Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Potensi Air Tanah Di Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara Menggunakan Geolistrik S-Field Multichanel Metode Wenner Iskandar, Ahmad; Sudarwin Kamur; Samsi Awal; Nasarudin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.331

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan penduduk dan meningkatnya pembangunan wilayah akibat keberadaan tambang nikel di Desa Mandiodo Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe. Bertambahnya luas lahan permukiman adalah konsekuensi dari peningkatan jumlah penduduk. Penambahan lahan permukiman tidak diimbangi dengan ketersediaan air bersih yang diberikan oleh PDAM ataupun pemerintah desa, sehingga masyarakat memanfaatkan sumur bor ataupun sumur gali. Wilayah Konawe Utara khususnya daerah Kecamatan Molawe yang merupakan lokasi tambang nikel merupakan daerah yang air permukaannya cenderung tercemari aktifitas tambang, sehingga metode geolistrik sangat berperan dalam upaya menentukan potensi air tanah di suatu wilayah. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Wenner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan hasil inversi Res2DinV. Lintasan pengukuran menggunakan spasi 10 meter dengan kedalaman pembacaan data 35 m. Hasil penelitian diperoleh nilai resistivitas yang berbeda-beda untuk setiap batuan. Variasi resistivitas yang diperoleh dimulai dari 0,23–36948 Ωm. Nilai resistivitas air tanah berada pada rentang nilai resistivitas 0,23–100 Ωm, di beberapa tempat terindikasi sebagai sumber air asin/payau. Litologi penyusun akuifer di daerah penelitian berupa lapisan aluvium yang terdiri dari pasir dan kerikil. Pada daerah penelitian, air tanah ditemukan pada kedalaman bervariasi mulai dari 5-35 meter.
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Geografi Geografi SMA Negeri Di Kabupaten Kolaka Timur Kamur, Sudarwin; Reski Amalia; Eko Hariyadi; Nasarudin; Ahmad Iskandar; Gaby Nanda Kharisma
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.556

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi  pentingnya bagi guru untuk memiliki kompetensi pedagogik, terutama guru geografi, karena kompotensi pedagogik adalah kemampuan yang berkaitan dengan pemahaman peserta didik dan tuntutan terhadap guru sebagai profesional. Kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran yang mencakup memahami peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil belajar, dan membantu peserta didik mencapai potensi mereka sendiri dikenal sebagai kompetensi pedagogik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kapasitas pedagogis guru geografi di SMA Negeri di Kabupaten Kolaka Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan melibatkan 10 guru geografi di SMA Negeri Kabupaten Kolaka Timur. Hasilnya menunjukkan bahwa kompetensi pedagogis guru geografi secara keseluruhan tergolong dalam kategori "Baik" dengan presentasi deskriptif 85%.    
Visualisasi Spasial Akulturasi Bahasa Bugis Terhadap Masyarakat Suku Tolaki Di Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka Risnawati; Kamur, Sudarwin; Hariyadi, Eko; Nasarudin; Samsi Awal
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 9 No. 1 (2025): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v9i1.14499

Abstract

The familiarity of social life between the Bugis and Tolaki communities in Samaturu District, Kolaka Regency covers various sectors of life, so that it affects the way of communication of the indigenous people, especially the Tolaki people, it causes a process of cultural acculturation in the form of the language used in the Tolaki people, therefore this needs to be visualized spatially and identify the factors that cause it. This study aims to provide a spatial visualization of Bugis language acculturation to the Tolaki community and the factors that cause the Tolaki community to be able to use Bugis language in communicating with Bugis community groups in Samaturu Sub-district, Kolaka Regency. The respondents of the study amounted to 339 Tolaki people spread across 14 villages in Samaturu District, Kolaka Regency. Data was collected using questionnaires and analyzed in a quantitative descriptive manner. The results of the study concluded that there are 10 villages where the Tolaki people are fluent in Bugis language and there are 4 villages where the Tolaki people are not fluent but still know the meaning of the Bugis language. In addition, there are three main factors that cause the Tolaki community group to be fluent in using the Bugis language, the three factors are social interaction/social contact, living environment, and marriage. Even so. The fluency of the Tolaki Tribe community in Samaturu District, Kolaka Regency in using the Bugis language does ot necessarily eliminate its own regional languange, this shows that the acculturation process does not touch all cultural elements but only element regional languages that are learnend and used in communication