Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PROPHETIC LEADERSHIP MODEL: META-ANALYSIS AND SYSTEMIC REVIEW Kurniawati, Eti; Tarihoran, Naf’an; Nugraha, Enung
International Journal of Multidisciplinary Research and Literature Vol. 4 No. 2 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY RESEARCH AND LITERATURE
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijomral.v4i2.313

Abstract

This study aims to analyze the prophetic leadership model through a meta-analysis and systematic review approach. Prophetic leadership is a model based on moral, ethical, and spiritual values that have proven effective in improving organizational performance and employee motivation and building a harmonious work culture. This study reviews previous research conducted between 2020–2024 to identify factors that influence the effectiveness of prophetic leadership in various sectors. The study results show that prophetic leadership positively impacts job satisfaction, employee engagement, and creating an organizational culture based on ethics and spirituality. However, challenges are still in implementing this model, especially in organizations with diverse cultural backgrounds. Therefore, a more adaptive implementation strategy is needed to apply prophetic leadership more widely in various organizational contexts. This study provides insights into prophetic leadership's role in sustainable organizational development.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KUSTA DI KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Eti Kurniawati; Parman; Sugiarto; Ratna Sari Dewi; Indri Indah Lestari
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v3i2.524

Abstract

Kusta merupakan penyakit kronis yang mengakibatkan kecacatan fisik disebabkan oleh Mycpbacterium leprae.Tahun 2018 dari 11 Kabupaten/Kota jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan jumlah 49 orang. Diketahui kasus kusta tertinggi terdapat diwilayah kerja Puskesmas Mendahara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian kusta di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain casse control. Dilaksanakan pada bulan juli 2019. Populasi penelitian adalah seluruh penderita kusta dan bukan penderita kusta yang tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Mendahara.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 48 orang. Perbandingan sampel kasus dan kontrol 1:2 dengan sampel kasus 16 orang kusta, kontrol 32 orang.Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Alat ukur yang digunakan kuesioner, dan pengukuran menggunakan meteran. Hasil uji statistik menggunakan chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara personal hygiene (p= 0.017),riwayat kontak (p-value 0.012) dengan kejadian kusta. Kepadatan hunian (p-value 1000) dan Pendapatan keluarga (p-value0.350) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna terhadap kejadian kusta. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk melakukan screening untuk pencegahan dini serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pencegahan penyakit kulit khususnya kusta.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MATA PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI KECAMATAN JELUTUNG KOTA JAMBI TAHUN 2021 Andika, Riko; Eti Kurniawati; Parman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i1.1221

Abstract

ABSTRAK Pekerja las memiliki risiko cedera mata yang tinggi akibat paparan radiasi, mekanik, suhu dan kimiawi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan teknik pengambilan secara total sampling yaitu seluruh pekerja las di Kecamatan Jelutung Kota Jambi yang berjumlah 63 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2021 di bengkel las di Kecamatan Jelutung. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Sebanyak 46,0% responden ada keluhan mata, 49,2% responden memiliki usia berisiko, 79,4% responden memiliki masa kerja berisiko dan 39,7% responden tidak menggunakan APD saat melakukan pengelasan. Ada hubungan antara usia (p=0,032) dan penggunaan APD (p=0,000) dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las Kecamatan Jelutung. Tidak ada hubungan antara masa kerja (p=0,510) dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las Kecamatan Jelutung. Keluhan mata pekerja bengkel las di Kecamatan Jelutung berhubungan dengan usia dan penggunaan APD. Untuk itu diharapkan kepada pemilik bengkel las melakukan pengawasan kepada pekerja terhadap penggunaan APD googles/welding shields. Pekerja sering mengistirahatkan matanya setelah mengelas dengan metode 20-20-20, setiap bekerja 20 menit lakukan istirahat 20 detik dengan memandang jarak sejauh 20 kaki (6 meter). ABSTRACT Welders are at high risk of eye injury from radiation, mechanical, thermal and chemical exposures. This study aims to determine the factors associated with eye complaints in welding workers at the Welding Workshop. The research design used was cross sectional. The sample in this study was taken using a total sampling technique, namely all welding workers in Jelutung District, Jambi City, amounting to 63 people. This research was conducted in June 2021 at a welding workshop in Jelutung District. The research instrument is a questionnaire. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi Square test. As many as 46.0% of respondents had eye complaints, 49.2% of respondents had a risky age, 79.4% of respondents had a risky working period and 39.7% of respondents did not use personal protective equipment when doing welding. There is a relationship between age (p=0.032) and the use of personal protective equipment (p=0.000) with eye complaints in welding workers at the Welding Workshop, Jelutung District. There was no relationship between years of service (p=0.510) and eye complaints in welding workers at the Welding Workshop, Jelutung District. The eye complaints of welding workshop workers in Jelutung District are related to age and the use of personal protective equipment. For this reason, it is hoped that the welding workshop owner will supervise workers against the use of personal protective equipment such as googles/welding shields. Workers often rest their eyes after welding with the 20-20-20 method, every 20 minutes of work take a 20 second break by looking at a distance of 20 feet (6 meters).
Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah yang Mendapatkan Predikat Kampong Bantar di RT. 36 Kelurahan Paal Merah Kota Jambi Sakti, Ridho Buana; Kurniawati, Eti; Fahri, Sukmal
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2340

Abstract

Sampai saat ini sampah masih menjadi masalah di kesehatan lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi penyebab penyakit seperti diare, kecacingan dan lain-lain. Di Kelurahan Paal Merah khususnya RT 36 masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tidak membuang sampah pada tempatnya. Penelitian bertujuan mengetahui perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah yang mendapatkan predikat kampung bantar di RT. 36 Kelurahan Paal Merah Kota Jambi. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah kepala keluarga yang ada di RT 36 Kelurahan Paal Merah sebanyak 100 KK. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pengelolaan sampah berhubungan dengan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,016) dan faktor pendorong (p=0,000). Diharapkan RT yang mendapatkan kampung bantar tersebut dapat lebih dipantau kebersihan lingkungannya dan indikator-indikator dalam program kampung bantar tersebut, jika RT tersebut telah mendapatkan predikat kampung bantar dan tidak mentaati atau melaksanakan indikator-indikator tersebut setelah penilaian maka haruslah diberikan sanksi berupa dicabut nya predikat tersebut, dan di umumkan di media sosial maupun media cetak.Kata Kunci : Perilaku pengelolaan sampah Until now, waste is still a problem in environmental health. If not managed properly it can cause diseases such as diarrhea, worms and others. In Paal Merah Village, especially RT 36, there are still people who litter and do not throw garbage in its place. This study aims to determine the behavior of the community in waste management who received the title of Kampung Bantar in RT. 36 Paal Merah Village, Jambi City. The study used a cross sectional design. The research sample is the head of the family in RT 36 Paal Merah Village as many as 150 families. The research instrument is a questionnaire. Data collection techniques by means of interviews. Data were analyzed using chi-square test. The results showed that waste management behavior was related to knowledge (p=0.009), attitude (p=0.016) and driving factors (p=0.000). It is hoped that the RT that gets the bantar village can be better monitored for the cleanliness of its environment and the indicators in the bantar village program, if the RT has received the bantar village title and does not obey or implement these indicators after the assessment, it must be given a sanction in the form of revoking the title and published on social media and print media.Keywords: Waste management behavior
Pendampingan dan Edukasi Bahaya Pestisida terhadap Kesehatan pada Petani Sayur di Kelurahan Lingkar Selatan Kota Jambi Kurniawati, Eti; Subakir, Subakir; Putri, Elfa Meirela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21299

Abstract

ABSTRAK Petani adalah individu atau kelompok yang berprofesi sebagai pengelola dan penggarap lahan untuk memproduksi hasil pertanian, seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, atau peternakan. Mereka memiliki peran penting dalam menyediakan kebutuhan dasar manusia, terutama makanan. Petani adalah tulang punggung perekonomian dan ketahanan pangan. Tanpa mereka, kebutuhan pangan masyarakat tidak dapat terpenuhi. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan terhadap petani, seperti edukasi, pelatihan, dan kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Peran pendampingan pencegahan dampak penggunaan pestisida pada kelompok Petani dapat dijadikan bahan acuan mitra Puskesmas Paal Merah II yang merupakan puskesmas dengan jumlah petani terbanyak di kota Jambi agar terhindar dari pajanan pestisida yang digunakan sehari-hari. Tujuan dari kegian ini adalah menurunnya angka kejadian keracunan pestisida pada kelompok tani dan meningkatkan kualitas hidup petani. Metode kegiatan ini adalah Memberikan Edukasi dan Pelatihan hingga pengetahuan dan keterampilan meningkat ≤ 80% tentang dampak penggunaan pestisida kimia terhadap kesehatan petani serta pendampingan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) agar terhindar dari pajanan pestisida kimia. Kegiatan ini Memberikan informasi mengenai bahaya pestisida, penggunaan APD, dan prosedur darurat jika terjadi keracunan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi, Kelompok sasaran dari kegiatan ini adalah Petugas Kesehatan, Kader POS UKK serta kelompok tani. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi oleh puskesmas terkait bahaya dan dampak pestisida pada kelompok tani agar terhindar dari keracunan pestisida. Kata Kunci: Pendampingan, Pengetahuan, Petani, Pestisida  ABSTRACT Farmers are individuals or groups whose profession involves managing and cultivating land to produce agricultural products such as food crops, horticulture, plantation crops, or livestock. They play a crucial role in providing basic human needs, especially food. Farmers are the backbone of the economy and food security. Without them, the food needs of the population cannot be met. Therefore, support for farmers is necessary, such as education, training, and healthcare, to improve their well-being. The role of assistance in preventing the impact of pesticide use on farmer groups can serve as a reference for partners at Paal Merah II Public Health Center, which has the largest number of farmers in Jambi City. This support aims to help farmers avoid daily exposure to pesticides. The objective of this activity is to reduce the incidence of pesticide poisoning among farmer groups and improve their quality of life. This activity involves providing education and training to increase knowledge and skills by up to ≤ 80% regarding the health impacts of chemical pesticide use on farmers, as well as assisting in the use of Personal Protective Equipment (PPE) to avoid exposure to chemical pesticides. This activity provides information about the dangers of pesticides, the use of PPE, and emergency procedures in case of poisoning. The community service activity will be conducted in May 2025 in the working area of Paal Merah II Public Health Center, Jambi City. The target groups for this activity are health workers, POS UKK cadres, and farmer groups. Monitoring and evaluation by the health center are necessary regarding the dangers and impacts of pesticides on farmer groups to prevent pesticide poisoning. Keywords: Assistance, Knowledge, Farmers, Pesticides
Skrining dan Edukasi pada Kelompok Rentan Tuberkulosis Paru (TB) Berbasis Teknologi Digital di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi Kurniawati, Eti; Merdekawati, Diah; Listiawaty, Renny; Yuniza, Yuniza; Syahirah, Riby Bintang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22406

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronikmenular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacteriumtuberculosis. Tahun 2020-2024 jumlah penderita TB di 20 Puskesmas mengalami peningkatan. Salah satu Puskesmas di Kota Jambi yangmemiliki banyak penderita TB adalah Puskesmas Simpang Kawat, dengan capaian suspek TB Paru sebanyak 541 (91,85 %) dengan prevalensi 1,9 sedangkan 62 pasien TB (+) yang mendapatkan layanan Kesehatan. Menjadi tugas penting bagi petugas kesehatan serta kader Posyandu dalam mencegah terjadinya peningkatan angka kejadian TB Paru. Tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang SKrining pencegahan dan pengendalian TB Paru. Kegiatan diawali dengan FGD bersama Mitra kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang diabetes mellitus dan skrining ulkus diabetik serta pengenalan dan penggunaan tentang aplikasi SIFAR-TB. Metode pendekatan untuk mencapai target luaran adalah knowledge transfer dan technology transfer. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta tentang skrining TB Paru baik secara manual maupun dengan aplikasi SIFAR-TB. Kegiatan skrining dan edukasi pada kelompok keluarga rentan TB dapat dilakukan secara berkesinambungan agar penularan TB dapat dicegah sejak dini.  Kata Kunci: Tuberkulosis, Skrining,Edukasi  ABSTRACT Introduction: Tuberculosis is a chronic infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. In 2020-2024 the number of TB sufferers in 20 Community Health Centers increased. One of the Community Health Centers in Jambi City that has many TB sufferers is Simpang Kawat Community Health Center, with a reach of 541 (91.85%) suspected Pulmonary TB with a prevalence of 1.9 while 62 TB patients (+) who received health services. Partners have posyandu cadres for several health service activities in the community with a total of 35 people. Routine activities carried out by posyandu cadres are coordinated by partners such as cadres for infectious diseases and non-infectious diseases. The description of the sanitation conditions of the patient's house includes the physical condition of the house which is vulnerable to becoming a breeding ground for tuberculosis bacteria, thus causing an increase in the prevalence of Pulmonary TB. Objective: The purpose of implementing the activity is to increase the knowledge and skills of partners regarding early detection of TB prevention and control and to improve the quality of partner services for Pulmonary TB sufferers. Method: The approach method to achieve the output target is knowledge transfer and technology transfer. Output targets: increasing knowledge, skills and health services Results: This activity was carried out in August 2025, starting with the FGD of the Community Service Team with the Simpang Kawat Health Center Health workers, then mentoring and education for Health workers and Posyandu Cadres as well as screening activities for the TB-vulnerable community in the Simpang Kawat Health Center work area. Conclusion: Screening and education activities for TB-vulnerable family groups can be carried out continuously so that TB transmission can be prevented early. Keywords: Tuberculosis, Screening, Education
Smart Screening Ulkus Diabetik Merdekawati, Diah; Astuti, Ani; Kurniawati, Eti; Azzahira S, Nyimas Putri; Permadita, Shelly Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17611

Abstract

ABSTRAK Semakin banyak penyandang diabetes mellitus, semaikn besar angka kejadian ulkus. Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi adalah salah satu Puskesmas yang memiliki peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus. Menjadi tugas penting bagi petugas kesehatan serta kader Posyandu dalam mencegah terjadinya peningkatan angka kejadian ulkus diabetik. Tujuan pelatihan smart screening yaitu meningkatkan kompetensi kader posyandu lansia dalam menilai resiko ulkus pada penyandang diabetes mellitus. Kegiatan diawali dengan pemberian materi tentang diabetes mellitus dan skrining ulkus diabetik serta pengenalan dan penggunaan aplikasi smart screening ulkus diabetik. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta tentang skrining ulkus diabetik baik secara manual maupun dengan aplikasi. Kata Kunci: Smart Screening, Ulkus Diabetik  ABSTRACT The more people with diabetes, the greater the risk of developing diabetic ulcers. Simpang Kawat Health Center, Jambi City is one of the health centers that has an increasing number of diabetes mellitus sufferers. It is an important task for health workers and posyandu cadres to prevent an increase in the incidence of diabetic ulcers. The aim of this smart screening training is to increase the knowledge and skills of elderly posyandu cadres in assessing the risk of ulcers in people with diabetes mellitus. The activity began with providing material about diabetes mellitus and diabetic ulcer screening as well as the introduction and use of the diabetic ulcer smart screening application. There was an increase in participants' knowledge and skills regarding diabetic ulcer screening both manually and with applications. Keywords: Smart Screening, Ulcus Diabetic
Upaya Peningkatan Pengetahuan Petani terhadap Risiko Terjadinya Keracunan Pestisida Pada Petani Sayuran di Kelurahan Bakung Jaya Kota Jambi Kurniawati, Eti; Suroso, Suroso; Subakir, Subakir; Putri, Elfa Meirela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13974

Abstract

ABSTRAK Dunia pertanian membutuhkan berbagai dukungan dalam bentuk fisik untuk dapat meningkatkan produksi panen yang dihasilkan misalnya berbagai macam perpupukan, peralatan yang menunjang, dan termasuk pestisida yang marak digunakan dalam bertani. Jika penggunaan pestisida tidak sesuai aturan dosis, dapat menimbulkan keracunan hingga kematian. Berbagai Dampak yang muncul terhadap organisme yang tidak termasuk dalam target meliputi dampak terhadap lingkungan dapat berupa pencemaran atau residu terhadap air dan tanah serta dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti keracunan bahkan dapat juga menyebabkan kematian bagi manusia (Tarumingkeng, 2008). Diketahui juga bahwa petani banyak menggunakan pestisida golongan Karbamat dan Organopospat, dari study literatur diketahui bahwa pestisida golongan Karbamat dan Organopospat ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap kesehatan petani pada saat akan melakukan kegiatan penyemprotan khususnya jika petani tersebut tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang baik dan benar pada saat penyemprotan. Kelurahan Bakung jaya merupakan daerah penghasil sayur- sayuran di kota jambi, berdasarkan informasi dari ketua RT 12 Bakung jaya, jumlah petani sayur yang ada diwilayah ini berjumlah 60 orang, para petani sayur ini setiap harinya sering terpapar dengan pestida dengan aktivitas penyemprotan dan pemupukan yang dilakukan dalam sehari-harinya. Berdasarkan study awal terhadap beberapa petani meyatakan bahwa ada beberapa keluhan kesehatan yang dirasakan oleh petani seperti sering pusing, kadang-kadang mual serta gatal-gatal diarea tangan dan kaki. Berdasarkan uraian diatas Tim pengabdian masyarakat Dosen Prodi Kesmas  tertarik untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada pada petani sayur di kelurahan Bakung Jaya kota jambi.  Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani sayur terhadap dampak paparan pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan. Metode pada saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan dilakukan secara ceramah dan diikuti evaluasi hasil kegiatan. Hasil dari kegiatan yang sudah dilaksanakan diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan petani terhadap paparan pestisida. Perlu peningkatan pengetahuan petani terhadap penggunaan pestisida serta upaya pembentukan POS UKK sebagai sarana pelayanan mengurangi resiko munculnya penyakit akibat kerja Kata Kunci: Pestisida, Pengetahuan, APD, Perilaku  ABSTRACT Agriculture requires infrastructure to increase production such as fertilizer, equipment, and including pesticides. If pesticides are not used according to dosage regulations, it can cause poisoning and even death. Negative impacts on non-target organisms include impacts on the environment in the form of pollution and causing poisoning and can even cause death to humans (Tarumingkeng, 2008). It is also known that farmers use a lot of Carbamate and Organophosphate group pesticides. From literature studies it is known that these Carbamate and Organophosphate group pesticides have a tremendous impact on farmers' health when spraying, especially if the farmer does not use good and correct personal protective equipment when spraying. Bakung Jaya subdistrict is a vegetable producing area in Jambi City. Based on information from the head of RT 12 Bakung Jaya, the number of vegetable farmers in this area is 50 people. These vegetable farmers are often exposed to pesticides every day through the spraying and fertilizing activities they carry out. in everyday life. Based on initial studies of several farmers, it was stated that there were several health complaints felt by farmers, such as frequent dizziness, sometimes nausea and itching in the hands and feet. Based on the description above, the community service team, Lecturers at the Public Health Study Program, are interested in carrying out community service activities for vegetable farmers in the Bakung Jaya sub-district, Jambi City. The aim of this community service activity is to increase vegetable farmers' knowledge of the impact of pesticide exposure on health and the environment. MThe method of this community service activity is through lectures and activity evaluation. Results from the activities that have been carried out, it is known that there is an increase in farmers' knowledge of pesticide exposure. It is necessary to increase farmers' further knowledge of pesticide management and spraying techniques as well as efforts to establish POS UKK as a tool for farmers. Keywords: Pesticides, Knowledge, Behavior
HUBUNGAN SHIFT KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PT. X KOTA JAMBI TAHUN 2023 Nabila Afifah; Renny Listiawaty; Eti Kurniawati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 9: Mei 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Work accidents are influenced by five interrelated factors, namely working conditions, manufacturing negligence, unsafe acts, accidents and injuries. Work environment factors that do not meet Occupational Safety and Health (K3) requirements, unsafe work processes, and increasingly complex and modern work systems can pose a threat to workers' safety and health. Working conditions are influenced by several things, including workload, work shifts, the temperature of the working environment and the period during which the work is carried out. To find out the relationship between work shifts and workload on work fatigue in workers at PT. X. Method: This type of research is quantitative with a cross sectional design. The total sample population is 58 respondents. Data collection uses questionnaires and observations. Sampling used the Total Sampling technique. Data analysis was carried out univariate and bivariate. Results: Based on statistical tests using chi-square, length of service obtained a P-value = 0.000 (P<0.05), workload obtained a P-value = 0.000 (P<0.05) and work environment obtained a P-value value = 0.007 (P<0.05) statistically shows that work period and workload have a significant relationship with work fatigue at PT. X Jambi City and work environment with work fatigue are not related at PT. X Jambi City. Conclusion: It is recommended for companies to avoid fatigue at work in order to avoid work accidents by explaining to each new worker about the conditions and dangers that can arise in the workplace with safe ways and attitudes in carrying out their work
Hubungan Iklim Kerja Panas Terhadap Dehidrasi Pada Pekerja Di Bagian Dryler Di Pt.X Tahun 2020 Entianopa, Entianopa; Wahyuni, Arianti; Kurniawati, Eti
Indonesian Journal of Health Community Vol 1 No 1 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim kerja yang tinggi dapat menyebabkan overstress dan metabolisme panas pada tubuh sehingga pekerja berpotensi mengalami heat stress dan kekurangan cairan akibat keluarnya keringat berlebih yang akan mempengaruhi status hidrasi pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dipilih dengan teknik total sampling dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 38 pekerja bagian dryler. Sebanyak 42,1% responden mengalami dehidrasi, iklim kerja rata-rata 29,429oC, 84,2% responden mengalami kelelahan sedang, 71,1% responden tidak melakukan aktivitas fisik dan 60,5% responden tidak mengonsumsi air> 8 gelas / hari. Ada hubungan antara iklim kerja panas (p = 0,000), aktivitas fisik (p = 0,023) dan konsumsi air (p = 0,010) dengan dehidrasi pada pekerja bagian dryler PT Angkasa Raya Djambi. Tidak ada hubungan antara kelelahan (p = 1.000) dengan dehidrasi pada pekerja bagian dryler PT Angkasa Raya Djambi. Diharapkan pihak perusahaan meningkatkan ventilasi terbuka atau pemasangan blower di setiap sudut ruang kerja sehingga sirkulasi udara dapat mengalir dengan baik.