Dunia pertanian membutuhkan berbagai dukungan dalam bentuk fisik untuk dapat meningkatkan produksi panen yang dihasilkan misalnya berbagai macam perpupukan, peralatan yang menunjang, dan termasuk pestisida yang marak digunakan dalam bertani. Jika penggunaan pestisida tidak sesuai aturan dosis, dapat menimbulkan keracunan hingga kematian. Kelurahan Bakung Jaya merupakan daerah penghasil sayur- sayuran di kota Jambi dengan jumlah petani sayur sebanyak 50 orang, para petani sayur ini setiap harinya sering terpapar dengan pestida yang digunakan sebagai pembasmi hama maupun pupuk yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas sayuran yang ditanamnya. Berdasarkan study awal terhadap beberapa petani meyatakan bahwa ada beberapa keluhan kesehatan yang dirasakan oleh petani seperti cemas, pusing, sakit kepala, tremor, mual serta sempoyongan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan keracunan pestisida pada petani sayur di Kelurahan Bakung Jaya Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Crossectional dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan petani terhadap keracunan pestisida dengan nilai p-value 0,006. Ada hubungan antara perilaku petani terhadap keracunan pestisida dengan nilai p-value 0,038. Ada hubungan antara Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh petani terhadap keracunan pestisida dengan nilai p-value 0,067. Hasil analisis multivariat diperoleh Variabel yang paling signifikan adalah APD (p-value=0,044) dengan arti Petani yang tidak menggunakan APD berisiko 5 kali terpapar pestisida jika dibandingkan dengan petani yang menggunakan APD. Diharapkan kepada puskesmas Talang bakung untuk segera membentuk POS UKK di wilayah tersebut guna meningkatkan pengetahuan petani serta meminimalisir petani dari paparan pestisida.