Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALYSIS OF SOCIO-ECONOMIC CONDITIONS OF BAMBOO CRAWINGS IN DURIN SERUGUN VILLAGE, SIBOLANGIT DISTRICT Selly Nindi Sari Br. Sitepu; Elfayetti Elfayetti; Herdi Herdi; M. Arif M. Arif; Rosni Rosni
Tunas Geografi Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v10i2.33269

Abstract

The problem in this research is the low level of income of the population so that it affects the socio- economic conditions of bamboo craftsmen in Durin Serugun Village, Sibolangit District. This study aims to determine the Socio-Economic Conditions of the bamboo craftsmen in terms of indicators (income, education and living conditions). This research was conducted in Durin Serugun Village, Sibolangit District. The population in this study are all people who work as bamboo craftsmen. The sample in this study used a purposive sampling technique. Data collection techniques in this study are direct communication techniques to the field, study documentation, observation and questionnaires. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative analysis. Results of this study indicate that the socio-economic conditions of the bamboo craftsman community are seen from the main income level of bamboo craftsmen as a whole, the average ranges between Rp. 1,000,000 Rp. 2,000,000 with a percentage of 71.7% with a total of 61 respondents. Apart from the main job, the side job of bamboo craftsmen is dominated by the type of work as a farmer with an average income of IDR 1,000,000 - IDR 1,500,000 with a percentage of 85% with a total of 58 respondents. Judging from the education level of bamboo craftsmen, most of the craftsmen graduated from elementary school with a percentage of 28.2%. And the condition where bamboo craftsmen live has their own home ownership status with a percentage of 80% with improved facilities.
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU GEOGRAFI DI SMA SE-KECAMATAN HAMPARAN PERAK TAHUN AJARAN 2017/2018 Rahma Yulia; Rosni Rosni
Tunas Geografi Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i1.12228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kompetensi Pedagogik Guru Geografi di SMA Se-Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru geografi yang mengajar di SMA Se-Kecamatan Hamparan Perak dan sekaligus menjadi sampel (total sampel) yang berjumlah 7 orang guru. Adapaun Teknik Pengumpulan Data yang digunakan untuk mengukur kompetensi pedagogik guru geografi adalah dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi dengan menggunakan Instrumen Penilaian Kinerja Guru (IPKG). Teknik analisis data yang digunakan yaitu Deskritif Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru geografi dalam aspek perencanaan pembelajaran dengan menggunakan RPP termasuk dalam kategori Cukup (79,62) dan dilihat dari aspek pelaksanaan pembelajaran guru geografi masih termasuk dalam kategori Kurang (64,03). Dengan demikian, hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Geografi di SMA Se-Kecamatan Hamparan Perak Tahun Ajaran 2017/2018 dapat dikategorikan dalam kemampuan Cukup (71,82). Kata kunci: guru, kompetensi, pedagogik
PeningkatanKewirausahaan danLife SkillMahasiswa Melalui Teknik Eksperimen PupukOrganik Kascing padaMataKuliah Evaluasidan Konservasi Sumber Daya LahanJurusan Pendidikan Geografi Elfayetti Elfayetti; Herdi Herdi; Rosni Rosni; Kamarlin Pinem
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i78.4673

Abstract

This research aims to realize the implementation increase enterpreunership and lifeskill of the students bykascing organic waste as experiment method experiment technic in subject Evaluation and Conservation ofFarm Resource Geography Education Department. This research is carried out July until November 2012 atGeography Education Department. Data that got to outcome of the research by student and the lecture.The activity of research devided for four cycle, consist of planning, action, experiment and reflection. Resultthat got to show  that increase value of the students by the cycle. By using theProblem Based Instruction(PBI) model every student in group can identify and analysis the result from field research.
Analisis Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri Di Kota Pematangsiantar Rosni Rosni; Ratih Puspita
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 1 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i1.7292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri Di Kota Pematangsiantar.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri di Kota Pematangsiantar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru geografi kelas X sebanyak 12 guru dan 5 wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan observasi.Selanjutnya analisis data yang digunakan adalah tekhnik analisa deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan (1) Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada mata pelajaran Geografi kelas X termasuk dalam kategori baik (71, 12%). (2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan KTSP antara lain : Perencanaan ,meliputi Pelatihan (65%), Pengkajian (65%), Prota(100%), program semester (100%), program mingguan dan harian (85%), Modul (75%), program pengembangan diri (55%), Pengorganisasian meliputi pengembangan silabus (90%), RPP (100%), mendayagunakan kondisi sekolah (65%) penyampaian materi (80%), orientasi pembelajaran (85%), variasi mengajar (70%), sumber pembelajaran (95%). Pelaksanaan KBM meliputi Pre test (80%), penilaian kognitif (75%), aspek afektif (80%), psikomotorik (70%), penguasaan penilaian (75%), post test (80%): Penilaian hasil belajar, meliputi ulangan harian (80%), pembuatan soal (25%), ulangan umum (70%), penilaian portofolio (60%), dan  Pelaporan meliputi laporan guru, pelaporan hasil belajar siswa (90%), guru bekerjasama dengan orangtua (60%), membantu kepala Sekolah (55%), diskusi dan evaluasi (60%). Faktor penghambat dalam pelaksanaan (KTSP) pada mata pelajaran geografi kelas X di Kota Pematangsiantar pada indikator penggorganisasian yakni penggunaan alokasi waktu (50%) dan sarana pembelajaran (50%) dan indikator evaluasi berupa penilaian kelas (25%).Kata Kunci: Pelaksanaan KTSP, mata pelajaran Geografi
PEMAHAMAN NILAI ANAK DAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA BAGI KELUARGA MANDAILING DI KELURAHAN SIDANGKAL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN KOTA PADANGSIDIMPUAN Muhammad Arif; Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i1.5325

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui pemahaman nilai anak dalam ProgramKeluarga Berencana bagi Keluarga Mandailing. Populasinya berjumlah 123 KepalaKeluarga (KK) dan sampel diambil secara acak sebanyak 18 KK. Teknik pengumpulan datayang dilakukan dengan komunikasi langsung (wawancara) terhadap responden daninforman kunci. Data dianalisis dan diinterpretasi secara kualitatif dalam bentukdeskriptif.Hasil penelitan menunjukkan bahwa (1) Masyarakat (pasangan suami/isteri)Mandailing memahami bahwa anak laki-laki memiliki nilai lebih jika dibandingkan dengananak perempuan. Pemahaman ini dipengaruhi faktor bahwa marga bagi suku Mandailingakan diteruskan oleh anak laki-laki; anak laki-laki penerus marga. (2) Masyarakat (pasangansuami/isteri) suku Mandailing memahami bahwa Program Keluarga Berencana bukansebagai program untuk membatasi jumlah anak, tetapi sebagai program untukmenjarangkan jarak kelahiran anak, sekaligus sebagai usaha untuk mewujudkan keluargakecil bahagia dan sejahtera.Kata kunci: Nilai anak dan program KB bagi keluaarga.
THE ANALYSIS OF THE IMPACT OF WORKING-AGE POPULATION ON INDONESIAN LABOUR Muhammad Arif; Rosni Rosni; Zukya Rona Islami; M Taufik Rahmadi
JURNAL GEOGRAFI Vol 13, No 1 (2021): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v13i1.21145

Abstract

The population is a very interesting object of study. It is because human is the main actor in economic activity, especially in terms of the labor force. The population as a workforce is one aspect of the factors of production that will contribute to the economic growth in a particular region. If the working-age population and non-working age population is well facilitated, including the enactment of government policies regarding improving their productivity, the population growth would benefit the regional economy. Indonesia is a country with a large population so that it potentially has a large workforce for economic development. Therefore, this research aims to examine the effect of the working-age population on the labor force in Indonesia. To achieve this goal, this research uses a literature review method. The data used in this study is secondary data obtained from BPS and BAPPENAS publications, books, and research articles. The discussion in this paper describes the development of the productive age population, employment issues in Indonesia, and the effect of the working-age population on employment in Indonesia. in conclusion, the high number of populations of productive age (demographic bonus) does not immediately occur. The working-age population greatly influences the workforce in Indonesia. The researchers hope that this article can be a reference for similar research in the future.Keywords: analysis, population, working-age, employment, IndonesiaPermasalahan kependudukan sangat menarik untuk dikaji dan dianalisis. Hal ini dikarenakan penduduk khususnya manusia merupakan pelaku utama dalam kegiatan ekonomi termasuk dalam hal ketenagakerjaan. Penduduk sebagai tenaga kerja merupakan salah satu variabel dalam faktor produksi yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Bila komposisi penduduk usia produktif dan yang belum produktif dipfasilitasi dengan baik, termasuk adanya kebijakan pemerintah yang menfokuskan pada kemajuan produktivitas mereka, maka pertumbuhan penduduk dengan komposisi yang demikian akan menguntungkan perekonomian daerah tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang banyak sehinnga berpotensi memiliki tenaga kerja yang banyak untuk kemajuan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian iin bertujian untuk menalaah pengaruh jumlah penduduk usia produktif terhadap kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.  Agar tujuan peneliti tercapai, peneliti menggunakan metode kajian pustaka. Data yang digunkan adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi BPS, BAPPENAS, buku serta artikel penelitian yang relevan dengan tema kajian penelitian. Pembahasan pada tulisan ini memaparkan mengenai perkembangan penduduk usia produktif, problematika ketenagakerjaan di Indonesia, serta pengaruh penduduk usia produktif terhadap ketenagakerjaan di Indonesia. Beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu, Jumlah penduduk usia produktif yang tinggi (bonus demografi) tidak langsung terjadi, Jumlah penduduk usia produktif sangat berpengaruh pada ketengakerjaan di Indonesia. Penulis berharap artikel ini dapat menjadi referensi bagi penelitian sejenis. Kata kunci: analisis, penduduk, usia produktif, ketenagakerjaan, Indonesia
Pelatihan Penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 Bagi Guru IPS SMP di Kabupaten Serdang Bedagai Tumiar Sidauruk; Elfayetty Elfayetty; Rosni Rosni; Nurjannah Nurjannah; Ali Nurman; Meilinda Suriani Harefa
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8158

Abstract

Hasil identifikasi pada tahun 2012 tentang kesiapan guru memenuhi 25 dokumen yang dibutuhkan dalam penilaian kinerja guru pada berbagai kegiatan pembinaan guru yang telah dipaparkan dimuka diperoleh, bahwa umumnya guru belum menyusun silabus dan RPP sendiri, dokumen yang ada adalah hasil perumusan di MGMP dan atau mengadopsi langsung model silabus dan RPP yang diterbitkan oleh PUSKUR.  Hal ini memerlukan pendampingan untuk membantu kesiapan guru dalam menyusun silabus, pembuatan RPP IPS kurikulum 2013 dan perbaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Model Pembelajaran Saintifik, untuk itu diadakanlah pelatihan kepada guru-guru  IPS SMP dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan SMP di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kegiatan pokok yang dilakukan pada kegiatan pelatihan penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 bagi guru IPS SMP di Kabupaten Serdang Bedagai ada 4 (empat) yaitu: (1) diawali dengan penjajakan dan kesepakatan mekanisme pendampingan yang dilakukan kepada Guru IPS SMP yang dikoordinasikan dengan pihak Kepala dan Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serdang Bedagai, (2) kegiatan membuat perencanaan  penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 pada pelajaran IPS di SMP, (3) kegiatan praktek perbaikan RPP IPS Kurikulum 2013 pada pelajaran IPS di SMP dan (4) kegiatan pengukuran efektifitas pendampingan.Hasil yang dicapai pada kegiatan ini terdiri dari: (1) pelaksanaan action plan pendampingan, pelaksanaan pre test (2) Diperolehnya laporan dan evaluasi serta refleksi melalui metode inovasi penyusunan RPP IPS SMP Kurikulum 2013 dan workshop (3) Diperolehnya laporan dan evaluasi serta refleksi melalui metode lesson study (4) Diperolehnya laporan akhir kegiatan yang didukung oleh metode wawancara, Observsi dan post tes yang merupakan proses dari kegiatan pengukuran efektifitas pendampingan.Kata Kunci :     Kurikulum 2013, SMP, Ilmu Pengetahuan Sosial, RPP dan pengabdian kepada masyarakat
PENURUNAN KUALITAS EKOSISTEM MANGROVE HUBUNGANNYA DENGAN PENDAPATAN MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN SECANGGANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2009): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v1i1.6359

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan keragaman jenistangkapan nelayan, perbedaan pendapatan nelayan, perbedaan kesempatankerja dan berusaha nelayan sebelum dengan sesudah terjadinya kerusakanekosistem mangrove di Kecamatan Secanggang. Metode penelitian yangdigunakan adalah deskriptif kuantitatif. Dari 7 desa pantai di KecamatanSecanggang diambil sampel secara purposive proporsional yakni dua desa(Kwala Besar dan Jaring Halus) yang memiliki 750 KK, kemudian diambilresponden sebanyak 10% (75 KK) yang bermata pencaharian sebagainelayan penangkapan ikan 39 KK, budi daya ikan 26 KK, dan 10 KK sebagaiwiraswasta.Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yangsignifikan antara keragaman jenis hasil tangkapan nelayan sebelum dengansesudah terjadinya kerusakan mangrove. Beberapa jenis ikan yang dahulunyasering tertangkap, namun pada saat ini sudah tidak pernah atau sangatjarang tertangkap lagi, diantaranya adalah ikan bawal, kepiting, kerapu,udang kapur, udang tiger, kakap, pari, senangin, cumi-cumi, dan kembung.Secara umum semua jenis biota laut mengalami penurunan frekuensitangkapan. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatanrumah tangga nelayan sebelum dengan sesudah terjadinya kerusakanekosistem mangrove. Terjadi penurunan jumlah hasil tangkapan nelayansebesar Rp. 667.462,- atau 33,89% dari total pendapatan keluarga.Penurunan pendapatan ini puncaknya terjadi sekitar 5 tahun terakhir.Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok masyarakat nelayan yangbermata pencaharian sebagai nelayan pembudidaya ikan yakni sebesar41,12%, pengumpul kayu (38,38%), pedagang (33,56%), dan nelayanpenangkap ikan (33,54%). (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antarakesempatan bekerja dan berusaha sebelum dengan sesudah terjadinyakerusakan ekosistem mangrove, dimana 40,0% masyarakat menyatakan agaksulit bekerja dan berusaha di sektor perikanan, dan bahkan 46,7%masyarakat menyatakan sulit bekerja dan berusaha, hanya 2,7% yangmenyatakan mudah, agak mudah 4,0%, dan biasa saja 6,7%.Kata kunci: Penurunan kualitas ekosistem mangrove dan pendapatan nelayan
Pemanfaatan dan Pengelolaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) Sebagai Strategi Pengembangan Kewirausahaan Muhammad Arif; Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 1 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i1.8632

Abstract

AbstrakPerguruan Tinggi (PT) dengan berbagai aspek yang berhubungan dengan kekayaan intelektual yang dimiliki oleh setiap dosennya merupakan aset yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi pembangunan nasional dan daerah. Aset ini dapat dilihat berdasarkan hasil-hasil penelitian, temuan (invensi), rekayasa, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen. Penghargaan terhadap hasil-hasil tersebut haruslah diimplementasikan oleh dosen yang bersangkutan, bukan menunggu atau mengharapkan orang lain yang menghargainya. Berbagai isu tentang hak kekayaan intelektual menjadi tujuan utama dari tulisan ini. Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) atau Intelectual Property Rights (IPR) pada saat ini telah mendapat perlindungan dari pemerintah. Menghargai kekayaan intelektual diri sendiri berarti menghargai karya sendiri sekaligus menghindari konflik kepemilikan karya tersebut pada masa yang akan datang. Menghargai karya diri sendiri merupakan indikasi  sikap mental wirausaha dari individu yang bersangkutan. Disamping itu, pemikiran ini juga sudah selayaknya menjadi perhatian, pemikiran dan dilaksanakan oleh seluruh insan perguruan tinggi, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas perguruan tingginya dalam mengemban Tri Dharma PT. Oleh karena itu, pengelolaannya di PT yakni dengan membentuk Sentra KHI di Perguruan Tinggi. Kata Kunci: Kekayaan intelektual untuk pengembangan kewirausahaan.
ANALISIS KONDISI SARANA DAN PRASARANA PASAR TRADISIONAL KAMPUNG LALANG DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN Rosni Rosni; Muhammad Arif; Herdi Herdi
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i2.5775

Abstract

Penelitian ini bertujuan(1) untuk mengetahui kondisi sarana pasar tradisionalKampung Lalang dan (2) untuk mengetahui kondisi prasarana pasar tradisionalKampung Lalang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studidokumenter, dan wawancara terhadap responden dan informan kunci. Data dianalisisdan diinterpretasi secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitan menunjukkan bahwa (1) kondisi sarana pasar tradisional KampungLalang yakni: tempat sampah, area bongkar muat tersedia memadai masing-masingmemperoleh skor 70 sehingga tergolong pada kategori baik, sarana transfortasi tersediadengan skor 100 kategorinya baik. Sedangkan kantor pengelola, toilet umum, drainase,tempat ibadah, kios, dan los tersedia namun belum memadai dan memperoleh skormasing-masing 55 tergolong pada kategori sedang. Sarana areal parkir ada tersediatetapi pada kategori buruk, kemudian hidrant/air pemadam kebakaran dan poskeamanan tidak tersedia maka tergolong pada kategori buruk; (2) kondisi prasaranapasar Kampung Lalang yakni akses jalan dan air bersih tersedia memadai masingmasingmemperoleh skor 80 tergolong pada kategori baik, dan jaringan listrik tersediamemadai memperoleh skor 90 tergolong pada kategori baik. Sedangkan prasaranapelayanan kesehatan tidak tersedia sehingga tergolong kedalam kategori buruk.Kondisi sarana dan sarana pasar ini belum sesuai dengan ketetapan dan peraturanMenteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 20 tahun 2012, tentang Pengelolaan danPemberdayaan Pasar tradisional, karena beberapa indikator sarana dan prasarana pasaryang ada belum berfungsi sebagaimana peruntukannya. Pasar ini tergolong pada pasarKelas II, pasar yang bangunannya terdiri dari semi permanen dan mempunyai fasilitasyang belum memadai (Peraturan Kota Madya Tingkat II Medan No.31 Tahun 1993),namun dalam aktifitas pasarnya sudah membuat berlansungnya aktifitas ekonomi dansosial masyarakat.Kata kunci: Sarana dan prasarana, pasar tradisional