Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Feasibility and Effectiveness of High-Level Thinking Tests on Virus to Mapping The Ability of Prospective Science Teacher (Introduction Study on The Development of Integrated Learning Models) Kusumadani, Annur Indra; Rahardjo, Sentot Budi; Yamtinah, Sri; Prayitno, Baskoro Adi
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2023: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the feasibility and effectiveness of a higher - order thinking test developed on material of virus. The test instrument developed was aimed at mapping the ability of prospective science teacher in the preliminary study of developing an integrated learning model. This research is a Research and Development referring to Borg and Gall ( 1989) with 10 stages of research, namely : (1) Initial research and data collection , (2) Planning , (3) Initial product manufacture , (4) Initial trial (expert validation) , (5) Initial product improvement , (6) Test field trial , (7) Operational product improvement , (8) Operational field test (effectiveness test/external validity test) , (9) Final product revision, and (10) Dissemination. The research involved the following experimental subjects : (1) The initial trial involved virus material experts, research and education evaluation experts ; (2) The small group trial involved 36 student teacher candidates at the University of Muhammadiyah Surakarta for the 2020/2021 academic year; (3) The large group trial involved 60 student teacher candidates at the University of Muhammadiyah Surakarta for the 2020/2021 academic year ; and (4) an operational field test (effectiveness test/external validity test) involving 30 teacher candidates at the Muhammadiyah University of Surakarta for the 2020/2021 academic year. The data analysis techniques used were the validity of AIken at the validation stage, item test analysis in the field trial and Pearson correlation analysis at the operational /effectiveness field test stage. The final results of this research are computer-assisted higher order thinking test with 8 questions of higher order thinking on virus material that has strong internal validity with an Aiken validity index of more than 0.73 ( 0.84 to 0.92 ), reliability coefficient 0.814 > 0.213 (r table ) which means high reliability, difficulty index of 0.17 (difficult) to 0.455 (medium), and discriminant index (differentiation power) of 0.2 (enough) to 0.745 (good). External validity/effectiveness is 0.626 (strong enough) to 0.831 (strong) which is the correlation of higher order thinking test results developed with other higher-order thinking tests on virus. The conclusion of this research is that the developed test instrument is feasible and effective to measure the higher order thinking ability of virus.
Efektifitas Penerapan Model PBL (Problem Based Learning) dan GL (Generatif Learning) terhadap Kemampuan Menganalisis dan Hasil Belajar pada Mata Kuliah Komputer Analisis Data Kusumadani, Annur Indra
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.051 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) pengaruh model GL (Generatif Learning) dan model PBL (Problem Based Learning) terhadap hasil belajar; (2) pengaruh model GL (Generatif Learning) dan model PBL (Problem Based Learning)terhadap kemampuan menganalisis; (3) pengaruh model GL (Generatif Learning) dan model PBL (Problem Based Learning) terhadap kemampuan menganalisis dan hasil belajar. Penelitian ini merupakan eksperimen semu. Populasi penelitian adalah mahamahasiswa Pendidikan Biologi Semester 6 yang menempuh mata kuliah komputer analisis data. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan model GL terdiri dari 20 mahasiswa, kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan model PBL terdiri dari 20 mahasiswa. Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar aspek kognitif dan data kemampuan menganalisis. Teknik non tes, berupa lembar observasi untuk aspek afektif dan aspek psikomotor. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan dengan bantuan software SPSS 18. Hasil penelitian didapatkan bahwa; (1) ada pengaruh model PBL dan model GL terhadap hasil belajar, pembelajaran dengan model GL lebih efektif untuk hasil belajar afektif, pembelajaran dengan model PBL lebih efektif untuk hasil belajar psikomotor; (2) Tidak ada pengaruh kemampuan analisis terhadap hasil belajar mahasiswa. Kemampuan analisis tinggi tidak selalu menunjukkan hasil belajar yang tinggi pula dan sebaliknya; dan (3) Tidak ada pengaruh interaksi antara model belajar dengan kemampuan analisis terhadap hasil belajar mahasiswa. Model belajar dengan kemampuan analisis tinggi tidak selalu mnunjukkan hasil belajar yang tinggi dan sebaliknya.
Efektivitas Tes Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata Kuliah Mikrobiologi Berbantuan Microsoft Powerpoint Dan Visual Basic For Aplication Kusumadani, Annur Indra; Syarif, Ahmad; Dewi, Rahma Citra
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.563 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tes berpikir tingkat tinggi pada mata kuliah mikrobiologi berbantuan komputer dengan Microsoft Office dan Visual Basic for Application. Instrumen tes yang dikembangkan bertujuan mengukur kemampuan uraian singkat mahasiswa pada mata kuliah biologi lingkungan. Instrumen tes yang dikembangkan berbasis Microsoft Office Powerpoint dan Visual Basic for Application. Penelitian ini merupakan lanjutan dari Research and Development dengan modifikasi subjek coba pada beberapa tahapan penelitian. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini merupakan lanjutan dari tahapan penelitian sebelumnya yaitu uji efektivitas. Penelitian melibatkan 40 mahasiswa pendidikan biologi UMS yang mengambil matakuliah mikrobiologi dimana 20 siswa diuji menggunakan tes berpikir tingkat tinggi berbantuan microsoft dan visual basic serta 20 siswa diuji menggunakan tes responsi tertulis. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson product moment. Semakin tinggi korelasi hasil kedua tes menunjukkan semakin efektif tes berpikir tingkat tinggi yang dikembangkan. Kesimpulan hasil penelitian adalah instrumen tes berpikir tingkat tinggi yang dikembangkan efektif untuk mengukur kemampuan siswa pada materi mikrobiologi. Hasil akhir penelitian ini adalah tes berpikir tingkat tinggi berbantuan komputer pada materi mikrobiologi yang valid eksternal atau efektif. Validitas eksternal sebesar 0,734 (kuat) yang merupakan korelasi hasil tes berpikir tingkat tinggi yang dikembangkan dengan tes responsi pada mata kuliah mikrobiologi. Kesimpulan hasil penelitian adalah instrumen tes yang dikembangkan efektif untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi mikrobiologi.
Deskripsi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) Mata Pelajaran IPA Ditinjau dari Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Purwantoro Tahun Ajaran 2021/2022 Anwari, Anandira Rahmadatulloh; Kusumadani, Annur Indra
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemic COVID-19 penyesuaian aturan pertemuan tatap muka terbatas dengan tetap mengedepankan protocol kesehatan serta keselamatan warga sekolah sebagai prioritas utama dilaksanakan pada satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 1 atau 2. Kabupaten Wonogiri termasuk dalam wilayah PPKM level 2 dimana salah satu sekolah yang menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas adalah SMP Negeri 1 Purwantoro. Ditinjau dari nilai Ujian Nasional tahun 2019 pada mata pelajaran IPA rerata se-Kabupaten Wonogiri mencapai angka 57,32 dan SMP Negeri 1 Purwantoro mencapai angka 72,7 sehingga dapat dikatakan SMP Negeri 1 Purwantoro memiliki nilai yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) Mata Pelajaran IPA Ditinjau Dari Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Purwantoro Tahun Ajaran 2021/2022. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan instrumen wawancara, test, observasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu 65 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Purwantoro. Hasil penelitian diperoleh siswa yang tuntas belajar sebesar 52,30 % termasuk kategori cukup sehingga secara klasikal belum mencapai ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mempengaruhi rendahnya ketuntasan belajar saat pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) adalah terbatasnya jadwal pertemuan sehingga interaksi antara siswa dengan guru berkurang.
Perbandingan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa Calon Guru Sains menggunakan Model Pembelajaran Socio-Scientific Problem Based Learning with Spiritual Value dengan Model Problem Based Learning Kusumadani, Annur Indra; Rahardjo, Sentot Budi; Yamtinah, Sri; Prayitno, Baskoro Adi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sains saat ini umumnya lebih terpusat pada dosen, dimana dosen menjadi sumber pengetahuan sehingga mahasiswa hanya mengandalkan informasi dari dosen dalam proses pembelajaran sehingga berdampak pada kemampuan berpikir tingkat tinggi lemah. Alternatif untuk mengatasi hal tersebut dengan menggunakan model pembelajaran SocioScientific Problem based Learning with Spiritual Value dan Problem based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa calon guru sains menggunakan model SocioScientific Problem based Learning with Spiritual Value dan problem based learning. Penelitian ini menggunakan kelas eksperimen dengan model Socio-Scientific Problem based Learning with Spiritual Value dan model Problem Based Learning. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa calon guru sains FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta semester VI Tahun Akademik 2021-2022. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Two Independent Sample Test (Uji Mann Withney U). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa calon guru sains menggunakan model pembelajaran Socio-Scientific Problem based Learning with Spiritual Value dengan model pembelajaran Problem based Learning. Nilai rata-rata dari kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan model SocioScientific Problem based Learning with Spiritual Value 66,20 dengan nilai terendah 56,35 dan nilai tertinggi 79,60. Sedangkan nilai rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi dari kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan model Problem based Learning sebesar 51,40 dengan nilai terendah 39,70 dan nilai tertinggi 69,10.
Novel Approach in Enhancing Science Education through Problem-Based Creative Learning and Delphi Evaluation Annur Indra Kusumadani; Affandy, Harry; Sunarno, Widha; Suryana, Risa; Harjana, Harjana; Andiena, Resty Zama
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/va3g8p17

Abstract

The research aimed to optimize the Problem-Based Creative Learning (PBCL) model to enhance higher-order thinking skills (HOTS) in natural science learning. The research used the Delphi method, which involved seven experts in education from various disciplines contributing to a cycle of Delphi. The Delphi cycle consisted of two cycles, and data analysis involved using the Aiken V statistical equation. The Delphi study results highlighted agreement on the characteristics of the PBCL model, which included (1) syntax, (2) social system, (3) principles of reaction, (4) support system, and (5) the impact of learning. The research findings highlight the potential of PBCL as an innovative learning model in natural science learning, emphasizing its effectiveness in improving aspects of analysis, evaluation, and creation as part of HOTS. The study contributes a learning model framework for educators to strengthen natural science education and cultivate insightful and adaptive students in the 21st century.
Evaluation of Higher-Order Thinking Skills of Middle School Students on Vibration and Wave Topic Using Rasch Measurement Kusumadani, Annur Indra; Afandy, Harry; Agustina, Lina; Astuti, Rina; Waluyo, Muhamad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.10900

Abstract

Higher-order thinking skills (HOTS) are crucial in science education, yet students often struggle to master them, particularly in complex topics such as vibrations and waves. This study aimed to evaluate the HOTS performance of 165 eighth-grade students from five schools in Purbolinggo Sub-district, East Lampung, using a two-tier multiple-choice test analyzed through the Rasch Measurement Model. The test consisted of 12 items, each with a content question and a reasoning tier, adapted from Treagust (1988) and validated through expert judgment. Rasch analysis indicated that most students demonstrated low HOTS ability, especially in the creating domain (C6), involving generating novel ideas or solutions. In contrast, analyzing (C4) and evaluating (C5) were relatively easier but still reflected limited mastery. The highest difficulty appeared in questions requiring divergent thinking and complex synthesis. Item fit statistics showed good instrument validity (person reliability = 0.93; item reliability = 0.83). These findings highlight the importance of implementing learning strategies that foster creativity and synthesis, such as problem-based learning or project-based approaches. The study was limited to one geographic area, which may restrict generalizability. Future research should explore broader contexts and incorporate qualitative data to deepen understanding of HOTS development in science.
Keanekaragaman Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara Di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Santhyami, Santhyami; Kusumadhani, Annur Indra; Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.16523

Abstract

Lichen dapat berfungsi sebagai bioindikator pencemaran udara di suatu daerah karena sifatnya yang sensitif terhadap polusi. Lichen mampu bertahan hidup di lingkungan yang ekstrim. Sensitivitas lichen terhadap pencemaran udara dapat dilihat melalui perubahan keanekaragamannya. Lichen dibedakan menjadi 4 kelompok berdasarkan bentuk thalusnya yaitu Crustose, Foliose, dan Fruticose. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keanekaragaman lichen sebagai bioindikator kualitas udara di Kawasan Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2021 menggunakan metode kombinasi antara teknik purposive sampling dan eksplorasi (penelusuran lokasi). Hasil penelitian lichen yang dilakukan di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah yang terdiri atas 11 titik ditemukan 12 spesies lichen yang berasal dari 7 famili yang diantaranya Lecanoraceae, Graphidaceae, Parmeliaceae, Caliciaceae, Arthoniaceae, Pyrenulaceae, dan Stereocaulaceae. Jenis lichen tersebut termasuk dalam kelompok talus foliose dan crustose. Nilai indeks keanekaragaman (H’) lichen di Kota Surakarta yaitu 1,92 dimana menunjukan tingkat keanekaragaman yang tergolong sedang. Presentase jumlah koloni lichen tertinggi pada spesies Lepraria lobificans Nyl. yaitu 38% dan terendah Parmelia sp. yaitu 0,07%.