka hal ini kemungkinan dapat menimbulkan stres. Tingkat stres yang dialami setiap individu berbeda, tergantung kemampuan individu dalam mengatasi stres. Mekanisme koping merupakan cara untuk mengatasi stres yang akan membantu beradaptasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara tingkat stres dan mekanisme koping pada mahasiswa baru S1 keperawatan dalam menghadapi perkuliahan tahun pertama di Universitas Aisyiyah Yogyakarta Metode: Penelitian deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden dipilih dengan teknik simple random sampling dan mendapatkan 145 mahasiswa baru S1 keperawatan yang menghadapi perkuliahan tahun pertama di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji Kendall-Tau. Dalam pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, kuesioner tingkat stres SLSI yang dimodifikasi, dan kuesioner mekanisme koping. Hasil: Sebagian besar responden dalam kondisi stres sedang (58,9%) dengan mekanisme koping adaptif (93,8%). Nilai signifikansi uji Kendall-Tau sebesar 0,720. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan mekanisme koping pada mahasiswa baru S1 keperawatan dalam menghadapi perkuliahan tahun pertama di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Dalam hal ini, mahasiswa baru disarankan dapat lebih terbuka dalam menghadapi stres akibat tahun pertama perkuliahan agar mendapatkan bantuan atau konseling yang tepat dari pihak universitas, teman, maupun keluarga serta dapat menggunakan dan mempertahankan koping adaptif.
HUBUNGAN PEKERJAAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS MPUNDA KOTA BIMA Bayti Jannah; Cesa Septiana Pratiwi; Mamnuah
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71369/h5ym6p79

Abstract

Prevalensi kecemasan kehamilan bervariasi pada trimester kehamilan dengan tingkat yang tinggi pada trimester pertama dan ketiga. Tingkat kecemasan yang tinggi yaitu pada negara dengan penghasilan rendah dan sedang sebesar 20% atau lebih. Kecemasan antenatal berdampak negatif pada ibu maupun bayi. Dampak negatif kecemasan pada ibu yaitu perubahan perilaku ibu hamil seperti pola makan, gaya hidup atau aktifitas fisik, yang mengakibatkan penyulit persalinan. Dampaknya pada bayi baru lahir meliputi masalah seperti berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia, kelahiran prematur, dan perkembangan janin terhambat, yang dapat menyebabkan kematian bayi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pekerjaan dengan kecemasan ibu hamil di Puskesmas Mpunda Kota Bima. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 61 orang dengan sampel sebanyak 53 ibu hamil yang telah mengikuti perawatan antenatal di Puskesmas Mpunda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu consecutive sampling. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur kecemasan yaitu Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Berdasarkan uji statistik menggunakan chi-square tingkat kecemasan wanita yang tidak bekerja dengan nilai-p value sebesar 0,018 (p <0,05). Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan informasi yang holistik kepada ibu hamil supaya meminimalisir kecemasan yang terjadi.
Pekerjaan dan gravida mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil di Puskesmas Mpunda Kota Bima Jannah, Bayti; Septiana Pratiwi, Cesa; Mamnuah, Mamnuah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1467

Abstract

Latar Belakang: Ibu hamil yang mengalami stres dapat mempengaruhi perilaku terkait kesehatan mereka, yang pada gilirannya dapat membahayakan kesehatan dan perkembangan anak-anak dalam jangka panjang. Ketika tingkat stres seorang ibu meningkat selama kehamilan, hal itu dapat memengaruhi aliran darah anak yang belum lahir, membuat bayi menjadi hiperaktif dan meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan atau autisme. Variabel psikologis, fisiologis, sosial, dan sosio-demografis termasuk di antara yang dapat menyebabkan stres pada wanita hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pekerjaan dan gravida mempengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil. Metode: Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan teknik consecutive sampling pada 53 wanita hamil yang pergi ke Puskesmas Mpunda untuk perawatan antenatal. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang mengukur karakteristik responden dan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Tingkat kecemasan berbeda secara signifikan antara wanita yang tidak bekerja (p = 0,018) dan ibu hamil dengan status gravida (p = 0,043). Kesimpulan: Kecemasan ibu hamil dipengaruhi oleh status pekerjaan ibu yang tidak bekerja dan status multigravida pada ibu hamil di Puskesmas Mpunda Kota Bima.
Laporan Kasus Terapi Generalis Pada Ny. P Dengan Gangguan Persepsi Sensori Pendengaran Chilen Oxtaviani; Mamnuah
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 7 (2025): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i7.521

Abstract

Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan yang kian meningkat secara global dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya maupun keluarganya. Salah satu bentuk gangguan jiwa yang sering terjadi di masyarakat adalah skizofrenia, yaitu gangguan mental kronis dan berat yang ditandai dengan gangguan persepsi, pikiran, emosi, dan perilaku. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan melakukan asuhan keperawatan pada pasien dari tahap pengkajian sampai dengan tahap evaluasi dengan menggunakan 1 pasien. Instrumen yang digunakan pada pengumpulan data adalah lembar pengkajian dan lembar ceklist kemampuan pasien dalam terapi generalis. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan intervensi terapi generalis selama 4 hari terdapat penurunan tanda gejala pada pasien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran. Kemampuan pasien dalam melakukan terapi generalis juga mengalami peningkatatan. Berdasarkan hasil penerapan intervensi terapi generalis selama empat hari menunjukkan bahwa tanda gejala mengalami penurunan dari 5 tanda gejala menjadi 2 tanda gejala halusinasi yang tersisa yaitu perilaku halusinasi dan bersikap seolah mendengar. Pasien mengontrol halusinasi mengalami peningkatan seperti menghardik, bercakap-cakap, melakukan aktivias yang disenangi dan patuh minum obat. Saran untuk penelitian selanjutnya, agar dilakukan penelitian dengan jumlah pasien yang lebih banyak untuk mengukur efektivitas intervensi serupa secara lebih luas, serta mengkaji dampaknya terhadap kualitas hidup pasien dalam jangka panjang
Menopause: Mental Health, Health Issues, and Coping Strategies. A Qualitative Study Mamnuah, Mamnuah; Ramdani, Wawan Febri; Kartini, Farida; Astuti, Dhesi; Retnaningdiah, Dian; Wantonoro, Wantonoro
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i1.13733

Abstract

Menopause marked a transformative phase in many women’s lives, often accompanied by complex physical, emotional, and social challenges. This study aimed to explore how women in Yogyakarta experienced and managed menopause, shedding light on their unique coping strategies and support systems. A qualitative design employed purposive sampling to recruit women aged 45 to 55, ensuring diverse and relevant experiences. In-depth, face-to-face interviews were conducted and analyzed thematically to uncover underlying patterns and meanings. Four major themes emerged: physical and emotional changes, adaptation strategies, social support dynamics, and shifts in sexuality. Women reported symptoms such as sleep disruption, fatigue, and mood instability, and adapted by seeking information and modifying their lifestyles, although resources were often insufficient. Family and community support provided essential emotional relief, while changes in intimacy required communication and adjustment. These findings highlighted the need for holistic menopause management that integrates physical, emotional, and relational support.